Table of Content

    Memahami Definisi dan Contoh Biaya Eksplisit


    Ada beberapa biaya pasti yang harus dibayarkan oleh pemilik bisnis selama menjalankan bisnisnya.


    Saat memutuskan untuk memulai suatu usaha dan menjalankan bisnis dengan baik, jika kamu sebagai pemilik bisnis perlu memahami bahwa nantinya akan ada biaya-biaya pasti yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional. 


    Jenis-jenis biaya yang dibutuhkan selama menjalankan kegiatan operasional inilah yang disebut dengan biaya eksplisit atau explicit cost yang bisa diartikan secara sederhana sebagai biaya yang dikeluarkan dan sifatnya kontraktual atau nyata. 

    Pengertian Biaya Eksplisit 

    Pada penjelasan di atas disebutkan bahwa biaya eksplisit bersifat nyata. Sifat nyata di sini maksudnya biaya eksplisit adalah jenis-jenis biaya yang memang dikeluarkan oleh perusahaan dan tercatat secara resmi dalam konteks uang kas, piutang atau aset lainnya, untuk kegiatan operasional selama menjalankan bisnis.


    Secara lengkap, definisi biaya eksplisit juga bisa diartikan sebagai biaya yang dikeluarkan perusahaan, untuk melakukan kegiatan produksi, agar perusahaan bisa menghasilkan sesuatu. Biaya-biaya tersebut antara lain biaya untuk barang-barang kebutuhan bisnis, lalu upah karyawan, biaya sewa, iklan, hipotek, dan sebagainya. 


    Biaya yang dikeluarkan tersebut secara otomatis berhubungan dengan berbagai faktor produksi yang akan berdampak secara langsung pada profitabilitas perusahaan. Lantaran itulah, setiap anggaran keuangan tunai yang keluar dari aliran kas perusahaan perlu untuk dicatat dan direkam dalam pembukuan atau laporan keuangan perusahaan. 


    Bukan hanya itu, pada biaya eksplisit yang keluar pun perlu dilakukan analisis yang biasa digunakan untuk menganalisis efisiensi kegiatan operasional perusahaan tersebut.

    Contoh Biaya Eksplisit

    Explicit cost dapat digolongkan menjadi 2 kategori, yakni biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Kedua jenis biaya ini adalah unsur penting yang perlu diperhatikan dalam anggaran keuangan suatu bisnis atau perusahaan. Agar lebih jelas, berikut ini adalah pengertian dan contoh dari kedua biaya eksplisit tersebut. 

    1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

    Biaya tetap atau yang juga dikenal dengan fixed cost merupakan biaya yang nilainya tidak mudah mengalami perubahan dalam satu periode akuntansi (satu tahun). Contoh biaya eksplisit kategori tetap ini antara lain: biaya sewa bangunan atau gedung, biaya sewa tanah, kendaraan, dan biaya peralatan lainnya. 

    2. Biaya Variabel (Variable Cost) 

    Definisi dari biaya variabel atau variable cost adalah biaya yang nilainya mudah sekali mengalami perubahan dalam satu periode akuntansi. Contoh dari variable cost dalam biaya eksplisit adalah: 

    • Gaji atau upah karyawan

    • Biaya membeli alat tulis kantor

    • Biaya bahan baku produksi

    • Biaya transportasi

    • Biaya listrik

    • Biaya jaringan internet


    Umumnya, biaya variabel akan bertambah seiring dengan berkembangnya bisnis yang kamu jalankan. Apabila ternyata sebuah bisnis sudah tidak mampu membayar biaya variabel ini, umumnya akan dikatakan sebagai bisnis yang sudah mati atau tidak lagi melakukan proses operasional meski namanya masih masih ada dalam industri.


    Biaya eksplisit bisa digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu biaya variabel dan biaya tetap.

    Contoh Biaya Eksplisit Secara Umum

    Dari penjelasan dua jenis penggolongan biaya eksplisit di atas, bisa disimpulkan beberapa biaya yang termasuk dalam contoh biaya eksplisit secara umum. Antara lain: 

    1. Biaya rutin untuk karyawan: Gaji, upah (harian, mingguan atau bulanan), komisi, bonus, dan juga insentif yang diberikan kepada karyawan.

    2. Biaya untuk fasilitas karyawan: asuransi kesehatan, asuransi jiwa, jaminan hari tua, dan lain sebagainya.

    3. Biaya proses produksi: pembelian bahan atau material, bahan baku produksi, juga pembelian hal lainnya yang bisa menunjang proses produksi untuk  menghasilkan produk dan/atau layanan yang ditawarkan oleh bisnis tersebut.

    4. Biaya pemasaran: kebutuhan promosi, biaya iklan (advertising).

    5. Biaya lokasi: biaya yang dikeluarkan untuk membayar sewa tempat usaha, kantor, gudang penyimpanan barang, atau pabrik.

    1. Biaya operasional untuk kebutuhan sehari-hari: biaya listrik, air, jaringan internet, dan sebagainya.

    2. Biaya untuk pembelian dan pemeliharaan atas peralatan yang dibutuhkan untuk beroperasi, seperti mesin atau kendaraan produksi.

    3. Biaya untuk membayar pajak, retribusi, hukum dan lain-lain

    4. Biaya penyusutan aset tetap (meski tidak termasuk, biaya penyusutan masih memiliki nilai yang dapat diidentifikasi, dapat diukur, serta mewakili biaya operasional bisnis pada umumnya).

    Pentingnya Mengetahui Jumlah Biaya Eksplisit 

    Jumlah total biaya eksplisit bisa dibilang mampu mewakili total biaya finansial dalam bisnis dan merupakan keuntungan total yang diterima berdasarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mencapai pendapatan tersebut. 


    Ketika melakukan evaluasi operasional bisnis, biaya eksplisit akan dipergunakan untuk menentukan profitabilitas bisnis. Jika kamu adalah seorang pebisnis atau pemilik sebuah perusahaan, maka penting adanya bagi kamu untuk mengetahui seberapa besar jumlah pengeluaran biaya eksplisit dalam bisnis atau perusahaan yang kamu jalankan. 


    Hal ini wajib kamu ketahui dan pahami agar semakin mengerti dan bisa menerapkan efektifitas dalam penggunaan anggaran yang diperlukan. Terutama dalam pengelolaan gaji atau upah karyawan yang di dalamnya ada banyak sekali komponen, seperti pajak karyawan hingga tunjangan dan asuransi. 

    Cara Menghitung Biaya Eksplisit

    Lantas, bagaimanakah cara menghitung biaya eksplisit? Caranya terbilang cukup mudah, yaitu dengan menambahkan seluruh pengeluaran perusahaan dalam satu tahun akuntansi.


    Jadi, seluruh biaya yang kamu keluarkan dalam proses operasional produksi sampai dengan pemasaran dan promosi dijumlahkan, maka itulah hasil perhitungan biaya eksplisit. 

    Perbedaan Biaya Eksplisit dan Biaya Implisit

    Pada dasarnya, dalam bidang akuntansi bisnis, di mana ada biaya eksplisit maka di situ akan ada pula yang dinamakan biaya implisit. 


    Sejak tadi kamu sudah belajar mengetahui dan memahami apa itu biaya eksplisit. Maka, kamu juga perlu tahu pengertian biaya implisit dan perbedaan yang terdapat antara biaya eksplisit dan biaya implisit. Dengan begitu, sebagai pemilik bisnis kamu akan tahu dan pandai memilah mana saja biaya yang bisa dikategorikan sebagai biaya eksplisit dan mana yang termasuk dalam biaya implisit. 


    Secara singkat, biaya eksplisit adalah biaya pasti atau nyata yang berkaitan dengan aset atau aktiva, yang memiliki wujud, transaksi keuangan, dan juga memberikan peluang bisnis yang nyata bagi perusahaan. Jenis pengeluaran biaya eksplisit pun mudah untuk diidentifikasi, dicatat, dan diaudit. Contoh biaya eksplisit juga sudah dijelaskan di atas. 


    Sementara, biaya implisit adalah kebalikan dari biaya eksplisit. Bentuk-bentuk biaya implisit agak sulit untuk diidentifikasikan, bahkan untuk dilaporkan sebagai biaya. Hal ini dikarenakan, biaya implisit berkaitan dengan hal-hal yang tidak berwujud, atau yang biasa digambarkan sebagai biaya peluang. Biaya implisit pun tidak dapat terdefinisikan dengan jelas, teridentifikasi, atau bahkan untuk dilaporkan sebagai biaya.


    Salah satu contoh yang mudah untuk dipahami dari biaya implisit adalah seperti waktu yang dihabiskan untuk melakukan atau pada suatu kegiatan bisnis, biasanya waktu tersebut bisa digunakan untuk melakukan pendekatan bisnis yang berbeda.


    Sudah terlihat dengan jelas kan perbedaan antara biaya eksplisit dan biaya implisit? 

    Kesimpulan

    Dari pengertian biaya eksplisit dan perbedaannya dengan biaya implisit seperti yang sudah diterangkan di awal, bisa disimpulkan bahwa biaya eksplisit adalah faktor penting dalam perhitungan laporan keuangan suatu bisnis atau perusahaan. 


    Untuk memudahkan kamu dalam menghitung jumlah biaya eksplisit yang harus dikeluarkan dalam satu periode akuntansi atau satu tahun, maka kamu memerlukan catatan keuangan yang lengkap. Catatan pengeluaran yang rapi dan tepat akan membantu kamu melakukan evaluasi pada bisnis yang kamu jalankan. 


    Untuk memudahkan dalam hal pencatatan biaya yang kamu keluarkan dan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan, kamu bisa menggunakan bantuan aplikasi keuangan seperti majoo yang memiliki fitur dashboard lengkap. 


    Dengan begitu, beberapa pengeluaran yang sudah dikeluarkan dalam bisnismu akan tercatat secara otomatis dan rapi. Kamu bisa mengetahui berapa jumlah biaya eksplisit yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnismu secara efektif dan minim kesalahan catat. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak berlangganan majoo kan? 



    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Debt to Equity Ratio (DER): Definisi dan Rumus Menghitungnya
    Debt to Equity Ratio adalah rasio utang terhadap ekuitas, yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan atas komposisi utang dan ekuitas perusahaannya.
    Pengertian dan Contoh Pasar Bebas sebagai Bentuk Globalisasi
    Tidak asing dalam dunia perdagangan, sebenarnya apa yang dimaksud dengan pasar bebas? Benarkah pasar bebas adalah salah satu bentuk globalisasi?
    Cashback adalah: Arti dan Bedanya dengan Diskon
    Cashback adalah salah satu program promosi dan impact-nya membuat loyalitas pelanggan. Adakah keuntungan dan kekurangan lainnya? Simak di sini!
    Ekspor Adalah: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Contohnya
    Singkatnya, ekspor adalah kegiatan menjual barang ke luar negeri. Lalu, apa manfaat, tujuan, serta contoh ekspor? Cari tahu selengkapnya di artikel ini!