Table of Content

    Membuat Foto Produk: Jenis, Cara, Tips, dan Fungsi

    Jika ingin produk lebih menarik minat calon pembeli, kamu harus membuat foto produk yang mewakili pesan dan citra bisnismu.

    Terlintaskah di dalam pikiran kamu gunanya foto produk untuk bisnismu?

    Pernahkah kamu tiba-tiba berliur karena tergiur ketika melihat foto cheese burger berukuran besar dengan keju meleleh, sayuran segar nan ranum, serta daging yang terlihat tebal, empuk, dan juicy

    Nah! Itulah kehebatan foto produk. Tanpa banyak berkata, tapi punya daya untuk mengajak yang luar biasa.

    Lihat saja hasil survei yang dikutip dari justuno.com yang menyebutkan bahwa 93% konsumen mempertimbangkan aspek visual dari suatu produk. Tentu saja foto produk ciamik menjadi salah satu faktor yang diperimbangkan dalam memutuskan pembelian.

    Lihat juga di Instagram, e-commerce, TikTok, bahkan gerai makanan yang memasang menu dengan foto produknya.

    Semakin bagus gambaran yang ada di dalam foto produk, kesempatan meraup omzet besar karena melonjaknya pembelian pun meningkat.

    Jika kamu pelaku UMKM yang sedang memikirkan tentang membuat sesi foto untuk produk yang akan dijual, maka artikel ini memang untuk kamu. 

    Yuk, simak lebih jauh mengenai foto produk, beserta fungsi serta trik dan tips pembuatannya. 

    Apa Itu Foto Produk?

    Fotografi produk atau sering disebut foto produk adalah salah satu bentuk fotografi komersial. Tujuan utamanya untuk menghadirkan tampilan produk berupa foto yang sebaik mungkin.

    Foto produk diperlukan untuk memberi deskripsi produk dengan lebih jelas secara visual kepada konsumen mengenai bentuk fisik dan fungsi dari produk tersebut. 

    Dalam dunia digital marketing, foto produk adalah tentara garda paling depan dalam proses pemasarannya. 

    Jika sebuah foto produk sudah menarik perhatian, secara otomatis konsumen menjadi lebih mengetahui dan mengenal produk yang kamu branding. 

    Baca Juga: Social Media Marketing: Pengertian Hingga Contohnya

    Fungsi Foto Produk

    Sebelum kita mengupas mengenai hal teknis dalam pembuatan foto produk, yuk, pahami dulu seberapa penting sih foto produk untuk para pelaku UMKM.

    Berikut ini fungsi foto produk dalam sebuah brand:

    1. Meningkatkan Reputasi Bisnis

    Foto yang diolah dengan baik dan menarik akan membuat konsumen beranggapan produk yang kamu jual memang dikelola dengan serius.

    Seiring dengan itu, konsumen juga akan menilai bahwa kamu adalah produsen yang dipercaya memiliki produk berkualitas. Di saat yang sama, kamu juga menawarkan keunikan yang tidak dimiliki oleh pesaing.

    2. Melejitkan Nilai Jual

    Nilai rasa yang sampai pada benak konsumen akan berbeda ketika melihat foto yang diolah dengan baik dengan yang asal ada atau asal jadi.

    Foto yang profesional membuat produk menjadi lebih elegan dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

    3. Identitas yang Melekat

    Pentingnya foto produk bagi UMKM atau pun bisnis yang lebih besar adalah untuk membuat identitas atau karakter yang khas dan diingat oleh konsumen. 

    Apapun yang terlihat secara visual di foto produk dari brand milikmu akan melekat. Akan diingat. Tentu saja harapan ke depannya menjadi daya pikat. 

    4. Meningkatkan Engagement

    Terlebih untuk kamu yang memfokuskan kanal pemasarannya melalui platform digital, foto produk adalah “tenaga pemasaran” tanpa suara dan kata. 

    Terutama di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan sejenisnya serta Instagram, foto adalah ‘nyawa’ dari pemasaran produk.

    Tampilan yang menarik dan out of the box menjadi magnet bagi konsumen dan meningkatkan engagement pada algoritma pada social media marketing. Pengguna media sosial tidak ragu untuk memberi komentar, like, atau share foto tersebut pada teman-temannya.

    5. Membantu Brand Awareness

    Foto produk penting untuk menciptakan brand awareness dan membangun hubungan baik dengan pelanggan setiap saat.

    Terlebih karena foto produk yang baik dapat memudahkan konsumen dalam mengenal brand milikmu beserta produk yang ditawarkan.

    6. Meningkatkan Omzet

    Seiring dengan naiknya kepercayaan konsumen dan brand awareness terhadap produk karena foto produkmu yang keren, biasanya akan diikuti dengan meningkatnya omzet melalui proses konversi. 

    Ya, foto yang menarik dan menjanjikan membuat konsumen tak ragu-ragu memasukkan produkmu ke keranjang belanjanya. 

    Jenis-Jenis Foto Produk

    Nah, jika kamu sudah benar-benar tertarik untuk membuat foto produk dari bisnismu, kenali dulu beberapa jenis foto produk berikut ini. 

    1. White Background Shoot

    (sumber: stock.adobe.com)

    Jenis dan teknik memotret dengan latar belakan putih atau polos ini dapat digunakan untuk beragam produk. Kelebihannya adalah memperlihatkan produk dengan detail dan fokus pada produk karena kontras dengan latar belakangnya. 

    2. Lifestyle Shot

    (sumber: behance.net)

    Teknis pemotretan yang menggambarkan produk ketika digunakan. Misalnya produk camilan yang tersaji di ruang santai, produk tenda yang ditampilkan di area perkemahan, dan lain-lain.

    3. Flat Lay Shoot


    (sumber: unsplash)

    Jenis foto ini menempatkan produk pada bidang datar dan difoto dari atas dengan posisi kamera lurus. Biasanya ditambahkan properti lain yang memperkuat citra produk. 

    4. Scale Shoot

    (sumber: weareyellowpixel.com)

    Foto produk jenis ini menampilkan penjelasan ukuran melalui obyek pembanding yang diatur dengan luwes. Misalnya konsumen jadi tahu skala ukuran pewarna kuku ketika difoto dengan cara sedang digenggam oleh model. 

    5. Detailed Shoot

    (sumber: ecommercephotographyindia.com)

    Foto dengan detail ini membuat konsumen melihat produkmu dengan lebih jelas. Pemotretan dilakukan secara close-up yang menonjolkan keunggulan dari produkmu. Misalnya jahitan tepi pada produk jilbab, foto bagian dalam tas wanita, dan sebagainya.

    6. Individual Shoot

    (sumber: soona.co)

    Pernah lihat foto dalam katalog produk? Nah, itu merupakan jenis foto produk individual shot. Jadi sebuah foto benar-benar hanya produk tersebut. 

    7. Product Grouping


    (sumber: elitephotographygroup.com)

    Sebaliknya, product grouping justru terdiri atas beberapa produk dalam satu foto. Misalnya rangkaian skincare anti jerawat yang berisikan pembersih wajah, toner, seru, dan pelembap.

    8. Packaging Shoot


    (sumber: istockphoto)

    Jenis foto produk ini berfokus pada produk beserta kemasannya. Penting bagi konsumen untuk tahu bentuk kemasannya agar terhindar dari pemalsuan barang. Selain itu, banyak konsumen yang tertarik untuk membeli karena pengemasannya yang menarik dan aman. 

    9. Ghost Mannequin

    (sumber: pixelphant.com)

    Jenis foto produk ini biasanya digunakan dalam produk pakaian. Memperlihatkan produk pakaian yang sedang digunakan, namun bagian tubuh pemakai disunting dan dihilangkan melalui aplikasi edit foto.

    10. Foto Fashion

    (sumber: shutterstock)

    Kebalikan dari ghost mannequin, jenis foto produk yang satu ini memotret produk dengan modelnya. Lokasi pemotretan bisa di dalam studio ataupun di luar studio sesuai dengan tema dan skenario dari keunggulan produk yang ingin ditonjolkan.

    Baca Juga: Catat! Ini Pentingnya Menentukan Target Pasar Bagi Bisnis

    Ciri Foto Produk Yang Baik dan Menarik

    Pertanyaannya sekarang, memangnya seperti apa, sih, foto produk yang bagus itu? Ini nih, ciri dan karakter foto produk yang baik:

    • Foto yang mempertimbangkan dengan cermat alat pencahayaan (lighting) yang tepat.
    • Pemilihan bahan latar belakang yang cocok dengan produk
    • Fokus kamera yang tajam dengan kedalaman bidang yang tepat.
    • Sudut pengambilan gambar kamera yang menonjolkan kelebihan produk.
    • Pengeditan yang cermat dan detail. 

    Cara Membuat Foto Produk 

    Nah, sekarang waktunya belajar langkah-langkah membuat foto produk agar menghasilkan foto seperti ciri-ciri di atas.

    1. Buat moodboard

    Ini adalah gambaran utama alias skenario pembuatan dan peletakkan produk dalam foto. 

    Menentukan ‘cerita’ yang disampaikan dalam sebuah foto produkmu. Hal ini membantu mengarahkan mengenai apa yang harus disiapkan dan dilakukan saat sesi foto.

    2. Buat daftar sudut pengambilan gambar

    Ya, rinci angle/sudut kamera dari arah tertentu agar menghasilkan foto yang sesuai dengan moodboard. Ini memudahkan fotografer dalam membidik produkmu saat pemotretan.

    3. Waktunya mendekorasi! 

    Setelah memilih tempat dan waktu yang tepat. Atur props yang sudah disiapkan beserta sumber cahaya yang dibutuhkan. 

    4. Ambil sebanyak-banyaknya

    Tak perlu ragu, ambillah foto sebanyak-banyaknya. Kita tak pernah tahu bidikan yang menghasilkan foto dengan angle dan detail sempurna ada di foto ke berapa, kan?

    5. Koreksi, koreksi, koreksi! 

    Amati seluruh foto yang berhasil diambil, pilih yang terbaik, lalu sunting agar lebih detail dan menarik.

    6. Sesuaikan

    Optimalkan hasil foto yang sudah kamu edit. Misalnya dengan menyesuaikan resolusi, rasio, ukuran, dan tone warna sesuai dengan platform yang kamu pilih untuk mengunggahnya. 

    Tips Foto Produk Yang Menarik

    Untuk bisa mendapatkan foto produk yang keren, bagaimana caranya? Nih, simak ya tips cara membuat foto produk yang memikat.

    1. Kunci utama: kamera! 

    Semakin canggih spesifikasi kamera, makin bagus juga hasilnya. ISO tinggi, auto focus cepat, dan sensor gambar baik adalah keunggulan dari kamera DSLR. Namun kamu jangan sedih, banyak juga foto produk yang keren hasil dari bidikan ponsel pintar. Pelajari tekniknya, ya.

    2. Jeli memilih sumber dan sudut cahaya. 

    Cahaya matahari alami paling bagus. Jika tidak ada, gunakan lampu tidur atau ring light jika lokasi foto minim cahaya. 

    3. Pilih background yang menonjolkan produk. 

    Jangan sebaliknya, ya. Pilih yang polos agar fokus konsumen hanya pada produk. 

    4. Ambil foto dari beragam sudut. 

    Untuk memperoleh dimensi yang sempurna dan konsumen melihatnya dari sudut yang paling bagus. Lakukan eksperimen sampai dapat sudut yang paling tepat. rimen sampai mendapatkan sudut yang sesuai dengan produk Anda.

    5. Minim modal, gunakan flat lay. 

    Selain memang sedang populer, teknik ini juga cocok untuk beragam produk. Mudah juga persiapannya, hanya dengan meja, cahaya, dan sedikit props. 

    6. Ikuti teknik yang sedang trending. 

    Agar citra produkmu terlihat mengikuti zaman, pilih teknik foto yang sedang populer. Misalnya dengan cermin dan menggunakan wallpaper laptop. Foto jadi estetik dan konsumen merasa lebih ‘relate’.

    7. Foto dengan model, mengapa tidak? 

    Dengan model, calon konsumen jadi dapat membayangkan seperti apa detail produk tersebut ketika dikenakan. Terlebih jika produkmu punya desain yang tidak umum dan belum banyak yang memakainya. 

    8. Lakukan editing. 

    Proses ini sangat bermanfaat untuk memberikan efek sempurna pada foto-foto produkmu. Misalnya mencerahkannya, memberi kontras, dan lain-lain. Namun jangan berlebihan, ya. Apalagi sampai mengubah jauh dari foto asli produknya.

     Kamu bisa membuat foto produk dengan kamera canggih atau sekadar ponsel pintarmu dengan hasil maksimal asalkan tahu trik dan tipsnya.

    Sumber Inspirasi Foto Produk yang Keren

    Ingat kan proses kreatif ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)? Nah, kalau kamu merasa mati gaya dan butuh inspirasi tentang foto produk dan ide-ide dalam pembuatannya. 

    Dikutip dari kuncie.com, kamu bisa memilih salah satu dari saluran ini, lho. 

    1. Pinterest. Wah, gudangnya ribuan foto dan desain menarik di Pinterest yang bisa dijadikan sebagai sumber inspirasi. Download, buat akun, dan bersiap kalap dengan ide-ide luar biasa.
    2. YouTube. Channel dan konten fotografi YouTouber ini perlu kamu tonton sampai habis. Dijamin makin pinter buat foto produk. Search saja: Kaolin Pran, Kyle Nutt, Chris Pieta, dan Aries Lukman
    3. Instagram. Asyik banget, akun IG ini bisa menambah referensi dan acuan dalam membuat moodboard yang bisa kamu contoh. Yuk stalking @productphotodaily, @somosolga, dan @gemmaproductphotograper.
    4. TikTok. Tak hanya joget-joget, akun ini bisa bikin kamu makin mahir dengan tren foto produk. Lahap semua videonya @keeganevansphoto, @ekymeisarani, dan @krause.media

    Kesimpulan

    Gimana? Sudah makin jelas, kan, betapa pentingnya foto produk dalam bisnismu. Walaupun skala UMKM, foto produk yang kreatif dan konsepnya keren tetap dibutuhkan untuk menjadi magnet bagi calon konsumen. 

    Namun jangan berkecil hati jika kamu tak memiliki kemampuan fotografi. Kamu bisa membayar jasa fotografer. Pastikan satu hal, yaitu moodboard atau cerita mengenai produkmu tetap harus lahir dari pemiliknya, bukan?

    Ibarat film, dalam pembuatan foto produk, kamu adalah sutradaranya. Tugasmu adalah melahirkan tenaga pemasaran andal yang bisa merayu konsumen melalui foto yang bercerita. Yuk, buat!

    Jangan lupa untuk membuka artikel lain dari majoo yang akan memberikan banyak solusi untukmu dalam berbisnis, ya, majoopreneurs!

    Pertanyaan Terkait

    • Setidaknya ada 10 jenis foto produk:(1) White Background Shoot; (2) Lifestyle Shot; (3) Flat Lay Shoot; (4) Scale Shoot; (5) Detailed Shoot; (6) Individual Shoot; (7) Product Grouping; (8) Packaging Shoot; (9) Ghost Mannequin; (10) Foto Fashion.
    • Berikut ini tujuan foto produk dan fungsinya bagi sebuah brand: (1) Meningkatkan Reputasi Bisnis; (2) Melejitkan Nilai Jual; (3) Identitas yang Melekat; (4) Meningkatkan Engagement; (5) Membantu Brand Awareness; (6) Meningkatkan Omzet.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Contoh Surat Bisnis dan Fungsinya
    Contoh surat bisnis ini akan bikin kamu lebih tahu dan paham cara membuat surat bisnis yang benar dan efektif.
    Sistem, Tujuan, Ciri-ciri, dan Contoh Bisnis MLM
    MLM adalah bisnis yang telah berlangsung lama dan tetap menarik perhatian masyarakat, meski dipandang negatif oleh sebagian orang. Kamu tertarik?
    Apa Itu Retargeting? Ketahui Pengertian & Cara Melakukannya!
    Retargeting adalah bentuk online advertising yang membantu brand berada di bagian depan bounced traffic setelah pengunjung meninggalkan website.
    Online Single Submission Adalah: Pengertian dan Penerapannya
    Online Single Submission (OSS) adalah izin berusaha terintegrasi secara elektronik yang diterbitkan oleh Kementerian Investasi/BKPM untuk para pelaku usaha.