Pinjaman Bank: Jenis, Syarat, dan Cara Meminjamnya

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail
Memiliki bisnis merupakan impian bagi banyak orang. Selain menjadi kebanggaan karena berhasil membangun usaha sendiri dan memiliki fleksibilitas waktu kerja. Tentunnya tidak semua langkah dalam membangun bisnis berjalan mulus, ya. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kegagalan dalam membangun bisnis.

Bagi kebanyakan orang yang ingin memulai bisnis, keluhan tentang kekurangan dana atau modal seringkali menjadi hal yang umum. Ketika ide bisnis sudah muncul, keinginan tersebut seringkali terhenti karena keterbatasan modal. Apakah itu salah? Tidak sepenuhnya, tapi modal seharusnya bukan menjadi alasan utama. Saat ini, terdapat banyak sumber pinjaman dana yang dapat diakses dengan mudah, seperti melalui bank.

Untuk mengajukan pinjaman bank, kamu harus memeneuhi beberapa syarat. Selain itu, kebijakan setiap meminjam uang di setiap bank juga berbeda-beda. Nah, oleh karena itu di artikel ini akan dikupas tuntas mengenai pinjaman bank, dari pengertian hingga cara meminjamnya. Yuk, baca sampai selesai, ya! 

Pengertian Pinjaman Bank

Pinjaman bank adalah kegiatan perbankan yang menghasilkan pendapatan bagi bank. Bank meminjamkan uang dengan bunga kepada individu atau perusahaan yang sering disebut debitur. Debitur menggunakan pinjaman tersebut untuk berbagai keperluan, misalnya untuk konsumsi, modal kerja, atau investasi.

Di dalam proses pinjaman, bank juga bisa meminta jaminan, terutama dari perusahaan, untuk mengurangi risiko jika debitur gagal membayar. Jaminan tersebut bisa dijual oleh bank untuk menutupi jumlah pinjaman yang belum dibayarkan. 

Jenis Pinjaman Bank

Berikut ini terdapat beberapa jenis pinjaman yang umum ditawarkan oleh bank, antara lain: 

Pinjaman pribadi

Pinjaman pribadi adalah jenis pinjaman yang diberikan kepada individu untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka, seperti pembiayaan pendidikan, pernikahan, renovasi rumah, atau kebutuhan darurat. Pinjaman pribadi biasanya memiliki jangka waktu pendek dan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan pinjaman jangka panjang.

Pinjaman hipotek

Pinjaman hipotek adalah pinjaman yang diberikan kepada individu untuk membeli tanah atau membangun rumah. Pinjaman hipotek biasanya memiliki jangka waktu yang lebih panjang dan tingkat bunga rendah dibandingkan dengan pinjaman pribadi. Properti yang dibeli atau dibangun menjadi jaminan untuk pinjaman tersebut. 

Pinjaman mobil

Pinjaman mobil adalah jenis pinjaman yang diberikan kepada individu untuk membeli mobil baru atau bekas. Bank menyediakan pinjaman dengan jaminan kendaraan itu sendiri. Pinjaman mobil biasanya memiliki jangka waktu yang bervariasi dan tingkat bunga yang kompetitif, tergantung pada nilai kendaraan dan profil kredit peminjam. 

Pinjaman usaha

Pinjaman usaha adalah pinjaman yang diberikan kepada pemilik usaha atau perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional, ekspansi bisnis, pembelian inventaris, atau pengembangan produk dan layanan. Pinjaman usaha dapat berupa pinjaman modal kerja, pinjaman investasi, atau garansi bank. Bank akan mengevaluasi kelayakan bisnis dan kestabilan keuangan sebelum memberikan pinjaman tersebut.

Selain jenis-jenis di atas, ada juga pinjaman seperti pinjaman investasi, pinjaman konstruksi, pinjaman kartu kredit, dan pinjaman berbasis aset seperti pinjaman dengan agunan seperti emas atau sertifikat deposito.

Setiap jenis pinjaman memiliki persyaratan dan ketentuan yang berbeda, termasuk jangka waktu, tingkat bunga, agunan, dan proses pengajuan yang perlu dipertimbangkan sebelum mengajukan pinjaman di bank. Penting halnuya untuk kamu memahami secara menyeluruh kondisi dan persyaratan pinjaman sebelum membuat keputusan, ya.

Setiap bank memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda dalam mengajukan pinjaman bank.

Syarat Pinjam Uang di Bank

Syarat pinjam uang di bank dapat bervariasi tergantung pada jenis pinjaman, profil peminjam, dan kebijakan bank. Namun, berikut adalah beberapa syarat umum yang sering kali diperlukan oleh bank, yakni:

  • Identitas Pribadi: Bank akan memintamu untuk menyediakan dokumen identitas pribadi seperti kartu identitas, paspor, atau kartu keluarga. Hal ini diperlukan untuk memverifikasi identitasmu sebagai peminjam.

  • Bukti Pendapatan: Bank memerlukan bukti pendapatan seperti slip gaji, laporan pajak, atau laporan keuangan bagi kamu yang memiliki bisnis sendiri. Bukti pendapatan ini digunakan untuk mengevaluasi kemampuanmu untuk membayar pinjaman.

  • Riwayat Kredit: Bank akan melakukan pengecekan riwayat kreditmu melalui lembaga pemantau kredit. Riwayat kredit ini mencakup informasi tentang pinjaman sebelumnya, tagihan, pembayaran, dan catatan kredit lainnya. Riwayat kredit yang baik dapat meningkatkan peluang peminjaman yang sukses.

  • Agunan: Untuk pinjaman yang bersifat besar seperti pinjaman hipotek, bank mungkin meminta agunan berupa properti atau aset berharga lainnya. Agunan ini akan digunakan sebagai jaminan jika kamu tidak dapat membayar pinjaman.

  • Laporan Keuangan: Untuk pinjaman usaha atau pinjaman besar lainnya, bank mungkin memerlukan laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca keuangan, dan laporan arus kas. Laporan keuangan ini digunakan untuk menilai kesehatan keuangan bisnis dan kemampuanmu untuk melunasi pinjaman.

  • Usia dan Kewarganegaraan: Bank biasanya memiliki batasan usia minimum untuk meminjam dananya, tapi ini bisa berbeda, tergantung pada negara dan kebijakan bank. Selain itu, kamu juga harus menjadi warga negara atau penduduk tetap di negara tempat bank beroperasi, ya.

  • Persyaratan Lainnya: Selain syarat-syarat di atas, bank juga dapat memiliki persyaratan tambahan seperti pembukaan rekening bank, asuransi, surat referensi, atau pernyataan tujuan penggunaan pinjaman. Persyaratan tambahan ini dapat berbeda-beda antara bank satu dengan lainnya.

Penting untuk dicatat bahwa syarat-syarat ini dapat bervariasi tergantung pada bank dan jenis pinjaman yang diminta. Oleh karena itu, disarankan untuk menghubungi bank yang diinginkan dan meminta informasi lebih lanjut tentang persyaratan pinjaman yang spesifik, ya. 

Baca Juga: Pembiayaan adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Memperolehnya


Cara Pinjam Uang di Bank

Berikut adalah langkah yang perlu kamu ikuti ketika kamu ingin mengajukan pinjaman bank. 

1.    Menentukan jumlah pinjaman yang dibutuhkan

Langkah pertama dalam meminjam uang di bank adalah menentukan jumlah pinjaman yang dibutuhkan. Pastikan jumlah tersebut mencukupi untuk keperluanmu dan kamu pun memiliki kemampuan untuk mengembalikannya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. 

2.    Memperhatikan bunga dan biaya administrasi

Setiap bank memiliki kebijakan bunga dan biaya administrasi yang berbeda. Pastikan kamu teliti mengamati tingkat bunga dan biaya administrasi yang akan dikenakan oleh bank. Sebelum meminjam pinjaman, pastikan kamu telah memahami secara jelas tentang semua biaya yang akan dikenakan oleh bank. Selain itu, kamu juga harus menghitung besaran cicilan bulanan yang harus kamu bayar. 

3.    Menentukan jenis produk pinjaman

Pinjaman bank terdapat banyak jenis, misalnya pinjaman pribadi, pinjaman usaha, pinjaman hipotek, pinjaman mobil, dan lain sebagainya. Setiap jenis pinjaman memiliki persyaratan dan proses pengajuan yang berbeda, jadi pastikan untuk memilih jenis pinjaman yang sesuai dengan kebutuhanmu, ya. 

4.    Memilih bank yang tepat

Cari tahu bank mana yang menawarkan jenis pinjaman yang kamu inginkan dan bandingkan suku bunga, biaya lainnya, dan persyaratan yang ditawarkan. Pilihlah bank yang paling sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan finansialmu. 

5.    Menyiapkan dokumen yang diperlukan

Setiap bank akan memiliki daftar dokumen yang diperlukan untuk pengajuan pinjaman. Dokumen ini, seperti identitas pribadi (KTP, paspor), bukti pendapatan (slip gaji, laporan pajak), laporan keuangan (untuk pinjaman usaha), dan dokumen kepemilikan aset (untuk pinjaman jaminan seperti hipotek). Pastikan dokumen-dokumen ini lengkap dan dalam kondisi yang baik. 

6.    Mengajukan pinjaman

Kunjungi cabang bank yang kamu pilih atau ajukan pinjaman secara online melalui situs website resmi bank tersebut. Isilah formulir pinjaman dengan lengkap dan jujur, sertakan semua dokumen yang diminta, dan berikan informasi yang akurat mengenai profil pribadi dan keuanganmu. 

7.    Evaluasi kredit

Setelah mengajukan pinjaman, bank akan melakukan evaluasi kreditmu. Ini melibatkan pengecekan riwayat kredit, analisis pendapatan dan beban keuanganmu, serta penilaian risiko. Bank juga dapat melakukan verifikasi dokumen dan melakukan wawancara atau pertemuan lanjutan jika diperlukan. 

8.    Penilaian properti (jika diperlukan)

Jika kamu mengajukan pinjaman jaminan seperti pinjaman hipotek, bank akan melakukan penilaian properti yang akan dijadikan jaminan. Hal ini bertujuan untuk menentukan nilai properti dan memastikan bahwa nilai jaminan mencukupi untuk pinjaman yang diminta. 

9.    Persetujuan dan penandatanganan

Jika pengajuanmu disetujui, bank akan memberikan penawaran pinjaman yang mencakup rincian seperti jumlah pinjaman, suku bunga, jangka waktu, dan biaya lainnya. Bila kamu menyutujuinya, kamu perlu menandatangani perjanjian pinjaman dan dokumen-dokumen terkait.

10.  Pencairan dana

Setelah semua dokumen ditandatangani, bank akan melakukan proses pencairan dana ke rekeningmu. Dalam beberapa kasus, bank dapat mencairkan dana secara langsung ke pihak atau tujuan yang ditentukan dalam pengajuan pinjaman, misalnya penjual properti atau dealer.

Setelah memperoleh pinjaman uang, pengting halnya kamu membayar cicilan tepat waktu sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat dan disepakati. Jangan mengabaikan pembayaran cicilan, meskipun jumlahnya terlihat kecil, karena hal ini dapat memengaruhi reputasi kreditmu di bank dan akan menyulitkanmu jika suatu saat nanti kamu membutuhkan pinjaman bank lagi. 

Kesimpulan

Pinjaman bank adalah sumber pendapatan utama bagi bank yang meminjamkan uang dengan membayar bunga kepada individu dan perusahaan. Pinjaman ini digunakan untuk berbagai keperluan seperti konsumsi, modal kerja, dan investasi. Bank mendapatkan dana pinjaman dari tabungan masyarakat dan membayar bunga tabungan.

Bagi kamu yang memiliki usaha, pinjaman bank adalah solusi untuk mendapatkan modal usaha, tetapi kamu perlu memperhatikan persyaratan dan ketentuan pinjaman, termasuk bunga dan biaya administrasi. Tentunya dengan mengelola pinjaman yang baik, pinjaman bank tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dan mempeluas bisnis.

Selain itu, ada opsi lain untuk meminjam modal dengan bunga rendah dan pengajuan yang cepat, seperti melalui majoo capital. majoo capital menyediakan layanan pinjaman modal dengan proses pengajuan yang mudah, cepat, praktis, dan batas pendanaan hingga Rp2 Miliar. Yuk, manfaatkan penawaran ini sekarang juga!

Memiliki bisnis

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo