Menerapkan Beragam Contoh Kertas Kerja dalam Bisnis!

Ditulis oleh Ajar Pamungkas

article thumbnail

Bagi pelaku usaha yang paham dengan akuntansi dan concern dengan laporan keuangan, contoh kertas kerja tentu menjadi sesuatu yang sudah sangat familier sekali. Terlebih jika bisnis yang dijalankannya sudah mulai berkembang dan membutuhkan proses audit. Wah, keberadaan dokumen yang satu ini jelas akan sering ditemui.

Namun, tentu tak semua pelaku usaha memahami tujuan dan manfaat menyiapkan kertas kerja, kan, terutama pelaku usaha yang mungkin memang baru memulai bisnisnya. Nah, sebenarnya apa, sih, yang dimaksud dengan kertas kerja ini? Apa fungsi yang dimilikinya? Bagaimana cara membuatnya dan menerapkan dalam bisnis yang tengah dijalankan?

Tak usah bingung, karena kita dapat membahasnya secara lengkap bersama-sama, kok! Yuk, langsung saja simak penjabaran terkait serba-serbi kertas kerja berikut!

Apa itu Kertas Kerja ?

Secara singkat, kertas kerja adalah sebuah dokumen sederhana berisi kolom-kolom yang bisa digunakan untuk melakukan pencatatan laporan keuangan secara singkat. Disebut juga sebagai neraca lajur, pembuatan dokumen ini umumnya ditujukan untuk dilakukan secara berkala dalam jangka waktu yang panjang.

Karena sifatnya yang demikian, pelaku usaha atau staf bagian keuangan memiliki keleluasaan dalam menyusun dokumen yang satu ini. Maksudnya, sifat kertas kerja tidak rigid seperti dokumen keuangan yang tidak memperbolehkan ada kesalahan pencatatan sedikit pun. Dalam kertas kerja, laporan keuangan dapat dibuat dengan berapa pun koreksi yang dibutuhkan.

Sekalipun prosedur penyusunan dari kertas kerja adalah proses yang tak bisa dibilang formal, keberadaannya akan sangat dibutuhkan dalam penyusunan laporan keuangan yang lebih menyeluruh. Wajar saja, kan. Karena kertas kerja dapat disusun dengan lebih fleksibel, kita dapat melakukan koreksi yang diperlukan, sehingga ketika nantinya dipindahkan ke laporan keuangan umum, risiko terjadinya kesalahan pencatatan keuangan pun bisa dihindari dengan lebih baik.

  • Kertas Kerja Akuntansi

Di antara banyak ragam kertas kerja, kertas kerja akuntansi merupakan salah satu yang paling banyak digunakan. Dalam jenis kertas kerja yang satu ini, pelaku usaha maupun staf bagian keuangan dapat mencatatkan setiap jenis transaksi yang terjadi dengan menyertakan keterangan terkait besarnya aset serta kewajiban atau liabilitas, dan juga kondisi arus kas.

Melalui penyusunan kertas kerja ini, kita dapat dengan mudah mengelompokkan setiap jenis transaksi sesuai dengan pos anggaran atau akunnya masing-masing. Dengan cara ini, tentu jurnal khusus dan jurnal umum pun lebih mudah dibuat, kan? Karena jurnal-jurnal tersebut cukup dibutuhkan dalam pelaporan keuangan yang rapi, tak ada salahnya juga untuk memahami sistem kertas kerja akuntansi.

Sekalipun sebenarnya tidak wajib, banyak pelaku usaha yang tetap membuat neraca lajur atau kertas kerja untuk memastikan penyusunan laporan keuangan yang rapi. Tanpa adanya kertas kerja, kompleksitas penyusunan laporan keuangan pun akan lebih tinggi karena kita perlu memastikan tidak ada kesalahan pencatatan dalam membuat laporan keuangan tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Kertas Kerja Audit? Apa Fungsinya? Simak di Sini!

Terapkan contoh kertas kerja dan kelola keuangan bisnis dengan lebih rapi serta akurat!

Apa Fungsi Kertas Kerja dalam Bisnis?

Ada banyak sekali fungsi kertas kerja yang sebenarnya cukup membantu pengelolaan keuangan bisnis. Salah satu dari fungsi tersebut adalah mempermudah pemeriksaan kembali catatan keuangan yang telah dibuat.

Melalui kertas kerja, transaksi yang terjadi dalam suatu periode bisa dibuat lebih ringkas, sehingga ketika kita perlu memeriksa kembali kondisi keuangan bisnis, prosesnya juga akan lebih mudah. Tanpa adanya kertas kerja, bisa jadi pelaku usaha harus memeriksa setiap bukti transaksi yang terjadi satu per satu sekadar untuk memastikan laporan keuangan yang dibuat sudah benar-benar sesuai dengan kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya.

Selain tidak efisien, cara tersebut juga rentan menyebabkan terjadinya kesalahan, terlebih yang diakibatkan oleh kurangnya ketelitian dalam memeriksa setiap jenis transaksi secara manual.

Tak berhenti sampai di sana, fungsi kertas kerja juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kesehatan arus kas bisnis secara cepat. Tanpa perlu menunggu laporan keuangan umum yang biasanya baru dibuat di akhir periode maupun tahun kalender berjalan, pelaku usaha bisa melihat arus keluar dan masuknya kas untuk mengetahui kesehatan bisnis. Dengan demikian, strategi bisnis yang lebih baik untuk periode berikutnya juga bisa dengan tepat disiapkan, kan?

Bagaimana Cara Membuat Kertas Kerja?

Pelaku usaha yang ingin mulai menerapkan sistem kerja keras dalam pengelolaan bisnisnya sebenarnya tak perlu merasa pusing karena cara membuat kertas kerja ini tergolong cukup mudah.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat tujuh kolom pencatatan keuangan yang mencakup nama akun, lajur neraca saldo, lajur penyesuaian, lajur neraca saldo setelah penyesuaian, lajur neraca, dan lajur laporan laba rugi.

Selanjutnya, kita hanya perlu mengumpulkan setiap bukti transaksi, kemudian mengelompokkannya sesuai nama akunnya masing-masing. Tak perlu cemas, pencatatan keuangan ini bisa dilakukan dengan memindahkan transaksi dari setiap neraca yang dibuat sesuai dengan lajurnya saja, kok.

Apabila pengelompokan sudah selesai dilakukan, kita bisa dengan mudah menghitung saldo yang telah disesuaikan dengan besarnya aset, termasuk untuk pembayaran yang dilakukan dengan utang, dan juga kewajiban bisnis yang masih harus diselesaikan, dan kertas kerja pun sudah siap untuk dijadikan acuan dalam penyusunan laporan keuangan.

Bagaimana? Cara membuat kertas kerja ini cukup mudah, kan?

  • Format Kertas Kerja

Seperti yang sudah sempat dibahas sebelumnya, pembuatan kertas kerja sebenarnya cukup fleksibel. Namun, meski kita bisa secara leluasa menyusun laporan keuangan yang satu ini, tetap ada format kertas kerja yang harus diikuti, lho!

Secara umum, seperti yang sudah disebutkan di atas, umumnya kertas kerja terdiri dari tujuh lajur saja untuk menjelaskan besarnya nilai aset, liabilitas, serta kondisi arus kas. Untuk lajur nama akun, kita bisa menuliskan nama untuk setiap akun atau pos anggaran yang digunakan. Lajur ini nantinya digunakan sebagai acuan dalam menggolongkan setiap transaksi yang terjadi.

Nah, untuk keenam lajur lainnya, kita perlu membagi lagi lajur-lajur tersebut menjadi dua kolom: satu untuk debit dan satu lagi untuk kredit. Dengan demikian, kita bisa mengetahui besarnya nilai arus kas yang dipengaruhi oleh setiap akun secara lebih rinci.

Dengan mengikuti format kertas kerja ini, laporan keuangan pun bisa disusun dengan mudah karena seluruh transaksi yang ada sudah dikelompokkan sesuai dengan akunnya masing-masing. Sangat membantu sekali, kan?

Menerapkan Contoh Kertas Kerja dalam Bisnis

Ada banyak sekali contoh kertas kerja yang bisa kita gunakan untuk memulai sistem kertas kerja kita sendiri. Tak hanya untuk penyusunan laporan keuangan saja, kertas kerja juga bisa diterapkan untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan pencatatan keuangan bisnis itu sendiri.

Untuk alasan tersebut, kertas kerja banyak digunakan pada saat proses audit. Hanya saja, dalam proses ini, jenis kertas kerja yang digunakan bukan untuk akuntansi, melainkan kertas kerja audit.

Nah, dalam kertas kerja audit, biasanya kita akan menemukan catatan-catatan yang dibuat oleh pihak auditor yang meringkas kondisi bisnis kita secara umum dan juga alur proses bisnis maupun prosedur audit yang akan dilakukan. Kertas kerja ini akan menjadi salah satu alat bantu bagi auditor dalam memeriksa kondisi kesehatan bisnis kita.

Baca Juga: Maksimalkan Peluang Usaha, Waspadai Juga Risiko Bisnis!

aplikasi karyawan majoo

Sebagai bagian dari pencatatan laporan keuangan, tentu contoh kertas kerja akan sulit untuk diterapkan jika tidak diawali dengan pencatatan keuangan bisnis yang baik. Oleh karena itu, gunakan aplikasi majoo yang tak hanya dapat mempermudah proses pengelolaan bisnis, tetapi juga mampu mencatat setiap transaksi yang terjadi secara tepat, akurat, dan otomatis.

Jadi, tunggu apa lagi? Langsung saja, yuk, gunakan aplikasi majoo dan manfaatkan seluruh fitur unggulannya sekarang juga!


Sumber Data: 

https://www.simulasikredit.com/neraca-lajur-pengertian-fungsi-dan-pembuatan

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo