Table of Content

    Mengenal Perilaku Konsumsi Generasi Milenial

    Generasi milenial menjadi pasar yang sangat potensial saat ini

    Secara ekonomis, para ahli melihat bahwa generasi milenial merupakan generasi yang menerima banyak sekali tantangan. Tidak seperti Gen X dan baby boomer, generasi ini kebanyakan menyelesaikan pendidikan di saat angka pengangguran sangat tinggi. Kebanyakan terpaksa menerima pekerjaan dengan bayaran relatif rendah, sementara biaya hidup tinggi.

     

    Banyak juga di antara generasi ini yang harus mengambil pekerjaan di bawah kualifikasi yang dimilikinya. Tidak sedikit juga yang menunda pernikahan atau menunda memiliki anak karena alasan finansial.

     

    Meski demikian, generasi ini tetap mampu mencapai peningkatan daya beli dan ada di posisi yang sangat memengaruhi pasar saat ini. Karena kondisi-kondisi tersebut, pendekatan generasi ini dalam berbelanja berbeda dengan generasi sebelumnya. Brand perlu memahami pengambilan keputusan, prioritas, dan perilaku konsumsi mereka.

     

    Karakter transaksi generasi milenial

    Di Indonesia, generasi ini merupakan populasi pasar paling potensial saat ini, baik dari sisi kuantitas maupun perilaku konsumsi. Generasi ini dikenal sebagai generasi yang banyak sekali membelanjakan pendapatan yang diperolehnya.

     

    Namun, jangan keliru, mereka tidak sembarang berbelanja. Ada hal-hal tertentu yang secara spesifik ingin mereka dapatkan dari transaksi yang dilakukan.

     

    Mencari rasa nyaman

    Generasi ini tertarik melakukan transaksi sebagai ekspresi dari identitas diri. Brand harus mampu ‘berbicara’ dengan generasi ini sampai pada level mereka merasa nyaman.

     

    Berbeda sekali dengan generasi sebelumnya yang bertransaksi berdasarkan kuantitas, generasi ini lebih menghargai nilai uang. Produk yang dibeli tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan yang bersifat logistik, tetapi juga perlu memenuhi kebutuhan emosional.

     

    Salah satu cara brand memenuhi kebutuhan ini, misal dengan memberi kembali. Namun, perlu dipastikan hal ini dilakukan dengan cara yang mudah dipahami konsumen. Sebagai contoh, program ‘beli satu, beri satu’. Dengan membeli satu paket nasi, konsumen telah memberikan satu paket kepada yang membutuhkan.  Program seperti ini membuat konsumen milenial merasa nyaman dengan pembelian mereka.

     

    Generasi millennial mementingkan pemenuhan kebutuhan emosional saat bertransaksi

     

    Lebih mementingkan pengalaman

    Sebagian besar konsumen dari generasi ini lebih memilih membelanjakan uang untuk sesuatu yang memperkaya pengalaman. Mereka bahkan bersedia membayar mahal. Hal ini tampaknya sudah disadari oleh cukup banyak brand.

     

    Tidak heran banyak merek yang sudah mengubah strategi pemasarannya menjadi experiential marketing. Pada dasarnya, strategi ini mencakup kesempatan untuk berinteraksi, baik dengan brand maupun konsumen lain. Bisa dalam bentuk pertemuan di kota tertentu atau pengalaman virtual.

     

    Milenial suka berbagi tentang pembeliannya

    Generasi milenial kerap membagikan pengalaman mereka berbelanja di media sosial. Sebagai generasi pertama yang terpapar perkembangan teknologi secara signifikan, hal ini sangat wajar sekali.

     

    Media sosial dianggap sebagai media yang tepat agar pendapat mereka didengar, juga untuk mendengar pendapat orang lain. Oleh sebab itu, brand perlu secara aktif terlibat dengan pengguna media sosial. Benar-benar mendengarkan apa yang disampaikan pelanggan dan siap mengatasi berbagai persoalan yang timbul.

     

    Terbuka dengan merek baru

    Konsumen dari generasi ini tidak keberatan mencoba merek baru. Mereka kadang lebih condong kepada brand baru yang inovatif dibanding merek lama yang dianggap dapat dipercaya.

     

    Loyalitas generasi ini terhadap suatu merek memang relatif rendah. Brand perlu mulai berpikir untuk memenuhi kebutuhan konsumen, bukan memenangkannya dari kompetitor. Model bisnis pun perlu ditata ulang, loyalitas tidak lagi menjadi tujuan akhir, tetapi selalu berikan alasan agar konsumen mau terhubung kembali.

     

    Lebih percaya pendapat orang yang dikenal atau dijadikan rujukan

    Menariknya, meski generasi ini terbuka dengan merek baru, mereka tidak begitu saja bersedia mencoba merek baru. Bahkan, secara aktif mereka menghindari iklan yang dibuat oleh brand.

     

    Mereka lebih suka menunggu seseorang yang mereka percaya mencoba produk dan menyampaikan pendapatnya. Generasi ini juga lebih mempercayai ulasan konsumen daripada penjelasan dari brand. Jadi, langkahmu sudah tepat bila memasukkan kolaborasi dengan influencer sebagai bagian dari strategi pemasaran.

     

    Mencari sesuatu yang relevan

    Milenial hampir selalu mengapresiasi brand yang membuat iklan atau konten media sosial yang dianggap relevan dengan mereka. Personalisasi dan relevansi merupakan kunci untuk menjangkau kelompok konsumen ini. Maka, brand perlu melakukan riset tentang bagaimana caranya agar dapat terhubung dan dianggap relevan. 

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Marketplace Indonesia Ini Turut Dorong Pertumbuhan UMKM Lho!
    Marketplace Indonesia memegang peranan besar dalam mendukung perkembangan UMKM. Apa saja marketplace karya anak bangsa tersebut? Simak daftarnya di sini!
    4 Bidang UMKM yang Meraih Sukses Sepanjang Tahun 2021
    Sepanjang tahun 2021, 4 bidang yang digerakkan UMKM ini bisa menyandang status sebagai bisnis sukses dan mampu bertahan. Apa saja bidang UMKM ini?
    Melayani Pelanggan Setia Melalui Sistem Keanggotaan
    Bagaimana melayani pelanggan setia secara maksimal, tetapi juga tidak merepotkan? Mungkin program pelanggan setia bisa menjadi solusi yang patut dicoba!
    Promosi Digital untuk Pemasaran Produk dan Jasa
    Ada berbagai cara dalam melakukan kegiatan pemasaran produk dan jasa, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital seperti media sosial.