Table of Content

    Mengintip Ke Balik Tirai Kesuksesan J.Co Donuts



    Entah mengapa, brand lokal cenderung diasosiasikan dengan kualitas yang tidak terlalu baik. Fenomena ini sudah berlangsung sangat lama sehingga rasanya jika ingin membeli produk bagus atau enak, haruslah merek impor.

     

    Begitu juga sebaliknya, bila ada produk enak atau berkualitas, konsumen Indonesia langsung berasumsi merek tersebut berasal dari luar negeri. Salah satunya terjadi kepada J.CO Donuts yang kerap diduga sebagai merek asing.

     

    Siapa sangka, donat yang satu ini merupakan produk asli Indonesia. Lebih dari itu, brand ini juga ternyata mampu melebarkan sayap ke pasar internasional. Mari kita intip kisah serta rahasia di balik kemajuan brand lokal ini!

     

    Perjalanan J.Co Donuts: Sebuah Kilas Balik

    Dalam berbagai sektor bisnis, penguasa pasar hampir selalu berasal dari negeri orang, tidak terkecuali bisnis food and beverage. Misalnya, bisnis donat yang selama bertahun-tahun dikuasai oleh Dunkin’.

     

    Setelah berjaya sekian lama, pada 2006 muncul penantang bagi brand donat mapan tersebut, yaitu J.Co Donuts. Brand ini menawarkan kombinasi donat yang lembut dan fluffy dilapisi dengan topping premium.

     

    Kala itu, J.Co juga tidak hanya hadir dengan donat aneka rasa, tetapi juga menawarkan menu kopi serta minuman lain dalam berbagai varian. Tidak lupa, menu frozen yoghurt dengan aneka topping yang digemari oleh banyak konsumen.  

     

    Usai membuka gerainya yang pertama pada 2006, merek ini terus melakukan ekspansi dan berhasil diterima oleh pasar internasional. Sebut saja gerai pertamanya di Malaysia yang dibuka pada 2007, hingga gerai di Saudi Arabia yang berhasil dibuka pertama kali pada 2018.

     

    Bisnis donat ini terus berkembang ditandai dengan jumlah gerainya yang kian bertambah. Sampai saat ini, setidaknya J.Co sudah memiliki lebih dari 300 gerai yang tersebar di seluruh dunia.

     

    Strategi yang diterapkan J.Co

    Ternyata brand lokal Indonesia tidak kalah saing di kancah dunia. Namun, pasti ada hal-hal tertentu yang ditempuh oleh merek-merek yang berhasil menembus pasar dunia. Secara khusus, yuk kita tilik rahasia di balik kesuksesan J.Co!


     

    1. Cermat membaca potensi pasar

    Dari citra merek, desain gerai, serta approach yang dilakukan oleh J.Co, terlihat bahwa merek donat yang satu ini menyasar market menengah ke atas. Seperti yang telah diketahui, kalangan menengah atas cukup terkenal dengan karakter royal, ingin kenyamanan, juga mementingkan kualitas.

     

    Tidak heran bila alih-alih dilengkapi bangku plastic, gerai-gerai J.Co justru dibekali dengan sofa-sofa yang nyaman. Belum lagi ambience nyaman serta mewah yang diciptakan melalui pengaturan lampu ataupun tata letak ruang.

     

    Tampaknya, ini kejelian yang dimiliki oleh sang pemilik, Johnny Andrean. Jika diingat kembali pada 2006 memang belum ada merek donat yang spesifik menargetkan pasar menengah ke atas di Indonesia. Bahkan, akhirnya turut memeriahkan pasar dunia.

     

    2. Pengembangan kualitas produk

    Terlepas dari potensi yang ada dan peluang yang berhasil ditangkap oleh sang pemilik, bisnis kuliner pastinya tidak terpisah dari cita rasa. Merek ini secara konsisten berupaya menghadirkan donat yang lembut sekaligus fluffy.

     

    Tidak selesai sampai di sana, aneka varian rasa dihadirkan melalui bahan-bahan topping yang premium. Dengan begitu, J.Co bukan hanya menghadirkan donat lezat, melainkan memberikan banyak sekali pilihan rasa kepada konsumen.

     

    Lebih dari itu, setiap kali akan membuka gerai baru di negara tertentu, J.Co juga menyesuaikan produknya dengan cita rasa yang disukai masyarakat setempat.

     

    Di situs resminya, mereka menyatakan bahwa setiap negara membawa J.Co menemukan berbagai penemuan varian rasa serta kultur yang perlu terus dieksplorasi. Strategi tersebut sepertinya berhasil membuat J.Co diterima di berbagai negara.

     

    Upaya brand lokal untuk memenangkan pasar dunia

    Dari strategi yang dilakukan J.Co Donuts, merek-merek lokal lain bisa membuat catatan penting. Misalnya, selalu jeli mengamati peluang serta mengembangkan dan menjaga kualitas produk secara konsisten.

     

    Di samping itu, dari desain gerai dan penamaan produk J.Co, kita juga bisa belajar tentang desain unik serta autentik. Sebelumnya, sudah dibahas tentang bagaimana J.Co menjadikan gerainya terlihat nyaman, mewah, dan yang terpenting berbeda dari merek donat pesaingnya.

     

    Berikutnya, keunikan tersebut juga dihadirkan melalui penamaan produk. Untuk produk donat rasa tiramisu, J.Co menolak menyebutnya sebagai varian Tiramisu, tetapi hadir dengan ‘Tira Miss U’.

     

    Tidak hanya berlaku untuk sektor kuliner, hal serupa juga terbukti berhasil untuk bisnis fesyen. Beberapa merek lokal yang menghadirkan aksen batik dan tenun juga berhasil menembus pasar dunia. Salah satunya, desain produk yang autentik.

     

    Terakhir, menimbang perkembangan zaman yang kian pesat, merek-merek lokal juga perlu bersedia mengikutinya jika ingin memenangkan pasar lokal dan diterima di pasar internasional.

     

    Penyesuaian tersebut bisa dilakukan dari berbagai aspek. Sebut saja, menghadirkan produk yang menarik dan terkesan kekinian. Pilihan lainnya, pemilik brand lokal juga dapat beradaptasi dari sisi strategi pemasaran serta pendekatan kepada konsumen.

     

    Sebagai contoh, mulai memasarkan produk melalui media sosial dengan pendekatan yang sesuai dengan target market. Contoh lainnya, memudahkan konsumen mengakses produk dengan membuat toko di marketplace dan masih banyak lagi yang dapat kamu eksplorasi.

     

    Jadi, peluang untuk berkompetisi dan menang tersedia di luar sana, baik di pasar lokal maupun internasional. Pertanyaannya, apakah kamu akan mengambil peluang tersebut, lalu mengikuti jejak merek lokal lain yang sudah lebih dahulu berhasil? Keputusannya ada di tanganmu.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Inilah Brand yang Berhasil Menerapkan Omnichannel Marketing
    Cek contoh omnichannel marketing yang berhasil dieksekusi oleh brand besar, seperti Starbucks, Timberland, dan Singapore Airlines. Yuk, simak selengkapnya!
    Pelanggan adalah Teman! 5 Alasan Bisnismu Wajib Punya CRM
    Dengan memiliki dan menjalankan sistem CRM, kamu akan tahu persis strategi apa yang harus diambil untuk membuat para customer makin betah berbisnis denganmu
    Cloud Kitchen, Peluang Bagi Bisnis Kuliner untuk Bangkit
    Pada era new normal cloud kitchen dapat menjadi peluang menjanjikan bagi bisnis kuliner. Apa saja sih keuntungan model bisnis cloud kitchen ini?
    5 Usaha Sampingan yang Bisa Kamu Lakukan Menjelang Idulfitri
    Meskipun Idulfitri kali ini berlangsung di tengah pandemi, tetap ada berbagai peluang usaha sampingan yang bisa kamu jalankan.