Transaksi Over The Counter adalah: Pengertian dan Contohnya

Ditulis oleh Dini N. Rizeki

article thumbnail

Pernah mendengar istilah over the counter dalam bisnis? Mungkin sebagian dari kamu sudah mengenalnya sebagai salah satu jenis transaksi dalam bursa. Namun, pengertiannya tidak sampai di situ saja.

Istilah transaksi over the counter atau yang biasa disingkat sebagai OTC, juga bisa digunakan di dalam dunia bisnis perdagangan atau jual beli, di luar investasi. Ketika minimarket menjamur di Indonesia, hal tersebut dapat dianggap sebagai peluang bagi para pengusaha untuk menghadirkan layanan pembayaran over the counter.

Pengertian Transaksi Over The Counter

Transaksi over the counter adalah jenis transaksi yang dilakukan secara langsung antara dua pihak tanpa melibatkan pihak lain. Dalam transaksi ini, pembeli dan penjual berinteraksi langsung di lokasi fisik untuk menegosiasikan dan menyelesaikan kesepakatan.

Singkatnya, transaksi ini bisa dilakukan tanpa perlu melibatkan perantara elektronik. Seperti perbankan online atau sistem pembayaran digital karena OTC umumnya langsung terjadi di lokasi.

Keuntungan utama dari transaksi over the counter adalah fleksibilitas dan kemampuan untuk menyesuaikan kontrak sesuai dengan kebutuhan khusus pihak yang terlibat. Beberapa contoh transaksi yang paling sering dilakukan adalah pembayaran tagihan listrik, tagihan air, atau pengisian saldo tertentu.

Meskipun transaksi jenis over the counter dapat memberikan fleksibilitas dan kemudahan, mereka juga memiliki kendala. Salah satunya adalah harga yang dipasang mungkin kurang terlihat secara umum alias lebih mahal daripada umumnya. 

Kenapa bisa begitu? Karena ada persaingan tersendiri di antara berbagai toko atau gerai yang memberlakukan over the counter. Jadi, persaingan harga merupakan hal yang sangat umum terjadi. 

Pertanyaannya, apakah konsep transaksi OCT ini bisa diterapkan di bisnismu? Tentu saja bisa. Misalnya kamu memiliki usaha yang menerima pembayaran langsung di tempat secara tunai atau cash, itu artinya kamu sudah menerapkan konsep tersebut. 

Baca Juga: Sistem Transaksi Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Apa saja contoh transaksi over the counter?

Contoh Transaksi Over The Counter yang Sering Ditemui

Selain bursa di bidang investasi, apa saja contoh transaksi dalam bentuk over the counter yang bisa dengan mudah ditemui? Ada banyak sekali contohnya yang bahkan mungkin tidak kamu sadari sebelumnya.

Berbagai contoh transaksi over the counter adalah:

1. Pembayaran tagihan

  • Pembayaran tagihan listrik

  • Tagihan air (PDAM)

  • Tagihan telepon 

  • Tagihan multifinance

  • Tagihan kartu kredit

2. Top up 

  • Pengisian saldo pulsa di gerai-gerai telekomunikasi 

  • Pengisian saldo e-toll atau e-money melalui kasir minimarket

3. Pembelian tiket perjalanan

  • Membeli tiket pesawat melalui agen perjalanan secara fisik

  • Membeli tiket kereta api go show langsung di loket

  • Membeli tiket bus di loket terminal

Peraturan Transaksi Over The Counter, Apa Saja?

Baik pihak pemilik bisnis maupun konsumen sebaiknya memahami peraturan transaksi over the counter sebelum melakukan transaksinya. Peraturan tersebut adalah aturan yang ditujukan untuk melindungi konsumen atau pebisnis yang terlibat dalam transaksi OTC, termasuk penyediaan informasi yang memadai dan pemenuhan standar etika bisnis.

Salah satu hal yang juga perlu dipahami dalam peraturan transaksi over the counter adalah skema pembayarannya. Dengan memahami hal tersebut, dapat meminimalisir terjadinya kesalahan transaksi. 

Inilah langkah-langkah umum dalam skema pembayaran OTC. Contohnya ketika ada konsumen yang hendak membayar tagihannya.

  • Pelanggan mengunjungi gerai ritel atau minimarket dan menunjukkan nomor tagihan mereka kepada petugas.

  • Pelanggan melakukan pembayaran secara tunai.

  • Nominal pembayaran biasanya sudah termasuk biaya administrasi jika diperlukan (beberapa pedagang mungkin tidak mengenakan biaya tambahan).

  • Pelanggan menerima bukti pembayaran

  • Transaksi selesai.

Jenis transaksi semacam ini memang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Salah satu alasannya adalah tidak perlu mengantri di bank atau ATM untuk menarik uang atau membayar tagihan. 

Selain itu akan sangat memudahkan bagi orang-orang yang tidak memiliki rekening tabungan di bank (unbanked) atau e-wallet. Mereka akan lebih mudah melakukan pembayaran tagihan dan pembayaran sejenis dengan menggunakan metode cash atau tunai.

Baca Juga: Mengenal Beragam Contoh Sistem Pemrosesan Transaksi!

Kelebihan dan Kekurangan dari Transaksi Over The Counter

Tadi sudah disebutkan bahwa over the counter adalah jenis transaksi pembayaran yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut wajar terjadi karena memang ada banyak sekali kelebihan dari transaksi OTC. 

Secara umum, beberapa kelebihan transaksi over the counter adalah:

1. Aksesibilitas yang Lebih Luas

OTC memberikan kemudahan akses bagi berbagai kalangan, khususnya orang-orang yang mungkin tidak mahir menggunakan teknologi digital. Ini memungkinkan layanan keuangan dan pembayaran dapat diakses oleh kelompok-kelompok yang kurang terampil dalam penggunaan internet.

2. Transaksi yang Komprehensif dan Cepat

Transaksi OTC cenderung lebih komprehensif dan cepat karena melibatkan interaksi langsung dengan petugas. Keuntungan ini dapat menghindarkan dari terjadinya hambatan teknis yang bisa saja terjadi seperti di dalam transaksi online, seperti masalah koneksi internet atau sistem yang down.

3. Meningkatkan Pendapatan 

Dengan menerima pembayaran over the counter, pemilik usaha berpotensi meningkatkan volume penjualan dan transaksi mereka. Kenapa bisa begitu? Karena dapat menarik segmentasi pelanggan baru yang lebih memilih melakukan pembayaran secara tunai. Angka penjualan yang meningkat secara otomatis akan meningkatkan pendapatan juga. 

4. Mengurangi Risiko Penipuan

Transaksi OTC juga dapat membantu mengurangi risiko penipuan. Ini terjadi karena pembayaran transaksi dilakukan secara langsung dan dapat diverifikasi oleh kasir atau penjual.

5. Loyalitas Pelanggan

Dengan menyediakan berbagai opsi pembayaran, kamu sebagai pemilik bisnis juga dapat menunjukkan bahwa mereka menghargai kenyamanan dan preferensi pelanggan mereka. Ini nantinya dapat membantu meningkatkan tingkat loyalitas pelanggan.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, baik bagi pihak pemilik bisnis dan konsumen, ternyata jenis transaksi ini juga tetap memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan dari over the counter yang mungkin sering dikeluhkan oleh para konsumen adalah:

1. Konsumen Perlu Datang Langsung ke Lokasi Fisik

Dengan kata lain, konsumen perlu menyediakan waktu, usaha, dan tenaga untuk berangkat dan datang langsung ke lokasi fisik. Hal tersebut dapat dianggap tidak efisien, terutama jika lokasi tersebut jauh dari tempat tinggal pelanggan. Apalagi dengan adanya era yang sudah jauh lebih modern seperti saat ini. 

2. Biaya Administrasi Tambahan

Beberapa layanan OTC mungkin mengenakan biaya administrasi tambahan yang tidak ada dalam transaksi online. Biaya ini dapat membuat transaksi menjadi lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan metode pembayaran digital.

Bukan tidak mungkin konsumen menjadi merasa terbebani dengan biaya administrasi tersebut. Tapi hal ini juga memang tidak bisa dihindari oleh para pemilik bisnis. Selain itu, seperti yang tadi sudah disebutkan, ada beberapa gerai yang mungkin juga memasang harga lebih mahal dibandingkan gerai lainnya. 

Aplikasi Akuntansi majoo

Kesimpulan

Pengertian transaksi over the counter adalah jenis transaksi yang dilakukan secara langsung antara dua pihak tanpa ada keterlibatan pihak lain. Dalam transaksi ini, pihak pembeli dan penjual berinteraksi langsung di lokasi fisik untuk mencapai kesepakatan jual beli.

Singkatnya, transaksi over the counter atau OTC bisa dilakukan tanpa perlu melibatkan perantara elektronik. Seperti perbankan online atau sistem pembayaran digital. OTC umumnya langsung terjadi di lokasi.

Jika bisnis yang kamu jalankan saat ini menerima pembayaran secara tunai, khususnya dari pelanggan yang lebih memilih bertransaksi di gerai ritel atau lokasi fisik, artinya kamu sudah menerapkan transaksi OTC.

Untuk itu, kamu perlu memanfaatkan aplikasi keuangan untuk bisnis seperti majoo. Aplikasi keuangan memang dapat menjadi solusi pembayaran digital, namun ada situasi di mana transaksi OTC dapat menjadi relevan. 

Aplikasi keuangan dapat membantu kamu sebagai pemilik bisnis dalam pembuatan laporan keuangan secara efisien. Transaksi OTC yang terintegrasi dengan sistem manajemen keuangan juga dapat menciptakan integrasi yang baik antara pembayaran fisik dan catatan keuangan. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak pakai majoo, kan? 


Sumber Data: 

https://midtrans.com/id/blog/over-the-counter-2

https://www.xendit.co/id/blog/tren-pembayaran-retail-outlet-di-indonesia/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo