Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Cash Ratio adalah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

    Cash Ratio adalah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

    Cash ratio disebut sebagai parameter likuiditas yang paling konservatif.

    Cash ratio adalah pengukuran likuiditas perusahaan yang secara spesifik membandingkan kas dan harta yang setara kas dengan kewajiban jangka pendek.

    Di antara berbagai rasio keuangan, cash ratio merupakan salah satu alat bantu untuk menganalisis kondisi keuangan perusahaan. Jenis rasio ini akan mengukur kemampuan perusahaan melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.

    Baca juga: Utang adalah: Pengertian dan Jenis-Jenis Utang!

    Untuk memahaminya lebih dalam, di bawah ini kami telah menyiapkan ulasan mulai dari pengertian, contoh, hingga cara menghitung cash ratio. Simak sampai selesai, ya!

    Pengertian Cash Ratio

    Sepintas, pengertian cash ratio telah disebutkan dalam paparan di atas. Namun, apa definisinya secara rinci? 

    Rasio kas atau cash ratio adalah perbandingan kas dan setara kas, misalnya surat berharga yang bisa menghasilkan arus kas, dengan kewajiban lancar seperti utang jangka pendek.

    Rasio kas fokus pada kewajiban jangka pendek seperti utang usaha atau beban yang terutang, misalnya gaji karyawan yang belum dibayarkan.

    Umumnya, cash ratio digunakan untuk mengukur likuiditas perusahaan. Jadi, bila perusahaan didorong untuk menyelesaikan seluruh kewajiban jangka pendeknya, perusahaan mampu melakukannya tanpa harus menjual atau mencairkan aset.

    Tak hanya acuan bagi perusahaan, cash ratio juga dijadikan salah satu acuan untuk kondisi perekonomian negara. Karena itu, kita mengenal istilah kebijakan cash ratio.

    Kebijakan cash ratio adalah kebijakan pemerintah yang menaikkan cadangan kas pada saat inflasi dan menurunkan cadangan kas pada saat deflasi. 

    Kebijakan cash ratio juga bisa dijalankan dengan menaikkan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas sehingga kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang dan jumlah uang yang beredar akan berkurang.

    Dalam konteks keuangan perusahaan, rasio kas dianggap sebagai indikator likuiditas yang konservatif. Mengapa cash ratio dikatakan indikator likuiditas paling konservatif? Alasannya, cash ratio hanya menghitung aset atau aktiva lancar yang paling likuid (kas dan setara kas).

    Manfaat Cash Ratio

    Secara umum, terdapat dua manfaat cash ratio, yaitu untuk mengetahui tingkat keamanan likuiditas suatu perusahaan serta sebagai dasar pengambilan solusi untuk mengatasi berbagai masalah likuiditas perusahaan.

    Cash ratio diekspresikan dalam bentuk angka, yaitu sama dengan, lebih kecil, atau lebih besar daripada 1. Jika hasil perhitungan sama dengan 1, perusahaan memiliki jumlah kas yang sama dengan jumlah kewajiban jangka pendek yang perlu diselesaikan.

    Dengan mengetahui nilai cash ratio, pihak manajemen perusahaan akan terbantu dalam mengambil langkah strategis. Selanjutnya, langkah strategis tersebut bisa dijadikan solusi untuk menyelamatkan kondisi finansial perusahaan apabila pada saat itu sedang bermasalah.

    Maka dari itu, pihak manajemen perusahaan perlu terus memantau nilai rasio kas perusahaannya secara rutin dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian, kondisi finansial bisnis terus terkontrol sehingga bisnis berjalan dengan baik dan seluruh kegiatan operasional pun bisa berjalan dengan lancar.

    Faktor Perubahan Cash Ratio

    Seperti disebutkan dalam pembahasan sebelumnya, manajemen perusahaan atau pemilik bisnis perlu terus memantau nilai rasio kas. Rasio kas perlu terus dipantau sebab nilainya fluktuatif tergantung kondisi perusahaan. 

    Karena tidak tetap, tentu ada faktor-faktor yang memengaruhi nilai rasio kas. Berikut ini beberapa faktor perubahan cash ratio

    • Karakter Industri

    Karakter setiap industri berbeda-beda. Ada industri yang menuntut perusahaan atau bisnis terus membeli inventaris agar dapat beradaptasi dengan perkembangan industri terkait.

    Jika perusahaan industri di industri tertentu sedang memiliki cadangan kas rendah, kemungkinan disebabkan oleh seringnya perusahaan di industri tersebut menggunakan uang tunainya untuk membeli inventaris tertentu. 

    Akibatnya, nilai perhitungan cash ratio-nya kurang dari 1. Untuk mengatasinya, perusahaan di industri terkait harus mampu menyimpan uang tunainya agar bisa membayar seluruh kewajiban sehingga nilai rasio kas selanjutnya minimal bernilai 1.

    • Profil Risiko Pemilik Usaha

    Pemilik usaha yang memiliki toleransi terhadap risikonya rendah, kemungkinan akan menyimpan seluruh kas atau uang tunainya untuk berjaga-jaga. 

    Sementara itu, pemilik bisnis yang memiliki sikap toleransi tinggi terhadap risiko, mungkin akan menggunakan uang tunai cadangannya untuk membeli aset. Tak jarang pembelanjaan aset tersebut tidak efisien.

    Karena berkaitan erat dengan pembelanjaan kas, profil risiko pemilik usaha menjadi salah satu faktor perubahan cash ratio.

    Cash ratio bisa dimanfaatkan untuk menganalisis kondisi keuangan suatu perusahaan.

    • Business Growth

    Bisnis yang sedang mengalami pertumbuhan sangat cepat mungkin akan menyimpan uang tunainya secara ekstra karena perlu membayar kebutuhan operasional yang saat itu tengah berkembang pesat.

    Tentunya, jika dimasukkan ke dalam perhitungan rasio kas, angkanya mungkin akan lebih dari 1. Di kondisi berbeda atau tidak sedang growth, perusahaan tersebut mungkin tidak menyimpan cadangan kas demikian banyak yang berarti penurunan nilai rasio kas.

    • Situasi Ekonomi

    Keputusan pemilik bisnis biasanya berkaitan erat dengan situasi politik dan ekonomi. Apabila situasi ekonomi dianggap sedang kurang menentu, pemilik usaha mungkin akan mencairkan uangnya untuk meningkatkan cash ratio.

    Rumus dan Cara Menghitung Cash Ratio

    Setelah menyimak pengertian, manfaat, dan faktor-faktor yang memengaruhi nilai cash ratio, beberapa dari kamu mungkin mulai bertanya: Lalu, bagaimana cara menghitungnya?

    Metode paling sederhana untuk menghitung cash ratio ialah membagi kas dengan kewajiban lancar atau jangka pendek. Jadi, rumus cash ratio adalah seperti di bawah ini.

    Cash Ratio = (Kas + Setara Kas)/Kewajiban Lancar

    Untuk memahami cara menghitung cash ratio, mari kita lihat contoh kasus berikut ini!

    Neraca perusahaan PT Bahagia Sederhana menampilkan data keuangan seperti di bawah ini:

    • Uang tunai : Rp55.000.000
    • Setara kas : Rp30.000.000
    • Peralatan : Rp70.000.000
    • Utang usaha : Rp20.000.000
    • Utang jangka pendek : Rp30.000.000

    Sesuai rumus di atas, berikut ini perhitungan cash ratio PT Bahagia Sederhana.

    Cash Ratio = (Kas + Setara Kas)/Kewajiban Lancar

    Cash Ratio = (Rp55.000.000 + Rp30.000.000)/(Rp20.000.000 + Rp30.000.000)

    Cash Ratio = Rp85.000.000/Rp50.000.000

    Cash Ratio = 1.7

    Nilai cash ratio ialah 1,7 atau lebih dari 1 mengindikasikan bahwa PT Bahagia Sederhana mempunyai likuiditas yang cukup baik. Perusahaan tersebut memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan kewajiban lancarnya.

    Analisis Cash Ratio

    Contoh analisis cash ratio yang ada pada pembahasan sebelumnya tak hanya dibutuhkan oleh pihak internal perusahaan, tetapi juga dibutuhkan oleh pihak eksternal, misalnya investor atau kreditur.

    Baca juga: Kreditur: Pengertian, Jenis, dan Contoh-Contohnya

    Investor atau kreditur bisa menggunakan cash ratio suatu perusahaan untuk menentukan kondisi keuangan perusahaan tersebut. Analisis cash ratio dapat menunjukkan suatu perusahaan sedang mengalami masalah finansial atau tidak.

    Dibandingkan rasio likuiditas lain, cash ratio bisa dijadikan indikator yang baik untuk jangka pendek. Secara intuitif, nilai cash ratio yang lebih tinggi diartikan bahwa perusahaan tersebut mampu melunasi utangnya.

    Sebenarnya, bagaimana cara menafsirkan atau melakukan analisis cash ratio? Silakan perhatikan ulasan berikut ini.

    • Cash ratio = 1

    Apabila kamu menghitung cash ratio dan hasil perhitungannya sama dengan satu, kamu dapat menafsirkan bahwa kas perusahaan saat ini sama dengan kewajiban lancarnya.

    Dengan kata lain, hanya dengan menggunakan kas dan setara kas perusahaan dapat membayar seratus persen kewajiban lancar, mulai dari utang usaha, utang jangka pendek, hingga beban terutang seperti gaji karyawan.

    • Cash ratio < 1

    Sementara itu, jika nilai cash ratio kurang dari satu, kamu bisa membuat hasil analisis bahwa perusahaan tidak memiliki cukup kas atau aset setara kas untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya.

    Sebut saja, PT Bahagia Sederhana memiliki nilai cash ratio 0,75. Terjemahan angka tersebut ialah PT Bahagia Sederhana hanya mempunyai uang tunai yang cukup untuk menyelesaikan 75% dari kewajiban jangka pendek.

    Meskipun demikian, tidak ada nilai pasti yang dijadikan batas minimal cash ratio yang diperlukan oleh sebuah perusahaan. Namun, umumnya rasio kas antara 0,5 hingga 1,0 bisa diterima oleh para investor dan kreditur.

    • Cash ratio > 1

    Kebalikan dari nilai cash ratio di bawah satu, perusahaan yang memiliki nilai cash ratio lebih dari satu memiliki kas atau uang tunai yang lebih dari cukup untuk menutupi semua kewajiban jangka pendeknya.

    Anggap saja nilai rasio kas PT Bahagia Sederhana ialah 2. Angka tersebut menunjukkan bahwa PT Bahagia Sederhana mempunyai aset kas yang cukup untuk membayar kewajiban hingga dua kali lipat.

    Kesimpulan

    Setelah membaca pembahasan di atas, kini kamu tentu sudah memahami cash ratio

    Cash ratio adalah indikator yang tepat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. Lalu, dari rumus cash ratio, kamu juga tentu mengetahui, terdapat tiga variabel utama dalam rasio kas, yaitu kas, setara kas, dan kewajiban lancar.

    Umumnya, hasil rasio kas akan dinyatakan dalam satuan angka dan rasio yang bisa diterima berkisar antara 0,5 hingga 1,0. Angka tersebut menjadi acuan likuiditas perusahaan.

    Meskipun demikian, cash ratio mungkin bukanlah bentuk penilaian ideal keuangan perusahaan secara umum karena biasanya kebanyakan perusahaan tidak menyimpan sebagian besar asetnya dalam bentuk tunai atau setara kas.

    Sejak awal memang telah disebutkan bahwa cash ratio hanya salah satu alat bantu saja. Kamu tentu bisa memanfaatkan rasio keuangan lain untuk menilai kondisi finansial bisnismu.

    Hal penting yang perlu kamu perhatikan ialah kamu menerapkan pencatatan keuangan optimal dan membuat laporan keuangan. Jika kamu merasa kesulitan, pilihlah apllikasi POS yang sudah dilengkapi fitur laporan keuangan.

    Pertanyaan Terkait

    • Cash ratio adalah indikator yang tepat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. Lalu, dari rumus cash ratio, kamu juga tentu mengetahui, terdapat tiga variabel utama dalam rasio kas, yaitu kas, setara kas, dan kewajiban lancar. Meskipun demikian, cash ratio mungkin bukanlah bentuk penilaian ideal keuangan perusahaan secara umum karena biasanya kebanyakan perusahaan tidak menyimpan sebagian besar asetnya dalam bentuk tunai atau setara kas.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.