Table of Content

    Inspirasi dari Cara Bisnis di Cina Adaptasi dengan Pandemi

    Virus korona yang berawal di kota Wuhan, Cina dan menginfeksi lebih dari 80.000 orang ini menimbulkan efek negatif terhadap masyarakat Cina pada umumnya dan tentu saja, perekonomian negara ini. Tetapi, krisis ini juga memunculkan berbagai peluang baru.

     

    Cina berada di posisi yang lebih awal beberapa minggu dibanding negara lain di dunia ini dalam menghadapi pandemi. Mereka juga salah satu yang pertama kali bangkit dan menata ulang perekonomiannya pasca lockdown dan berbagai pembatasan. Jadi, tentu menarik untuk mencuri inspirasi dari berbagai cara yang dilakukan bisnis di negara ini dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bisa kamu aplikasikan untuk bisnismu.

     

    Pada umumnya, hampir semua bisnis terpengaruh oleh pandemi virus korona ini. Tetapi, bisnis yang melakukan inovasi, meningkatkan ketahanan model bisnis dan beradaptasi pada situasi bisnis yang baru. Di Cina, ada dua kategori bisnis yang menunjukkan ketahanan bisnis yang baik , yaitu mereka yang memanfaatkan digital dalam rencana bisnisnya, dan mereka yang membangun pondasi pengotomatisan yang kuat.

     

    Akselerasi transformasi digital

    Berhentinya ekonomi secara mendadak dan tak terduga, telah memaksa bisnis-bisnis di Cina untuk beralih ke model bisnis digital secara instan pula, perubahan ini bisa dikatakan terjadi dalam semalam. Kecepatan adalah kunci. Mereka perlu mencari solusi kreatif untuk kebutuhan pelanggan yang muncul, mengatasi keterbatasan proses yang disebabkan oleh lockdown, serta menemukan cara untuk menekan biaya. Berbagai bisnis yang seharusnya memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mewujudkan rencana mereka bertransformasi ke digital, mengakselerasi rencana tersebut dengan sangat cepat.

     

    New Oriental Group, sebuah perusahaan edukasi, selama dua tahun kesulitan meyakinkan para orang tua, siswa, dan guru untuk berpindah ke platform live-streaming yang mampu menampung satu juta siswa secara bersamaan. Pandemi virus korona kini membuat platform ini digunakan secara besar-besaran di berbagai kota di Cina, bahkan yang sebelumnya tidak dilayani oleh platform ini.

     

    Studio film Huanxi Media Group nyaris merugi besar karena filmnya “Lost in Russia” yang direncanakan tayang menjelang puncak masa liburan Tahun Baru Cina, gagal dirilis. Karena bioskop ditutup akibat pandemi, studio film ini kemudian bekerja sama dengan Bytedance (pemegang lisensi TikTok dan aplikasi streaming video lainnya di Cina) untuk menayangkan film “Lost in Russia” dan konten lain secara livestream di platform tersebut, dan menghasilkan keuntungan untuk Huanxi senilai 91 juta dolar dan film tersebut telah ditonton lebih dari 600 juta kali dalam dua hari.

     

    Dua contoh kasus ini bisa memberimu gambaran bagaimana bisnis-bisnis di Cina memaksimalkan akselerasi digital untuk mengubah ancaman menjadi peluang, dan mendapatkan keuntungan.

     

     

    Berhasil memanfaatkan otomatisasi

    Proses pengajuan pinjaman bisa jadi rumit dan berbelit-belit, sangat tidak ideal bagi pebisnis yang mencari pinjaman untuk mendanai operasional bisnis selama pandemi. China Minsheng Bank melakukan investasi besar-besaran dalam mengotomatiskan proses aplikasi pinjamannya, mulai dari pengajuan, peninjauan, verifikasi, dan persetujuan otomatis. Bank ini mengurangi waktu proses persetujuan menjadi hanya 30 menit, dan berhasil menghadirkan penawaran yang menarik bagi bisnis.

     

    Trip.com Group, agen perjalanan terkemuka, merasakan dampak COVID-19 lebih awal, akibat jutaan turis membatalkan rencana perjalanan mereka selama musim liburan di Cina. Menghadapi tantangan ini, Trip.com mempersingkat permintaan pembatalan pengguna dengan mengembangkan aplikasi "satu-klik”, dan kemudian bekerja sama dengan mitra di seluruh dunia untuk membakukan kebijakan pembatalan bagi penggunanya.

     

    Tentu tidak mungkin mengotomatiskan semua aspek dalam bisnis, tapi kamu bisa memulainya dari area yang rentan dengan kesalahan manusia, membutuhkan waktu penyelesaian yang lambat, hingga proses-proses manual yang menyita waktu. Setelah area-area ini bisa kamu identifikasi, mulailah mencari solusi teknologi yang bisa meringankan bebanmu. Misalnya, jika selama ini bisnismu terbebani dengan proses bulanan untuk membuat laporan keuangan seperti neraca, rugi laba, dan arus kas, kamu bisa menggunakan aplikasi wirausaha seperti majoo untuk memudahkanmu. 

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Inilah Brand yang Berhasil Menerapkan Omnichannel Marketing
    Cek contoh omnichannel marketing yang berhasil dieksekusi oleh brand besar, seperti Starbucks, Timberland, dan Singapore Airlines. Yuk, simak selengkapnya!
    Pelanggan adalah Teman! 5 Alasan Bisnismu Wajib Punya CRM
    Dengan memiliki dan menjalankan sistem CRM, kamu akan tahu persis strategi apa yang harus diambil untuk membuat para customer makin betah berbisnis denganmu
    Cloud Kitchen, Peluang Bagi Bisnis Kuliner untuk Bangkit
    Pada era new normal cloud kitchen dapat menjadi peluang menjanjikan bagi bisnis kuliner. Apa saja sih keuntungan model bisnis cloud kitchen ini?
    5 Usaha Sampingan yang Bisa Kamu Lakukan Menjelang Idulfitri
    Meskipun Idulfitri kali ini berlangsung di tengah pandemi, tetap ada berbagai peluang usaha sampingan yang bisa kamu jalankan.