Balance Scorecard: Definisi, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Ditulis oleh Daniel Prasatyo

article thumbnail

Balanced scorecard memperhatikan 4 perspektif penting bagi manajemen perusahaan.

Balanced scorecard adalah alat yang penting bagi manajemen perusahaan. Balanced scorecard ini memetakan kinerja organisasi perusahaan secara berimbang, yang akan memudahkan pengelolaan dan pengukuran kinerja perusahaan tersebut. 

Dalam menjalankan sebuah bisnis atau suatu perusahaan, tak jarang pemilik bisnis atau manajemen perusahaan tersebut hanya berfokus pada satu aspek saja, misalnya berusaha mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Fokus ini tidak salah, tentunya. Namun, berfokus pada hanya satu aspek saja akan berdampak pada keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Lho, kok bisa? 

4 Perspektif Kinerja Organisasi dalam Balanced Scorecard

Robert Kaplan dan David Norton pada tahun 1992 mengusulkan konsep balanced scorecard ini. Konsep ini menawarkan empat perspektif yang perlu dipertimbangkan perusahaan dalam kegiatannya, alih-alih hanya berfokus pada perspektif keuangan seperti yang dilakukan manajemen tradisional.

Empat perspektif yang diusulkan dalam balanced scorecard ini antara lain:

  1. Perspektif Keuangan

  2. Perspektif Pelanggan

  3. Perspektif Proses Internal

  4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

1. Perspektif Keuangan

Yang dimaksud dalam perspektif keuangan di sini adalah cara memandang kinerja suatu perusahaan dari sudut pandang keuangan, yang mencakup pendapatan, keuntungan, dan pengembalian investasi.

2. Perspektif Pelanggan

Selain mengukur dan menilai kinerja perusahaan dari sudut pandang keuangan, perusahaan juga perlu dinilai kinerjanya dari sudut pandang pelanggan. Perspektif pelanggan ini mengamati di antaranya ketepatan pemilihan pangsa pasar, tingkat kepuasan pelanggan, serta retensi pelanggan.

3. Perspektif Proses Internal

Salah satu kunci tercapainya kinerja perusahaan yang optimal dan profitable adalah adanya proses internal yang efisien dan efektif. Sebesar apa pun pendapatan yang diperoleh perusahaan, setinggi apa pun tingkat retensi pelanggannya, ketika proses internal perusahaan tidak efisien dan efektif, akan ada banyak kerugian dalam bentuk waktu dan sumber daya manusia, yang akan memunculkan biaya-biaya yang tidak perlu.

4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Mengingat pangsa pasar utama semua bisnis adalah manusia, dan manusia terus menerus berubah, perusahaan harus selalu bisa mengikuti perubahan ini dan perkembangan zaman. Perspektif ini membantu manajemen dalam mengukur kinerjanya dalam kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi untuk memastikan keberlangsungan perusahaan.

Baca Juga: Struktur Organisasi: Bagan, Jenis, dan Faktor Penentu

Fungsi Balanced Scorecard

Keempat perspektif di atas menjadi aspek penyusun balanced scorecard. Lalu, apa sebenarnya fungsi balance scorecard ini? Khususnya, apa saja manfaatnya bagi perusahaan?

Seperti yang sudah kita ketahui, bisnis yang dijalankan secara konvensional dan tradisional hanya berfokus pada perspektif keuangan semata. Ini memang sejalan dengan prinsip dasar ekonomi yaitu menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaran sekecil-kecilnya.

Menjalankan bisnis dengan hanya memperhatikan perspektif keuangan membuat proses operasional bisnis lebih mudah, memang. Namun, di lapangan, ketika bisnis hanya memperhatikan perspektif keuangan ini saja, ternyata terbukti bahwa beban finansial yang ditanggung oleh bisnis menjadi semakin besar seiring berjalannya waktu.

Fungsi Balanced Scorecard bagi Manajemen

Manajemen adalah pihak yang paling merasakan manfaat dari fungsi balanced scorecard ini. Dengan menggunakan balanced scorecard, manajemen dapat menyusun strategi dalam mengelola perusahaan secara terukur.

Selain untuk menyusun strategi marketing yang menyasar keuntungan secara finansial, balanced scorecard juga dapat membantu manajemen untuk membuat strategi pertumbuhan organisasi perusahaan. Manajemen dapat secara berkelanjutan meningkatkan kemampuan pekerjanya melalui pelatihan-pelatihan, misalnya, yang dalam jangka panjang akan sangat menguntungkan perusahaan.

Tidak hanya itu, dengan memperhatikan perspektif pelanggan, manajemen bisa terus menyesuaikan strategi pemasaran dengan feedback dari pelanggan, atau mengubah demografi pelanggan yang disasar. Balanced scorecard ini bisa dijadikan panduan dalam memantau atau mengukur kinerja strategi marketing yang sedang dijalankan.

Fungsi Balanced Scorecard bagi Perusahaan

Kondisi pasar dan perilaku pelanggan bersifat sangat dinamis. Pasar sangat terpengaruh oleh tren. Perilaku pelanggan juga sangat terpengaruh oleh tren dan kemajuan teknologi.

Oleh karena itu, perusahaan pun harus bersifat dinamis dan inovatif. Pemanfaatan balanced scorecard ini akan sangat menguntungkan perusahaan khususnya dalam jangka panjang.

Reputasi dan positioning perusahaan dapat terus dipantau dan disesuaikan dengan kondisi pasar. Strategi pemasaran yang berfokus pada pelanggan akan terus terpantau dan bisa disempurnakan. Tidak hanya itu, dengan efisiensi operasi internal, serta perhatian khusus pada karyawan, tingkat turnover karyawan dapat ditekan, sehingga memungkinkan adanya konsistensi kualitas kinerja.

Kinerja manajemen perusahaan menjadi terukur dengan contoh balanced scorecard perusahaan.

Contoh Balanced Scorecard Perusahaan

Lalu, bagaimana cara membuat balanced scorecard perusahaan? Adakah contoh balanced scorecard perusahaan yang bisa dijadikan panduan?

Dalam menyusun balanced scorecard perusahaan, tentunya bisa disesuaikan dengan skala dan jenis usaha perusahaan tersebut. Secara umum, yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

Perspektif Keuangan

Contoh balanced scorecard perusahaan untuk perspektif keuangan antara lain:

  1. Pertumbuhan revenue

  2. Penambahan sumber pendapatan sekunder dan tersier

  3. Return of Investment

  4. Persiapan dana cadangan untuk investasi berikutnya

  5. Persiapan dana darurat

Perspektif Pelanggan

Contoh balanced scorecard perusahaan untuk perspektif pelanggan antara lain:

  1. Pertumbuhan jumlah pelanggan

  2. Tingkat retensi pelanggan

  3. Tingkat loyalitas pelanggan

  4. Feedback dari pelanggan

  5. Program loyalti

Perspektif Proses Internal

Contoh balanced scorecard perusahaan untuk perspektif proses internal antara lain:

  1. Efisiensi struktur organisasi

  2. Efisiensi jalur komando/persetujuan

  3. Prosedur operasional standar yang selalu diperbarui

  4. Penggunaan teknologi dalam operasional perusahaan

Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Contoh balanced scorecard perusahaan untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan antara lain:

  1. Kesejahteraan karyawan

  2. Kapabilitas karyawan 

  3. Pengembangan kapabilitas dan kapasitas karyawan

  4. Kemampuan mengikuti perkembangan zaman

  5. Keluwesan melakukan inovasi berdasarkan perubahan pasar, perkembangan teknologi, maupun kebutuhan pelanggan


Balanced scorecard adalah alat yang sangat penting bagi manajemen perusahaan, khususnya bagi perusahaan yang memiliki keinginan dan cita-cita untuk berkembang menjadi lebih maju dan besar. Dengan menyusun balanced scorecard ini, manajemen dapat memetakan dan merinci langkah-langkah yang perlu diambil oleh perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan.

Adanya balanced scorecard ini juga membantu perusahaan untuk menilai kinerja manajemennya. Rincian langkah dan strategi yang diambil akan menjadi lebih mudah untuk dipantau secara terus menerus dan diukur tingkat pencapaiannya. Manajemen perusahaan pun dapat secara berkala melakukan evaluasi dan menyesuaikan strategi berikutnya dengan hasil evaluasi tadi.

Salah satu aspek terpenting dalam memanfaatkan balanced scorecard ini adalah pemanfaatan teknologi untuk proses internal. Perusahaan bisa mengadopsi teknologi terbaru yang membuat proses internal menjadi lebih efisien. Aplikasi wirausaha majoo, misalnya, bisa membantu memangkas prosedur kuno yang berliku dengan kepraktisan dan kemudahan aksesnya.

Aplikasi wirausaha majoo dapat diakses dari mana saja, yang memudahkan pemilik bisnis terus memantau operasional bisnis tanpa harus datang ke lokasi. Fitur-fiturnya pun sangat membantu. Fitur inventory, misalnya, bisa memantau persediaan barang sehingga proses pemasokan bisa dijadwalkan lebih dini. Fitur omnichannel-nya pun bisa membantu pengelolaan stok dan penjualan di berbagai cabang sekaligus, baik cabang fisik maupun cabang online.

Tertarik? Coba majoo sekarang dan nikmati segala kemudahannya!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo