Ketahui Apa Itu Buku Kas Besar Beserta Contohnya, di Sini!

Ditulis oleh Retna Kumalasari

article thumbnail

Apakah kamu pernah mendengar istilah buku kas besar? Salah satu jenis kas ini sering kamu temui untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan perusahaan. Kas sendiri merupakan komponen yang paling penting, sebab merupakan salah satu alat pembayaran yang digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan perusahaan tersebut.

Kas ini terbagi ke dalam dua jenis, yakni kas besar (cash at bank) dan juga kas kecil (petty cash). Namun, kali ini kita akan membahas lebih banya tentang kas besar dan cara membuat buku kas besar perusahaan. Oleh sebab itu, baca artikel ini sampai tuntas, ya!

Pengertian Jurnal Umum

Buku kas besar adalah catatan berisi dana atau kas yang dipersiapkan untuk pengeluaran yang tidak rutin, atau kegiatan perusahaan yang membutuhkan jumlah dana yang besar.

Sementara, kas besar merupakan kas perusahaan dengan nilai yang besar dan disimpan di dalam bank. Umumnya, kas ini disimpan di dalam bank, karena nilainya terlalu besar apabila disimpan dalam bentuk uang kertas.

Semakin besar dan banyak dana yang disimpan, semakin besar potensi pendapatan bunga yang diberikan oleh bank. Beberapa jenis kas besar yang sering digunakan adalah deposito berjangka, deposito tidak berjangka, rekening giro, dan lain sebagainya.

Perusahaan umumnya akan menggunakan kas besar ini untuk melakukan transaksi yang dengan nominal yang besar. Selain itu, bentuk transaksinya tidak akan langsung dibayarkan secara tunai, melainkan menggunakan metode lain seperti cek.

Baca Juga: Buku Besar Perusahaan Dagang: Ini yang Perlu Kamu Tahu!

Fungsi Kas Besar

Cash at bank atau kas besar mempunyai beberapa fungsi, di antaranya:

  1. Kas besar dipakai untuk membayar semua transaksi perusahaan dalam jumlah yang besar. Biasanya, jenis transaksi yang dilakukan akan menggunakan metode pembayaran non tunai.

  2. Selanjutnya, kas besar berguna untuk memudahkan proses transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. 

  3. Cash at bank juga dipakai untuk mempercepat operasional perusahaan yang membutuhkan dana dalam jumlah yang banyak.

  4. Kemudian, kas besar juga berfungsi sebagai dana yang dibayarkan dengan menggunakan cek, baik untuk transaksi langsung  maupun tidak langsung.

Kas besar biasanya digunakan untuk membayar transaksi yang memiliki nominal besar.

Bedanya Kas Besar dengan Kas Kecil

Lantas, apa saja perbedaan kas besar dengan kas kecil? Berikut penjelasannya:

Kas Kecil

  1. Berguna untuk membiayai semua pengeluaran dan kegiatan rutin yang nilainya cenderung lebih kecil, seperti biaya internet, transportasi, ATK, listrik, dan lain sebagainya.

  2. Metode pencatatannya menggunakan metode imprest fund system atau dana tetap, di mana proses pembukuannya memiliki jumlah yang selalu tetap. Serta fluctuation fund system (tidak tetap) yang ketetapannya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Pada metode ini, nominalnya dapat berubah-ubah.

  3. Proses pencairannya cenderung mudah, sehingga bisa digunakan sewaktu-waktu untuk memenuhi operasional rutin perusahaan.

Kas Besar

  1. Dipakai untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang membutuhkan dana besar. Umumnya, kas besar dikeluarkan secara berkala untuk membeli kebutuhan seperti, pembelian aset, pembayaran utang, sewa tempat, dan lain-lain.

  2. Metode pencatatannya menggunakan rekonsiliasi bank, yang dilakukan secara berkala oleh perusahaan tersebut.

  3. Tingkat keamanannya cenderung lebih tinggi, sebab proses pencatatannya lebih transparan oleh kedua belah pihak, sehingga dapat meminimalisir kecurangan.

Baca Juga: Buku Besar Umum: Contoh dan Fungsinya

Metode yang Dipakai di Kas Besar

Cash at bank umumnya akan menggunakan metode rekonsiliasi bank. Rekonsiliasi bank adalah sebuah proses penyesuaian saldo di dalam catatan akuntansi untuk akun kas, dengan laporan yang ada di dalam bank.

Proses rekonsiliasi bank ini sangatlah dibutuhkan oleh perusahaan. Beberapa fungsi dilakukannya rekonsiliasi bagi perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Dapat mengetahui selisih dari saldo kas pada laporan bank dengan pembukuan yang ada di perusahaan.

  • Guna mengetahui penyebab adanya selisih saldo kas, baik pada perusahaan maupun dari catatan bank.

Berikut langkah-langkah untuk melakukan rekonsiliasi bank:

  1. Membandingkan antara saldo kas dari buku besar perusahaan dengan rekening koran dari bank.

  2. Mencatat seluruh transaksi yang dilakukan oleh bank.

  3. Menginvestigasi transaksi yang masih berjalan.

  4. Gunakan lembar kerja rekonsiliasi lalu hitung selisih yang terjadi.

  5. Lakukan pengecekan kembali pada seluruh prosesnya.

Aplikasi Akuntansi

Contoh Transaksi yang Menggunakan Kas Besar

Kas besar merupakan jenis transaksi yang membutuhkan dana dalam jumlah besar atau biasanya mempunyai nominal yang lebih dari Rp1.000.000 misalnya:

  • Mengakuisisi perusahaan

  • Pembayaran utang yang sudah jatuh tempo

  • Pembelian aset-aset perusahaan

  • Membayar biaya sewa tempat

Cara Membuat Buku Kas Besar

Beberapa tahapan atau cara membuat format buku kas besar adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan lembar kas besar yang akan digunakan untuk menulis transaksi perusahaan. Beberapa perusahaan sudah menggunakan sistem akuntansi digital (yang memanfaatkan software tertentu dan sudah terkomputerisasi).

  2. Isi saldo awal pada baris pertama kolom buku kas besar.

  3. Catatankan tanggal transaksi pada kolom, sesuai dengan waktu transaksi yang dilakukan.

  4. Beri uraian dan keterangan transaksi pada kolom yang disediakan.

  5. Isi saldo sesuai jumlah yang digunakan dalam transaksi tersebut, pada kolom debit atau kredit.

  6. Tuliskan jumlah saldo yang sudah ditambahkan atau dikurangkan dengan transaksi yang terjadi pada akun tersebut.

Agar lebih mudah memahaminya, simak contoh buku kas besar yang ada di bawah ini:

Sebuah perusahaan bernama PT. Sumber Vitamin menyediakan sejumlah dana dalam kas besar, untuk menunjuang seluruh pengeluaran tidak rutin perusahaan setiap awal bulan, sebesar Rp50.000.000. Adapun rincian transaksi yang dilakukan perusahaan tersebut sepanjang bulan Mei 2022 adalah sebagai berikut:

  • Pembelian aset perusahaan = Rp6.500.000

  • Pembayaran utang yang telah jatuh tempo = Rp10.000.000

  • Pembayaran sewa tempat = Rp5.000.000

     contoh buku kas besar

Penutup

Bagaimana? Apakah kamu sudah memahami contoh buku kas besar yang telah dijelaskan sebelumnya di atas? Kas besar adalah sejumlah dana atau kas yang dipersiapkan perusahaan, untuk memenuhi kebutuhan atau pengeluaran yang sifatnya tidak rutin, dengan jumlah dana yang besar.

Dengan adanya kas besar, akan ada banyak manfaat yang didapatkan oleh perusahaan. Beberapa jenis transaksi yang membutuhkan biaya dengan jumlah yang besar, bisa menggunakan kas besar ini untuk melakukan pembayarannya.

Selain itu, karena jenis transaksi yang termasuk di dalam kas besar tidaklah rutin, perusahaan bisa lebih mudah melakukan pemantauan dan mengalokasikan anggaran perusahaan dengan lebih efisien.

Nah, apabila kamu kesulitan untuk mengontrol seluruh arus kas perusahaan, kamu bisa memanfaatkan bantuan aplikasi akuntansi majoo untuk mengerjakannya. Ada beragam fitur yang akan membuat kerja jadi lebih cepat dan mudah. Yuk, coba majoo sekarang!


Sumber Data: 

  1. https://www.jurnal.id/id/blog/mengenal-tentang-kas-besar/

  2. https://dailysocial.id/post/perbedaan-kas-besar-dan-kas-kecil

  3. https://kledo.com/blog/kas-besar/#Apa_Saja_Fungsi_Kas_Besar

  4. https://www.jurnal.id/id/blog/mengenal-tentang-kas-besar/ 

  5. https://www.jurnal.id/id/blog/apa-itu-fungsi-pengertian-rekonsiliasi-bank-adalah-berikut/ 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo