15 Tips Foto Produk Makanan Estetik, Pikat Selera Pelanggan

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail

Cara menarik pelanggan untuk membeli makanan dengan foto produk makanan yang menarik.

Ketika kamu menjalani bisnis kuliner, seperti restoran, snack and bakery, atau vegan food, apalagi jika bisnis tersebut memiliki lini online, foto produk makanan sangat penting untuk menggaet pelanggan.

Di tengah persaingan bisnis Food and Beverage (F&B), tentunya kamu perlu strategi khusus untuk menarik konsumen, bukan? Salah satunya dengan memiliki foto produk yang menarik. Dari foto produk makanan tersebut akan menghasilkan brand awareness sehingga konsumenmu mudah untuk mengenali bisnismu.

Lalu, bagaimana cara memotret produk makanan yang ingin ditawarkan ke konsumen? Simak penjelasan lengkap tentang cara foto produk makanan yang bisa dongkrang penjualanmu berikut ini, ya! 

Baca Juga: Panduan Cara Membuat Katalog Produk yang Menarik

Cara Foto Produk Makanan Estetik

Agar produk makananmu menarik pelanggan saat mereka melihat menu, berikut ini ada  beberapa cara yang bisa kamu ikuti untuk mengambil foto produk makanan estetik, yakni: 

1.    Buatlah Konsep Foto Sederhana

Sebelum mulai memotret foto produk makanan, sebaiknya kamu perlu memikirkan konsep foto produkmu. Konsep ini akan jadi brand awareness setiap produk makanan yang kamu foto, lho! Pilihlah konsep foto produk makanan yang sederhana tapi mengundang selera ketika konsumen melihat foto makanan tersebut, ya. 

2.    Menggunakan Cahaya alami

Pencahayaan yang optimal untuk fotografi makanan bisa didapatkan dengan memanfaatkan cahaya alami, misalnya cahaya matahari pada pagi atau sore hari. Saat menggunakan kamera smartphone, biasanya hasilnya lebih baik ketika cahayanya sedikit redup.

Sangat disarankan untuk menghindari penggunaan lampu kilat (flash), karena foto makanan yang diambil dengan menggunakan flash cenderung terlalu terang dan sulit untuk diedit. 

3.    Buat Komposisi Menarik

Atur elemen makanan agar terlihat menarik. Gunakan komposisi fotografi seperti aturan sepertiga, garis, atau simetri untuk menciptakan tampilan yang menarik, ya. 

4.    Pilih Background Foto Produk yang Sesuai

Agar foto produk terlihat menarik, pilihlah latar belakang yang sederhana dan sesuai dengan tema makanan untuk menghasilkan foto produk estetik. Inilah beberapa macam background foto produk makanan yang bisa kamu pakai, antara lain:

  • Latar belakang minimalis

Dengan menggunakan background yang sederhana dan bersih, produk makanan akan menjadi lebih fokus. Kamu bisa menggunakan background meja kayu atau latar belakang putih yang bersih agar foto produk terkesan elegan dan profesional.

  • Latar belakang alami

Mengambil foto produk makanan di alam terbuka atau dengan latar belakang alami seperti taman, kebun, atau pantai dapat menciptakan suasana segar dan alami yang cocok untuk makanan organik atau makanan sehat.

  • Latar belakang tekstur

Kamu bisa menggunakan latar belakang dengan tekstur menarik seperti bahan kain, kayu, batu bata, atau ubin yang akan memberikan dimensi tambahan pada foto dan meningkatkan daya tarik visual produk makanan.

  • Latar belakang berwarna kontras

Pilih latar belakang yang memiliki warna kontras dengan produk makanan yang ingin kamu foto, misalnya produk makanan memiliki warna-warna cerah, kamu bisa menggunakan latar belakang gelap untuk menciptakan efek yang menarik.

  • Latar belakang tema

Sesuaikan latar belakang dengan tema atau gaya makanan yang ingin kamu tampilkan, misalnya makanan Asia, kamu bisa menggunakan latar belakang dengan ornamen tradisional atau bahan-bahan alami yang mencerminkan budaya tersebut.

Pastikan untuk memilih background yang mendukung produk makanan dan tidak mengalihkan perhatian dari makanan itu sendiri, ya.

Aplikasi Kasir Online

5.    Foto Produk Makanan dengan Porsi Kecil

Foto makanan dalam porsi kecil memiliki manfaat yang menarik, nih! Kenapa demikian? Dengan memilih makanan dengan porsi kecil, perhatian akan terfokus pada makanan itu sendiri. Jadi, sebaiknya kamu hindari menambahkan terlalu banyak komponen agar tampilan foto makanan tetap fokus dan terlihat menarik.

6.    Sajikan Makanan Selagi Masih Panas

Memotret makanan yang masih panas memiliki batasan waktu yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu sebaik mungkin. Misalkan, jika kamu memiliki produk seperti sup dengan uap yang masih terlihat hangat, pastikan untuk mengatur pengaturan kamera sebelumnya dan menyiapkan properti atau elemen pendukung lainnya. Dengan begitu, kamu dapat memastikan bahwa properti untuk difoto sudah siap sebelum dipotret, ya. 

7.    Melihatkan Bahan Dasar Makanan

Untuk menghadirkan foto makanan yang lebih estetik dan menarik, kamu bisa mencoba menambahkan bahan dasar dari makanan tersebut. Misalnya, jika kamu memiliki produk yoghurt rasa stroberi, kamu bisa menambahkan bahan seperti buah stroberi segar. 

8.    Gunakan Properti atau Dekorasi Tambahan

Tujuan dari penggunaan properti atau dekorasi tambahan ini untuk memperkaya tampilan foto produk makanan dan membuatnya lebih menarik serta menggugah selera bagi konsumen yang melihatnya.

Berikut ini beberapa contoh aksesori foto produk makanan yang bisa kamu pakai, antara lain:

  • Peralatan makan: Sendok, garpu, pisau, piring, mangkuk, gelas, cangkir, atau peralatan makan lainnya yang relevan dengan jenis makanan yang difoto.

  • Kain dan serbet: Kain meja, serbet, atau kain lap dengan warna dan tekstur yang sesuai dengan tema makanan atau menciptakan suasana tertentu.

  • Piring dan wadah dekoratif: Piring atau wadah dengan desain yang menarik dan sesuai dengan tema makanan. Misalnya, piring dengan pola atau warna yang cocok dengan makanan yang difoto.

  • Perhiasan makanan: Hiasan tambahan seperti daun segar, rempah-rempah, bunga, buah-buahan, atau garnish lainnya untuk memberikan sentuhan visual pada makanan.

  • Latar belakang atau backdrop: Kertas poster, kain berwarna atau tekstur, papan kayu, papan tulis, atau bahan lain yang bisa digunakan sebagai background untuk menciptakan style tertentu.

  • Alat dapur: Mangkuk aduk, sendok pengaduk, wisk, talenan, atau alat dapur lainnya yang relevan dengan makanan yang difoto.

  • Aksesori tema: Jika ada tema khusus, misalnya makanan khas musim liburan, kue ulang tahun, atau hidangan khas suatu negara, tambahkan aksesori yang sesuai seperti bendera, dekorasi tematik, atau elemen lain yang menggambarkan tema tersebut.

Pastikan pemilihan dekorasi atau aksesori tambahan ini sesuai dengan jenis makanan, tema, dan tujuan fotografi produk makanan yang ingin kamu suguhkan. 

Baca Juga: Food and Beverage adalah Prioritas Pemerintah: Kenapa?

9.    Perhatikan Framing dan Space

Kamu perlu memperhatikan framing dan space saat mengambil foto makanan. Mengapa demikian?

Framing adalah cara untuk membuat bingkai di sekitar objek agar menciptakan komposisi visual yang menarik dan mengarahkan mata ke objek utama di dalam bingkai tersebut. Framing ini sangat membantumu agar foto lebih fokus pada makanan itu sendiri. Jadi, pastikan kamu membuat framing yang sesuai agar tampilan foto makanan terlihat semakin menonjol.

Selain itu, jangan lupa menentukan space sehingga makanan terlihat proporsional. Pastikan ada jarak yang cukup antara makanan dengan bagian atas, bawah, kanan, dan kiri. 

10. Perhatikan Detail dan Tekstur

Fokus pada detail dan tekstur makanan untuk menunjukkan kelezatan makanan tersebut. Kamu bisa menampilkan detail seperti saus yang mengalir, rempah-rempah yang telah ditata di sekitar makanan, atau tekstur permukaan makanan yang menggugah selera. 

11. Menerapkan Teknik KKB

Kamu pernah dengar tentang teknik KKB? KKB adalah singkatan dari Kanan Kiri Belakang dan teknik ini sering digunakan dalam food photography. Dengan menerapkan teknik ini, kamu dapat mengambil foto makanan dengan posisi 3 cm dari sisi kanan, 9 cm dari sisi kiri, dan 12 cm dari sisi belakang.

Jadi, jangan ragu untuk mencoba teknik foto produk makanan ini karena hasilnya pasti bagus, lho! Kamu juga perlu memperhatikan arah cahaya dan fokus makanan dari segala sudut, ya. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan foto makanan yang estetik. 

12. Gunakan Aperture dengan Angka Besar

Dalam dunia fotografi, aperture merujuk pada ukuran pembukaan diafragma pada lensa yang memungkinkan cahaya masuk. Ketika menggunakan angka F/stop yang lebih rendah, pembukaan diafragma lebih besar sehingga memberikan lebih banyak cahaya. Sedangkan angka F/stop yang lebih tinggi menghasilkan pembukaan diafragma yang lebih kecil sehingga cahaya yang masuk lebih sedikit.

Jadi, dengan menggunakan aperture pada angka besar, kamu akan memungkinkan lebih banyak cahaya untuk masuk melalui lensa. Hal ini akan membuat foto produk makananmu terlihat lebih jelas dan menarik bagi para pelanggan. 

13. Pengambilan Gambar dari Atas

Salah satu teknik foto yang sangat efektif adalah mengambil gambar dari atas agar hasil fotomu terlihat lebih menggugah selera. Kamu juga bisa menyesuaikan sudut pengambilan gambar sesuai dengan jenis makanan yang sedang difoto. Pengambilan foto produk ini perlu kamu sesuaikan dengan makanan yang ingin kamu foto, ya. 

14. Ambil Gambar dari Beberapa Angle

Umumnya, pengambilan foto produk makanan memakai sudut 45 derajat. Sudut ini sangat memungkinkanmu untuk menampilkan bagian depan dan permukaan piring, serta sisi-sisinya. Meskipun begitu, jangan hanya terpaku pada satu sudut ini saja. Kamu juga perlu mengambil foto dari berbagai angle lainnya agar foto produk makanan terlihat lebih menarik dan bervariasi. 

15. Lakukan Pengeditan Foto

Setelah mengambil foto, lakukan pengeditan untuk meningkatkan kualitas gambar. Kamu bisa menggunakan perangkat lunak pengeditan foto seperti Adobe Lightroom atau aplikasi edit foto lainnya untuk memperbaiki kontras, kecerahan, dan keseimbangan warna.

Ingatlah bahwa praktik terbaik untuk mengambil foto produk makanan yang estetik bisa bervariasi tergantung pada jenis makanan, brand, atau tujuan foto tersebut. Cobalah untuk bereksperimen dengan berbagai teknik dan angle hingga menemukan style yang sesuai dengan kebutuhan bisnismu.

Baca Juga: Membuat Foto Produk: Jenis, Cara, Tips, dan Fungsi

Kesimpulan

Food photography (fotografi makanan) seringkali dianggap ‘gampang-gampang susah’ oleh banyak orang. Mengapa begitu? Pasalnya fotografi makanan ini melibatkan penyusunan sebuah cerita, lho! Bisa diartikan bahwa melakukan foto produk makanan harus direncanakan dan disusun rapi agar menghasilkan gambar yang bagus.

Melakukan foto produk makanan memang memerlukan proses yang tidak mudah. Kini banyak banyak tips yang bisa kamu pelajari tentang cara foto produk makanan estetik dari YouTube, TikTok, atau Instagram.

Sebagai pebisnis di dunia Food and Beverage (F&B), kamu memerlukan tools atau aplikasi  yang membantu semua operasional bisnis efektif dan efisien, bukan?

Tenang, kini  ada aplikasi majoo yang membuat semua operasional bisnismu bisa dipantau dari mana saja dan kapan saja. Fitur-fitur yang ditawarkan majoo pun sangat beragam, mulai dari fitur Point of Sales (POS), inventory, Customer Relationship Management (CRM), akuntansi, toko online, dan masih banyak lagi.

Tunggu apa lagi? Gunakan majoo segera, yuk!



Sumber data:

1. https://get.doordash.com/en-us/blog/menu-photography

2. https://www.jurnal.id/id/blog/desain-produk-berperan-menarik-minat/


Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo