Apa Itu Gross Profit Dalam Perusahaan? Pengertian, Rumus dan Cara Menghitungnya

Penulis Annisa Nur Indriyanti
10 May 2025

article thumbnail

Gross profit adalah laba yang dihasilkan sebuah perusahaan dari penjualan produk atau layanan setelah dikurangi dengan harga pokok penjualan.


Lain kata, gross profit merupakan pendapatan yang tersisa setelah perusahaan menutupi modal pembuatan produk atau penyediaan jasa.

Apa Itu Gross Profit Dalam Perusahaan?


Gross profit dalam kata lain adalah laba kotor dari penjualan produk atau penyediaan jasa. Dalam perusahaan, gross profit adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau layanan setelah dikurangi dengan biaya langsung yang terkait dengan produksi atau penyediaan produk atau layanan tersebut.

Secara sederhana, gross profit adalah pendapatan yang tersisa setelah perusahaan menutupi biaya bahan baku produk, tenaga kerja langsung, dan biaya lainnya yang termasuk dalam Harga Pokok Penjualan atau HPP.

Esensi gross profit dalam perusahaan di antaranya adalah mengukur profitabilitas dari operasi inti perusahaan, yaitu aktivitas utama dalam menghasilkan produk serta menjualnya.

Penting untuk diingat, gross profit tidak memperhitungkan semua biaya yang dikeluarkan perusahaan. Biaya-biaya yang dimaksud seperti biaya operasional (gaji karyawan, biaya sewa, biaya utilitas kantor), biaya pemasaran, biaya penjualan, beban bunga, dan pajak tidak termasuk dalam perhitungan HPP dan oleh karena itu tidak dikurangkan dalam perhitungan gross profit.

Baca juga: Profit Adalah? Kenali Definisi dan Pentingnya Dalam Bisnis!

Manfaat Mengetahui Gross Profit


Gross profit memiliki berbagai manfaat dalam keberlangsungan perusahaan atau badan usaha. Hitungan gross profit dapat mengukur efisiensi produksi, menentukan harga jual, menganalisis profit yang bakal didapat, hingga mengidentifikasi masalah yang mungkin terjadi dalam penjualan.


Berikut penjelasan lengkap mengapa gross profit bermanfaat dalam sebuah perusahaan:


  • Mengukur Efisiensi Produksi: Gross profit menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam mengelola biaya-biaya yang langsung terlibat dalam pembuatan produk atau penyediaan layanan. Gross profit yang tinggi menandakan perusahaan mampu mengendalikan biaya produksi dengan baik.

  • Menentukan Harga Jual: Dengan memahami gross profit, perusahaan dapat menetapkan harga jual yang optimal. Harga jual harus cukup tinggi untuk menutupi HPP dan menyisakan margin keuntungan yang sehat.

  • Dasar Analisis Profitabilitas: Gross profit adalah langkah awal dalam menganalisis profitabilitas perusahaan secara keseluruhan. Meskipun belum memperhitungkan semua biaya, gross profit memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari operasi intinya.

  • Mengidentifikasi Masalah Biaya: Jika laporan gross profit perusahaan rendah atau menurun, bisa saja menjadi indikasi adanya masalah dalam pengelolaan biaya produksi, seperti kenaikan harga bahan baku atau inefisiensi tenaga kerja.

  • Perbandingan dengan Pesaing: Perusahaan sering membandingkan Gross Profit Margin (Gross Profit dibagi Pendapatan Penjualan) dengan pesaing di industri yang sama untuk menilai kinerja mereka relatif terhadap industri.

Rumus Menghitung Gross Profit

Rumus gross profit terbilang sederhana. Rumusnya adalah dengan mengurangi pendapatan bersih dengan harga produksi. Berikut rumusnya:


Gross Profit=Pendapatan Penjualan Bersih−Harga Pokok Penjualan (HPP).


Berikut penjelasan dari rumus gross profit:


  • Pendapatan Penjualan Bersih: Ini adalah total pendapatan yang diterima perusahaan dari penjualan produk atau layanan dalam periode waktu tertentu (misalnya, sebulan, seperempat, atau setahun). "Bersih" di sini berarti pendapatan setelah dikurangi retur penjualan, diskon penjualan, dan potongan penjualan lainnya.

  • Harga Pokok Penjualan (HPP) atau Cost of Goods Sold (COGS): Ini adalah biaya langsung yang terkait dengan pembuatan produk atau perolehan produk yang dijual. HPP meliputi:

    • Bahan Baku Langsung: Biaya bahan baku yang secara langsung digunakan dalam proses produksi.

    • Tenaga Kerja Langsung: Biaya tenaga kerja yang terlibat langsung dalam pembuatan produk.

    • Overhead Pabrik Langsung: Biaya overhead yang secara langsung terkait dengan proses produksi (misalnya, biaya listrik pabrik, penyusutan mesin produksi).

Cara menghitung Rumus Gross Profit

Cara menghitung Rumus Gross Profit sangatlah sederhana dan mendasar dalam analisis keuangan perusahaan. Berikut adalah langkah-langkah dan rumusnya:

Gross Profit=Pendapatan Penjualan Bersih−Harga Pokok Penjualan (HPP)

Penjelasan Langkah-langkah Menghitung Gross Profit:

  1. Tentukan Pendapatan Penjualan Bersih (Net Sales Revenue):

    • Pendapatan Penjualan: Ini adalah total pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau layanan selama periode waktu tertentu (misalnya, bulan, kuartal, atau tahun). Catat semua penjualan yang terjadi dalam periode tersebut.

    • Pengurangan: Dari total penjualan, Anda harus mengurangi beberapa hal untuk mendapatkan pendapatan penjualan bersih:

      • Retur Penjualan (Sales Returns): Nilai produk yang dikembalikan oleh pelanggan.

      • Diskon Penjualan (Sales Discounts): Diskon yang diberikan kepada pelanggan karena pembayaran cepat atau alasan lainnya.

      • Potongan Penjualan (Sales Allowances): Pengurangan harga yang diberikan kepada pelanggan karena masalah kualitas atau kerusakan produk, tetapi pelanggan tetap menyimpan produk tersebut.

    • Rumus Pendapatan Penjualan Bersih:
      Pendapatan Penjualan Bersih=Pendapatan Penjualan−Retur Penjualan−Diskon Penjualan−Potongan Penjualan

  2. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP) atau Cost of Goods Sold (COGS):

    • HPP adalah biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa yang dijual selama periode tertentu. Komponen utama HPP meliputi:

      • Persediaan Awal Barang Dagang: Nilai persediaan barang dagang di awal periode akuntansi.

      • Pembelian Bersih: Biaya pembelian barang dagang selama periode tersebut, setelah dikurangi retur pembelian, potongan pembelian, dan ditambah biaya angkut pembelian.

      • Persediaan Akhir Barang Dagang: Nilai persediaan barang dagang yang tersisa di akhir periode akuntansi.

    • Rumus HPP:
      HPP=Persediaan Awal Barang Dagang+Pembelian Bersih−Persediaan Akhir Barang Dagang

    • Untuk Perusahaan Manufaktur: Perhitungan HPP sedikit berbeda karena melibatkan biaya produksi. Rumusnya bisa lebih kompleks, meliputi biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

  3. Hitung Gross Profit (Laba Kotor):

    • Setelah Anda mendapatkan angka Pendapatan Penjualan Bersih dan HPP, Anda dapat langsung menghitung Gross Profit dengan menggunakan rumus dasar:
      Gross Profit=Pendapatan Penjualan Bersih−HPP.

Contoh Hitungan Rumus Gross Profit

Jika masih ada yang bingung dengan cara menghitung rumus gross profit, berikut contoh kasus gross profit yang bisa disimak:


Bayangkan sebuah perusahaan yang menjual meja.

  • Pendapatan Penjualan Bersih: Perusahaan berhasil menjual meja senilai Rp100.000.000 dalam sebulan.

  • Harga Pokok Penjualan (HPP):

    • Biaya kayu: Rp40.000.000

    • Biaya tenaga kerja tukang kayu: Rp20.000.000

    • Biaya lain-lain (lem, paku, dll.): Rp5.000.000

    • Total HPP: Rp40.000.000 + Rp20.000.000 + Rp5.000.000 = Rp65.000.000

  • Gross Profit:

    • Gross Profit=Rp100.000.000−Rp65.000.000=Rp35.000.000

Jadi, gross profit perusahaan tersebut dalam sebulan adalah Rp35.000.000. Angka ini menunjukkan berapa banyak uang yang tersisa dari penjualan setelah menutupi biaya langsung pembuatan meja. Perusahaan masih perlu mengurangkan biaya operasional lainnya (sewa, gaji staf kantor, biaya pemasaran, dll.) dari Gross Profit ini untuk mendapatkan Net Profit (Laba Bersih).


Kesimpulan

Secara sederhana, gross profit adalah ‘laba kotor’ sebuah perusahaan yang belum dikurangi dengan semua biaya operasional. Menghitung rumus gross profit adalah langkah pertama dalam menganalisis profitabilitas keseluruhan suatu bisnis.

Sedangkan untuk pencatatan laporan keuangan dalam perusahaan, aplikasi keuangan seperti majoo juga bisa menjadi solusi yang memudahkan. Aplikasi ini membantu pelaku bisnis dalam mencatat pengeluaran, memantau arus kas, dan merencanakan anggaran dengan lebih efisien.

Dengan menggunakan majoo, kalian bisa fokus mengembangkan usaha tanpa khawatir bingung dalam mengelola keuangan. Yuk mulai mengelola keuangan atau bisnis kalian dengan majoo.



Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo