dr. Tirta, Sosok di Balik Cemerlangnya Bisnis Shoes and Care

dr. Tirta, pemilik bisnis Shoes and Care

Bisa dikatakan, sepatu merupakan jenis barang fesyen yang dimiliki oleh hampir semua orang. Jenis atau merek sepatu tertentu diyakini dapat meningkatkan penampilan seseorang. Tentu saja hanya sepatu bersih dan mengkilap yang dapat mendukung penampilan menjadi lebih baik.

Hal inilah yang tampaknya dilihat sebagai sebuah peluang oleh dr. Tirta, pemilik laundry sepatu, Shoes and Care. Saat ini, mungkin nama tersebut tidak asing lagi, bahkan mungkin kamu termasuk salah satu pelanggan jasa cuci sepatu tersebut. Namun, tahukah kamu bisnis ini mulanya hanya dimulai dari sepetak kamar kos?

Shoes and Care, bermodal sebotol sabun hingga raup miliaran rupiah

Sesuai gelar yang tersemat di depan namanya, Tirta Mandira Hudhi merupakan seorang dokter. Ide usaha ini muncul ketika ia masih berstatus sebagai mahasiswa kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Sebelum memulai bisnis yang menawarkan jasa pencucian dan perawatan sepatu, dr. Tirta memang sudah sangat menyukai sepatu. Wajar saja bila ia mencurahkan banyak perhatian untuk merawat sepatu-miliknya.

Suatu ketika, ia membeli cairan pencuci sepatu asal Amerika Serikat. Berkat cairan tersebut, sepatu lamanya berhasil menjadi bersih kembali, bahkan tampak seperti baru. Teman-temannya, sesama mahasiswa kedokteran, akhirnya menitipkan sepatu mereka untuk dicuci dengan bayaran alakadarnya.

Pada titik tersebut, dr. Tirta menyadari, ada peluang bisnis di balik proses mencuci sepatu tersebut.

Staf Shoes and Care sedang melayani pelanggan 

Sebelum jasa pencucian dan perawatan sepatu cukup populer seperti saat ini, Shoes and Care merupakan penyedia jasa cuci sepatu premium pertama di Yogyakarta. Siapa sangka, berawal dari sepetak kamar kos, bisnis ini kini telah memiliki lebih dari 35 workshop yang tersebar di 20 kota, di Indonesia.

Gerai atau workshop pertama berdiri pada Oktober 2013. Erupsi Gunung Kelud pada Februari 2014, membuat Tirta Mandira Hudhi memutuskan untuk memberikan pelayanan secara online. Keputusan tersebut membuat bisnis ini semakin dikenal dan menjangkau lebih banyak orang.

Tak hanya warga Yogyakarta yang menggunakan jasa Shoes and Care, pelanggan bisnis ini berasal dari seluruh Indonesia, bahkan beberapa berasal dari Australia, Singapura, Belanda, dan Malaysia. Konon lebih dari 700.000 sepatu telah ditangani, dengan omzet rata-rata mencapai 2-3 miliar per tahun.

Omzet yang dihasilkan dari bisnis ini memang sungguh menarik. Apalagi semakin hari karakter masyarakat Indonesia semakin menyukai segala hal yang praktis. Bila ada jasa pencucian sepatu, mengapa harus membuang waktu untuk mencuci sepatu sendiri? Kira-kira itulah pemikiran yang lazim muncul di benak para konsumen.

Nah, setelah tahu kisah dr. Tirta di balik suksesnya Shoes and Care, apakah kamu tertarik untuk membangun bisnis serupa?

Selamat untuk menimbang ide dan menyusun strategi, serta memilih sistem atau aplikasi yang tepat untuk membantu bisnis kamu, ya. Riset dan analisis perlu dilakukan, namun seperti yang selalu Tirta Mandira Hudhi sampaikan: jangan ragu untuk memulai!

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

21 Januari 2022
SDM Kompeten, UMKM Kian Paten
Online
Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

Inilah 7 Keuntungan Menggunakan Strategi Omnichannel!
Setiap bisnis tidak bisa lagi mengabaikan revolusi digital sehingga sudah saatnya bisnis menerapkan strategi omnichannel.
Rekomendasi Pemberian Customer Reward untuk Loyalty Program
Customer reward umumnya diberikan kepada pelanggan setia sebuah bisnis, reward apa sajakah yang bisa ditawarkan pada mereka?
3 Loyalty Program dari Beauty Brand yang Bisa Kamu Tiru
Loyalty program bisa menjadi strategi membangun basis pelanggan setia. Nah, beberapa model program loyalitas pelanggan ini dapat menjadi inspirasi.
Keberhasilan UMKM Membuka Peluang Kerja di Masa Pandemi
UMKM terbukti mampu menyerap dan membuka peluang kerja baru dari berbagai bidang di masa pandemi ini