Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Social Media Marketing: Pengertian Hingga Contohnya

    Penggunaan internet yang meningkat secara signifikan membuat para pebisnis wajib menggunakan strategi marketing online.

    Untuk meningkatkan brand awareness dan traffic para pengusaha ataupun individu mencoba berbisnis berbasis online. Tentu dengan merambah bisnis online, pebisnis wajib menyusun strategi marketing online.

    Peningkatan signifikan pengguna internet saat ini membuat digital marketing menjadi senjata ampuh untuk memasarkan produk.

    Nah, salah satu cara yang kini cukup banyak menghasilkan konversi dalam digital marketing adalah social media marketing.

    Untuk melakukan social media marketing, kamu memerlukan media sosial untuk bisnismu. Lalu, apakah kamu sudah tahu pengertian social media marketing? Dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lengkap tentang pengertian hingga strategi social media marketing. Yuk, simak!

    Apa Itu Social Media Marketing?

    Social media marketing adalah bentuk dari pemasaran digital yang menggunakan media sosial dan situs website untuk memasarkan produk atau jasa bisnis melalui cara berbayar dan organik.

    Pemasaran ini dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan, menyelesaikan pertanyaan dan keluhan, mengumumkan produk dan layanan baru, mendapatkan feedback dan rekomendasi, serta membangun komunitas pelanggan.

    Social media marketing akan melibatkan beberapa aktivitas, seperti membangun kehadiran di jejaring sosial, menyebarkan brand awareness, melibatkan pelanggan melalui konten yang diunggah dan meningkatkan konversi ROI (Return of Investment), mengarahkan traffic ke situs website, dan lain sebagainya.

    Pemilihan platform social media marketing pun menjadi hal penting. Hal ini karena berhubungan dengan kesesuaian target market yang telah dibuat. Sehingga, kesuksesan marketing strategy yang sudah dibuat akan berhubungan dengan platform social media marketing yang digunakan.

    Untuk pengembangan bisnis memerlukan analisis data yang kuat dari social media marketing tersebut. Analisis data yang dilakukan, seperti analisis jangkauan engagement dan reach, target market, dan sebagainya. Alangkah baiknya dalam menjalankan social media marketing untuk mampu mengintegrasikan big data management.

    Pengertian Social Media Marketing Menurut Para Ahli

    Supaya tidak hanya berdasarkan asumsi saja, berikut ini pengertian menurut para ahli:

    1. Susan Gunelius

    Menurut Susan Gunelius, arti dari social media marketing adalah bentuk dari direct marketing ataupun indirect marketing yang digunakan untuk membangun kesadaran, pengakuan, daya ingat, dan tindakan untuk merek, bisnis, produk, atau orang serta dilakukan dengan menggunakan tools dari website sosial seperti blogging, microblogging, social networking, social bookmarking, dan content sharing. 

    2. Tamar Weinberg

    Menurut Tamar Weinberg, pengertian social media marketing adalah proses yang mendorong individu untuk melakukan pemasaran melalui situs website, produk, atau layanan mereka melalui saluran pemasaran online. Selain itu, social media marketing untuk berkomunikasi dengan komunitas berpeluang melakukan pemasaran daripada melalui saluran periklanan konvensional.

    3. Tract L. Tuten

    Menurut Tract L. Tuten, arti social media marketing adalah bentuk promosi secara online yang menggunakan latar budaya dari komunitas sosial. 

    4. Hubspot

    Menurut Hubspot, pengertian dari social media marketing adalah action dari pembuatan konten. Konten ini yang digunakan untuk menarik perhatian customer potensial atau pengguna social media.

    5. Neil Patel

    Menurut Neil Patel, arti dari sosial media marketing adalah proses menarik perhatian orang atau individu supaya tertarik dan terikat dengan konten yang disajikan.

    Dari pendapat di atas konsep pemasaran media sosial erat kaitannya dengan upaya promosi dan peningkatan brand awareness yang dibisniskan.

    Baca Juga: Strategi dan Jenis Digital Marketing

    Salah satu manfaat penggunaan social media marketing untuk mengetahui strategi marketing kompetitor.

    Mengapa Social Media Marketing Penting?

    Di era ekosistem digital seperti sekarang, media sosial berpengaruh masif terhadap kehidupan masyarakat di dunia. Strategi marketing yang menggunakan media sosial dianggap cara ampuh untuk menjangkau berbagai calon customer dengan rentang usia yang beragam. Berikut ini alasan pentingnya social media marketing.

    1. Meningkatkan Brand Awareness

    Brand awareness adalah konsumen atau calon pelanggan dari bisnis yang langsung mengenali dan mengingat merek walaupun hanya dengan melihat logo, gambar, warna, atau contoh produknya saja.

    Awal dari mereka dapat mengenali produk atau jasa yang dipromosikan adalah dengan melihat sekilas produk yang diunggah di media sosial. Karena produk tersebut diunggah secara continue  membuat mereka mulai memperhatikan bahkan tertarik untuk membeli dan menggunakan produk tersebut.

    2. Meningkatkan User Engagement

    Semakin banyak calon pelanggan atau customer yang mulai mengetahui dan perhatian terhadap merek atau produk bisnis yang dijalankan, impact-nya adalah banyak pelanggan yang bisa didapatkan.

    Adanya interaksi kepada calon pelanggan atau customer melalui konten yang diunggah di media sosial sehingga mampu meningkatkan user engagement.

    3. Mengetahui Strategi Promosi Kompetitor

    Saat ini media sosial sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, sehingga banyak pebisnis yang beralih menggunakan media sosial untuk memasarkan produk atau jasa mereka.

    Dengan menggunakan media sosial akan lebih mudah untuk mempelajari strategi promosi kompetitor hingga inovasi produk yang mereka akan keluarkan.

    4. Mengetahui Respons Pelanggan Terhadap Produk

    Penggunaan social media marketing pada bisnis guna mengetahui respons pelanggan terhadap produk yang sedang dijual. Respons ini dapat berupa feedback, komentar, ataupun survei. 

    Strategi Social Media Marketing

    Secara umum, terdapat beberapa strategi social media marketing yang dapat kamu terapkan. Penjelasannya seperti berikut ini:

    1. Lakukan Riset dan Audit Evaluasi Social Media

    Sangat diperlukan riset dan audit evaluasi media sosial ketika kamu ingin membuat konten yang menarik bagi pelanggan. Kamu juga bisa menentukan strategic defense and attack dalam promosi bisnismu di media sosial.

    2. Menetapkan Metrics Social Media Marketing

    Hasil dari kamu melakukan riset dan audit evaluasi media sosial yaitu mendapatkan data-data lengkap dan valid. Data-data inilah yang akan diolah untuk menentukan metrics social media marketing.

    Metrics social media marketing adalah data yang digunakan untuk mengukur dan menentukan suksesnya upaya marketing produk menggunakan social media. Pada umumnya pengukuran menggunakan bantuan tool, seperti Google Analytics.

    3. Pelajarilah Target Market Customer

    Lihatlah selera customer atau audiensmu. Selera customer bisa jadi tolak ukur kecocokan produk yang kamu buat.

    Dengan memetakan selera customer, kamu dapat membuat konten menarik untuk diunggah di media sosial. Bila konten yang diunggah cocok dengan selera customer, engagement pun jadi lebih besar.

    4. Tentukan Platform yang Dituju

    Tentukanlah platform untuk menjual produkmu. Setiap platform mempunyai fitur masing-masing. Tentu hal ini akan berpengaruh kepada penyajian konten.

    5. Membuat Konten yang Menarik

    Membuat suatu konten produk yang menarik customer bagi akan menghasilkan peningkatan engagement dan sharing. Konten yang menarik, membuat orang untuk membeli dan menggunakan produk yang dipromosikan tersebut.

    Sebelum membuat konten yang menarik, kamu harus melakukan riset terlebih dahulu. Carilah tahu konten yang dibutuhkan oleh customer dan jenis konten yang paling mereka sukai.

    6. Kerja Sama dengan Influencer

    Influencer sosial media adalah orang yang mempunyai akun media sosial dengan pengikut yang jumlahnya banyak dan mempunyai kemampuan untuk memengaruhi followers-nya untuk menggunakan produk yang ia promosikan.

    Carilah influencer yang cocok dan mewakili produk yang akan dipromosikan. Setiap influencer memiliki tarif yang berbeda-beda tergantung dari jumlah followers dan engagement yang dihasilkan.

    7. Menjadwalkan Waktu Unggah Konten

    Aturlah waktu yang tepat untuk mempromosikan produk, sehingga nantinya banyak orang yang akan melihat produkmu di media sosial.

    8. Manfaatkan Ads (Iklan)

    Kamu juga bisa memanfaatkan layanan ads (iklan) pada masing-masing platform media sosial. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan reach unggahan media sosial kamu.

    Terdapat beberapa media sosial yang menyediakan layanan iklan, seperti Facebook Ads, Instagram Ads, Twitter Ads, dan LinkedIn Ads.

    9. Evaluasi dan Controlling

    Setiap konten yang diunggah di media sosial tentu akan menghasilkan data-data yang akurat. Data-data inilah yang bisa digunakan untuk bahan evaluasi dan controlling ke depannya.

    Dari evaluasi inilah, nantinya kamu dapat mempelajari pola customer-mu sehingga kamu dapat melakukan beberapa strategi yang pas untuk promosi selanjutnya.

    Baca Juga: Marketing Plan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

    Platform Media Sosial Populer

    Media sosial adalah teknologi yang relatif baru, sehingga popularitas dan platform yang digunakan akan terus berubah. Berikut ini beberapa platform yang popular digunakan orang dewasa, antara lain:

    Facebook: 69%

    Instagram: 37%

    Pinterest: 28%

    LinkedIn: 27%

    Snapchat: 24%

    Twitter: 22%

    WhatsApp: 20%

    Reddit: 11%

    Apabila kamu baru mulai menggunakan social media marketing dalam bisnismu, tak seharusnya kamu memakai semua platform di atas.

    Platform media sosial yang digunakan untuk bisnis tergantung pada strategi marketing yang dijalankan. Strategi marketing tertentu akan bekerja lebih baik pada platform tertentu. Hal ini karena ada perbedaan demografis antar platform.

    Contoh Social Media Marketing

    Nah, semakin seru tentang pembahasan pemasaran pada media media kali ini, bukan? Pasti kamu penasaran tentang contoh social media marketing yang sering digunakan. Di sini akan diambil beberapa contoh iklan sosial media marketing dari berbagai platform sosial media seperti Instagram, Facebook, Youtube, hingga Twitter tentu dengan berbagai format yang umum dipakai. Jenis iklannya sebagai berikut:

    • Iklan Video Instagram
    • Iklan Video Youtube
    • Iklan Gambar Instagram
    • Iklan Gambar Facebook
    • Iklan Video Twitter

    Baca Juga: Omnichannel Marketing: Definisi, Tips, dan Contohnya

    Manfaat Social Media Marketing

    Pemasaran media sosial menawarkan keuntungan yang besar bagi brand. Berikut ini manfaat yang dapat diperoleh ketika bisnis menggunakan social media marketing.

    1. Menjadi Top of Mind

    Di Era seperti saat ini, kebanyakan orang tenggelam dalam lautan informasi sehingga mereka memiliki FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut akan ketinggalan informasi.

    Konten yang disajikan secara reguler dan menarik tentu akan selalu diingat bagi mereka.

    2. Mendapatkan Ide Konten Baru

    Informasi yang digunakan secara bijak, dapat menguntungkan. Adanya bantuan media sosial, kamu bisa mendapatkan ide konten baru melalui berita, update, konten dari kompetitor, dan lain sebagainya. Untuk membuat brand awareness, merek mengandalkan pemberitaan dan referensi dalam membuat konten yang akan disukai oleh customer.

    Cara untuk mendapatkan ide konten dan meningkatkan engagement melalui crowdsourcing.

    3. Manajemen Reputasi Online

    Jangan pernah mengabaikan feedback, pertanyaan, atau keluhan pelanggan. Penggunaan media sosial secara proaktif akan menjadikan layanan dan keterlibatan pelanggan dengan sangat baik.

    4. Kemampuan Ads Berbayar yang Diperluas

    Platform media sosial mampu menjalankan iklan berbayar dengan penargetan yang tepat. Temukanlah segmen customer yang tepat sehingga produkmu diminati dan dibeli oleh mereka.

    5. Sosial Media Penghasil Pendapatan yang Efektif

    Saat ini media sosial menjadi sarana paling ampuh dalam memasarkan produk untuk dijual. Dengan bantuan iklan berbayar menjadikan reach atau jangkauan promosi produk menjadi lebih luas dan sesuai dengan target market yang dituju. Bukan tak mungkin lagi jika ke depannya sosial media ini akan menjadi penghasil pendapatan yang sangat efektif untuk bisnismu.

    Apa Tujuan Social Media Marketing?

    Jika kamu masih bingung dan bertanya tentang tujuan social media marketing, majoo berikan penjabarannya di bawah ini. 

    1. Meningkatkan Penjualan

    Sebagai pelaku bisnis, tentunya tujuan dari berbagai kegiatan pemasaran yang kamu lakukan secara online atau offline adalah untuk mendapatkan penjualan. Alasan utamanya adalah setelah melakukan penjualan, maka bisnis kamu akan memperoleh keuntungan. Hasil dari keuntungan tersebut akan membantu pengembangan bisnis kamu. 

    Dengan besarnya potensi media sosial saat ini, pastinya peluang untuk meningkatkan penjualan pun semakin besar. Kamu juga harus ingat bahwa penerapan social media marketing tidak berarti harus berhubungan dengan proses transaksi atau jual beli saja.

    Kamu bisa menggunakan media sosial untuk mengukur banyaknya leads dan users yang bisa kamu jangkau.

    2. Membangun Minat Masyarakat dan Meningkatkan Kesadaran Merek

    Tujuan social media marketing selanjutnya adalah membangun dan menarik minat konsumen terhadap produk atau jasa yang kamu jual. Tujuan berikutnya adalah meningkatkan kesadaran merek terhadap bisnis kamu. 

    Majoopreneurs pasti sudah paham, ya, jika social media marketing telah menjadi teknik pemasaran yang biayanya murah dengan jangkauan konsumen yang tidak terbatas. 

    Jika kamu dapat menerapkan penggunaan social media marketing dengan baik, maka akan memberikan dampak yang signifikan terhadap bisnis kamu.

    3. Memperoleh Konsumen Baru dan Memperluas Target Pasar

    Facebook, Instagram, dan TikTok saat ini menjadi media sosial yang paling banyak digunakan para pelaku bisnis dalam membantu promosi dan meningkatkan penjualan secara online

    Ketiga media sosial tersebut memiliki jumlah pengguna aktif sangat banyak yang tersebar di seluruh dunia. Apakah kamu menyadari potensinya, Majoopreneurs? Sudah pasti jumlah pengguna media sosial yang banyak ini dapat membantu berbagai lapisan pelaku bisnis untuk memperoleh konsumen yang potensial.

    Tujuan social media marketing membuat jangkauan target pasar kamu juga semakin luas. Kamu bisa menargetkan lebih banyak konsumen menggunakan berbagai fitur yang tersedia dari media sosial.

    Kamu juga dapat menggunakan kesempatan ini untuk mencari pesaing sejenis agar bisa kamu menganalisis teknik pemasaran yang mereka lakukan, jenis produk yang dijual, dan informasi lainnya. Lakukanlah untuk mendorong bisnis kamu untuk semakin berkembang. 

    4. Efisiensi Biaya

    Pastinya di perusahaan manapun akan mempertimbangkan efisiensi biaya dalam melakukan promosi atau strategi pemasaran. Apalagi jika pilihan jatuh kepada penggunaan social media marketing. Alasannya karena media sosial berperan penting dan berkontribusi dalam penurunan biaya operasional dan pemasaran.

    Dibandingkan pemasaran secara konvensional seperti melalui telepon atau SMS, bahkan dengan kunjungan langsung ke instansi atau door to door, maka social media marketing bisa menjangkau konsumen lebih luas. 

    5. Sebagai Alat CRM Perusahaan

    CRM adalah Customer Relationship Management, sebuah upaya dari perusahaan untuk membangun komunitas pengguna produk atau jasa yang kamu jual. Kamu bisa berkomunikasi dengan para konsumen loyal, mengetahui konsumen yang pasif, atau perilaku konsumen lainnya. 

    Melalui strategi social media marketing, kamu bisa berinteraksi dengan pelanggan lama, konsumen baru, atau pengguna media sosial yang baru melihat produk/jasa kamu.

    Tanggapan, saran, kritik, dan komentar dari semua orang yang melihat hingga menggunakan produk dan jasa bisnismu memudahkan perusahaan mengembangkan dan memperbaiki kualitas produk dan jasa tersebut. 

    Apa Saja Strategi Social Media Marketing serta Jelaskan!

    Pada bagian Strategi Social Media Marketing di atas sudah dijabarkan, tetapi majoo ingin menjelaskannya sekali lagi di bawah ini, ya. Strategi social media marketing di bawah ini terutama penting sekali bagi para pebisnis pemula. 

    1. Tentukan tujuan

    Inilah langkah pertama kamu saat hendak membuat strategi social media marketing. Ya! Tentukan tujuanmu dalam menggunakan media sosial tersebut. Apakah untuk promosi? Untuk melayani pelanggan? Atau mengarahkan pelanggan ke website? Tentukan tujuan social media marketing sebelum melakukan pemasaran di media sosial.

    2. Kenali audience kamu

    Mengutip penjelasan dari hootsuite.com, mengetahui siapa audience kamu dan hal yang ingin mereka lihat di media sosial adalah kunci dari social media marketing. Dengan mengenali audience yang berkunjung ke media sosial bisnismu, kamu bisa menentukan bentuk tindakan yang cocok untuk melakukan social media marketing. 

    Bagi kamu yang masih bingung untuk menentukan audience, silakan menggunakan konsep 5W + 1H dari Alfred Lua berikut.

    1. Siapa mereka? (Misalnya, jabatan, usia, jenis kelamin, gaji, lokasi, dan lainnya.)
    2. Apa yang mereka minati dan bisa kamu berikan? (Misalnya hiburan, konten pendidikan, studi kasus, informasi tentang produk baru, dan lainnya.)
    3. Di mana mereka biasanya menghabiskan waktu saat online? (Misalnya Facebook, Instagram, atau media sosial lainnya.)
    4. Kapan mereka mencari jenis konten yang dapat kamu berikan? (Misalnya, pagi, siang, sore, akhir pekan, atau pada hari kerja.)
    5. Mengapa mereka mau mengonsumsi konten tersebut? (Misalnya untuk menjadi lebih baik dalam pekerjaan, menerapkan tren hidup sehat, untuk tetap up-to-date dengan sesuatu, dan lainnya.)
    6. Bagaimana cara mereka mengonsumsi konten tersebut? (Misalnya membaca pos media sosial, menonton video, dll.)

    Kamu juga bisa menentukan target audience jika baru memulai bisnis tetapi masih bingung untuk memanfaatkan social media.

    Misalnya, kamu memiliki bisnis sepatu lari (running shoes). Maka kamu bisa menargetkan para runners dengan jenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 18-45 tahun. 

    Untuk konten yang akan dibagikan, kamu dapat mencobanya dengan topik mengenai “Rekomendasi Sepatu Lari Terbaik” dalam bentuk video dan mengunggahnya ketika sore hari atau jam pulang kerja.

    3. Tentukan media sosial yang akan digunakan

    Setelah mengenali audience dari bisnismu, kamu melangkah ke strategi berikutnya yaitu menentukan media sosial yang akan kamu gunakan. Apakah itu Facebook, Instagram, TikTok, Youtube, atau yang lainnya? Jangan lupa untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai kesesuaian antara media sosial yang akan digunakan dengan audience-mu. Misalnya berdasarkan usia dan pekerjaan.

    Setelah melakukan riset dan menemukan media sosial yang cocok, kamu akan dengan mudah menentukan media sosial yang akan digunakan. Misalnya kamu memiliki targeting audience dengan rata-rata usia 25 tahun dengan hobi berlari dan rutin melakukan lomba lari maraton, maka cobalah menggunakan Instagram untuk membagikan konten promosi. 

    Selain dari usia, lokasi, dan pekerjaan, kamu juga bisa menentukan penggunaan media sosial berdasarkan kesesuaian konten yang ingin dibagikan. Apakah berupa konten jualan dalam bentuk video dan gambar, atau sekadar informasi promosi?

    4. Tentukan jenis konten yang akan dibagikan

    Lanjut ke strategi social media marketing berikutnya yaitu menentukan konten yang ingin dibagikan kepada audience. Kamu juga bisa menggunakan lebih dari satu media sosial, jika bentuk konten yang akan dibagikan sesuai dengan audience yang ditargetkan. 

    Selain itu, kamu bisa mengemas konten agar lebih menarik dan unik, seperti video essay atau infografis. Misalnya, kamu memiliki audience dengan usia 35-49 tahun, dan bekerja sebagai akademisi atau dosen. Kamu bisa mencoba berbagi konten pada platform Twitter dengan memberikan utas (thread) konten seputar riset terbaru. 

    5. Analisis 

    Terakhir, lakukanlah analisis terhadap strategi pemasaran yang telah kamu lakukan di media sosial. Kamu dapat menganalisisnya berdasarkan dampak dari konten-konten yang kamu bagikan seperti, jumlah like, engagement, reach, respons pada kolom komentar, dan juga pertumbuhan jumlah followers. 

    Setelah melakukan analisis, kamu akan bisa melihat pola dari audience-mu di media sosial. Buatlah pertanyaan seputar konten seperti apa yang mereka sukai, kapan waktu mereka paling sering mengakses konten yang kamu berikan, dan bentuk promosi seperti apa yang dapat meningkatkan penjualan secara langsung? Sehingga dari pola tersebut kamu dapat melakukan inovasi ketika membagikan konten selanjutnya.

    Kesimpulan

    Social media marketing adalah konsep promosi produk atau jasa dengan platform media sosial supaya proses branding dan promosi produk dapat sesuai dengan target market-nya. Social media marketing dapat dilakukan pada semua platform sosial media.

    Selain social media marketing dan strategy, kamu juga memerlukan social media plan. Social media plan sangat penting untuk membangun dan menguatkan merek secara organik. Kamu bisa membuat content plan atau content calendar dan mengunggahnya di social media secara konsisten. Hal ini karena keutamaan membangun brand awareness di social media adalah mengunggah konten secara konsisten.

    Kamu pun dapat mengenali target audiens dengan membuat social media plan. Bila kamu sudah paham target audiens, kamu dapat membuat strategi konten yang menarik bagi audiensmu.

    Selain itu, social media plan membantumu untuk mengetahui kompetitor dalam bisnismu, sehingga kamu akan memahami posisi brandmu dengan kompetitor bisnismu.

    Ketika kamu memiliki sebuah bisnis, tentu kamu memerlukan aplikasi yang dapat membantu segala operasional bisnismu. Aplikasi majoo adalah pilihan yang tepat untuk membantu operasional bisnis yang sedang kamu jalankan.

    Kamu dapat memanfaatkan fitur POS (Point of Sales)  aplikasi majoo untuk menerapkan strategi omnichannel.

    Strategi omnichannel adalah integrasi dan kerja sama antara berbagai kanal yang digunakan oleh perusahaan dalam berinteraksi dengan customer.

    Adanya integrasi fitur POS dengan strategi omnichannel memiliki beberapa keuntungan, seperti data inventori dapat diakses secara terpusat, dapat mengoptimalkan proses penjualan, membuat program dan penawaran yang dapat dipersonalisasi.

    Sudah saatnya bisnismu memakai aplikasi majoo agar bisnis berkembang dan growth. Jadi, tunggu apalagi! Yuk, segera langganan aplikasi majoo untuk bisnismu!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.