Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Apa Itu Content Plan dan Bagaimana Cara Membuatnya?

    Apa Itu Content Plan dan Bagaimana Cara Membuatnya?

    Apa itu content plan?

    Dalam dunia pemasaran yang melibatkan pembuatan konten, content plan adalah salah satu langkah yang harus disusun dengan baik dan tidak boleh dilewatkan. Tanpa adanya content plan, akan menjadi cukup sulit untuk membuat sebuah konten yang rapi dan terkonsep dengan baik. 

    Jadi, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan content plan? Kenapa perannya cukup penting dalam bidang pemasaran bisnis yang dilakukan melalui pembuatan konten?

    Baca juga: Konten yang Menarik: Jenis dan Etika

    Pengertian Content Plan

    Secara sederhana, content plan adalah suatu perencanaan pengembangan konten yang dibuat dan diterapkan agar tujuan akhir bisa didapatkan secara optimal. Content plan biasanya berisi pemetaan dan penetapan jenis konten yang akan dibuat, di platform mana konten tersebut akan ditayangkan, waktu yang tepat untuk menayangkan, dan masih banyak lagi. 

    Selain itu, content plan biasanya juga berisi pengumpulan aset-aset marketing dan juga data dari target pasar. Data tersebut perlu dipikirkan juga sebelum membuat sebuah konten karena fokus utama pembuatan konten memang adalah konsumen dan calon konsumen yang menjadi target pasar. Tanpa adanya informasi dan data yang jelas, kamu tidak akan tahu kebutuhan dan keinginan target pasar, sehingga engagement tidak bisa diraih dengan optimal. 

    Content plan juga bisa didefinisikan sebagai suatu metode yang tujuannya adalah untuk menjadikan suatu media lebih menarik agar informasi dan pesan yang disampaikan bisa dicerna dan diterima dengan baik oleh konsumen. 

    Apakah Content Plan Sama dengan Content Strategy?

    Dari pengertiannya, masih ada sebagian orang yang mengira bahwa content plan adalah sama dengan content strategy. Padahal, terdapat perbedaan yang cukup signifikan

    Content strategy adalah pengaturan semua konten yang dibuat, baik dalam bentuk tertulis, visual, dan lainnya. Saat melakukan penentuan tersebut, secara otomatis kamu juga akan menentukan konten seperti apa yang dibuat, mengapa harus membuat itu (untuk mencapai tujuan apa), dan untuk siapa.

    Hal yang membedakan content plan dan content strategy adalah, content strategy dibuat untuk mengetahui strategi yang harus digunakan agar mencapai KPI yang dituju. Sedangkan, content plan lebih fokus pada perencanaan konten berpusat pada jadwal pengunggahan suatu konten.

    Sementara, dalam penerapannya content plan otomatis membutuhkan content strategy sebagai suatu landasan yang kuat. Keduanya akan lebih optimal jikalau berkesinambungan antara satu sama lain.

    Baca juga: 4 Langkah Analisis Peluang Pasar untuk Bisnis Baru

    Bagaimana Cara Membuat Content Plan?

    Masing-masing tim atau individu yang pekerjaannya membuat konten pastilah memiliki cara masing-masing dalam mengatur sebuah perencanaan konten, sesuai dengan etos kerja dan ketetapan perusahaan juga. Namun, beberapa langkah-langkah cara membuat content plan berikut ini tidak boleh dilewatkan dan perlu dilakukan dengan cermat agar content planning dapat berjalan lebih optimal.

    Tentukan Tujuan atau Capaian Target

    Saat membuat content plan, satu hal penting yang harus dipikirkan adalah tujuan yang ingin dicapai. Itulah sebabnya, content strategy perlu dibuat terlebih dahulu. Jika kamu ingin perencanaan konten berhasil dan dapat dijalankan dengan optimal, sangat penting untuk mengetahui siapa saja target pasarmu. Jika tidak, konten yang dibuat nantinya bisa saja menjadi tidak relevan.

    Tentukan Kategori dengan Jelas

    Setelah mengetahui tujuan yang ingin dicapai dan audiens yang ingin dijangkau, saatnya melakukan pengkategorian. Ada beberapa hal yang perlu menjadi fokus dalam pembuatan konten, misalnya kategori konten yang sesuai dengan image brand yang akan dipasarkan. 

    Memastikan Kerapian Kalender Editorial 

    Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan adalah membuat kalender editorial yang berisikan semua data lengkap konten yang dibutuhkan. Sebaiknya kamu membuat spreadsheet (Excel maupun Google Sheets) yang berisikan daftar kategori, penjadwalan tanggal, prioritas, status, dan jadwal deadline konten. Intinya, daftar yang ada tersebut perlu kamu sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

    Pilih Platform yang akan Digunakan

    Setelah itu, yang harus diperhatikan dan dilakukan dengan cermat adalah memilih dan menentukan platform yang ingin digunakan. Ada banyak platform yang bisa dipilih, mulai dari yang lebih cocok untuk anak muda, sampai platform yang memang didominasi oleh orang tua (seperti Facebook).

    Baca juga: Pahami Trik Berikut Sebelum Jualan di Marketplace!

     Bagaimana cara membuat content plan yang baik?

    Pikirkan Konten Selain Teks

    Setelah menentukan platform yang akan digunakan untuk menayangkan konten, kamu juga perlu memikirkan isi dari konten tersebut. Jadi, saat membuat content plan, pikirkan terlebih dahulu apa yang diinginkan oleh target pasar yang sudah kamu tentukan.

    Pikirkan kira-kira mereka membutuhkan teks saja di dalam sebuah konten atau memerlukan unsur lainnya? Gambar, foto, ilustrasi, atau infografik, mungkin. Intinya, buatlah konten yang bisa membuat para audiens merasa asyik dan seru saat melihat atau membacanya. 

    Pilih Topik

    Dalam cara membuat content plan, penting juga untuk melakukan riset terhadap topik yang ingin dijadikan konten. Jadi sebelum menentukan konsep konten, ada beberapa hal yang perlu kamu riset. Misalnya, keyword yang akan digunakan, angle tulisan, isi konten yang sesuai dengan topik, semuanya perlu diriset terlebih dahulu. 

    Tantangan dalam Membuat Content Plan

    Dalam membuat content plan, biasanya akan ada tantangan atau permasalahan masing-masing yang muncul seiring dengan proses pembuatan. Secara umum, ada tiga tantangan yang sangat sering terjadi dalam membuat content plan, yaitu:

    Tantangan untuk Membuat yang Konten Fresh dan Terbaru

    Membuat konten yang fresh dan selalu baru adalah tantangan yang besar, apalagi untuk bisa terus melakukannya secara konsisten. Mau tidak mau, kamu harus memahami pentingnya membuat dan menyusun sebuah konten yang berkualitas secara konsisten.

    Pembuatan konten yang berkelanjutan adalah hal yang berperang sangat penting bagi strategi pemasaran melalui konten. Hal tersebut bahkan dinilai cukup efektif dan menguntungkan. Dengan bisa membuat konten yang fresh dan selalu baru secara konsisten, kamu akan dapat memposisikan diri sebagai otoritas yang terpercaya, selain itu juga dapat memberikan keunggulan untuk menghadapi para kompetitor dalam persaingan bisnis.

    Tantangan untuk Menemukan dan Mendapatkan Ide Konten Baru

    Berikutnya, ada pula tantangan untuk terus bisa menemukan dan mendapatkan berbagai ide konten baru. Menemukan ide konten yang baru tersebut bukanlah hal yang mudah. 

    Tantangan untuk Dapat Memproduksi Konten untuk Berbagai Saluran

    Potensi yang sebenarnya dari suatu content marketing atau pemasaran konten adalah tidak adanya batasan bagi suatu saluran. Artinya, kamu bisa membuat berbagai konten untuk beberapa saluran pemasaran.

    Ini termasuk dalam strategi kunci agar bisa bisa memperoleh ROI yang tinggi dari content plan marketing yang kamu susun. 

    Contoh Content Plan

    Jika ternyata kamu masih merasa bingung dalam cara membuat content plan, kamu bisa memanfaatkan beberapa layanan yang menyediakan template model dan contoh content plan.

    Beberapa contoh content plan yang sering digunakan oleh para pebisnis adalah:

    • HubSpot, yang merupakan salah satu platform marketing yang sering dimanfaatkan para pebisnis untuk menganalisis keberhasilan konten dengan template yang sudah disediakan.
    • HootSuite, merupakan platform yang berguna dalam mengatur konten pada beberapa media sosial. Beberapa platform yang terkoneksi dengan HootSuite, yaitu Twitter, LinkedIn, Facebook, WordPress, MySpace, dan Foursquare

    Kesimpulan

    Itu dia penjelasan lengkap seputar content plan yang terkadang disebut sebagai tulang punggung dari konten-konten yang ingin dibuat. Content plan adalah suatu perencanaan pengembangan konten yang dibuat dan diterapkan agar tujuan akhir bisa didapatkan secara optimal. 

    Content plan biasanya berisi pemetaan dan penetapan jenis konten yang akan dibuat, di platform mana konten tersebut akan ditayangkan, waktu yang tepat untuk menayangkan, dan masih banyak lagi. 

    Dengan membuat content plan yang rapi dan terstruktur, pencapaian target akan lebih mudah dicapai. Content plan juga dapat membantu kamu agar lebih mudah melakukan update konten berikutnya. Karena jadwal dan waktu yang tepat untuk mendistribusikan sudah tersusun dengan jelas dan rapi. 

    Jika kamu merasa tidak mampu untuk menyusun dan membuat content plan sendirian, jangan ragu untuk meminta bantuan atau merekrut individu yang memang mumpuni dalam hal pembuatan konten, ya! Jangan ragu pula untuk membekali bisnismu dengan aplikasi POS yang mumpuni, seperti majoo. 

    Dalam aplikasi majoo, ada bermacam fitur praktis yang dapat disesuaikan dengan segala kebutuhan bisnismu, mulai dari promosi sampai dengan keuangan. Apalagi bila kamu memiliki banyak channel jualan di berbagai marketplace dan juga website untuk pemasangan konten, fitur omnichannel dari majoo sangat layak untuk dicoba. So, tunggu apa lagi? Pakai majoo sekarang!

    Referensi:

    https://wartaekonomi.co.id/read404250/apa-itu-content-planning

    Sumber Gambar: Freepik.com

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Marketing Mix 7P: Pentingnya Implementasi Dalam Bisnis
    Strategi marketing mix perlu diimplementasikan oleh perusahaan untuk memenuhi target penjualan produk guna mendapatkan profit yang optimal.
    Bank Garansi adalah: Contoh, Tujuan, Fungsi
    Berbeda dari banyak bank lain yang kita kenal, bank garansi adalah bentuk jaminan dari bank yang bisa dimanfaatkan untuk kembangkan bisnis. Apa maksudnya?
    5 Contoh Surat Pengalaman Kerja
    Bermaksud pindah kerja? Siapkan satu jenis surat penting sebagai penunjangnya. Surat pengalaman kerja biasanya tidak perlu dilampirkan bersama CV.
    Laporan Keuangan Perusahaan Jasa: Kenali Jenis & Contohnya!
    Tak hanya perusahaan dagang, bisnis yang bergerak di sektor jasa pun perlu membuat laporan keuangan perusahaan jasa. Yuk, kenali jenis dan contohnya!