Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Manfaat, Rumus, dan Tahapan Menghitung Economic Value Added

    Manfaat, Rumus, dan Tahapan Menghitung Economic Value Added

    Mengukur kinerja keuangan perusahaan ada rumusnya di dalam economic value added dan dapat menyatakan kondisi kesehatan perusahaan.

    Kali ini, kita akan belajar mengenai suatu alat ukur kinerja keuangan perusahaan bernama economic value added atau disingkat menjadi EVA.

    Dengan EVA, kamu sebagai pemilik usaha akan tahu tingkat kesejahteraan dan kesehatan finansial dari usaha yang kamu jalankan.

    Dari beberapa alat ukur kinerja keuangan, EVA cukup bisa diandalkan. Mengapa? Karena bisa dibilang, standar pengukurannya lebih tinggi.

    Sederhananya, economic value added menyatakan sebuah perusahaan dalam keadaan benar-benar sehat jika kekayaannya melebihi dari biaya modal.

    Ibaratnya, EVA mengatakan bahwa bagaimana tidak sejahtera sebuah usaha jika yang didapatkan bukan hanya keuntungan yang menutupi biaya bisnis, melainkan ada kelebihannya? Nah, ini adalah prinsip yang dipegang oleh alat economic value added.

    Lalu, apa manfaat lain dan bagaimana cara mengukur economic value added? Pelajari sama-sama, yuk!

    Baca juga: Teknik Analisis Data yang Bisa Diterapkan dalam Bisnis 

    Pengertian Economic Value Added

    Pendekatan metode economic value added pertama kali digagas oleh G. Bennett Stewart dan Joel M. Stern pada tahun 1993. Keduanya merupakan seorang analis keuangan dari lembaga konsultan Amerika Serikat yang bernama Steward Management Services.

    Economic value added yang sering disingkat menjadi EVA ini dialihbahasakan di Indonesia menjadi Nilai Tambah Ekonomis.

    Agar, kamu lebih bisa memahami, maka kita mulai dengan definisi dari economic value added, ya.

    Simak beberapa pengertian economic value added menurut para ahli berikut ini.

    Thomas Sumarsan (2013) dalam bukunya Sistem Pengendalian Manajemen. Economic value added merupakan ukuran keberhasilan sebuah manajemen perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah (value added) dari perusahaan.

    Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston (2018) dalam buku Fundamental of Financial Management. Economic value added adalah kelebihan laba neto operasi yang dihitung setelah pajak (NOPAT) terhadap biaya modal.

    Budi Rahardjo (2009) dalam bukunya Dasar-dasar Analisis Fundamental Saham Laporan Keuangan Perusahaan. Nilai tambah ekonomis atau economic value added adalah laba usaha dikurangi dengan pajak dan biaya bunga atas hutang serta dikurangi cadangan untuk biaya modal.

    Investopedia. Economic Value Added adalah suatu sistem manajemen keuangan yang digunakan untuk mengukur serta menilai laba ekonomi pada suatu perusahaan. Nilainya menjadi patokan akan tingkat kesejahteraan perusahaan. Kondisi sejahteran ini hanya bisa tercipta bila perusahaan bisa memenuhi berbagai biaya operasi dan juga biaya modal.

    Alasan Pentingnya EVA Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan

    Ada sejumlah alasan mengenai pentingnya menggunakan metode economic value added (EVA) sebagai salah satu alat ukur utama dalam menilai kinerja keuangan sebuah perusahaan.

    1. EVA menurut Young dan O’Byrne (2001) merupakan nilai yang bisa jadi patokan bagi pemegang saham, menggambarkan tingkat pengembalian yang melebihi biaya modal.
    2. Kaplan dan Atkinson (1998) setuju bahwa EVA sebagai alat ukur kesehatan keuangan perusahaan telah mengatasi kegagalan dan keterbatasan penggunaan sejumlah rasio keuangan lainnya.
    3. EVA di mata Brigham dan Houston (1999) dinilai seiring sejalan dengan tujuan perusahaan, yaitu memaksimalkan kekayaan pemegang saham.
    4. Eccles dkk. (2001) mengatakan bahwa perhitungan EVA memperlihatkan laba akuntansi yang merefleksikan biaya modal perusahaan.
    5. Kotler (2003) mengamati bahwa sekarang terjadi pergeseran nilai, yaitu shareholder value merupakan fokus utama kegiatan operasional perusahaan. Sehingga indikator tradisional ditinggalkan. EVA penggantinya yang lebih baik.

    Manfaat Economic Value Added

    Terdapat beberapa manfaat yang bisa kamu raih jika mengaplikasikan penghitungan economic value added dalam perusahaanmu.

    • Alat untuk menilai kinerja perusahaan yang fokusnya adalah penciptaan nilai (value creation).
    • Meningkatkan kesadaran jajaran manajer mengenai tugasnya, yaitu memaksimalkan nilai perusahaan dan nilai para pemegang saham.
    • Dorongan bagi pada manajer untuk memilih investasi yang memaksimalkan tingkat pengembalian sekaligus meminimalkan biaya modal.
    • Menjadikan manajer dapat mengevaluasi pekerjaan berdasarkan standar tertinggi dari nilai perusahaan.
    • Menjadi motivasi bagi seluruh anggota perusahaan agar lebih memperhatikan kebijakan struktur modal.
    • Sebagai alat ukur yang membantu mengidentifikasi sebuah proyek yang potensial dalam memberikan pengembalian yang lebih tinggi dari biaya modalnya.

    Rumus Economic Value Added

    Seperti disinggung di atas, sederhananya nilai economic added value adalah mencari selisih antara NOPAT dengan biaya modal.

    NOPAT merupakan akronim dari net operating profit after tax atau laba usaha bersih setelah pajak.

    Jadi, begini rumus economic value added:

    EVA = NOPAT - (WACC x IC)

    Keterangan:

    NOPAT: Laba usaha bersih setelah pajak (net operating profit after tax)

    WACC: Biaya modal rata-rata (weighted average cost of capital)

    IC: Modal yang diinvestasikan (invested capital)

    Oleh karena itu, untuk mendapatkan nilai EVA, ikuti langkah-langkahnya, ya.

    Ada beberapa tahap dalam menghitung economic value added hingga dapat menghasilkan indikator kesehatan keuangan perusahaan.

    Tahapan Perhitungan Economic Value Added

    Lakukan langkahnya satu per satu agar nilai economic value added bisa didapatkan.

    Jika kamu melihat rumus EVA, kamu perlu terlebih dahulu mendapatkan nilai NOPAT, WACC, dan IC.

    1. Menghitung Net Operating Profit After Tax (NOPAT)

    NOPAT adalah laba yang diperoleh dari kegiatan operasional perusahaan namun sudah dikurangi pajak penghasilan. NOPAT dapat dihitung dengan rumus:

    NOPAT = EBIT – Pajak penghasilan

    Keterangan:

    EBIT: Laba sebelum bunga dan pajak (earning before interest and taxes)

    2. Menghitung Invested Capital (IC)

    Invested capital adalah merupakan jumlah seluruh pinjaman perusahaan. Di luar pinjaman jangka pendek yang tidak berbunga (non-interest bearing liabilities). Misalnya saja utang dagang, utang pajak, biaya yang masih harus dibayar, dan uang muka konsumen.

    Rumus untuk mendapatkan IC:

    IC = (Total hutang + ekuitas) – Hutang jangka pendek 

    3. Menghitung Cost of Debt (Kd)

    Cost of debt alias biaya hutang (Kd) adalah suku bunga efektif (effective rate) yang harus dibayarkan perusahaan karena adanya hutang dari pinjaman kepada institusi keuangan atau sumber lainnya.

    Perhitungan biaya hutang ada dua yaitu sebelum pajak dan sesudah pajak. Namun oleh karena pembayaran bunga kerap kali mengurangi pajak maka perusahaan lebih sering menggunakan nilai utang setelah pajak (Kd).

    Cost of debt (Kd) dapat dihitung dengan rumus ini:

    Kd = Kd* (1 - t)

    Keterangan:

    Kd* = Pembiayaan hutang sebelum pajak = (Beban Bunga : Total Hutang) x 100%

    t = tarif pajak

    4. Menghitung Capital Asset Pricing Model (Kc)

    Capital asset pricing model (CAPM) atau Penetapan Harga Aset Modal (Kc) memperlihatkan hubungan antara pengembalian yang diharapkan perusahaan dan resiko.

    Resiko ini mencakup risiko sistematis (Beta) teruntuk aset yang beresiko.

    Masukan tingkat pengembalian hasil atau risk free rate (Krf) untuk menghitung Kc. Risk free rate adalah tingkat imbal hasil investasi bebas risiko.

    Instrumen ini biasanya berupa surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah seperti Surat Utang Negara (SUN), atau SBI atau investasi yang dijamin pemerintah lainnya.

    Juga masukan nilai return market (Km) yang merupakan tingkat imbal hasil portofolio pasar, yakni IHSG. 

    Rumus untuk mendapatkan capital asset pricing model (Kc) adalah:

    Kc = Krf + β (Km – Krf)

    Keterangan:

    Krf: Tingkat pengembalian hasil (risk free rate)

    Β: beta

    Km: return market

    5. Menghitung Weighted Average Cost Of Capital (WACC)

    Weighted Average Cost Of Capital (WACC) adalah tingkat pengembalian investasi minimum untuk meraih tingkat pengembalian yang sesuai harapan diharapkan oleh investor atau kreditur dan pemegang saham (Required Rate of Return).

    Rumus WACC adalah:

    WACC = Kd* (1-t) Wd + Kc Wcs

    Keterangan:

    Kc: Penetapan harga aset modal (CAPM)

    Kd: Biaya hutang setelah pajak (Cost of Debt)

    Tax: Pajak Penghasilan = (Beban pajak : Laba bersih sebelum pajak) x 100%

    Wd: Hutang Tertimbang = (Total hutang : Total hutang dan ekuitas) x 100%

    Wcs: Ekuitas Tertimbang = (Total ekuitas : Total hutang dan ekuitas) x 100%

    6. Menghitung Economic Value Added (EVA)

    Nah, akhirnya sekarang kita bisa menentukan nilai economic added value setelah sebuah variabel di atas berhasil kamu hitung.

    Masukkan semua variabel dari poin 1 sampai dengan 5 ke rumah ini:

    EVA = NOPAT – (WACC x IC)

    Keterangan:

    NOPAT: Laba Usaha bersih setelah pajak (Net Operating Profit After Tax)

    WACC: Biaya modal rata-rata (Weighted Average Cost Of Capital)

    IC: Modal yang diinvestasikan (Invested Capital)

    Baca Juga: Menghitung Efisiensi Aset dengan Rumus Return on Asset 

    Indikator Pengukuran Economic Value Added

    Setelah kamu mendapatkan nilai EVA, lalu bagaimana menerjemahkan sehat tidaknya kinerja keuangan dari perusahaanmu?

    Begini standar indikator nilai EVA:

    • EVA > 0, berarti adanya penambahan nilai ekonomi pada perusahaan. Tentu saja semakin besar nilai tambahnya maka harapan investor terpenuhi.
    • EVA < 0, berarti perusahaan dinyatakan belum cukup berhasil menciptakan nilai tambah ekonomi. Gambaran bahwa laba bersih operasional perusahaan tak memenuhi harapan investor.
    • EVA = 0, berarti perusahaan hanya mampu menghasilkan laba yang impas untuk memenuhi kewajiban para kreditur dan pemegang saham.

    Kesimpulan

    Bagaimanapun, perusahaan yang sehat dan berkembang merupakan yang selalu memiliki nilai tambah ekonomi tiap tahunnya. Oleh karena itu sebagai pelaku UMKM, ada baiknya untuk menggunakan metode economic added value untuk memperlihatkan tingkat kesehatan keuangan perusahaan di depan para pemangku kepentingan.

    Tentu saja, nilai EVA yang positif akan berdampak besar pada kepercayaan yang lebih besar pula dari para penyandang dana untuk perusahaan.

    Yuk, tambah lagi pengetahuanmu seputar akuntansi keuangan bisnismu bersama majoo. Silakan buka artikel-artikel tentang keuangan UMKM dan selamat belajar, Majoopreneurs!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!