Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Aset Tetap adalah: Karakteristik, Jenis, dan Contohnya

    Aset tetap adalah properti atau peralatan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan.

    Setiap badan usaha pastinya memiliki aset tetap dan aset lancar. Secara singkat, yang dimaksud aset lancar adalah simpanan, sedangkan aset tetap adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai penunjang proses produksi. 

    Menurut Financial Accounting Standard Board (FASB), aset tetap adalah suatu hal yang bisa mendatangkan manfaat ekonomi yang cukup pasti di masa depan, aset tetap bisa dimiliki oleh perusahaan sebagai hasil dari berbagai peristiwa transaksi yang terjadi di masa lalu.

    Definisi Aset Tetap

    Aktiva tetap atau yang juga dikenal dengan sebutan aset tetap adalah aset jangka panjang perusahaan yang dimanfaatkan dalam kegiatan operasional. Umumnya, aset ini akan mendatangkan keuntungan finansial di masa depan dengan jangka waktu lebih dari setahun.

    Singkatnya, aset tetap adalah properti yang merupakan harta perusahaan untuk dijadikan sumber ekonomi dalam kegiatan operasional. Jenis aset ini bersifat jangka panjang dan tidak dapat langsung dicairkan menjadi uang tunai dalam kurun waktu setahun.

    Aset tetap sangat penting bagi perusahaan mana pun. Selain digunakan untuk membantu bisnis menghasilkan pendapatan, aset tetap tersebut sangat diperhatikan oleh investor ketika memutuskan akan berinvestasi di perusahaan. 

    Perusahaan yang lebih efisien menggunakan aset tetapnya akan menikmati keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing mereka. 

    Menurut Slamet Sugiri, aset tetap adalah aset berwujud yang :

    1. Dimiliki dipakai ketika proses produksi atau pengadaan barang dan jasa untuk diserahkan kepada pihak lain dan bisa juga untuk tujuan administrasi.
    2. Diharapkan agar bisa dipakai selama lebih dari suatu periode.

    Baca juga: Memahami Definisi dan Contoh Aktiva dalam Dunia Bisnis

    Karakteristik Aset Tetap

    Biasanya, karakteristik utama dari aset tetap adalah berbentuk fisik dan tertulis di neraca sebagai aset properti dan peralatan. Adapun properti tersebut digunakan untuk kegiatan produksi. Di antaranya adalah:

    • Dapat disusutkan
    • Memberikan keuntungan finansial jangka panjang
    • Aset yang digunakan dalam operasi bisnis 
    • Aset yang tidak likuid
    • Merupakan aset yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun

    Jenis Aset Tetap 

    Pada dasarnya jenis aset tetap terdiri dari dua bentuk, yaitu aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud. Berikut penjelasan singkatnya.

    Aset Tetap Berwujud

    Jenis aset tetap yang pertama adalah aset tetap berwujud atau yang disebut juga tangible fixed assets. Maksudnya, aktiva atau aset yang memiliki bentuk fisik, sehingga nilai yang dimiliki bisa dikonversikan dalam mata uang.

    Aset tetap berwujud bisa dibedakan menurut:

    1. Umur

    Aset tetap berwujud dengan umur terbatas (limited life plant equipment). Namun segi waktu umur penggunaanya sangat terbatas. berikut beberapa contohnya

    Contohnya: 

    • Bangunan
    • Mesin
    • Peralatan
    • Kendaraan

    Setiap periode harus dihitung penyusutannya karena memiliki waktu yang terbatas.

    Sedangkan, aset tetap berwujud dengan umur tidak terbatas (unlimited life plant equipment), memiliki waktu tidak terbatas dari segi umur penggunaanya dan tidak perlu dihitung penyusutannya.

    2. Jenis

    Sesuai jenisnya, aset tetap berwujud seperti :

    • Gedung bangunan (building)
    • Peralatan (equipment)
    • Tanah
    • Mesin
    • Kendaraan

    3. Sifat

    Sesuai sifatnya, aset tetap dapat dibagi beberapa jenis yaitu :

    • Aktiva tetap berwujud yang memiliki penggerak seperti : kendaraan (mobil, motor) dan mesin
    • Aktiva berwujud yang tidak memiliki penggerak seperti : tanah, bangunan dan menghasilkan


    Aset tetap adalah hal penting bagi suatu perusahaan.

    Aset Tak Berwujud 

    Aset tak berwujud atau intangible asset adalah aktiva atau aset yang tidak memiliki wujud fisik, akan tetapi memiliki manfaat yang besar untuk perusahaan. Meliputi hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan agar menghasilkan pendapatan.

    Jenis-Jenis Aset Tetap Tak Berwujud: 

    1. Hak Paten

    Menurut UU 14 tahun 2001, pasal 1, ayat 1, yang dimaksud hak paten merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh suatu negara terhadap seseorang atas penemuannya di bidang teknologi, selama waktu tertentu melakukan sendiri memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

    2. Hak Cipta

    Hak cipta merupakan sebuah bentuk perlindungan hukum bagi para musisi, penulis, pekerja seni, dan pekerjaan sejenis lainya. Pemilik hak cipta mempunyai hak eksklusif, misalnya untuk mencetak ulang, menyalin pekerjaan dan mendistribusikan karyanya.

    3. Merek Dagang

    Merek dagang merupakan tanda,simbol, kata, atau logo perusahaan yang digunakan untuk menunjukan ke dirinya sendiri sampai dengan yang berhubungan dengan merek dan produknya agar pesaing tidak bisa menggunakan brand mereka.

    4. Goodwill

    Goodwill merupakan aset tak berwujud, namun mempresentasikan jumlah yang besar dari nilai buku yang dibayar suatu perusahaan agar mendapatkan perusahaan lainya. Secara umum goodwill merupakan nilai sekarang dari kelebihan laba suatu perusahaan pada masa yang akan datang dalam akuntansi.

    Baca juga: Hal Penting yang Perlu Kamu Tahu Tentang Merek Dagang

    Perbedaan Aset Tetap Berwujud dan Tidak Berwujud

    Aset tetap berwujud dan tidak berwujud memiliki beberapa perbedaan, yaitu:

    • Dari segi wujud. Aset tetap berwujud memiliki bentuk fisik yang dapat dimanfaatkan untuk usaha, sedangkan aset tetap tidak berwujud tidak memiliki bentuk fisik, namun hanya dapat disimbolkan.
    • Dari segi perolehan. Aset tetap berwujud diperoleh dari pembelian tunai, kredit, maupun membangun sendiri, sedangkan aset tetap tidak berwujud diperoleh dari hak kontraktual atau dari pemerintah.
    • Dari segi depresiasi. Penyusutan aset tetap berwujud tidak bisa dinilai dengan metode penyusutan. Sedangkan penyusutan aset tetap tidak berwujud dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti straight line method, Double Declining Balance Method, um of The Year Digit Method, dan lain sebagainya.
    • Dari segi umur. Aset tetap berwujud bisa jadi aset yang tidak terbatas, karena bisa digunakan secara terus menerus. Berbeda dengan aset tetap tidak berwujud yang memiliki batas umur untuk bisa digunakan.
    • Dari segi pencatatan. Dasar aset tetap berwujud adalah harga perolehan, sedangkan aset tetap tidak berwujud didasari oleh pembelian dan transaksi-transaksi perusahaan.

    Contoh Aset Tetap

    Aset tetap suatu perusahaan tentunya tidak sama dengan perusahaan lainnya, semuanya diatur sesuai dengan kebijakan masing. Namun, secara umum beberapa contoh aset tetap adalah: 

    • Tanah bangunan
    • Mesin produksi
    • Gedung perkantoran
    • Gedung pergudangan
    • Mobil perusahaan
    • Furniture 
    • Perangkat komputer
    • Perangkat elektronik, dan masih banyak lagi

    Jurnal Aset Tetap Laporan Keuangan 

    Jurnal aset tetap laporan keuangan adalah pencatatan transaksi yang digunakan saat perusahaan melakukan transaksi yang berhubungan dengan pembelian maupun penyusutan aset tetap.

    Sebelum dilakukan penyajian jurnal laporan keuangan secara benar dan tepat. Maka sebaiknya kamu membedakan berbagai jenis transaksi yang ada pada kategori pembelian atau penyusutan.

    Jurnal Aset Tetap Metode Penyusutan

    Agar revaluasi aset tetap tidak berbeda-beda pada tiap perusahaan, kamu harus melakukan pencatatan jurnal aset tetap metode penyusutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Beberapa cara menghitung penyusutan aset tetap adalah:

    1. Penyusutan Garis Lurus

    Jika kamu menghitung penyusutan menggunakan metode garis lurus, hal yang pertama harus kamu lakukan adalah menentukan perkiraan nilai residu aset pada akhir tahun pemakaian.

    Rumus penyusutan aset tetap adalah sebagai berikut.
    Biaya Penyusutan = (Biaya Aset - Nilai Residu Aset) / Umur Pemakaian

    2. Penyusutan Saldo Menurun Ganda

    Metode penyusutan saldo menurun ganda lebih detail dan berhati-hati dalam menentukan perkiraan. Alasannya adalah karena nominal biaya penyusutannya lebih besar hingga dua kali lipat.

    Rumusnya:
    Biaya Penyusutan = Biaya Aset x (% Depresiasi Ganda)

    3. Penyusutan Saldo Menurun Tunggal

    Umumnya, metode saldo menurun ganda seringnya tidak sesuai ekspektasi. Lantaran itulah, sebagai opsi kedua, kamu bisa menerapkan metode penyusutan saldo menurun tunggal. 

    Rumusnya:
    Biaya Penyusutan = Biaya Aset x (% Depresiasi Tunggal)

    4. Penyusutan Jumlah Angka Tahun

    Selanjutnya, cara pencatatan jurnal aset tetap laporan keuangan adalah dengan menggunakan perhitungan metode penyusutan jumlah angka tahun. Adapun metode ini dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut.


    Biaya Penyusutan = [Umur Pemakaian x (Biaya Aset - Nilai Residu)] / Jumlah Angka Tahun


    5. Penyusutan Satuan Hasil Produksi

    Selain itu, kamu juga bisa mengetahui perkiraan nilai depresiasi berdasarkan total barang yang diproduksi. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut.


    Biaya Penyusutan = (Jumlah Produksi / Total Produksi Usia Ekonomis) x (Biaya Aset - Nilai Residu)

    Jurnal Aset Tetap Metode Perolehan 

    Cara pencatatan jurnal aset tetap laporan keuangan berikutnya adalah dengan menghitung perolehannya. Aset tetap bisa diperoleh dengan cara, yaitu:

    Pembelian Tunai

    Aset tetap diperoleh dari hasil beli secara tunai dan akan dimasukkan ke dalam pembukuan anggaran perusahaan. Anggaran tersebut berupa total pengeluaran agar aset dapat dipakai.

    Ditukar dengan Surat-surat Berharga

    Aset tetap juga bisa diperoleh dari pertukaran surat berharga. Perhitungan ini dimasukkan ke dalam pembukuan sesuai dengan harga pasar saham.

    Diperoleh dari Hadiah atau Donasi

    Terakhir, aset tetap didapatkan melalui donasi atau transfer tanpa adanya timbal balik. Biaya penyusutan yang didapatkan akan dihitung dengan cara yang sama seperti aset tetap lainnya.

    Baca juga: Analisis Laporan Keuangan dan Fungsinya dalam Bisnis

    Kesimpulan

    Itulah tadi penjelasan mengenai pengertian aset tetap, karakteristik, sampai dengan contohnya. Dalam bisnis, aset tetap adalah properti yang merupakan harta perusahaan untuk dijadikan sumber ekonomi dalam kegiatan operasional yang sangat penting perannya. 

    Sebagai pemilik bisnis, kamu harus bisa mengkalkulasikan dan mengorganisir seluruh aset tetap yang ada agar memudahkan kamu mencari value dari perusahaan dan memastikan kesehatan bisnis secara menyeluruh. Semakin besar sebuah bisnis, semakin besar pula aset tetap yang akan dimiliki oleh bisnis tersebut. 

    Agar tidak mengalami kesulitan dalam menghitung aset tetap bisnismu, serta mempermudah proses dan rencana operasional bisnis yang sedang kamu jalankan, kamu bisa memanfaatkan aplikasi kasir online untuk membantumu. Jangan ragu-ragu, pakai majoo sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.