Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Revolusi Industri: Pengertian, Sejarah, Ciri, Dampak, Tips

    Revolusi Industri: Pengertian, Sejarah, Ciri, Dampak, Tips

    Revolusi industri telah mengubah hidup masyarakat modern dengan segala kemudahannya dengan salah satu cirinya yaitu teknologi semakin terbuka bagi semua lapisan masyarakat.

    Ketika mendengar atau membaca tentang revolusi industri, apa yang pertama kali terlintas di benakmu, Majoopreneurs? Apakah negara pencetus awal revolusi ini? Atau siapa orang di balik perubahan besar di bidang industri ini?

    Secara singkat, revolusi industri bermula dari perubahan sistem sosial dan kebudayaan yang berlangsung sangat cepat untuk ukuran waktu itu dengan hadirnya mesin uap (menggunakan bahan bakar batu bara) dan ditenagai oleh mesin (terutama dalam produksi tekstil).

    Tentunya, tidak berhenti sampai perubahan industri menggunakan mesin uap. Di dalam artikel ini, kamu akan mengetahui lebih lanjut tentang sejarah revolusi industri hingga contoh terbarunya. 

    Mari mulai membaca artikel ini, majoopreneurs!

    Pengertian Revolusi Industri 

    Kita mulai dengan definisi revolusi industri, ya. Revolusi menurut KBBI adalah sebuah perubahan yang mendasar. Sementara itu, revolusi industri adalah proses perubahan dari ekonomi berlandaskan agraris dan kerajinan menjadi ekonomi yang didominasi oleh industri dan manufaktur mesin.

    Kebayang, nggak? Dari cara sederhana dalam menggarap pertanian, lalu disodorkan mesin sebagai tenaga penggeraknya.

    Nah, perubahan besar dan mendasar itulah yang menjadi transisi cara manusia dalam mengolah sumber daya sehingga memengaruhi aspek kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi mereka.

    Akhirnya, melalui revolusi industri inilah masyarakat dunia diajak untuk mengenal cara bekerja efektif dan lebih modern dengan menggunakan teknologi.

    Istilah revolusi industri dicetuskan pertama kali oleh Friedrich Engels dan Louis Auguste Blanqui, pemimpin pabrik tekstil, dengan merujuk penggantian tenaga hewan dan manusia untuk produksi oleh tenaga mesin berbasis manufaktur.

    Baca juga: Industri adalah: Jenis-jenis dan Tujuan Pembangunan Industri 

    Ciri-Ciri Revolusi Industri

    Ada beberapa ciri atau karakteristik dari revolusi industri yang harus kamu ketahui. Tentu saja, bukan hanya dari aspek teknologi yang akan menjadi karakternya. 

    Pasalnya, masyarakat pun akan memasuki tatanan sosial, budaya, serta kondisi ekonomi yang berbeda. Simak poin-poin berikut ini:

    1. Maraknya penggunaan bahan baku baru terutama besi dan baja untuk mengoptimalkan hasil industri.
    2. Manusia mulai memanfaatkan sumber energi baru, baik bahan bakar maupun tenaga penggerak. Contohnya seperti batu bara, mesin uap, listrik, minyak bumi, dan mesin pembakaran dalam.
    3. Revolusi industri ditandai juga dengan penemuan mesin-mesin baru seperti mesin pemintal dan alat tenun listrik. Dapat dibayangkan hal ini dapat menghemat waktu dan tenaga yang dikeluarkan oleh manusia, serta berpotensi untuk meningkatkan jumlah barang yang diproduksi.
    4. Umumnya terdapat pembentukan sebuah organisasi kerja baru yang dikenal sebagai sistem pabrik. Hal ini dilakukan agar pembagian kerja lebih efektif serta terdapat spesialisasi fungsi.
    5. Munculnya perkembangan penting dalam transportasi dan komunikasi, termasuk lokomotif uap, kapal uap, mobil, pesawat terbang, dan elektronik serta alat transportasi yang lainnya.
    6. Ilmu pengetahuan serta teknologi semakin terbuka bagi masyarakat umum.

    Sejarah Perkembangan Revolusi Industri

    Revolusi industri pertama kali terjadi di Inggris (Britania Raya) pada periode antara tahun 1700-1800 yang didominasi oleh eksploitasi batu bara dan besi. Kemunculannya ditandai dengan temuan mesin uap untuk alat tenun mekanis sehingga dapat meningkatkan jumlah produksi dalam industri tekstil. 

    Apa, sih, latar belakang yang menyebabkan berkembang pesatnya revolusi industri? Kita cek di bawah ini jawabannya:

    1. Inggris memiliki kekayaan alam berupa bijih besi, batu bara, kaolin, dan kekayaan hayati lain. Mereka tidak berhenti untuk terus mengembangkan proses produksinya. Nggak heran jika akhirnya banyak teknologi baru bermunculan.
    2. Inggris memiliki banyak wilayah jajahan sehingga kekuasaannya luas.
    3. Situasi politik yang relatif stabil dan mendapatkan dukungan pemerintah secara hukum terhadap hasil-hasil temuan.
    4. Temuan-temuan baru tersebut dilindungi secara hukum oleh pemerintah sehingga mendorong lebih banyak masyarakat untuk melakukan penelitian ilmiah.
    5. Revolusi Agraria dan perkembangan IPTEK yang pesat.

    Yuk, kita ulas secara singkat, apa, sih, yang terjadi di tiap era revolusi industri?

    Revolusi Industri 1.0

    Bayangkan sebuah era di saat dunia masih bergerak secara manual. Menenun kain masih menggunakan tangan, ya, sungguh lama sekali. Kapal pengangkut penumpang dan orang berjalan mengandalkan nasib pada angin. Ya, sungguh-sungguh manual.

    Itulah mengapa ketika James Watt pada abad ke-18 menemukan mesin uap, voila! Dunia berubah! Penemuan ini menjadi ‘gong’ dimulainya revolusi industri 1.0.

    Pada saat itu, geliat industri pertama terjadi di Inggris. Ketika mesin uap menjadi alat mekanis pertama yang membuat pabrik tekstil tak hanya mengandalkan tenaga manusia saja.

    Sistem kerja mesin uap juga membuat bisnis transportasi kian ‘menggeliat’ lincah. Mesin uap yang sudah lebih efisien dan canggih dengan bahan bakar kayu dan batu bara menyokong jalannya alat transportasi laut.

    Tak heran, di abad ke-18 kapal-kapal ‘bermain semakin jauh’ menjelajahi dunia untuk mencari sumber daya alam. Lihat kan bedanya? Revolusi industri 1.0 mengubah dunia yang manual menjadi lebih mengenal mesin.

    Revolusi Industri 2.0

    Gong dimulainya revolusi industri 2.0 adalah ketika di awal abad ke-20, dua ilmuwan bernama Nikola Tesla yang ‘menghidupkan’ dunia industri dengan listrik dan Thomas Alva Edison yang ‘menyinari’ dunia gelap dengan bola pijar!

    Kamu bisa bayangkan, sebelum revolusi industri 2.0 hanya mengandalkan mesin uap dari pembakaran. Kini, listrik menjadikan sumber penggerak mesin.

    Hal ini membuat pabrik-pabrik pada tahun 1913 mulai ketularan ‘tren’ menggunakan ban berjalan (conveyor belt) yang otomatis berjalan dengan tenaga listrik. Otomatisasi ini membuat volume produksi makin besar. 

    Ini adalah era di mana masyarakat yang dulunya berpola agraris berubah menjadi masyarakat industri. Petani, mulai banyak yang bekerja menjadi buruh pabrik.

    Bukan hanya itu, berikut ini adalah beberapa contoh dari hasil revolusi industri 2.0:

    • Sumber daya kayu dan batu bara semakin ‘kalah’ dengan pengembangan sumber daya energi seperti batu bara dan minyak bumi.
    • Penggunaan dari hasil penemuan arus listrik AC dan DC untuk membuat motor listrik.
    • Gencarnya inovasi produksi besi dan baja.
    • Mobil dan pesawat terbang marak digunakan sebagai sebagai alat transportasi.
    • Pabrik sudah hampir seluruhnya menggunakan mesin industri.
    • Penggunaan teknologi berbasis listrik di bidang transportasi dan telekomunikasi.

    Revolusi Industri 3.0

    Penanda dimulainya revolusi industri 3.0 di akhir abad ke-20 ada dua, yaitu: teknologi digital dan internet!

    Sosiolog asal Inggris yang bernama David Harvey bahkan menyebut era ini sebagai dunia makin menciut. Mengapa? Ya, karena jarak semakin tak ada dan ruang semakin luas namun padat.

    Bisa dibilang ciri khas dari masa revolusi industri 3.0 adalah mesin yang dapat bergerak dan berpikir sendiri serta internet yang mempersingkat waktu dan jarak.

    Diawali dengan dikembangkannya komputer sebesar kamar tidur yang dibuat pada era Perang Dunia II oleh Alan Turing. Komputer raksasa bernama Colossus ini dulunya digunakan untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman.

    Dari sinilah berkembang inovasi pengolahan data sampai lahirnya peralatan elektronik yang lebih canggih.

    Jika disimpulkan, ada beberapa contoh dari hasil revolusi industri 3.0:

    • Semikonduktor.
    • Transistor.
    • Integrated chip.
    • Teknologi komputer.
    • Akses internet.
    • Peralatan elektronik seperti smartphone.
    • Sistem perangkat lunak atau software.

    Pada masa revolusi industri 3.0 marak dikembangkannya bisnis yang berbasis teknologi sehingga marak di dunia industri istilah “technopreneur.”

    Revolusi Industri 4.0

    Revolusi industri ini berawal dari tahun 2000-2005 ketika kecepatan internet berlari semakin kilat. Hal ini berdampak pada melesatnya kecepatan akses, kecepatan tersebarnya informasi, serta kebutuhan manusia akan data.

    Situasi ini berpengaruh pada berubahnya ‘hukum rimba’ daya tahan perusahaan. Ukuran perusahaan tidak menjamin keberlangsungan bisnisnya. Faktor yang lebih menentukan adalah kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan lincah saat mengimbangi perubahan kebutuhan pelanggan.

    Tujuan revolusi industri 4.0 di Indonesia adalah untuk mendorong ekonomi Indonesia masuk ke dalam 10 besar dunia di tahun 2030 dengan meningkatkan kegiatan ekspor.

    Bisnis yang menggaet teknologi yang ‘kawin’ dengan pemahaman akan konsumen melalui algoritma software yang dimilikinya benar-benar mendapat panggung. Lihat saja misalnya layanan ojek online dan semua pelayanan yang bersifat digital makin digemari.

    Adapun beberapa contoh dari hasil revolusi industri 4.0 lainnya adalah:

    • High-speed mobile internet.
    • Artificial intelligence.
    • Teknologi penyimpanan data berupa cloud.
    • Big data analytics.
    • Augmented Reality.
    • Cyber Security.
    • Additive Manufacturing.
    • Simulation.
    • System Integration


    Dampak revolusi industri pun terasa di semua bidang kehidupan manusia, termasuk dari sisi politik dan ekonomi.

    Dampak Revolusi Industri 

    Kamu pasti setuju bahwa setiap perubahan pasti menimbulkan dampak positif maupun negatif, bukan? Hal ini juga berlaku pada revolusi industri yang terjadi. Sekarang kita cari tahu, dampak revolusi industri di berbagai bidang, ya. 

    1. Dampak di Bidang Ekonomi
      Revolusi industri memang melahirkan berbagai temuan bagi kelancaran proses produksi. Hal ini mendorong munculnya berbagai perusahaan besar, kota-kota industri, dan lapangan kerja baru sehingga mendongkrak perekonomian negara.
    2. Dampak di Bidang Lingkungan
      Bagian dari dampak negatif dari sisi lingkungan adalah menjadi faktor pendorong kerusakan lingkungan. Contoh masalah yang paling sering timbul adalah pencemaran udara, air, dan tanah.
    3. Dampak di Bidang Politik
      Apakah kamu menyadarinya, Majoopreneurs? Revolusi industri pun berdampak pada sistem politik, dengan ditandai munculnya berbagai paham seperti demokrasi, imperialisme modern, atau nasionalisme.
    4. Dampak di Bidang Sosial
      Umumnya, revolusi industri lebih banyak membawa kemajuan industri di daerah perkotaan. Akibatnya, terjadi ketimpangan perekonomian, gaya hidup, bahkan pembangunan. Dampaknya, semakin banyak orang berbondong-bondong pergi ke kota untuk mengadu nasib.

    Baca juga: Deflasi adalah: Penyebab, Jenis, dan Dampaknya 

    Tips untuk Pengusaha Menghadapi Revolusi Industri 4.0

    Pelaku UMKM di tengah masa revolusi industri 4.0 tetap bisa memenangkan pasar. Kuncinya adalah kecepatan dan akurasi.

    Apalagi tantangannya adalah terbukanya gerbang produk dunia ke dalam negeri. Hal ini sebenarnya juga peluang karena produk UMKM jadi bisa mendunia.

    Namun tentu saja perlu ada strategi yang cerdas agar mampu bersaing di era ini. Simak tips dari kami, ya.

    • Melek Teknologi

    Tidak bisa tidak. Ini syarat mutlak. Kamu sebagai pelaku UMKM perlu membuka diri dan wawasan dengan perkembangan teknologi digital. Pemasaran di zaman ini sudah bergerak ke arah penjualan tanpa tatap muka. Cobalah untuk memperluas pasar online yang juga mulai masif di Indonesia.

    Pelajari sistem penjualan otomatis menggunakan kanal e-commerce, aplikasi berbayar, software akuntansi, dan otomatisasi yang memudahkan penyediaan barang serta kegiatan produksi lainnya.

    • Bersinergi dan Bermitra

    Pola bisnis yang melulu tentang persaingan tak selalu bisa diterapkan di era revolusi 4.0. Bersinergi dan pola kemitraan menjadi kuncinya. Lupakan menjadi single fighter jika kamu tak ingin terlibas.

    Jika kamu sudah melek teknologi, maka kemitraan dalam bentuk kolaborasi yang kreatif dengan perusahaan besar membuat bisnismu semakin ajeg.

    • Karyawan yang Harus Selalu Diberi Kesempatan Bertumbuh

    Human vs machine ala film Terminator sepertinya tak terjadi di era ini. Namun demikian, oleh karena kecerdasan buatan dan mesin makin canggih, maka sumber daya manusia dalam bisnismu harus lebih keren.

    Dengan memberi kesempatan belajar dan bertumbuh, karyawanmu akan semakin loyal dan bisnismu akan makin melejit. Mengapa? Karena kemampuan SDM yang baik bisa menelurkan strategi yang brilian sehingga bisa meletakkan perusahaan di posisi yang baik dalam persaingan pasar dunia.

    • Buat Produk Bagus, Lalu Umumkan dengan Lantang pada Dunia

    Tahukah kamu, sering kali sebuah bisnis yang produknya unggul menjadi bangkrut hanya karena tak banyak orang yang tahu. Bukan karena kualitas produknya.

    Di poin ini, kamu sebagai pelaku UMKM perlu berfokus pada dua hal: mutu produk dan mutu pemasaran.

    Buatlah standar yang tinggi ketika membuat sebuah produk sebelum diluncurkan ke pasar. Gunakan corong komunikasi yang seluas-luasnya untuk mengenalkan produkmu.

    • Daftarkan Kelegalan Produk, Klaim Kepemilikan

    Pelaku UMKM wajib memahami Hak Kekayaan Intelektual alias mendaftarkan merek dagang. Apalah artinya produk luar biasa bagus jika tak terdaftar secara legal dan kemudian diklaim milik perusahaan lain. Wah, jangan sampai ya.

    Lindungi produk-produkmu dari kejahatan penjiplakan merek. Merekmu adalah identitas unikmu. Bagusnya lagi, jika merekmu terdaftar secara legal akan meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata pasar. 

    Kesimpulan

    Psst, kabarnya revolusi industri 5.0 sudah akan dimulai. Fokusnya adalah kesejahteraan manusia. Nah, pada 21 Januari 2019, Perdana Menteri Jepang mengungkap bahwa mereka telah menyiapkan konsep industri 5.0 yang akan berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based).

    Sebentar dulu, tetap lakukan saja tips di atas.

    Namun tenang saja, jika kamu sebagai pelaku UMKM sudah piawai dan bertahan dalam persaingan global di revolusi industri 4.0, sisanya kamu tinggal menyesuaikan diri saja dalam menyongsong era selanjutnya.

    Sekali lagi melek digital, buka kesempatan kemitraan, pastikan produkmu bermutu dan sebarkan keunggulannya ke pasar, serta amankan merekmu dengan mendaftarkannya ke negara. Selamat bersinergi dan tetap bertahan dengan keunggulan produkmu, ya!

    Referensi:

    • https://www.gramedia.com/best-seller/perjalanan-revolusi-industri-1-0-hingga-5-0/
    • https://www.modalrakyat.id/blog/persiapan-ukm-hadapi-industri-4.0
    • https://lifetimedesign.co/strategi-bisnis-revolusi-industri-4-0/
    • https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/11/29/revolusi-industri-adalah
    • https://katadata.co.id/sitinuraeni/berita/624e79f003767/revolusi-industri-latar-belakang-sejarah-contoh-dan-dampaknya
    • https://www.ruangkerja.id/blog/sejarah-dan-masa-depan-revolusi-industri

    Sumber gambar: Freepik.com

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!