Tahukah Kamu, Sebagian Besar Keputusan Membeli Disebabkan oleh Emosi?

Ditulis oleh Nisa Destiana

article thumbnail

Keputusan konsumen membeli barang mahal secara tiba-tiba umumnya didorong oleh emosi

 

Ingatan yang kuat biasanya berasal dari pengalaman yang emosional. Strategi marketing yang berusaha memanfaatkan ingatan tersebut berarti mengakses emosi yang intens. Hal inilah yang bertanggung jawab atas keputusan membeli barang mahal yang dilakukan secara tiba-tiba. Terdengar familier?

 

Beginilah emosi memengaruhi keputusan membeli

Berbeda dengan keyakinan populer, konsumen tidak secerdas yang mereka yakini. Meskipun banyak konsumen yang membandingkan produk dengan harga dan spesifikasi yang bersaing, poin penting saat mengambil keputusan membeli sebenarnya tidak terletak di sana.

 

Bahkan, sering kali konsumen menyatakan sebaliknya dari yang mereka rasakan tentang latar belakang pembelian. Mungkin timbul pertanyaan, mengapa konsumen tidak bisa jujur terkait pikiran dan perasaan mereka begitu bersinggungan dengan perilaku konsumsi? Jawabannya sudah terpampang jelas sejak awal, karena penggerak utama keputusan tersebut adalah emosi.

 

Tidak hanya memengaruhi keputusan membeli, tetapi juga pengambilan keputusan secara umum. Jadi, manusia tidak selogis yang kita bayangkan. Pemahaman tentang hal ini berpengaruh besar terhadap strategi marketing, branding, dan penjualan.

 

Karena itu, jika strategi pemasaran yang kamu terapkan hanya menonjolkan fitur produk, kemungkinan besar tidak akan menghasilkan penjualan yang signifikan. Kamu telah melewatkan elemen emosi yang sangat penting dalam pengambilan keputusan.

 

Manusia digerakkan oleh perasaan. Dengan demikian, bila kamu ingin konsumen mengingat produk atau merek milikmu, perasaan mereka perlu terlibat saat berinteraksi dengan bisnis.

 

Sebagai contoh, produk-produk mewah menyasar perasaan layak, diterima, dan status tertentu di dunia. Di sisi lain, alat komunikasi terasa menarik karena bisa menghubungkan kita dengan teman, keluarga, serta memperluas jejaring. Sementara itu, merek perlengkapan olahraga menginspirasi petualangan dan kemenangan melalui tindakan kompetitif.

 

Strategi marketing yang menyasar emosi juga kerap dilakukan marketplace melalui aneka program promo berjudul tanggal cantik

Dan masih banyak lagi produk dan brand yang menargetkan emosi konsumen seperti parfum atau lingerie. Di sini ada perasaan cinta, kehangatan relasi, dan sensualitas yang disasar oleh strategi pemasaran.

 

Meskipun begitu, kamu tetap perlu fokus pada fitur dan kualitas produk. Di saat yang sama, jangan abaikan sisi emosi konsumen. Jual produk sebagai bagian dari gaya hidup atau perasaan tertentu. Jadi, kuncinya adalah menyoroti respons emosional yang dapat dicapai oleh konsumen dengan menggunakan produk tersebut.

 

Supaya kamu memperoleh respons emosional yang sangat tinggi, kamu perlu menyasar konsumen melalui berbagai aspek perasaan. Misalnya, coba pikirkan tentang desain dan warna logo bisnismu, laman website, atau kemasan produk. Kira-kira, bagaimana perasaan konsumen saat melihatnya?

 

Berikutnya, saat kamu akan mengunggah konten di media sosial, susunlah secara cermat. Apakah konten tersebut menarik dan terasa emosional bagi konsumen? Intinya, setiap aktivitas bisnis, perlu memberikan kesan tertentu di benak konsumen. Dengan begitu, kamu akan selalu menjadi pilihan konsumen dibandingkan para pesaing. 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo