Table of Content

    USP adalah : Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Contoh

    Lakukan riset dan buatlah produkmu memiliki USP agar selalu menjadi nomor satu dalam ingatan pelanggan serta teratas sebagai pilihan dalam pembelian.

    Pengen beli serum biar kinclong, tapi brand skincare banyak banget yang kandungannya sama. Bagusan mana, sih?”

    Emang, sih, sama-sama tempat potong rambut, tapi enaknya di situ bisa booking dan dipanggil ke rumah. Mana rapi banget cutting-nya. Bikin males ke tempat yang lain.”

    Bicara unique selling proposition, gambaran percakapan di atas memang paling pas. Konsumen bingung kalo tidak ada ‘keunikan’ dari produk yang serupa. Konsumen pun lebih tertarik dengan produk yang ‘beda’ dari yang lain.

    Ya, namanya juga unique selling proposition (USP), mindset-nya harus memetakan sesuatu yang ‘out of the box’ dan mudah diingat serta diterima oleh konsumen.

    Yuk, biar jualannya makin laris manis. Kita bedah sedikit demi sedikit tentang unique selling point.

    Apa Itu Unique Selling Proposition?

    Menentukan unique selling proposition merupakan langkah penting dalam menyusun strategi penjualan.

    • Secara bahasa, unique selling proposition biasanya juga disebut unique selling point, disingkat menjadi USP.
    • Sederhananya, unique selling proposition merupakan komponen unik dari sebuah produk atau merek yang dijual.
    • Dengan kata lain, USP adalah teknik yang membedakan atau membuat unik sebuah produk kamu dibandingkan dengan pesaing.
    • Melansir dari Harvard Business School, unique selling proposition adalah nilai unik yang diciptakan sebuah brand untuk target pasar.
    • Tidak ada standar dan patokan untuk membuat unique selling proposition sebuah produk. Hal yang pasti unique selling proposition dari produkmu harus dapat menggambarkan brand value (citra merek).
    • Tiga komponen utama unique selling proposition: diferensiasi (pembeda), kuantifikasi (jumlah), dan relevansi (keterkaitan dengan brand value).
    • Unique selling proposition atau USP menjadi “wajah” sebuah produk/merek. Sehingga konsumen akan mengingat brand dari keunikan yang ditawarkan.

    Survei menyimpulkan bahwa konsumen hanya bertahan 5 detik saja ketika membaca website dan media sosial sebuah produk. 

    Ini artinya, kamu hanya punya waktu sependek itu, untuk menggaet perhatian konsumen dengan unique selling proposition.

    Untuk memudahkan kamu, jawab tiga pertanyaan di bawah ini untuk menyiapkan unique selling proposition yang menarik:

    1. Siapa target pasar atau audiens yang kamu targetan?
    2. Kebutuhan konsumen apa yang akan kamu penuhi?
    3. Berapa harga terbaik yang menghasilkan profit untuk perusahaan, tapi juga terjangkau untuk konsumen?

    Gimana, sudah mulai ada bayangan? Jika belum, mari kita gambarkan lebih detail.

    Baca Juga: Pasar Internasional: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya 

    Bentuk Unique Selling Proposition

    “Apa pun makanannya, minumnya tetap Teh Botol Sosro.” Ini salah satu bentuk unique selling proposition dalam bentuk tagline.

    Shampo Dove yang menawarkan produk perawatan dengan ekstra moisturizer. Sehingga kita membayangkan produk yang melembapkan adalah Dove. Ini salah satu bentuk unique selling proposition juga.

    Masih belum jelas juga, majoopreneurs? Kamu ingat produk Yakult, minuman dengan prebiotik asal Jepang, kan? Kemasan botol plastik kecil dengan lekukan khas juga merupakan salah satu unique selling proposition.

    Jika disimpulkan, ada beberapa bentuk dari unique selling proposition yang menjadi identitas produk atau merek:

    • Tagline
    • Bentuk kemasan
    • Varian produk

    USP juga bisa dikembangkan dari rantai proses dari produk/jasa yang kamu tawarkan, bukan hanya produknya.

    1. Dari pilihan bahan baku (unik, lokal, organik, dll).
    2. Metode pengolahan (sertifikasi halal, BPOM, no animal tested, bersih, teknologi modern, dan lainnya).
    3. Cara penjualan (beli 4 gratis 1, ladies day promo, dipesan secara online, dan lain sebagainya).
    4. Cara pelayanan (gratis antar, pemberian sampel gratis, dsb).
    5. Cara pembayaran (tunai, transfer, dengan kartu debit, kartu kredit, cicilan, COD, dan lain-lain)
    6. Layanan pasca penjualan (garansi ganti produk jika ada kerusakan, loyal customer gift, dan lainnya).

    Apa Bedanya USP Dan ESP?

    Unique selling proposition (USP) mengedepankan faktor-faktor teknis yang difokuskan untuk menangkap fakta kebutuhan atau “NEED” dari konsumen ketika membeli sebuah produk.

    Sedangkan emotional selling proposition (ESP) melengkapinya dengan mengedepankan sisi emosional “WANT” atau keinginan dari konsumen.

    Ada sebuah kutipan yang berbunyi, “People rationalize buying decisions based on facts, but people make buying decisions based on feelings.”

    Ibaratnya, orang butuh makan untuk tetap hidup, tapi punya keinginan makan enak di resto yang mahal. Atau orang membutuhkan pakaian agar tak kedinginan, tapi ingin punya baju yang branded agar lebih dipandang.

    Jadi, konsumen memang punya pertimbangan secara logis ketika memutuskan pembelian. Namun juga sering menggunakan emosinya saat mempertimbangkan melakukan pembelian.

    Tujuan Unique Selling Proposition

    Kreativitas untuk menentukan unique selling proposition dilakukan untuk tujuan yang besar.

    Unique selling proposition berdampak pada eksistensi perusahaan di masa depan. Tujuannya adalah sebagai faktor pembeda merek di tengah kompetisi dengan pesaing.

    Dengan demikian, unique selling proposition ditujukan untuk mendorong perusahaan kamu untuk memberi atribut yang unik dibanding produk pesaing agar konsumen akan lebih mengenali produkmu.

    Unique selling proposition yang baik akan memengaruhi konsumen dalam pembuatan keputusan saat ingin melakukan pembelian.

    Bisa dibilang, ini adalah faktor yang membuat konsumen lebih besar kemungkinannya dalam membeli produkmu dibandingkan kompetitor.

    Manfaat Unique Selling Proposition

    Membuat unique selling proposition memiliki banyak manfaat. Ini di antaranya:

    • Membedakan produk perusahaanmu dibandingkan produk kompetitor dengan keunikannya.
    • Mengarahkan agar konsumen mengingat produkmu dengan cepat dalam benaknya.
    • Semakin mudah diingat, maka mudah dicari. Jika sudah dicari, maka akan ada kemungkinan membeli.
    • Menjadi magnet perhatian dari konsumen atas produkmu.
    • Meningkatkan pembelian karena konsumen cenderung memilih produk yang masih jarang di pasar atau berbeda.

    Karakteristik Unique Selling Proposition

    Dalam membuat unique selling proposition atau unique selling point, selalu ingat karakteristiknya agar mudah menggaet perhatian calon konsumen.

    1. Visualisasi Menarik

    Sebanyak 80% pelanggan setuju jika gambaran secara visual menjadi daya tarik utama dalam kampanye pemasaran suatu brand.

    Jadi, buatlah unique selling proposition yang eye catching sebagai visual statement agar lebih menarik perhatian.

    Tapi, sebelumnya lakukan riset pasar dulu ya. Agar keunikan produkmu bukan keanehan yang tak bisa diterima akal pasar.

    2. Tujuan yang Jelas

    Unique selling proposition harus menggambarkan target dan tujuan bisnis serta alasan utama produkmu cocok dengan kebutuhan target pasar. 

    USP yang keren dan sukses adalah yang bikin konsumen dengan cepat memahami produkmu.

    3. Makin Simpel, Makin Baik

    Karakter USP yang sukses akan mengangkat jargon yang sederhana dan jelas. Hanya mengandung satu kalimat atau frasa yang menarik dan mudah diingat. 

    Ya, bisa juga membuat yang ‘nyeleneh’, tapi tetap sesuai dengan brand value.

    4. Tonjolkan Kelebihan Produk

    Walaupun simpel, namun kamu benar-benar harus memperlihatkan kelebihan dan manfaat produk yang akan konsumen dapatkan (customer value). 

    Pastikan kelebihan dan manfaat tersebut berbeda dengan kompetitor atau lebih baik.

     Dengan menerapkan USP sederhana dengan visualisasi menonjol pada produkmu, target penjualan pun dapat ditingkatkan.

    Cara Membuat Unique Selling Proposition

    Ingat ya, hal utama dalam membuat unique selling proposition adalah cara pandang pembeli terhadap produk. Dengan dasar itu, mari kita telaah langkah-langkah dalam membuatnya.

    1. Mengetahui pangsa pasar dan consumer behavior

    Lengkapi informasi demografis konsumen hingga perilaku mereka ketika mengonsumsi suatu produk yang serupa dengan produkmu.

    2. Analisis kelebihan dan kelemahan rival.

    Kenali dengan siapa kamu berada di medan laga ‘pertempuran’ alias pesaing. Analisis kelebihan dan kelemahannya serta lakukan secara rutin evaluasi produkmu dengan produk mereka. 

    Dari sini, kamu bisa mendapatkan celah untuk memodifikasi produkmu menjadi punya daya saing dibandingkan kompetitor.

    3. Menempatkan diri sebagai konsumen

    Ini penting, karena produkmu akan menjadi solusi kebutuhan konsumen jika kamu pandai memposisikan diri sebagai konsumen.

    Peka dan sensitif terhadap kebutuhan konsumen adalah modal utama membuat semakin objektif terhadap produk tawaran perusahaan sendiri.

    Jadi akan semakin terlihat mana yang harus dibenahi agar konsumen ingin membeli produk Anda.

    4. Buatlah secara hiperbolis

    Bukan bermaksud mengelabui dan membuatnya seolah-olah produk tanpa kelemahan, tapi buatlah deskripsi produk yang sedikit hiperbolis agar pelanggan mengamini hal-hal itu sebagai kelebihan.

    Misalnya penggunaan kata pertama, terbaik, viral, paling dicari, sudah terjamin. Semua itu sah-sah saja karena memperlihatkan antusiasme, keyakinan, dan kebanggaanmu pada produk.

    Contoh Unique Selling Proposition

    Agar lebih jelas, mari kita belajar pengaplikasian unique selling proposition di beberapa bisnis besar yang pasti kamu tahu. Pelajari baik-baik agar kamu lebih paham, ya.

    · Apple

    Brand dengan ikon apel tergigit ini sepertinya tak ada yang tak kenal. Produk-produk Apple dibanderol dengan harga mahal padahal desainnya sederhana, simpel, dan clean.

    Ini menjadi identitas Apple yang membuat konsumen berpikir, simpel itu elegan dan mahal. Apple menjadi ikon “barang elektronik mewah”. Terlebih Apple membangun sistem operasional sendiri bernama iOS yang dirasa lebih unggul dari Android.

    · Indomie

    Hebatnya Indomie, bahkan ketika kita bilang “makan mi” tak jarang mengatakan “makan Indomie” apapun merek mi instannya.

    Salah satu contoh unique selling proposition yang sukses ini dikemas dengan tagline atau slogan “INDOMIE SELERAKU”. 

    Kamu pasti hapal juga, kan? Hal ini cerdas karena ketika konsumen mendengar kata “selera”, mereka langsung ingat Indomie.

    · Susu Bear Brand

    Produk keluaran Nestle ini mengusung logo beruang sehingga konsumen menyebutnya susu beruang. Bahkan banyak yang menganggap susu ini lebih unggul dibandingkan dengan produk sejenis.

    Lucunya ada juga yang menganggap keunggulan produk ini karena isinya adalah susu beruang, bukan susu sapi.

    Susu beruang ini oleh konsumen dipercaya sebagai penurun panas ketika anak sakit dan memiliki efek menyembuhkan layaknya obat.

    Unique selling proposition dari produk ini adalah tayangan komersialnya berupa naga yang meliuk-liuk, tersusun atas cairan susu beruang. Sehingga muncul komentar viral, “Susunya sapi, gambarnya beruang, iklannya naga. Ini susu apa sebenarnya?”

    Tapi ya, semakin banyak yang membicarakan, semakin populer brandnya. Unik, ya.

    · Klinik Kopi Yogyakarta 

    Jika sekarang banyak kedai kopi yang menawarkan free WiFi dan colokan listrik yang bertebaran di setiap mejanya, ada yang beda dari Klinik Kopi Yogyakarta.

    Unique selling point dari kedai ini justru menawarkan tempat minum kopi tanpa jaringan internet gratis.

    Memang, tujuan dari berdirinya bisnis ini adalah mengembalikan esensi orang Indonesia ketika ngopi, yaitu: berbincang satu sama lain.

    Barista yang ada pun berkeliling dan tak sungkan memberikan edukasi tentang kopi kepada pengunjungnya.

    Berbeda dan berkelas.

    Baca Juga: Jalankan Usaha dengan Strategi Bisnis Model Canvas 

    Kesimpulan

    Dari pemaparan di atas, dapat kamu simpulkan bahwa produkmu harus unik dan tidak biasa agar lebih mudah diingat, kemudian lebih mudah dicari oleh calon konsumen dan pelanggan setiamu. 

    Nah, hal yang serupa di atas juga bisa kamu coba kreasikan atau modifikasi sebagai unique selling proposition produk atau merek usahamu.

    Kenali produkmu, evaluasi kompetitormu, dan viralkan keunikan produkmu! Setuju, ya, Majoopreneurs?

    Mari, lanjutkan membaca artikel majoo yang lain agar kamu mendapatkan ide unik untuk produkmu!

    Pertanyaan Terkait

    • Sederhananya, unique selling proposition merupakan komponen unik dari sebuah produk atau merek yang dijual. Dengan kata lain, USP adalah teknik yang membedakan atau membuat unik sebuah produk kamu dibandingkan dengan pesaing.
    • Unique selling proposition berdampak pada eksistensi perusahaan di masa depan. Tujuannya adalah sebagai faktor pembeda merek di tengah kompetisi dengan pesaing. Dengan demikian, unique selling proposition ditujukan untuk mendorong perusahaan kamu untuk memberi atribut yang unik dibanding produk pesaing agar konsumen akan lebih mengenali produkmu. Unique selling proposition yang baik akan memengaruhi konsumen dalam pembuatan keputusan saat ingin melakukan pembelian.
    • Sebelum menentukan USP suatu produk, kamu harus (1) memahami segala kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut, (2) mengenali pangsa pasar dan perilaku konsumen, (3) memetakan persaingan dengan melakukan analisis terhadap kompetitor.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Contoh Surat Bisnis dan Fungsinya
    Contoh surat bisnis ini akan bikin kamu lebih tahu dan paham cara membuat surat bisnis yang benar dan efektif.
    Sistem, Tujuan, Ciri-ciri, dan Contoh Bisnis MLM
    MLM adalah bisnis yang telah berlangsung lama dan tetap menarik perhatian masyarakat, meski dipandang negatif oleh sebagian orang. Kamu tertarik?
    Apa Itu Retargeting? Ketahui Pengertian & Cara Melakukannya!
    Retargeting adalah bentuk online advertising yang membantu brand berada di bagian depan bounced traffic setelah pengunjung meninggalkan website.
    Online Single Submission Adalah: Pengertian dan Penerapannya
    Online Single Submission (OSS) adalah izin berusaha terintegrasi secara elektronik yang diterbitkan oleh Kementerian Investasi/BKPM untuk para pelaku usaha.