Table of Content

    • majoo blog
    • Tips
    • 5 Cara Menarik Pelanggan yang Konvensional, tapi Masih Ampuh

    5 Cara Menarik Pelanggan yang Konvensional, tapi Masih Ampuh

    Cara menarik pelanggan yang konvesional pun ternyata masih ampuh untuk digunakan hingga kini

    Seiring berkembangnya zaman, cara menarik pelanggan untuk terus berbelanja dan meningkatkan angka penjualan pun juga semakin modern. Penggunaan media sosial yang dulu belum ada pun sudah lazim dimasukkan dalam strategi pemasaran masa kini. Namun, bukan berarti cara-cara pemasaran model lama sudah tidak lagi digunakan di era yang serba digital ini. Lima cara berikut bisa dibilang masih cukup sukses dalam menggaet pelanggan meski sudah digunakan sejak lama sekali!

    1. Strategi pemasaran dengan sampel gratis

    Memberikan sampel gratis memang bukan cara pemasaran yang benar-benar baru. Sudah sejak dahulu para pelaku usaha membiarkan calon pembeli mencicipi dagangan yang dijualnya agar tertarik untuk membeli setelah mencoba. Cara yang satu ini memang bertujuan agar calon pembeli tahu apa keuntungan yang akan didapatkannya jika membeli produk tersebut. Dengan membiarkan pembeli mencoba sampel terlebih dahulu, pihak penjual juga dapat memberikan jaminan bahwa calon pembeli tak akan rugi.

    Jika dulu cara ini digunakan untuk memasarkan produk-produk yang dapat dikonsumsi secara langsung, kini cara promosi yang murah hati ini juga digunakan untuk produk-produk yang lebih modern. Coba gratis antivirus selama sebulan penuh sebelum berlangganan, misalnya saja, merupakan contoh penerapan cara lama untuk produk yang benar-benar baru.

    2. Kerja sama dengan brand ambassador

    Jika kini influencer di media sosial seolah menjadi selebritas baru, sebelumnya sebuah jenama akan mengontrak selebritas sungguhan untuk menjadi brand ambassador produknya. Kontrak ini umumnya bersifat eksklusif, di mana selebritas tersebut akan menggunakan produk dari sebuah jenama untuk jangka waktu tertentu. Strategi pemasaran ini dilakukan untuk meyakinkan masyarakat umum bahwa produk yang dipasarkan sungguh berkualitas hingga seorang selebritas pun tertarik untuk menggunakannya secara eksklusif. Sedikit beda dengan influencer, ya?

    Meski strategi pemasaran digital mulai digunakan sebagai cara menarik pelanggan, model konvensional pun tetap dapat dimaksimalkan

    3. Iklan di billboard

    Keampuhan sebuah jenama dalam mengembangkan bisnisnya kini tak hanya dilihat dari seberapa bagus jenama tersebut merancang produk yang disukai oleh konsumen, tetapi juga kreativitasnya dalam mengemas iklan menjadi sesuatu yang sangat menarik. Di antara banyak media iklan, billboard bisa jadi merupakan media yang paling konvensional, tetapi juga yang paling awet digunakan. Karena penempatannya yang strategis, produk yang diiklankan pun bisa dengan mudah dilihat oleh para pengguna jalan melalui billboard. Bahkan, saking signifikannya media konvensional ini, beberapa jenama bahkan memanfaatkannya untuk adu kreativitas melawan kompetitornya dengan memasang iklan billboard yang lebih menarik tepat di samping billboard yang memuat iklan kompetitornya!

    4. Flyer

    Jika dulu lebih dikenal dengan sebutan selebaran dan umumnya digunakan untuk menarik pelanggan dari pintu ke pintu, flyer kini lebih sering digunakan dalam posting-posting media sosial. Meski medianya sudah berbeda, antara media konvensional dan digital, flyer masih tetap menjadi andalan para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk yang dipasarkannya. Selain murah dan mudah dibuat, flyer dapat memuat seluruh informasi yang dibutuhkan calon pembeli untuk mengetahui seluk-beluk suatu produk. Tak heran jika hingga kini pun flyer masih dianggap sebagai media pemasaran yang ampuh.

    5. Diskon

    Siapa yang bisa menolak godaan diskon? Strategi pemasaran yang satu ini merupakan salah satu cara promo yang paling lama dilakukan, sekaligus yang dinilai paling berhasil menarik minat pelanggan untuk melakukan pembelian. Baik di masa lampau maupun kini, diskon dianggap sebagai cara paling mudah untuk mendorong meningkatkan angka penjualan. Wajar saja, bukan?

    Ada banyak sekali cara menarik pelanggan yang bisa dilakukan, baik dulu maupun sekarang. Namun, hanya karena zaman sudah jauh berkembang, belum tentu juga cara-cara lama harus ditinggalkan dan digantikan dengan yang lebih modern. Kelima cara konvensional di atas, misalnya, hingga kini masih terus digunakan karena terbukti dapat diandalkan untuk meningkatkan angka penjualan. Gabungkan cara-cara di atas dengan pemanfaatan berbagai fitur dalam aplikasi majoo untuk menghasilkan angka penjualan yang jauh lebih tinggi lagi.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Meningkatkan Brand Exposure Online Shop Tanpa Gagal
    Brand exposure merupakan salah satu kegiatan dalam hal branding. Bagaimana cara meningkatkan brand exposure pada online shop?
    Wajib Tahu, 5 Trik Agar Bisnismu Gak Ambruk di Tengah Jalan!
    Memulai sebuah bisnis membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Tapi ngomongin soal mengelola bisnis? Wah, ini sudah another level sih!
    Ingin Mulai Bisnis Kuliner? Ini 5 Perlengkapan yang Wajib Kamu Punya!
    Bisnis kuliner belakangan makin jadi primadona, apalagi di tengah populernya platform penjualan online.
    5 Trik Tingkatkan Jualan Laris di eCommerce, Anti Gagal!
    Buat kamu yang sedang mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi usaha dengan coba berjualan di marketplace, majoo punya beberapa tips ampuh yang bisa kamu coba. Yuk, simak!