Sistem Upah: Definisi, Jenis, dan Prinsip-Prinsipnya

Ditulis oleh Retna Kumalasari

article thumbnail

Ada banyak faktor yang memengaruhi perusahaan dalam menentukan sistem upah yang akan digunakan.

Siapa yang belum memahami definisi dari sistem upah? Sistem upah merupakan suatu sistem yang mengatur dan menetapkan proses pembayaran upah dari perusahaan kepada para pekerjanya. 

Sistem upah ini juga telah diatur di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Oleh sebab itu, baik pekerja maupun pelaku usaha wajib memahami aturan ini dengan baik, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan nantinya.

Dalam ilmu ekonomi, sistem upah terbagi menjadi beberapa jenis, namun tidak semua jenis bisa kamu terapkan begitu saja. Lantas, bagaimana dengan sistem upah di Indonesia? Jika ingin mengetahui secara lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini sampai tuntas, ya!

Definisi Upah

Pengertian sistem upah secara umum adalah suatu kebijakan yang dipakai untuk menetapkan besaran kompensasi atau upah yang dapat diterima oleh para pekerja. Upah di sini merupakan suatu imbalan yang pekerja terima, sebagai bentuk balas jasa atas upaya dan kerja keras yang mereka lakukan.

Sistem upah yang baik akan memengaruhi banyak hal, tak hanya terhadap perkembangan perusahaan, tapi juga kesejahteraan hidup pekerja itu sendiri.

Baca Juga: Upah Adalah: Arti, Sistem, dan Perbedaannya dengan Gaji

Jenis-jenis Upah

Dalam ilmu ekonomi, ada macam-macam sistem upah yang dapat digunakan sesuai dengan jenis bisnis, regulasi, serta kondisi yang ada dalam perusahaan tersebut.

Upah Berdasarkan Waktu

Jenis upah yang pertama adalah upah berdasarkan waktu. Pada jenis upah ini, akan ditentukan berdasarkan waktu yang digunakan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Sistem upah yang satu ini cenderung mudah diaplikasikan dan tidak sulit untuk melakukan penghitungannya.

Upah Berdasarkan Prestasi

Sistem upah berdasarkan prestasi akan menghitung dan mempertimbangkan prestasi atau banyaknya barang yang bisa dihasilkan oleh para pekerja.

Upah Borongan

Kemudian, adapula sistem upah borongan yang dibayarkan secara utuh dan menyeluruh, sejumlah nominal yang telah disepakati. Pada sistem upah yang satu ini, individu atau perusahaan tidak perlu menyeleksi pekerja dan menanggung segala risiko yang terjadi pada karyawan saat ia bekerja.

Namun, biaya yang harus dikeluarkan untuk memberi upah borongan ini cenderung lebih besar dibandingkan dengan upah harian atau yang lainnya.

Upah Indeks

Selanjutnya, adalah jenis upah berdasarkan indeks. Perubahan atau naik turunnya indeks biaya hidup, akan memengaruhi besaran upah yang dibayarkan kepada para pekerjanya. 

Semakin tinggi indeks biaya hidupnya, semakin tinggi pula upah yang akan diterima pekerja.

Baca Juga: Cara Menentukan Gaji Karyawan Agar Bisnis Kamu Tidak Rugi

Aplikasi Wirausaha

Upah Mitra Usaha

Kelima, ada jenis upah mitra usaha. Pada jenis ini, upah pekerja akan diberikan dalam bentuk saham. Saham ini juga hanya akan diberikan ada organisasi pekerja pada perusahaan tersebut, sehingga konsepnya bukan diberikan secara perorangan. 

Upah Skala

Pada sistem upah skala, upah yang diberikan kepada seluruh pekerjanya akan dipengaruhi oleh skala penjualan perusahaan. Hal ini dapat diartikan bahwa upah yang didapatkan oleh para pekerjanya akan berbanding lurus dengan jumlah penjualan dalam perusahaan.

Semakin tinggi penjualan dalam perusahaan, semakin tinggi pula upah yang mesti dibayarkan perusahaan kepada para pekerjanya.

Upah Premi

Adapula jenis upah premi yang diberikan ketika pekerja mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Pemberian upah premi biasanya akan dikombinasikan dengan sistem upah prestasi.

Upah Bonus/ Partisipasi

Upah bonus atau dikenal juga dengan upah partisipasi adalah jenis upah yang ditunjukan untuk merangsang para pekerjanya, agar bisa bertanggung jawab dan menjalankan tugasnya dengan lebih baik.

Upah bonus ini akan diberikan kepada karyawan diluar dari gaji utama, dan umumnya pembiayaannya akan didapatkan dari keuntungan perusahaan.

Upah Kesatuan Hasil

Selanjutnya, ada jenis upah kesatuan hasil yang sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan industri untuk membayarkan upah pekerjanya. Pada jenis upah ini, pekerja akan mendapatkan upah berdasarkan dengan hasil yang dicapai atau jumlah barang yang mampu diproduksi.

Nantinya, jika tidak dilakukan quality control yang baik, produk yang dihasilkan berpotensi memiliki kualitas yang kurang baik.

Upah Produksi

Jenis upah yang terakhir adalah upah produksi. Pada upah produksi besarannya akan ditentukan berdasarkan penurunan atau peningkatan jumlah produksi barang yang mampu dipenuhi.

Setiap jenis perusahaan mempunyai sistem upah yang berbeda-beda.

Prinsip Dasar Upah

Ada beberapa prinsip yang digunakan sebagai landasan untuk menetapkan besaran upah. Prinsip-prinsip tersebut antara lain:

  1. Jumlah nominal gaji pokok adalah minimal 75% dari besaran gaji tetapnya.

  2. Pengurangan yang dilakukan untuk Pihak Ketiga wajib dilakukan berdasarkan surat kuasa.

  3. Jika dilakukan pemotongan upah, hanya boleh dipotong maksimal 50%.

  4. Pekerja yang mengambil cuti wajib tetap diberi gaji (leave with pay).

  5. Tidak boleh ada diskriminasi (no discrimination).

  6. Jangka waktu pembayaran gaji wajib dilakukan sesuai dengan kesepakatan.

  7. Pembayaran gaji dilakukan menggunakan mata uang yang sah. Dalam hal ini mata uang yang sah adalah rupiah.

  8. Terjalinnya hubungan kerja (existence of employment relationship).

Sistem Upah yang Berlaku di Indonesia

Upah adalah sebuah imbalan yang diberikan oleh pemberi kerja kepada penerima kerja, sebagai bentuk balas jasa atas waktu dan tenaga yang mereka keluarkan. Setiap perusahaan mempunyai sistem pemberian upah yang berbeda-beda.

Umumnya, hal ini dipengaruhi oleh jenis kegiatan usaha yang dilakukan atau regulasi yang mengatur perusahaan tersebut. Begitu pula perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Adapun sistem upah yang berlaku di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Upah Berdasarkan Waktu

Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa sistem upah berdasarkan waktu akan menentukan besaran upah yang diterima pekerja berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Misalnya, upah seorang karyawan di perusahaan yang dibayarkan secara teratur setiap bulannya. Adapula upah yang dibayarkan kepada para pekerja lepas, yang diberikan secara harian.

  1. Upah Borongan

Sistem lain yang bisa kamu temukan pada beberapa jenis pekerjaan di Indonesia adalah sistem upah borongan. Pada sistem ini, upah yang dibayarkan berdasarkan volume pekerjaan yang telah disepakati sebelumnya.

Upah yang dibayarkan merupakan upah dari seluruh pekerjaan yang harus dilakukan, mulai dari awal hingga pekerjaan tersebut selesai. Contohnya adalah upah yang dibayarkan kepada para pekerja lepas. Mereka lah yang akan memulai dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat.

  1. Upah Kesatuan Hasil

Ketiga adalah sistem upah yang didasarkan pada hasil atau jumlah yang mampu diproduksi oleh para pekerjanya. Dengan sistem seperti ini, setiap pekerja bisa mendapatkan upah yang berbeda-beda. Sebab, yang dihitung dalam sistem upah ini hanyalah hasil pekerjaan dari masing-masing pekerja itu sendiri.

Penutup

Dari beberapa sistem upah yang telah disampaikan di atas, sebagai pelaku usaha kamu bisa memilih dan menentukan sistem upah mana yang paling ideal dengan kondisi perusahaan kamu.

Dalam menetapkan sistem upah yang tepat, kamu harus memahami keadaan keuangan, cara kerja, produk, dan lain sebagainya yang akan memengaruhi sistem upah yang dipilih.

Penetapan sistem upah ini juga telah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, sehingga kamu tidak bisa menentukan dan memilihnya sesuka hati. Aturan ini dibuat agar tidak ada pihak yang mengalami kerugian selama proses kerja sama tersebut.

Nah, apabila kamu membutuhkan bantuan untuk mengelola upah, mulai dari monitoring kinerja karyawan, pencatatan absensi, komisi, hingga proses pengajuan ambil gaji di awal, kamu bisa mempercayakan tugas-tugas tersebut pada aplikasi majoo.

Ya, majoo dilengkapi dengan berbagai fitur terlengkap, baik untuk karyawan, owner, hingga untuk para pelanggan setianya. Dengan bantuan majoo, seluruh tugas merepotkan tersebut bisa diselesaikan dengan cepat, tepat, dan efisien. Jadi, tunggu apa lagi? Coba majoo sekarang nikmati kemudahan mengelola bisnis secara online dan real-time.


Sumber Data:

  1. https://www.talenta.co/blog/mengenal-jenis-sistem-upah-dalam-ilmu-ekonomi/

  2. https://www.gadjian.com/blog/2022/12/21/jenis-sistem-upah-di-indonesia/

  3. https://kumparan.com/kabar-harian/pengertian-sistem-upah-dan-jenis-jenisnya-1xN28zBTO1t/full

  4. https://www.online-pajak.com/seputar-pph21/sistem-upah

  5. https://www.idntimes.com/business/economy/ainal-zahra-1/sistem-upah-yang-berlaku-di-indonesia-seperti-apa?page=all 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo