Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    7+ Tugas Helper dan Gajinya. Minat?

    Mengatur tata letak barang di gudang adalah salah satu tugas helper untuk memudahkan pencarian dan pengambilan barang.

    Pernahkah kamu memperhatikan satu atau beberapa orang di sebuah gudang atau bagian produksi sedang hilir mudik membantu karyawan divisi lain? Pekerjaannya terlihat sibuk dan apa pun dikerjakannya. Itulah helper, alias karyawan yang selalu ada menjadi penyelamat aktivitas pekerjaan di kantor.

    Tidak jarang, helper sering dianggap sebagai sosok yang hanya mengandalkan kemampuan fisik. Padahal, helper adalah karyawan yang harus memiliki ketelitian tinggi sehingga kinerjanya efisien dan aktivitas perusahaan di divisinya berjalan dengan baik.

    Seorang helper juga harus memiliki tingkat kesabaran tinggi karena beberapa perintah bisa hadir dalam satu waktu. 

    Biasanya, helper banyak ditempatkan di perusahaan besar karena loading pekerjaannya selalu tinggi. Jika di perusahaan berskala sedang bahkan kecil, helper baru dipekerjakan ketika workload perusahaan sedang tinggi saja.

    Di dalam artikel ini, kamu akan mengetahui seluk-beluk pekerjaan seorang helper. Mungkin, kamu tertarik untuk belajar menjadi seorang helper?

    Baca juga: Helper Produksi Adalah: 11 Tugas dan Tanggung Jawabnya

    Apa Itu Helper?

    Menurut kamus Merriam-Webster, helper diartikan sebagai pekerja yang relatif tidak memiliki keahlian spesifik namun bertugas membantu para pekerja terampil atau ahli dengan pekerjaan manual.

    Arti helper sendiri bisa jadi berbeda-beda di setiap instansi maupun perusahaan. Misalnya jika kita membahas tentang industri tambang, helper bisa merupakan orang yang mengoperasikan alat-alat besar.

    Namun jika kita membicarakan helper industri dan menyangkut pergudangan dan produksi, ia adalah karyawan yang akan membantu kamu untuk mengelola sistem barang. Segala kebutuhan yang butuh dipersiapkan dari dalam gudang akan dipersiapkan oleh para helper ini.

    Di dunia kerja, helper adalah seseorang yang bertugas membantu karyawan lain (rekan kerja atau atasan) menyelesaikan pekerjaannya. Selain membantu, helper umumnya juga bertanggung jawab menjadi tenaga cadangan apabila pekerja utama berhalangan atau tidak mampu menyelesaikan tanggung jawabnya.

    • Helper Gudang adalah

    Dalam sebuah industri, umumnya helper berada di wilayah gudang dan bertugas untuk membantu sirkulasi barang di lingkungan gudang. Oleh karena itu, umumnya dikenal istilah warehouse helper

    Melansir dari Betterteam, warehouse helper atau helper gudang merupakan pekerja yang bertanggung jawab menerima barang masuk dan menyiapkan barang keluar untuk proses pengiriman atau pemasaran. 

    Helper juga bertindak untuk proses pemuatan barang dan mengatur penyimpanan barang produksi serta menjaga keteraturan area penyimpanan gudang secara umum.

    • Helper Produksi adalah

    Helper produksi adalah seorang yang bekerja membantu dan melengkapi semua aktivitas produksi di suatu perusahaan. Seorang helper produksi dianggap penting karena mereka adalah orang-orang yang menyediakan peralatan dan bahan, hingga proses menguji kualitas bahan pada suatu aktivitas produksi.

    Jadi, tugas seorang helper produksi sangat penting karena mereka menyediakan perlengkapan hingga bahan baku agar aktivitas produksi dapat berjalan lancar. Tanpa bantuan dari para helper, segala proses produksi tidak akan bisa berjalan dengan baik dan bisa dibayangkan repotnya tenaga bagian produksi.

    Apa Saja Tugas Seorang Helper Gudang?

    Ternyata tugas dan tanggung jawab helper cukup banyak, lho. Kamu harus cekatan dalam melakukan pekerjaanmu sebagai seorang helper. Meskipun mengandalkan fisik, ternyata helper harus pandai dalam mengatur pekerjaannya. 

    Helper memiliki tugas dan tanggung jawab yang cukup besar dalam mengatur berbagai aktivitas, terutama di gudang perusahaan. Berikut ini tugas dan tanggung jawab helper gudang.

    1. Memasukkan Barang ke Gudang

    Setelah selesai diproduksi, barang atau produk akan dipindah dan disimpan di gudang sebelum didistribusikan. Di sinilah peran seorang helper. Mereka harus memindahkan semua barang tersebut, lalu mengecek kualitas dan jumlah barang sesuai dengan invoice yang tersedia.

    2. Memastikan Stok Barang di Gudang

    Setelah barang masuk, tugas helper selanjutnya adalah memastikan stok barang di gudang harus sesuai dengan data atau pencatatan di sistem perusahaan. Nah, biasanya perusahaan skala besar dengan berbagai jenis produk memiliki sistem pergudangan tersendiri. Hal ini digunakan agar pekerjaan dan kinerja helper lebih efektif dan efisien.

    Pada tahap proses ini, data stok juga menjadi dasar bagi manajemen perusahaan untuk kegiatan produksi. Data inilah yang nanti dipegang oleh seorang helper gudang. Mereka harus memastikan data yang ada sudah diperbarui di sistem. Tugas helper di sini memiliki peran yang sangat krusial, sebagai alat koordinasi antara bagian produksi dan marketing atau penjualan.

    3. Pencatatan Keluar Masuk Barang

    Ketelitian adalah suatu kewajiban helper dalam bekerja. Dia harus memahami kerja sistem yang harus berjalan di gudang adalah dengan mencatat jumlah stok barang secara real time. Hal inilah yang menjadi tugas dan tanggung jawab dari seorang helper. Mereka diharuskan untuk selalu teliti, karena kesalahan dalam pencatatan akan berakibat fatal pada keterlambatan produk sampai pada konsumen.

    Tugas dan tanggung jawab ini berkaitan dengan administrasi gudang yang harus dikerjakan oleh helper. Mereka harus terbiasa dengan pencatatan baik secara manual maupun otomatis, yaitu input data ke sistem komputer perusahaan.

    4. Menjaga Kebersihan Gudang

    Faktor kebersihan di tempat kerja harus diperhatikan oleh helper. Tidak hanya bertanggung jawab terhadap barang yang disimpan, seorang helper juga harus memperhatikan kebersihan gudang. Mereka harus memperhatikan setiap sudut dan barang yang disimpan. Memastikan tidak ada barang yang rusak akibat penyimpanan terlalu lama. Selain itu memastikan gudang tetap memiliki fungsinya dengan baik.

    5. Mengantar Barang

    Helper juga memiliki tugas dan tanggung jawab mengantar atau menyalurkan barang atau produk ke rantai distribusi selanjutnya atau langsung ke pelanggan. Mereka bekerja sama dengan sopir untuk mengantar sesuai dengan spesifikasi dan alamat penerima. 

    Namun, tugas dan tanggung jawab ini tidak menjadi kewajiban setiap hari seorang helper. Mereka hanya berjaga jika mendadak dibutuhkan pada waktu-waktu tertentu saja.

    6. Sopir Cadangan

    Masih berkaitan dengan tugas helper nomor lima dalam mendistribusikan barang, helper gudang juga bertugas sebagai sopir cadangan. Tugas ini harus dilakukan apabila sopir utama berhalangan masuk atau banyaknya pesanan. Selain itu, tujuan sebagai sopir cadangan agar tidak ada keterlambatan dalam mengantar barang ke pelanggan.

    Helper yang bertugas sebagai sopir cadangan harus melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke atasan mereka. Konfirmasi ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menjalankan tugasnya. Namun perlu diperhatikan bahwa tugas dan tanggung jawab ini bukan yang utama dari seorang helper gudang.

    7. Menyiapkan Barang

    Helper gudang juga berperan membantu dalam mempersiapkan barang yang akan keluar dari gudang. Barang atau produk hasil dari bagian produksi akan dikemas, dimasukkan ke dalam truk pengangkut dan dicek sebelum diantar ke distributor atau pelanggan. 

    Apabila terdapat barang yang cacat atau rusak, maka akan segera dilaporkan ke bagian terkait. Selain itu, mereka juga akan membuat laporan yang di-input ke dalam sistem perusahaan.

    8. Membuat Laporan

    Karena salah satu tugas helper adalah mengontrol keluar masuk barang, maka seorang helper gudang dituntut untuk membuat laporan. Mereka harus mengawasi, memantau, dan mencatat keluar masuk barang yang ada di gudang. Laporan yang dibuat tergantung dari permintaan atasan. Seorang helper bisa membuat laporan harian, mingguan ataupun bulanan.

    Laporan yang dibuat oleh helper gudang selanjutnya diserahkan kepada atasan. Setelah itu akan ditinjau oleh atasan atau bagian purchasing tentang kebenaran laporan dan mencocokkannya dengan kondisi atau data yang ada di lapangan.

    9. Menangani Faktur dan Struk Barang

    Helper gudang memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap faktur dan struk barang yang datang dari bagian produksi. Faktur adalah nota yang memuat informasi daftar dan biaya pengiriman barang. Sedangkan struk berisi informasi tentang harga barang produksi.

    Tugas ini sebenarnya menjadi kewajiban staf gudang atau purchasing. Helper gudang berperan sebagai pembantu. Mereka mencatat dan melayani barang yang keluar masuk gudang. Faktur dan struk yang diterima dapat digunakan sebagai laporan yang ditujukan ke bagian keuangan.

    10. Mengelompokkan Barang

    Barang yang ada di gudang akan diletakkan atau ditata berdasarkan kelompoknya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan manajemen gudang. Memudahkan untuk mengambil barang karena sudah diletakkan di tempat tertentu yang telah diketahui.

    Pengelompokan ini berdasarkan karakteristik, jenis, nama, sampai waktu produksi. Helper akan menerima perintah dari atasan untuk meletakkan barang sesuai dengan kategori.

    Membuat laporan stok barang adalah salah satu tugas helper yang wajib dikuasai agar aktivitas kerja bagian produksi dan gudang dapat berjalan lancar. 

    Berapa Gaji Seorang Helper?

    Dari sekian banyak tugas helper yang telah disebutkan di atas, pasti muncul pertanyaan, kan? Memangnya, berapa gaji seorang helper?

    Helper yang bekerja di gudang memperoleh gaji sekitar Rp1.000.000,- hingga Rp3.000.000,- per bulan. Rata-rata perusahaan menggaji seorang helper di kisaran Rp2.846.657 setiap bulan. Besaran gaji tersebut biasanya sudah termasuk uang makan dan transportasi.

    Namun, gaji helper juga disesuaikan dengan UMR wilayahnya. Berikut ini gaji helper gudang pada beberapa kota besar di Indonesia per tahun 2021:

    • Jakarta Rp3.160.000 per bulan.
    • Surabaya Rp2.229.000 per bulan.
    • Gresik Rp3.424.365 per bulan.
    • Denpasar Rp2.700.000 per bulan.
    • Medan Rp4.000.000 per bulan.

    Memasuki tahun 2022, kisaran gaji helper adalah sebagai berikut:

    Dilansir dari Workmate Asia, seorang helper gudang umumnya memiliki gaji pokok minimal Rp3.390.000,- per bulan ditambah beberapa asuransi kesehatan dan keselamatan kerja.

    Sementara pada situs Tips Kerja mencatat bahwa di beberapa daerah seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat, gaji seorang helper berkisar antara Rp3.000.000,- hingga Rp4.500.000,- per bulan. Sedangkan di wilayah lain seperti Jawa Timur berkisar antara Rp2.500.000,- hingga Rp3.000.000,- dan Jawa Tengah berkisar antara Rp1.500.000,- hingga Rp2.500.000,-.

    Jika di bagian produksi atau gudang sedang mengalami peningkatan aktivitas kerja, umumnya helper sering melakukan overtime, sehingga akan mendapat uang lembur juga sesuai dengan jumlah waktu lemburnya.

    Baca juga: Kenali Pengertian dan Contoh Faktur Dalam Bisnis!

    Kesimpulan

    Nah, itulah penjelasan mengenai pengertian helper, gaji, tugas, dan tanggung jawabnya. Jika kamu memiliki sebuah bisnis meski berskala kecil, tentunya membutuhkan seorang helper untuk membantu kelancaran produksi dan distribusi.

    Kehadiran gudang bagi industri manufaktur sangat penting dan membutuhkan pengelolaan yang baik. Hal tersebut semata-mata agar proses penyimpanan serta distribusi barang bisa beroperasi dengan baik.

    Perusahaan yang bergerak di industri manufaktur atau logistik biasanya memiliki beberapa lokasi gudang dan membutuhkan banyak karyawan, termasuk salah satunya adalah helper gudang.

    Diharapkan penjelasan tentang pekerjaan helper di atas bisa membantu kamu lebih mengenal salah satu posisi pekerjaan penting ini. Semoga bermanfaat ya, Majoopreneurs! Jangan lupa untuk membaca artikel lain seputar dunia kerja dan UMKM di blog majoo, ya!

    Pertanyaan Terkait

    • Di dunia kerja, helper adalah seseorang yang bertugas membantu karyawan lain (rekan kerja atau atasan) menyelesaikan pekerjaannya. Selain membantu, helper umumnya juga bertanggung jawab menjadi tenaga cadangan apabila pekerja utama berhalangan atau tidak mampu menyelesaikan tanggung jawabnya.
    • Berikut ini tugas dan tanggung jawab helper gudang: (1) Memasukkan Barang ke Gudang, (2) Memastikan Stok Barang di Gudang, (3) Pencatatan Keluar Masuk Barang, (4) Menjaga Kebersihan Gudang, (5) Mengantar Barang, (6) Sopir Cadangan, (7) Menyiapkan Barang, (8) Membuat Laporan, (9) Menangani Faktur dan Struk Barang, (10) Mengelompokkan Barang
    • Helper yang bekerja di gudang memperoleh gaji sekitar Rp1.000.000,- hingga Rp3.000.000,- per bulan. Rata-rata perusahaan menggaji seorang helper di kisaran Rp2.846.657 setiap bulan. Besaran gaji tersebut biasanya sudah termasuk uang makan dan transportasi. Namun, gaji helper juga disesuaikan dengan UMR wilayahnya. Berikut ini gaji helper gudang pada beberapa kota besar di Indonesia per tahun 2021: (1) Jakarta Rp3.160.000 per bulan, (2) Surabaya Rp2.229.000 per bulan, (3) Gresik Rp3.424.365 per bulan, (4) Denpasar Rp2.700.000 per bulan, (5) Medan Rp4.000.000 per bulan.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.