Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Bank Garansi adalah: Contoh, Tujuan, Fungsi

    Bank Garansi adalah: Contoh, Tujuan, Fungsi

    Berbeda dari banyak bank, bank garansi adalah jaminan untuk memastikan kelancaran usaha.

    Tak banyak yang menyadari bahwa bank garansi adalah jenis bank yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan kebanyakan jenis bank lainnya. Pasalnya, bank yang satu ini tidak menyediakan layanan simpan pinjam seperti bank pada umumnya, tetapi berfungsi sebagai jaminan bagi nasabah yang memiliki utang maupun piutang.

    Sebenarnya apa, sih, yang dimaksud dengan bank garansi? Seperti apa contohnya? Apa fungsi dan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari? Sebelum terlalu jauh bertanya-tanya, bagaimana jika kita bahas bersama-sama serba-serbi terkait bank garansi ini, yuk!

    Baca juga: Memahami Sistem dan Manfaat Akuntansi Perbankan

    Pengertian Bank Garansi

    Jika dilihat dari fungsi dan tujuannya, bank garansi tidak berdiri sendiri seperti kebanyakan bank yang mungkin kita tahu. Alih-alih berdiri sendiri, bank garansi adalah salah satu jenis produk yang diluncurkan oleh bank atau lembaga keuangan pada umumnya untuk memastikan nasabahnya dapat menjalankan bisnis yang dikelolanya dengan lancar.

    Dalam mekanisme bank garansi, ada tiga pihak yang terlibat. Pihak pertama adalah bank yang menerbitkan bank garansi sebagai penjamin, pihak kedua merupakan nasabah bank tersebut yang ingin melakukan kegiatan bisnis tertentu, sementara pihak ketiga adalah pembeli atau mitra bisnis pihak kedua yang akan menerima jaminan dari bank.

    Dalam hubungan ketiga pihak di atas, apabila terjadi wanprestasi yang dilakukan oleh pihak kedua, pihak pertama selaku penjamin harus mengganti kerugian yang dialami oleh pihak ketiga. Dengan demikian, kegiatan bisnis antara pihak pertama dan pihak ketiga pun masih bisa berlanjut dengan lancar sekalipun terjadi wanprestasi.

    Tujuan Bank Garansi?

    Dari pengertian terkait bank garansi yang sudah disampaikan di atas, tentunya tidak sulit, kan, menerka apa sebenarnya yang menjadi tujuan bank garansi?

    Mengapa kira-kira sebuah bank berani repot-repot menjadi penjamin dan harus rela menghadapi potensi kerugian apabila terjadi masalah dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh nasabahnya? Jawabannya cukup sederhana, kok, yaitu untuk membantu membantu serta memfasilitasi kemudahan nasabahnya dalam menyelesaikan suatu proses bisnis.

    Tentunya, apabila kegiatan usaha yang dijalankan oleh nasabahnya menemui keberhasilan, bank juga akan menerima keuntungannya sendiri, oleh karena itu bank pun bersedia menjadi penjamin untuk memastikan kegiatan usaha tersebut dapat dijalankan dengan baik.

    Dengan menjalankan tujuan bank garansi, nasabah dapat meyakinkan mitra bisnisnya untuk bekerja sama dalam usaha yang ditawarkan karena sudah ada jaminan dari bank yang menghindarkannya dari kerugian. Tanpa adanya bank garansi, tentu sulit untuk meyakinkan mitra bisnis, kan? Tentunya usaha kerja sama pun akan sulit terwujud apabila tidak ada mitra yang bersedia bergabung.

    Baca juga: Memahami Perbedaan Funding Bank dan StartUp

    Mengenal Beragam Jenis Bank Garansi

    Tergantung dari kegiatan usaha yang akan dilakukan, ada beberapa jenis bank garansi yang bisa dipilih oleh nasabah. Setidaknya, ada enam jaminan yang bisa ditawarkan oleh bank untuk memastikan kegiatan usaha nasabahnya berjalan dengan baik, mulai dari jaminan penawaran, pelaksanaan, uang muka, pembayaran, pemeliharaan, dan juga jaminan yang berkaitan dengan pabean.

    Nasabah dapat memilih jaminan apa yang dibutuhkannya berdasarkan kegiatan usaha yang akan dilakukan. Misalnya saja, ketika seorang pelaku usaha ingin mengadakan kegiatan penawaran proyek atau bidding, tetapi dengan modal yang terbatas, jaminan penawaran bisa digunakan untuk memastikan pelaku usaha sebagai penawar tidak menarik kembali tawarannya dalam jangka waktu tertentu karena modalnya yang terbatas.

    Kegiatan usaha yang lain pun bisa dilakukan dengan dukungan dari setiap jenis bank garansi yang sesuai dengan kegiatan tersebut. Dengan demikian, seluruh tahapan proses bisnis dapat tetap dilakukan dengan baik sekalipun mungkin modal yang dimiliki pelaku usaha bisa dibilang cukup terbatas.

     Memanfaatkan bank garansi adalah langkah yang tepat untuk kembangkan bisnis.

    Contoh Bank Garansi yang Umum Dilakukan

    Di antara banyak hal, surat kredit atau letter of credit merupakan salah satu contoh bank garansi yang paling mudah ditemui, khususnya di bidang ekspor impor. Pasalnya, surat kredit ini kerap menjadi penentu apakah kegiatan ekspor maupun impor dapat dilakukan.

    Seperti yang kita ketahui, menembus pasar internasional bukanlah perkara yang mudah dalam dunia bisnis. Kurangnya pengetahuan terkait perkembangan ekonomi di luar negeri menjadi alasan yang membuat eksportir kurang yakin untuk mengekspor produk yang dimilikinya.

    Namun, dengan adanya surat kredit, eksportir bisa mendapatkan pembayaran terlebih dahulu melalui bank yang digunakan oleh importir tanpa harus menunggu importir menjual habis barang yang diekspornya terlebih dahulu. Nantinya, importir yang akan menyelesaikan pembayaran kepada bank penerbit surat kredit melalui penjualan barang yang diimpornya.

    Dari penerapan surat kredit sebagai contoh bank garansi tersebut, kita bisa melihat pentingnya peran bank sebagai penjamin yang memastikan kegiatan ekspor impor dapat terlaksana dengan baik, kan?

    Baca juga: Importir adalah: Pengertian, Contoh, Perbedaan

    Memaksimalkan Fungsi Bank Garansi

    Pelaku usaha dapat memaksimalkan fungsi bank garansi untuk memastikan bisnisnya dapat berjalan secara optimal. Dalam kasus ekspor impor misalnya saja, tentu sulit bagi importir, khususnya yang baru memulai usahanya, untuk membangun reputasi baik yang dapat meyakinkan eksportir untuk bekerja sama.

    Namun, berbeda dengan usaha impor yang dilakukannya, bank besar penerbit letter of credit jelas sudah memiliki reputasi yang baik dan kredibilitasnya mudah sekali untuk diperiksa, bahkan oleh eksportir yang ada di luar negeri. Pelaku usaha dapat memanfaatkan reputasi bank serta letter of credit yang diterbitkannya tersebut sebagai jaminan.

    Hal yang sama tentu berlaku untuk beragam kegiatan usaha lainnya dalam proses bisnis pada umumnya. Bank garansi dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai jaminan atas reputasi yang mungkin masih belum dimiliki oleh pemilik usaha. Pastikan untuk selalu memanfaatkan fungsi bank garansi sebagai jaminan agar bisnis dapat lancar dijalankan.

    Apa Manfaat Bank Garansi bagi Bisnis?

    Setelah menyimak penjelasan yang sudah disampaikan, apa kiranya yang menjadi manfaat bank garansi bagi bisnis, ya? Meningkatkan reputasi untuk meyakinkan mitra bisnis jelas menjadi salah satunya. Namun, manfaat terbesar yang ditawarkan oleh bank garansi sesungguhnya terletak pada jaminannya untuk melancarkan kegiatan usaha.

    Tanpa adanya jaminan yang diberikan oleh bank garansi, tentu tidak akan banyak kegiatan usaha yang mustahil untuk dijalankan, khususnya pada skala bisnis menengah ke bawah yang reputasinya belum terbangun dengan baik.

    Dengan kata lain, keberadaan bank garansi tidak hanya bermanfaat secara individual bagi nasabah yang memanfaatkan produk ini saja, tetapi juga bagi iklim bisnis secara keseluruhan. Memastikan roda ekonomi agar dapat terus berputar merupakan salah manfaat bank garansi yang jelas tak bisa diabaikan.

    Memahami Syarat Pencairan Bank Garansi

    Tertarik untuk mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan bank garansi? Perhatikan dulu sejumlah syarat pencairan bank garansi yang harus dipenuhi.

    Umumnya, setiap bank memiliki ketentuannya masing-masing, tetapi secara garis besar syarat-syarat tersebut membutuhkan validasi bahwa pemohon mampu menyelesaikan pembayaran atas jaminan yang diberikan. Wajar saja, sih, karena pihak bank sendiri tentu tidak ingin merugi, kan?

    Validasi tersebut umumnya bisa dibuktikan dengan menyediakan berbagai dokumen yang dapat menjelaskan bahwa bisnis yang dijalankan memang memiliki performa yang baik dan tidak masuk ke dalam daftar hitam, misalnya saja dengan menunjukkan bahwa pelaku usaha tak pernah gagal bayar dalam pinjaman apa pun yang dilakukan sebelumnya.

    Nah, agar bisnis dapat benar-benar berkembang, coba gunakan aplikasi majoo setelah syarat pencairan bank garansi telah dipenuhi. Dengan aplikasi majoo, proses pengelolaan bisnis dapat dilakukan secara efektif dan efisien sehingga performanya pun akan memuaskan. Manfaatkan setiap fitur unggulan yang disediakan oleh aplikasi majoo untuk mengoptimalkan pengembangan bisnis.

    Yuk, gunakan aplikasi majoo sekarang juga!

    Baca juga: Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya

    Referensi:

    • https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/bisnis/pengertian-bank-garansi-dan-mekanismenya
    • https://www.btn.co.id/id/Conventional/Product-Links/Produk-BTN/Jasa-dan-Layanan/Layanan-Tambahan/Bank-Garansi
    • https://www.ocbcnisp.com/id/article/2022/04/07/bank-garansi-adalah

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Marketing Mix 7P: Pentingnya Implementasi Dalam Bisnis
    Strategi marketing mix perlu diimplementasikan oleh perusahaan untuk memenuhi target penjualan produk guna mendapatkan profit yang optimal.
    Bank Garansi adalah: Contoh, Tujuan, Fungsi
    Berbeda dari banyak bank lain yang kita kenal, bank garansi adalah bentuk jaminan dari bank yang bisa dimanfaatkan untuk kembangkan bisnis. Apa maksudnya?
    5 Contoh Surat Pengalaman Kerja
    Bermaksud pindah kerja? Siapkan satu jenis surat penting sebagai penunjangnya. Surat pengalaman kerja biasanya tidak perlu dilampirkan bersama CV.
    Laporan Keuangan Perusahaan Jasa: Kenali Jenis & Contohnya!
    Tak hanya perusahaan dagang, bisnis yang bergerak di sektor jasa pun perlu membuat laporan keuangan perusahaan jasa. Yuk, kenali jenis dan contohnya!