Table of Content

    Peluang Bisnis Fesyen Muslim yang Ditangkap oleh Hijup

    Beberapa model busana muslim yang tersedia di Hijup 

    Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, bukan hal mengejutkan apabila pasar bagi bisnis fesyen muslim sangat besar. Namun, perlu diakui bahwa tren penggunaan busana muslim baru meningkat beberapa tahun belakangan ini. Hal tersebut membuat pasar bagi bisnis yang satu ini meningkat jauh lebih besar lagi.

    Peluang bagi bisnis fesyen muslim tidak terbatas hanya di dalam negeri, pertumbuhan ekspor meningkat 2-3% setiap tahunnya. Industri yang satu ini juga menyumbang hingga 50% pendapatan di bidang industri kreatif. Bayangkan, betapa besarnya potensi bisnis busana muslim ini!

    Hijup, e-commerce fesyen muslim pertama

    Potensi tersebut ditangkap dengan baik oleh Diajeng Lestari, pendiri Hijup. Meskipun pada mulanya, Diajeng Lestari yang lebih akrab disapa Ajeng, tidak secara spesifik membangun bisnis tersebut atas dasar potensi bisnis yang besar, melainkan karena alasan yang lebih personal.

    Peluang di bidang fesyen muslim justru disadari Ajeng karena kesulitannya dalam menemukan busana muslim dengan model terkini. Sementara statusnya sebagai salah satu karyawan di perusahaan terkemuka ketika itu, menuntutnya untuk selalu tampil fashionable dan rapi.

    Ajeng sebetulnya sadar, di tahun 2011, sudah banyak merek busana muslim yang menyajikan mode-mode terkini. Hanya saja, sistem yang dimiliki oleh merek-merek terkenal kala itu belum terbentuk dengan baik sehingga menyulitkan konsumen, seperti dirinya, dalam mengakses busana muslim tersebut. Ajeng bahkan sempat berdiskusi dengan beberapa desainer busana muslim yang ia kenal dari komunitas Hijab Community, rata-rata menyatakan bahwa membentuk sistem merupakan tantangan besar dalam bisnis yang mereka bangun.

    Menindaklanjuti hal tersebut, Ajeng mendirikan Hijup sebagai jembatan antara para desainer busana muslim dengan calon pembeli, tak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Dengan demikian, kukuhlah posisi Hijup sebagai e-commerce fesyen muslim pertama.

    Untuk memahami konsep bisnisnya, secara sederhana Hijup dapat diumpamakan sebagai mal yang mewadahi berbagai merek. Perbedaannya, mal yang satu ini tidak memiliki wujud fisik bangunan atau hanya dipasarkan secara online.

    Di luar hal tersebut, konsep yang diusung oleh Ajeng, benar-benar menyerupai mal. Produk yang dijual hanyalah produk dari desainer atau tenant yang telah bekerja sama serta dilakukan kurasi terhadap produk-produk yang akan dijual. Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 70 tenant yang menjual produknya di Hijup.com. 

    Ria Miranda, salah satu desainer yang bekerja sama sejak awal berdirinya Hijup

    Jadi, terdapat simbiosis mutualisme di sini. Kehadiran Hijup membuat desainer dapat mengembangkan bisnis dan meningkatkan keuntungan secara efisien, sekaligus memudahkan para calon pembeli dalam mencari produk fesyen muslim yang dibutuhkan.

    SDM dan value adalah landasan penting membangun bisnis

    Kemampuan menangkap peluang adalah satu hal dalam bisnis, namun berhasil mengembangkannya merupakan hal yang berbeda lagi. Tidak semua orang yang mampu menangkap peluang pasti berhasil mengembangkan bisnis.

    Ajeng sendiri percaya bahwa SDM dan value merupakan hal yang penting di dalam membangun sebuah bisnis. Sebab pada titik tertentu, pemilik usaha harus mendelegasikan pekerjaan pada karyawan. Oleh karenanya, sejak awal memilih karyawan atau SDM merupakan keputusan krusial yang menentukan kemajuan bisnis.

    Setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian Ajeng dalam merekrut karyawan: ahli, passionate, serta memegang nilai yang selaras dengan nilai atau value perusahaan. Adapun nilai-nilai yang dipegang oleh Hijup.com adalah trusted, helpful, serta empower.

    Kombinasi dari kemampuan menangkap peluang, memilih tim yang tepat, serta mengembangkan nilai perusahaan yang jelas, ternyata mampu memajukan bisnis yang kamu bangun. Apakah kamu juga menilai bisnis busana muslim sebagai usaha yang menjanjikan? Jika iya, jelang ramadan seperti saat ini merupakan waktu tepat untuk meluncurkan merek busana muslim milikmu.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Menjajaki Bisnis Laundromat yang Sedang Naik Daun
    Bisnis laundromat sedang naik daun belakangan ini. Apa yang membuat pelanggan beralih dari laundry kiloan? Apakah bisnis laundry koin ini menguntungkan?
    Inilah 7 Keuntungan Menggunakan Strategi Omnichannel!
    Setiap bisnis tidak bisa lagi mengabaikan revolusi digital sehingga sudah saatnya bisnis menerapkan strategi omnichannel.
    Rekomendasi Pemberian Customer Reward untuk Loyalty Program
    Customer reward umumnya diberikan kepada pelanggan setia sebuah bisnis, reward apa sajakah yang bisa ditawarkan pada mereka?
    3 Loyalty Program dari Beauty Brand yang Bisa Kamu Tiru
    Loyalty program bisa menjadi strategi membangun basis pelanggan setia. Nah, beberapa model program loyalitas pelanggan ini dapat menjadi inspirasi.