Ukuran Kartu Nama Standar: Dimensi, Desain, dan Tips Agar Profesional

Penulis Annisa Nur Indriyanti
29 May 2026

article thumbnail

Ukuran banner menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membuat banner. Ukuran yang presisi dan desain yang tajam adalah kunci agar pesan yang ingin disampaikan tidak hanya dilirik, tapi juga diingat. 

 

Ukuran Banner Standar (X Banner, Roll Up, Spanduk)

 

Ukuran banner berbeda setiap jenisnya. Berbagai jenis banner ini memiliki fungsi dan ruang penempatan yang berbeda. Berikut adalah standar industri yang paling sering digunakan dalam industri pemasaran:

 

X-Banner: Jenis ini sangat populer karena ringan dan mudah dipindah. Ukuran standarnya adalah 60 x 160 cm. Ada juga variasi yang lebih kecil berukuran 25 x 40 cm untuk diletakkan di atas meja (Mini X-Banner).

Roll Up Banner: Lebih kokoh dan terlihat premium dibandingkan X-Banner. Ukuran paling umum adalah 60 x 160 cm atau 85 x 200 cm. Keunggulannya adalah kemudahan pemasangan karena tinggal ditarik ke atas.

Spanduk (Horizontal): Digunakan untuk area luar ruangan atau dipasang di dinding. Ukuran fleksibel tergantung lokasi, namun biasanya mulai dari 200 x 100 cm hingga 500 x 100 cm.

 

Ukuran Banner dalam CM dan Pixel

 

Ukuran tidak melulu soal bentuknya, tetapi juga ukuran detail dengan satuan centimeter atau pixel. Sebelum membuat banner, penting untuk memahami konversi ukuran ini agar desain kalian tidak pecah atau buram saat dicetak. 

 

Standar cetak yang baik memerlukan resolusi setidaknya 300 DPI (Dots Per Inch), namun untuk banner besar, 150 DPI biasanya sudah cukup. Berikut detailnya:

 

Ukuran 60 x 160 cm: Dalam pixel (pada 150 DPI), ukurannya adalah sekitar 3543 x 9449 px.

Ukuran 85 x 200 cm: Dalam pixel (pada 150 DPI), ukurannya mencapai 5020 x 11811 px.

Ukuran Spanduk 300 x 100 cm: Dalam pixel (pada 100-150 DPI), ukurannya berkisar antara 11811 x 3937 px.

 

Cara Menentukan Ukuran Banner yang Tepat

 

Ukuran banner dipilih bukan soal selera, tapi soal strategi. Pertimbangkan poin-poin berikut sebelum memutuskan ukuran banner yang akan kalian buat:

 

Jarak Pandang: Jika banner diletakkan di pinggir jalan untuk dibaca pengendara, pilihlah spanduk horizontal besar. Jika untuk pengunjung pameran yang berjalan kaki, Roll Up Banner adalah pilihan terbaik.

Ketersediaan Ruang: Ukur area penempatan. Jangan sampai Roll Up Banner yang besar justru menutupi akses jalan atau terlihat sesak di dalam booth yang sempit.

Tujuan Informasi: Jika isinya hanya logo dan slogan, ukuran kecil sudah cukup. Namun, jika Anda mencantumkan daftar harga atau detail produk, gunakan ukuran yang lebih besar agar teks tetap nyaman dibaca.

 

Tips Desain Banner yang Menarik

 

Ukuran banner yang sesuai idealnya dibarengi dengan desain yang bagus. Desain yang bagus ini adalah desain yang mampu berkomunikasi dalam hitungan detik. Berikut penjelasannya:

 

Hierarki Visual: Letakkan informasi paling penting (Headline atau Promo) di bagian atas atau setinggi mata manusia.

Gunakan Gambar Berkualitas Tinggi: Pastikan foto yang digunakan memiliki resolusi besar agar tidak terlihat kotak-kotak saat dicetak dalam skala meteran.

Kontras Warna: Gunakan kombinasi warna yang kontras antara teks dan latar belakang (misal: teks putih di atas latar gelap) agar pesan mudah terbaca dari jauh.

Ruang Kosong (White Space): Jangan penuhi seluruh area dengan elemen. Ruang kosong membantu mata fokus pada pesan utama.

 

Kesalahan Umum dalam Membuat Banner

 

Jika sudah mempersiapkan ukuran dan desain, peluang pembuat banner melakukan kesalahan-kesalahan bisa terjadi, terutama pada pemula. Ini kesalahan yang biasanya terjadi dan harus diantisipasi agar anggaran cetak Anda tidak terbuang percuma:

 

Teks Terlalu Banyak: Banner bukan brosur. Hindari menulis paragraf panjang; gunakan poin-poin singkat atau kalimat yang to-the-point.

Font yang Sulit Dibaca: Hindari penggunaan font dekoratif yang terlalu rumit. Gunakan font sans-serif yang tegas untuk keterbacaan maksimal.

Tidak Ada Call to Action (CTA): Banyak orang lupa mencantumkan apa yang harus dilakukan audiens setelah melihat banner, seperti nomor WhatsApp, akun media sosial, atau alamat website.

Margin Terlalu Tipis: Meletakkan teks terlalu dekat dengan pinggiran banner berisiko terpotong saat proses penyelesaian (finishing) atau tertutup oleh tiang penyangga.

Kesimpulan

Ukuran banner menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membuat banner. Ukuran yang presisi dan desain yang tajam adalah kunci agar pesan yang ingin disampaikan tidak hanya dilirik, tapi juga diingat. 

Sementara itu, untuk memudahkan pencatatan keuangan dalam bisnis yang kalian jalankan, aplikasi seperti majoo bisa jadi solusi. Aplikasi ini membantu pelaku bisnis dalam mencatat pengeluaran, memantau arus kas, dan merencanakan anggaran dengan lebih efisien.

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo