Apa Benar Customer Centric adalah Tren Bisnis Masa Kini?!

Ditulis oleh Ajar Pamungkas

article thumbnail

Sebagai salah satu model strategi bisnis, customer centric adalah salah satu yang paling banyak dijadikan andalan, khususnya ketika terjadi pergeseran model bisnis akibat semakin berkembangnya zaman dan mudahnya akses terhadap berbagai produk teknologi.

Namun, apakah benar konsep yang satu ini bisa menjadi tren bisnis yang baru? Tentu bisa, dong, terlebih jika ada lebih banyak pelaku usaha yang mulai memahami pentingnya memperhatikan pelanggan dalam pengelolaan bisnis. Nah, bagi kamu yang masih belum terlalu paham, tenang saja, karena kita akan membahasnya bersama-sama!

Apa, sih, yang dimaksud dengan customer centric? Bagaimana penerapannya dalam model bisnis yang bisa dijalankan? Bagaimana cara membangun bisnis yang berpusat pada pelanggan? Tentu ada banyak pertanyaan serupa yang melintas di kepala, kan? Bagaimana jika kita langsung urai satu per satu jawaban untuk setiap pertanyaan tersebut? Let’s go!

Customer Centric adalah 

Secara singkat, sesuai dengan namanya, customer centric adalah sebuah strategi bisnis yang menjadikan pelanggan sebagai pusat dari pengelolaan bisnis yang dilakukan.

Strategi ini sedikit berbeda dengan bisnis konvensional yang umumnya berpusat pada revenue atau keuntungan. Dalam bisnis-bisnis konvensional tersebut, kita akan dengan mudah melihat bagaimana pengelolaan bisnis dilakukan dengan berorientasi pada keuntungan. Mencari laba yang sebesar-besarnya kerap dijadikan tujuan pengelolaan bisnis model ini.

Sebenarnya, dalam bisnis yang berpusat pada pelanggan pun tujuan akhir yang ingin dicapai tetaplah keuntungan yang sebesar-besarnya dengan biaya yang sekecil mungkin. Hanya saja, dalam strategi bisnis ini, keuntungan tersebut berusaha dicapai dengan secara optimal memperhatikan kebutuhan atau keinginan pasar.

Dengan kata lain, alih-alih mencoba mencari bahan baku yang semurah mungkin dengan harga jual produk jadi yang setinggi mungkin untuk memperbesar margin keuntungan, customer centric adalah strategi yang berusaha untuk menarik sebanyak mungkin minat pasar terhadap produk atau jasa yang ditawarkan, sehingga dengan margin keuntungan yang tak terlalu besar pun bisnis bisa tetap bertahan, bahkan semakin maju dan berkembang.

Dengan strategi ini, pelaku usaha tidak harus terlalu fokus dalam mencari keuntungan, tetapi memastikan setiap pelanggan yang datang bisa menemukan kepuasan, dan pada akhirnya keuntungan pun akan datang sendiri.

Baca Juga: Cara Membangun Budaya Perusahaan yang Customer Centric

Mengenal Penerapan Customer Centric Business Model

Berkebalikan dengan bisnis model yang berpusat pada produk dan revenue, customer centric business model akan lebih cenderung memperhatikan pelanggan itu sendiri, misalnya saja dengan melakukan pendekatan pemasaran serta penjualan yang lebih personal.

Dalam bidang jasa, perbedaan ini akan terasa signifikan, karena ketika usaha yang dijalankan lebih berorientasi kepada produk, pelanggan hanya diasumsikan sebagai prospek sekali waktu. Artinya, berapa banyak jasa yang berhasil ditawarkan akan menjadi target utama, terlepas kepada siapa jasa tersebut ditawarkan.

Sedikit berbeda, dalam customer centric business model, pelanggan akan menjadi pusat yang diprioritaskan ketika menawarkan atau menjual suatu jasa. Pelanggan ditargetkan untuk melakukan pembelian berulang untuk memastikan bisnis dapat tetap bertahan.

Dengan strategi tersebut, pelacakan dalam evaluasi bisnis pun bergeser dari yang tadinya menghitung banyaknya produk atau jasa yang terjual secara keseluruhan, menjadi banyaknya pelanggan yang melakukan pembelian, dan seberapa sering pelanggan tersebut melakukan pembelian berulang.

Dalam model bisnis ini, pelacakan berdasarkan pelanggan ini sangat penting sekali karena dapat membantu pelaku usaha untuk menentukan ruang-ruang perbaikan serta peningkatan yang dibutuhkan berdasarkan minat pelanggan. Sebagai contohnya, inovasi atau pengembangan bisnis bisa dilakukan dengan mencari tahu terlebih dahulu produk atau jasa yang bagaimana yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelanggan.

Salah satu kunci suksesnya customer centric adalah tingginya tingkat kepuasan pelanggan.

  • Penerapan Contoh Customer Centric

Jika dijabarkan seperti di atas, mungkin tak banyak yang bisa benar-benar memahami penerapan model bisnis yang berpusat pada pelanggan, oleh karena itu, tak ada salahnya kita membahas sejumlah penerapan contoh customer centric business.

Contoh yang paling mudah ditemukan sebenarnya bisa kita lihat dari bisnis-bisnis yang secara khusus membentuk tim CRM maupun customer success. Biasa ditemukan dalam bisnis-bisnis perusahaan rintisan, baik CRM, atau customer relation management, maupun customer success merupakan tim yang dibentuk untuk memastikan pengelolaan bisnis dijalankan dengan pelanggan sebagai pusatnya.

Di setiap perusahaan yang memiliki kedua jenis tim tersebut, kita akan mendapati adanya hubungan antara perusahaan dengan pelanggan yang tak langsung putus begitu transaksi jual-beli diselesaikan. Relasi tetap dibangun untuk memastikan pelanggan tetap merasa puas sekalipun setelah transaksi terjadi.

CRM dan juga customer success yang bisa ditemukan dalam contoh customer centric business berfungsi untuk mengelola relasi yang baik antara perusahaan dan pelanggan, baik sebelum transaksi terjadi hingga setelah transaksi diselesaikan. Tak jarang, relasi ini juga terwujud dalam bentuk layanan purnajual maupun evaluasi pengembangan bisnis.

Dari relasi yang dibangun tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui apa yang disukai pelanggan dari bisnisnya, bagaimana bisnis tersebut bisa ditingkatkan, dan kebutuhan pelanggan yang bagaimana yang perlu dipenuhi.

Baca Juga: Melangkah Maju dengan Bisnis Lebih Customer Centric

Cara Membangun Customer Centric Business

Cara membangun customer centric business sebenarnya tak sulit dilakukan. Apabila tertarik untuk menerapkan strategi bisnis yang satu ini, pertama-tama, pastikan terlebih dahulu kebutuhan pelanggan yang ingin ditargetkan.

Ingat selalu bahwa produk atau jasa yang benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan pasti akan selalu dicari sehingga angka penjualannya bisa dipastikan akan terus ada. Tanpa adanya pengetahuan yang baik terkait kebutuhan pelanggan, produk atau jasa yang kita tawarkan pun kehilangan added value yang membuatnya menarik bagi pelanggan.

Kebutuhan pelanggan ini tak hanya penting untuk memastikan bahwa produk dan jasa yang kita tawarkan benar-benar komoditas bisnis yang dicari oleh pelanggan, tetapi juga memastikan pelanggan merasakan pengalaman terbaiknya saat berbelanja atau menggunakan produk serta jasa kita.

Oleh karena itu, riset yang mendalam terhadap produk, pasar, dan juga kepuasan pelanggan kerap menjadi sesuatu yang penting dalam cara membangun customer centric business. Dengan adanya riset-riset ini, kita bisa lebih pasti dalam menyajikan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan, sehingga angka penjualan pun bisa terus ditingkatkan seiring dengan pengembangan usaha yang dilakukan.

Baca Juga: Utamakan Konsumen, Strategi Pemasaran yang Perlu Diterapkan

Apa Manfaat Customer Centric Business?

Ada banyak sekali manfaat customer centric business yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya adalah terjaganya tingkat kepuasan pelanggan terhadap bisnis yang kita jalankan. Jangan memandang hal yang satu ini sebagai sesuatu yang sepele, ya, pasalnya tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi merupakan salah satu kunci untuk memastikan bisnis dapat terus maju dan berkembang.

Apabila pelanggan merasa puas dengan bisnis yang kita jalankan, baik saat berbelanja maupun setelahnya, pelanggan akan lebih tertarik untuk melakukan pembelian berulang. Tentu saja ini merupakan manfaat yang sangat krusial karena pembelian berulang dapat memastikan angka penjualan yang stabil, sehingga strategi bisnis pun bisa lebih mudah dikembangkan tanpa harus menghabiskan waktu untuk fokus pada performa bisnis.

Tak berhenti sampai di situ saja, manfaat customer centric yang diterapkan dengan baik pada bisnis juga dapat membantu pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Bagaimana tidak, kan, karena dengan berpusat pada pelanggan, arah pengembangan bisnis pun bisa dengan tepat dilakukan ke arah yang menguntungkan bisnis.


Dengan besarnya manfaat yang diberikan, tak heran bila customer centric adalah tren yang banyak dijadikan andalan dalam pengelolaan bisnis. Bagi pelaku usaha yang ingin mencoba menerapkan strategi ini, coba manfaatkan aplikasi majoo yang tak hanya andal dalam pengelolaan operasional bisnis semata, tetapi juga dilengkapi dengan layanan CRM untuk mempermudah pengembangan bisnis dengan berpusat pada pelanggan.

Gunakan aplikasi majoo sekarang juga!


Sumber Data: 

https://qontak.com/blog/customer-centric

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo