Viral! Kafe Ini Dapat Rating Rendah karena Tolak Pembayaran Tunai

Penulis Annisa Nur Indriyanti
29 June 2025

article thumbnail
Fenomena menarik baru-baru ini menghebohkan media sosial, terutama dunia kuliner dan UMKM digital. Sebuah kafe viral mendapat bintang 1 dari pelanggan, bukan karena rasa makanannya yang buruk atau pelayanannya yang mengecewakan, melainkan karena tidak menerima pembayaran tunai alias hanya melayani transaksi cashless.

Kisah ini menyoroti perdebatan yang semakin hangat di masyarakat: bolehkah usaha menolak uang tunai di era serba digital?

Kronologi Kafe Viral yang Tolak Uang Tunai
Sebuah kafe kekinian yang ramai dikunjungi anak muda menjadi sorotan setelah seorang pelanggan menuliskan ulasan negatif di Google Review. Pelanggan tersebut mengeluhkan bahwa kafe hanya menerima pembayaran non-tunai, seperti QRIS, e-wallet, dan transfer bank.

Akibatnya, pelanggan yang tidak memiliki aplikasi pembayaran digital atau sedang tidak memiliki akses internet merasa kesulitan. Ulasan bintang satu pun viral, dan menuai pro dan kontra di kalangan netizen.

Alasan Kafe Menolak Tunai
Pihak manajemen kafe memberikan klarifikasi bahwa mereka ingin:

Mendukung transaksi digital yang lebih efisien dan higienis

Menghindari risiko uang palsu dan pencurian tunai

Menyederhanakan sistem pembukuan dan audit keuangan

Mengikuti tren kafe modern yang cashless-friendly

Namun, kebijakan ini justru menuai kritik karena tidak semua konsumen siap dengan perubahan tersebut.

Apakah Menolak Uang Tunai Diperbolehkan?
Menurut Bank Indonesia (BI), rupiah adalah alat pembayaran yang sah di Indonesia. Dalam UU Mata Uang No. 7 Tahun 2011, setiap pelaku usaha pada dasarnya wajib menerima pembayaran dengan uang tunai kecuali ada kesepakatan sebelumnya.

Dengan kata lain, usaha boleh memberlakukan sistem cashless, asal sudah diinformasikan di awal dan disetujui konsumen. Jika tidak, pelanggan berhak merasa dirugikan.

Dampak Rating Buruk karena Kebijakan Non-Tunai
Merusak citra usaha secara online
Rating rendah bisa menurunkan kepercayaan calon pelanggan.

Menurunkan trafik kunjungan
Calon pelanggan bisa mengurungkan niat karena merasa dibatasi dalam opsi pembayaran.

Mendapat sorotan media
Kasus seperti ini bisa viral dengan cepat, baik sebagai kritik maupun perdebatan publik.

Solusi: Gabungkan Tunai dan Non-Tunai
Agar tidak merugikan bisnis dan pelanggan, berikut saran terbaik untuk pemilik usaha kuliner:

 Tetap sediakan opsi pembayaran tunai untuk pelanggan yang belum digital-savvy
 Gunakan QRIS atau e-wallet sebagai opsi tambahan, bukan satu-satunya
 Cantumkan informasi metode pembayaran secara jelas di media sosial dan toko fisik
 Edukasi pelanggan tentang manfaat cashless, tapi jangan paksakan

Kesimpulan
Kasus kafe yang viral karena menolak pembayaran tunai menjadi pelajaran penting bagi pelaku usaha di era digital. Meski cashless adalah masa depan, menolak uang tunai secara sepihak dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan merusak reputasi bisnis.

Sebagai pelaku UMKM atau pemilik kafe modern, bijaklah dalam menerapkan sistem pembayaran. Inklusivitas dan kenyamanan pelanggan tetap jadi kunci utama keberhasilan bisnis.

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo