Inilah Tahapan Proses Riset Pemasaran yang Perlu Kamu Tahu!

Ditulis oleh Nisa Destiana

article thumbnail


Supaya kamu bisa mengetahui target pasar dan mengukur proyeksi angka penjualan yang bisa kamu dapatkan, bisnis perlu melalui proses riset pemasaran. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan riset pemasaran?

Riset pemasaran adalah kegiatan penelitian dalam bidang pemasaran yang ditujukan untuk mengidentifikasi tantangan serta peluang dalam proses pemasaran.

Dengan riset pemasaran, bisnis bisa memproses, menganalisis, dan memaparkan data berdasarkan fakta lapangan untuk menghasilkan informasi yang berharga terkait pemasaran.

Sebagai pemilik, kamu jadi bisa mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki dan mengetahui strategi pemasaran apa yang masih relevan dijalankan berdasarkan informasi yang akurat.

Lalu, bagaimana tahapan riset pemasaran? Proses riset pemasaran terbagi dalam enam langkah. Mari simak langkah-langkahnya di bawah ini!

Baca Juga: Riset Pemasaran adalah Landasan Bisnis, Apa Iya?

Tahapan dan Langkah-Langkah Proses Riset Pemasaran

Proses riset pemasaran perlu dilakukan dengan langkah yang tepat agar hasilnya bisa menjawab kebutuhan bisnis.

Karena itu, kamu perlu mengetahui langkah-langkah proses riset pemasaran sebelum mulai melakukan marketing research.

Perumusan masalah

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan dalam riset pemasaran ialah perumusan masalah. Proses perumusan masalah berperan penting supaya kamu bisa memahami dengan baik tujuan yang ingin kamu capai.

Seperti yang sudah kita ketahui, riset merupakan metode untuk menghasilkan informasi akurat dalam memahami persoalan dan dasar pengambilan strategi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Riset dalam bisnis, termasuk riset pemasaran, pun memiliki fungsi tersebut. Sebut saja, permasalahanmu ialah kesulitan penentuan bujet promosi atau iklan karena kamu belum mempunyai gambaran perkiraan biaya yang akan dibutuhkan.

Sehubungan dengan itu, kamu bisa menuliskan rumusan masalah, yaitu cara mengetahui besaran biaya promosi atau biaya iklan. 

Selanjutnya, kamu perlu memastikan hasil riset menjawab rumusan masalah tersebut atau menghasilkan perkiraan biaya iklan atau promosi yang paling ideal.

Penentuan desain riset

Setelah kamu menentukan rumusan masalah, kamu perlu menentukan desain riset sebagai langkah berikutnya. Desain riset adalah kerangka prosedur tentang cara pengambilan data, pengujian hipotesis, dan pengumpulan data melalui berbagai metode yang dibutuhkan. 

Desain riset ditentukan oleh berbagai parameter yang bisa mendukung hasil akhir suatu riset. Adapun beberapa jenis desain riset yang bisa kamu lakukan, antara lain:

  • Riset eksploratif

Tujuan utama desain riset eksploratif ialah mendapatkan pandangan mendalam dan menyeluruh tentang suatu masalah yang sebenarnya dihadapi oleh bisnis. Hasil riset eksploratif bisa kamu jadikan pedoman penentuan jenis informasi yang kamu butuhkan.

Sebut saja, volume penjualan bisnismu menurun drastis dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kamu tentu ingin mengetahui faktor penyebabnya, bukan? 

Nah, kamu bisa mengidentifikasi penyebab penurunan penjualan sebenarnya melalui riset eksploratif sehingga masalah sesungguhnya bisa kamu ketahui. 

Maka dari itu, riset eksploratif merupakan riset awal yang perlu dilanjutkan dengan riset yang lain, misalnya riset deskriptif.

  • Riset deskriptif

Sesuai namanya, riset deskriptif adalah jenis desain riset yang tujuan utamanya mendeskripsikan atau menggambarkan sesuatu. 

Hal-hal yang digambarakan oleh riset deskriptif bisa bervariasi, mulai dari karakteristik pelanggan, perilaku pembelian, motivasi membeli, sikap konsumen, tingkat kepuasan konsumen, dan lain-lain.

Jadi, misal kamu ingin mengetahui pola pembelian konsumen, desain riset deskriptif merupakan pilihan tepat.

Apabila dibandingkan dengan riset eksploratif, riset deskriptif dilakukan dengan asumsi kamu telah memiliki pemahaman tentang masalah yang dihadapi oleh bisnismu dan kamu telah mengetahui jenis informasi apa yang kamu butuhkan.

Jenis informasi tersebut mungkin kamu dapat dari riset eksploratif yang telah kamu lakukan sebelumnya. Karena itu, desain riset eksploratif dan deskriptif sering kali dilakukan secara berurutan.

  • Riset kausalitas

Sedikit berbeda dengan dua desain riset sebelumnya, riset kasualitas perlu kamu lakukan saat ingin menemukan hubungan sebab dan akibat atau hubungan memengaruhi serta dipengaruhi dari variabel-variabel yang diteliti.

Dalam desain riset kasualitas, variabel yang memengaruhi disebut sebagai variabel independen, sedangkan variabel yang terpengaruh atau dipengaruhi oleh perubahan variabel independen disebut sebagai variabel dependen.

Karena hubungan variabel yang memengaruhi dan dipengaruhi, rumusan masalah dalam riset kasulitas umumnya dinyatakan dalam bentuk 'jika-maka'. 

Contoh rumusan masalahnya bisa berbunyi seperti ini: Jika bujet promosi dinaikkan 10%, maka bagaimana pengaruhnya terhadap volume penjualan yang dihasilkan?

Sehubungan dengan karakternya yang bisa menyajikan hasil temuan sebagai suatu kesimpulan akhir, riset kasualitas dan riset deskriptif kerap disebut riset konklusif.

Baca Juga: Riset Pemasaran: Definisi, Fungsi, serta Contohnya

majoo Ads

Penentuan metode pengumpulan data

Sebelum kamu menentukan metode pengumpulan data, kamu perlu mengetahui jenis sumber data terlebih dahulu. Menilik sumbernya, ada dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder.

Data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti yang melakukan riset disebut data primer. Sementara itu, data yang dikumpulkan atau disediakan oleh sumber lain dinamakan data sekunder.

Baik data primer maupun data sekunder bisa kamu kumpulkan melalui metode kualitatif atau metode kuantitatif.

  • Metode kualitatif

Metode kualitatif sesuai kamu pilih untuk mengembangkan pemahaman awal terkait suatu masalah. Metode ini bersifat non-statistik.

Pengumpulan data dalam metode kualitatif umumnya dilakukan secara induktif, yaitu data yang relevan dikelompokkan dalam kategori yang sesuai. 

Adapun cara pengumpulannya bisa dilakukan melalui pengumpulan langsung (Focus group discussion, wawancara mendalam, dan studi kasus) atau pengumpulan tidak langsung, misalnya teknik proyektif.

  • Metode kuantitatif

Dalam metode kuantitatif, data dikuantifikasi dan generalisasi hasil dari sampel ke populasi. Cara pengumpulannya bisa dilakukan melalui survei dan pengamatan atau observasi.

Pengambilan sampel dan pengumpulan data

Pengumpulan data serta pengambilan sampel merupakan langkah riset pemasaran yang penting.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, pengumpulan data bisa dilakukan melalui teknik wawancara, observasi lapangan, kuesioner, atau studi kasus. 

Di antara teknik-teknik tersebut, wawancara mendalam relatif lebih unggul karena peneliti bisa menggali informasi dengan lebih komprehensif. Selanjutnya, hasil pengumpulan data tersebut perlu dikumpulkan dalam database

Analisis dan interpretasi data

Untuk mendapatkan kesimpulan, data-data yang sudah kamu kumpulkan perlu kamu analisis dan interpretasi. 

Proses analisis dan interpretasi data umumnya dimulai dari tahap editing, coding, tabulasi, dan analisis. Inilah dasar penyusunan laporan riset pemasaran.

Penyusunan laporan riset

Tahapan riset pemasaran yang terakhir ialah penyusunan laporan riset. Jadi, laporan riset merupakan hasil atau sekumpulan informasi yang terkumpul dari proses riset.

Bentuk laporan riset bisa bervariasi, baik hasil penelitian, kesimpulan, ataupun rekomendasi-rekomendasi. 

Selanjutnya, laporan riset bisa kamu gunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan ataupun menyelesaikan masalah tertentu. 

Baca Juga: Taklukan Pasar dengan Metode Riset Pemasaran yang Tepat

Contoh Proses Riset Pemasaran

Setelah menyimak langkah-langkah proses pemasaran di atas, apakah kamu sudah lebih terbayang tentang cara riset pemasaran?

Agar kamu mempunyai gambaran yang lebih jelas, kami telah menyiapkan contoh proses riset pemasaran. Silakan disimak!

Sebut saja, kamu berencana membuka sebuah gerai makanan cepat saji, misalnya ayam cepat saji atau Korean street food

Bukan rahasia lagi, lokasi menjadi salah satu elemen penting dalam pemasaran. Anggap saja, kamu perlu menentukan lokasi yang tepat untuk bisnis yang akan kamu buka. Bagaimana proses riset pemasaran untuk permasalahan ini?

  1. Rumusan masalah

Dari ilustrasi di atas, masalah yang kamu hadapi cukup jelas, yaitu kebingungan menentukan lokasi gerai bisnis. Jadi, kamu bisa langsung menjadikannya sebagai rumusan masalah: Lokasi potensial untuk gerai bisnis makanan cepat saji.

  1. Desain riset

Berhubung informasi yang kamu cari sudah cukup jelas dan tidak sedang mencari hubungan sebab dan akibat, kamu bisa melaksanakan riset pemasaran dengan desain deskriptif atau menggambarkan suatu keadaan.

Dalam konteks kasus ini, kamu perlu menggambarkan kondisi suatu lokasi hingga bisa ditarik kesimpulan lokasi tersebut tepat atau tidak dijadikan tempat gerai bisnis makanan cepat saji.

  1. Metode pengumpulan data

Karena kamu ingin mengetahu potensi pasar di sekitar lokasi yang kamu pilih, metode pengumpulan data yang bisa kamu pilih ialah metode kuantitatif. Dalam konteks pemilihan lokasi, kamu mungkin perlu menggabungkan teknik survei dan observasi.

  1. Pengambilan sampel dan pengumpulan data

Berhubung kamu mau melakukan pengumpulan data melalui survei dan observasi, kamu perlu menentukan suatu lokasi terlebih dahulu dan melakukan pengamatan langsung di lokasi hingga kuota sampelmu terpenuhi.

Adapun informasi yang bisa kamu penuhi melalui observasi, misalnya informasi yang akan menjawab beberapa pertanyaan, seperti:

  • Kapan area tersebut paling ramai pengunjung?

  • Apakah akses ke lokasi tersebut mudah?

  • Apa alat transportasi yang paling banyak digunakan oleh pengunjung?

  • Ada sarana dan prasarana apa saja di sekitar lokasi?

  • Apakah ada bisnis lain yang menunjang pemasaran makanan siap saji?

Sementara itu, kamu mungkin perlu mengumpulkan data demografi target pasar melalui survei agar kamu tahu persis informasi ‘siapa’ yang mengunjungi lokasi tersebut. ‘Siapa’ akan menggambarkan gender, usia, profesi, penghasilan, dan informasi lainnya.

Dengan begitu, kamu bisa menentukan lokasi tersebut dilalui oleh target pasarmu atau tidak. Tentunya, kesimpulan ini bisa kamu ambil setelah melewati tahap lima dan enam, yaitu analisis dan penyusunan laporan riset.

Untuk memperkecil risiko kerugian, pastikan kamu menjalankan proses riset pemasaran sebelum membuat keputusan bisnis. Bagi kamu yang perlu referensi tentang strategi bisnis, baca lebih banyak di sini!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo