ROI vs EVA: Mana Metode Terbaik untuk Ukur Kinerja Perusahaan?

Penulis Annisa Nur Indriyanti
10 February 2026

article thumbnail

Dalam dunia keuangan, ROI (Return on Investment) dan EVA (Economic Value Added) adalah dua metrik keramat yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari modal yang mereka punya.

Singkatnya, ROI melihat keuntungan kotor, sedangkan EVA melihat keuntungan bersih yang sebenarnya setelah memperhitungkan biaya dari modal tersebut.

 

Apa Itu ROI dan EVA?

ROI vs EVA adalah dua metrik keramat yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari modal yang mereka punya.

ROI atau Return on Investment melihat keuntungan kotor, sedangkan EVA atau Economic Value Added melihat keuntungan bersih yang sebenarnya setelah memperhitungkan 'biaya' dari modal tersebut.

ROI adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar keuntungan yang Anda dapatkan dibandingkan dengan biaya (investasi) yang Anda keluarkan. 

Ini adalah cara termudah untuk menjawab: "Jika saya keluar uang Rp100 juta, saya dapat untung berapa persen?"

 

Rumus Sederhana:

 

Contoh: Anda keluar modal Rp10 juta untuk stok barang, lalu terjual habis dan dapat Rp12 juta. Keuntungan Anda Rp2 juta. Maka ROI Anda adalah 20%.

Kelebihan: Sangat mudah dihitung dan dipahami semua orang.

Kekurangan: Tidak mempertimbangkan faktor waktu dan risiko modal.

 

EVA adalah metrik yang lebih 'kejam' dan jujur. EVA mengukur nilai tambah ekonomis yang dihasilkan perusahaan setelah dikurangi seluruh biaya, termasuk biaya modal (cost of capital).

Dalam bisnis, uang yang Anda pakai itu ada harganya Jika Anda pakai uang bank, ada bunga. Jika Anda pakai uang pribadi (ekuitas), ada biaya peluang (ekspektasi untung yang seharusnya Anda dapat jika uang itu diputar di tempat lain).

 

Logika EVA:

 

Interpretasi:

EVA > 0: Perusahaan menciptakan nilai (sangat bagus).

EVA = 0: Perusahaan hanya "balik modal" (impas secara ekonomis).

EVA < 0: Perusahaan sebenarnya "bakar uang" secara ekonomis, meskipun di laporan laba rugi terlihat ada profit.

 

Perbandingan ROI dan EVA

ROI vs EVA memiliki perbedaan dalam penggunaan dan hasilnya. Berikut beberapa perbedaan antara ROI dan EVA:

 

1. Cara Melihat Keuntungan 

ROI melihat keuntungan dari kacamata akuntansi biasa. Jika pendapatan Anda lebih besar dari biaya operasional, maka ROI Anda positif. Sebaliknya, EVA melihat keuntungan dari kacamata ekonomi yang lebih ketat. EVA baru dianggap untung jika laba yang Anda dapatkan sudah bisa menutupi "biaya sewa" atas modal yang Anda gunakan.

 

2. Bentuk Angka yang Dihasilkan 

Hasil akhir ROI selalu berupa persentase. Ini memudahkan Anda untuk membandingkan performa antara bisnis kecil dengan bisnis besar secara adil. Sementara itu, EVA hasilnya selalu berupa nilai nominal uang (Rupiah). Ini langsung menunjukkan berapa jumlah kekayaan nyata yang berhasil ditambahkan ke kantong pemilik atau investor.

 

3. Pertimbangan Biaya Modal 

ROI sama sekali tidak peduli dari mana uang modal berasal. Mau itu uang pinjaman bank dengan bunga tinggi atau uang tabungan sendiri, ROI menganggapnya sama. EVA justru sangat peduli. EVA menghitung beban bunga bank atau ekspektasi bagi hasil investor sebagai pengurang laba. Jadi, meski bisnis Anda untung di laporan, EVA bisa saja merah jika bunga utang Anda terlalu mencekik.

 

4. Perilaku Pengambilan Keputusan 

ROI terkadang bisa menjebak manajer untuk menjadi malas. Manajer mungkin menolak proyek baru yang sebenarnya menguntungkan hanya karena ROI proyek tersebut sedikit lebih rendah dari ROI rata-rata divisinya sekarang. EVA mendorong manajer untuk terus mengambil proyek apa pun asalkan hasilnya lebih besar dari biaya modal, karena tujuannya adalah menambah nilai uang secara nyata.

 

5. Tingkat Kerumitan 

ROI sangat populer karena cara hitungnya sangat sederhana dan datanya bisa langsung diambil dari laporan laba rugi. EVA jauh lebih rumit karena Anda harus menghitung dulu berapa rata-rata biaya modal (WACC) perusahaan Anda, yang seringkali membutuhkan estimasi dan data tambahan di luar laporan keuangan standar.

 

Kelebihan & Kekurangan Masing-Masing Metode

 

Seperti hitungan metrik lain, ROI dan EVA memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Untuk mengetahuinya, berikut perbandingannya:

 

  1. ROI

 

Kelebihan: Sangat mudah dihitung dan datanya tersedia di laporan keuangan standar. Cocok untuk membandingkan unit bisnis yang ukurannya berbeda.

 

Kekurangan: Bisa menyebabkan "penciutan investasi". Manajer mungkin menolak proyek dengan ROI 15% karena ROI departemennya saat ini 20%, padahal proyek 15% itu masih sangat menguntungkan bagi perusahaan.

 

  2. EVA

 

Kelebihan: Memberikan gambaran laba riil. Bisnis dianggap gagal jika EVA negatif, meskipun di laporan laba rugi tertulis "Profit". Ini memaksa manajer untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aset/modal.

 

Kekurangan: Perhitungannya lebih rumit karena harus menentukan tingkat Cost of Capital (biaya modal rata-rata).

 

Kapan Sebaiknya Menggunakan ROI atau EVA?

 

ROI dan EVA memiliki kegunaan yang berbeda dan digunakan dalam waktu yang berbeda pula.

 

ROI biasanya dipakai untuk memantau efisiensi harian dan bulanan tim Anda. Namun, gunakan EVA setidaknya setahun sekali untuk melihat apakah secara total, bisnis Anda membuat Anda semakin kaya atau justru secara ekonomi Anda sedang merugi.

 

Karena keduanya memberikan sudut pandang yang berbeda, berikut adalah panduan waktu yang tepat untuk menggunakan masing-masing metrik:

 

Kapan Sebaiknya Menggunakan ROI?

Saat Membandingkan Berbagai Proyek yang Ukurannya Berbeda

Untuk Evaluasi Kinerja Manajer Operasional

Saat Melakukan Analisis Cepat (Quick Check)

 

Kapan Sebaiknya Menggunakan EVA?

Saat Menentukan Strategi Jangka Panjang bagi Pemilik Bisnis

Saat Mengambil Keputusan Terkait Pendanaan (Utang vs Modal Sendiri) 

Untuk Menyelaraskan Kepentingan Manajer dan Pemegang Saham

Saat Mengevaluasi Bisnis yang Sudah Mapan (Mature)

 

Kesimpulan

Dalam dunia keuangan, ROI (Return on Investment) dan EVA (Economic Value Added) adalah dua metrik keramat yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari modal yang mereka punya.

Singkatnya, ROI melihat keuntungan kotor, sedangkan EVA melihat keuntungan bersih yang sebenarnya setelah memperhitungkan biaya dari modal tersebut.

Sedangkan untuk membuat laporan keuangan yang efektif dan efesien, aplikasi keuangan seperti majoo bisa menjadi solusi yang memudahkan. Aplikasi ini membantu pelaku bisnis dalam mencatat pengeluaran, memantau arus kas, dan merencanakan anggaran dengan lebih efisien.

Dengan menggunakan majoo, kalian bisa fokus mengembangkan usaha tanpa khawatir bingung dalam mengelola keuangan. 

 

 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo