Ilmu Ekonomi Deskriptif: Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Ditulis oleh Nisa Destiana

article thumbnail

Ekonomi deskriptif menggambarkan peristiwa ekonomi secara faktual.

Kita perlu ilmu ekonomi untuk mengkaji situasi atau kegiatan ekonomi. Mengingat kompleksitas cakupannya, ilmu ekonomi dibagi menjadi tiga, yaitu ilmu ekonomi deskriptif, ilmu ekonomi teori, dan ilmu ekonomi terapan. 

Nah, kali ini kita akan fokus membahas ilmu ekonomi deskriptif, mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, hingga contohnya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Pengertian Ilmu Ekonomi Deskriptif

Secara sederhana, pengertian ilmu ekonomi deskriptif adalah kajian ekonomi yang menggambarkan fakta atau data empiris tentang peristiwa ekonomi. Biasanya, kajian tersebut mencakup fakta peristiwa ekonomi di suatu wilayah tertentu.

Dengan kata lain, fungsi ilmu ekonomi yang satu ini untuk mengkaji kondisi perekonomian di suatu tempat atau wilayah tertentu, misalnya suatu negara.

Di samping pengertian di atas, descriptive economics juga didefinisikan sebagai kajian yang menggambarkan kondisi perekonomian masyarakat yang sebenarnya. 

Kajian tersebut digunakan untuk mengumpulkan keterangan-keterangan nyata yang relevan dengan suatu permasalahan ekonomi.

Karena itu, ekonomi deskriptif melibatkan proses pengumpulan data ekonomi. Berbeda dengan teori ekonomi yang melibatkan interpretasi data serta pembuatan hipotesis.

Jadi, dalam ekonomi deskriptif, ahli ekonomi memang perlu melakukan observasi, menyadari pola, serta mendokumentasikan data atau fakta ekonomi.

Ekonomi deskriptif juga diartikan sebagai pandangan yang menjelaskan tentang hubungan prediktif dari kondisi ekonomi yang akan terjadi dengan sifat-sifat ekonomi yang telah terjadi dalam kegiatan ekonomi sebelumnya serta faktor yang memengaruhi perubahan tersebut.

Lebih dari itu, ekonomi deskriptif memberikan informasi tentang sifat utama dari sistem ekonomi dan komponen yang membuat ekonomi berfungsi. 

Singkatnya, ilmu ekonomi deskriptif adalah ilmu yang memberikan gambaran fakta atau data empiris tentang peristiwa ekonomi yang berfungsi untuk mengkaji kondisi perekonomian di suatu tempat atau wilayah tertentu.

Adapun tujuan ilmu ekonomi deskriptif yang utama ialah menjadi alat bantu agar pemecahan berbagai masalah ekonomi lebih mudah.

Ciri-Ciri Ilmu Ekonomi Deskriptif

Setelah menyimak pengertian ilmu ekonomi deskriptif, kita bisa melihat karakteristik dari kajian ekonomi yang satu ini. Jadi, apa ciri-ciri ilmu ekonomi deskriptif? Simak pembahasannya berikut ini!

  • Karena menggambarkan peristiwa ekonomi secara empiris, ilmu ini bersifat nyata atau faktual, bukan suatu rekayasa.
  • Ekonomi deskriptif dapat membuat kita mengetahui kondisi ekonomi suatu negara secara nyata.
  • Untuk memaparkan data empiris peristiwa ekonomi, kajian ekonomi deskriptif hadir dalam berbagai medium penggambaran, misalnya seperti grafik atau kurva.
  • Ekonomi deskriptif mendorong proses produksi dan menciptakan mekanisme distribusi sehingga proses produksi serta distribusi dapat berjalan dengan baik.
  • Salah satu ciri yang sekaligus fungsi lain ekonomi deskriptif ialah mengorganisasikan individu dengan suatu cara atau metode tertentu.

Cara Mempelajari Ekonomi Deskriptif

Seperti yang sudah diketahui, kegiatan ekonomi adalah aktivitas yang dilakukan oleh setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kebutuhan dan aktivitas pemenuhannya tersebut tentu terus berkembang dari waktu ke waktu sehingga diperlukan seperangkat alat bantu untuk memahami fenomenanya.

Nah, ekonomi deskriptif dianggap sebagai salah satu kajian yang tepat untuk jadi alat bantu dalam memahami berbagai peristiwa ekonomi. Pasalnya, mempelajari ekonomi deskriptif dapat membuat kita mengerti pola pikir suatu masyarakat, kaitannya dengan kegiatan ekonomi.

Lebih dari itu, ekonomi deskriptif bisa mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih praktis dan efisien. Tidak heran bila kajian ekonomi deskriptif dianggap memegang peranan penting dalam kehidupan sosial. Ilmu ekonomi yang satu ini juga dianggap penting baik secara keilmuan maupun praktik.

Namun, proses mempelajari ekonomi deskriptif tidak bisa dilakukan secara langsung. Sebelum mempelajari ekonomi deskriptif, kamu perlu mempunyai berbagai pemahaman lain, muladi dari pemahaman tentang perilaku masyarakat hingga globalisasi.

Baca juga: Memahami Pengertian Perilaku Konsumen dalam Dunia Bisnis

 Dalam ilmu ekonomi deskriptif, terdapat proses observasi, pengamatan pola, serta dokumentasi fakta untuk setiap peristiwa ekonomi.

Contoh Ilmu Ekonomi Deskriptif

Supaya kamu bisa lebih memahami soal ekonomi deskriptif, kami telah menyiapkan beberapa contoh. Silakan disimak, ya!

Contoh 1: Situasi ekonomi Indonesia pada 1970

Untuk melihat contoh ilmu ekonomi deskriptif, kita bisa mundur ke kondisi perekonomian Indonesia pada 1970-an. Pada era tersebut, perekonomian Indonesia berada di posisi yang baik dan stabil. 

Saat itu, industri dan perekonomian nasional berada di titik sukses. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, fokus tahun 70-an terletak pada sektor substitusi impor. 

Kebijakan industri saat itu banyak dipengaruhi oleh struktur proteksi terhadap industri dalam negeri. Dalam periode tersebut, struktur proteksi itu dikembangkan dan dijadikan sebagai tulang punggung perekonomian.

Sayangnya, pertumbuhan ini tidak berjalan mulus dan konsisten seperti harapan. Pada tahun 80-an, kebijakan industri substitusi impor melambat. Akan tetapi, kondisi itu sedikit menguntungkan karena pemerintah tengah merancang sistem baru.

Melambatnya kegiatan impor menjadi kesempatan untuk menyiapkan sistem baru. Dengan demikian, ketika kebijakan substitusi impor diubah secara besar-besaran, kondisi perekonomian makin kuat dan pertumbuhan transaksi pun berjalan mulus.

Contoh 2: Inflasi di Indonesia pada 1998

Salah satu peristiwa tak terlupakan yang dapat menjadi contoh ilmu ekonomi deskriptif adalah inflasi 1998 silam. Sebetulnya, perekonomian Indonesia pada 1997 tidak pernah mengalami minus. 

Namun, setelah melewati tahun tersebut, perekonomian Indonesia tidak lancar. Puncaknya, pada 1998 ekonomi Indonesia merosot. Menjelang akhir tahun, perekonomian Indonesia mulai membaik, meski tidak signifikan.

Bagaimana krisis moneter bisa terjadi di Indonesia pada 1998? Peristiwa tersebut terjadi karena rendahnya tingkat kepercayaan pasar dan masyarakat. Akibatnya, krisis moneter tidak terhindarkan, terlebih situasi politik saat itu tidak stabil sehubungan dengan suksesi kepemimpinan nasional. 

Belum lagi, waktu itu Indonesia memiliki utang luar negeri yang sangat besar. Tak heran bila kondisi ekonomi Indonesia pada 1998 terpuruk. Saat itu, tercatat utang luar negeri Indonesia mencapai $138 miliar. 

Dua per tiga dari utang tersebut merupakan utang jangka pendek yang jatuh tempo pada tahun tersebut. Sementara itu, hanya ada $14,44 miliar sebagai cadangan devisa. 

Krisis ekonomi 1998 memengaruhi segala sektor. Banyak perusahaan dan perbankan yang tak mampu bertahan. 

Contoh 3: Perekonomian Amerika Serikat pasca Perang Dunia II

Perang Dunia II berdampak terhadap berbagai sektor, termasuk ekonomi. Sistem moneter dunia sempat terpuruk setelah terjadinya perang dunia.

Sebagai dampak dari perang dunia, mekanisme pasar bebas rusak serta volume perdagangan internasional menurun.

Tidak hanya mempengaruhi negara-negara di Eropa, tetapi Amerika Serikat juga terkena imbasnya. Bahkan, saat itu santer terdengar kabar bahwa Amerika Serikat akan kehilangan pasar di Eropa Barat. 

Tidak mau hal itu benar-benar terjadi, Amerika Serikat pun membentuk sistem Bretton Woods. Dengan bantuan Inggris, perlahan-lahan Amerika Serikat mampu mengendalikan situasi ekonomi yang kacau sampai kondisi perekonomiannya membaik.

Contoh 4: Penetapan APBN 2019

Penetapan APBN 2019 termasuk salah satu contoh ilmu ekonomi deskriptif dalam kehidupan sehari-hari. APBN 2019 disebut tidak mengalami defisit, bahkan menuju positif. Salah satu indikatornya ialah angka kemiskinan makin menurun,

Pada 2019, target penerimaan perpajakan tumbuh 15,4% dari outlook APBN 2018 dengan rasio pajak sekitar 12,2%. Kontribusi penerimaan juga naik dan dapat digunakan sebagai stimulus penggerak untuk meningkatkan daya saing serta memperbaiki iklim investasi.

Menteri Keuangan menjelaskan bahwa alokasi belanja pemerintah pusat tahun 2019 dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing bangsa melalui peningkatan SDM, penguatan infrastruktur, peningkatan efektivitas program perlindungan sosial, pelaksanaan agenda demokrasi, penguatan birokrasi, serta antisipasi ketidakpastian, termasuk mitigasi risiko bencana.

Prioritas-prioritas alokasi tersebut menunjukkan adanya perubahan baik dalam perekonomian Indonesia secara makro. Tentu saja, perubahan positif tersebut diharapkan bisa berlangsung secara konsisten sampai bertahun-tahun mendatang.

Baca juga: Revolusi Industri: Pengertian, Sejarah, Ciri, Dampak, Tips

Penutup

Itulah pembahasan tentang ekonomi deskriptif. Berdasarkan pembahasan tersebut, kita memahami bahwa ilmu ekonomi deskriptif adalah kajian yang menggambarkan peristiwa ekonomi di suatu wilayah secara faktual.

Dengan kata lain, dalam ekonomi deskriptif terdapat proses pengamatan peristiwa ekonomi, memperhatikan pola-pola yang terjadi dalam peristiwa ekonomi, serta dokumentasi fakta-fakta ekonomi.

Karena itu, ekonomi deskriptif sering kali digunakan untuk menggambarkan situasi ekonomi suatu negara secara nyata. Tujuan utamanya ialah menjadi alat bantu agar masalah-masalah ekonomi bisa dipecahkan dengan mudah.

Tidak heran bila ekonomi deskriptif dianggap memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Meskipun begitu, ilmu ekonomi yang satu ini tentu tidak bisa berdiri sendiri, kamu juga perlu memahami teori ekonomi dan ilmu ekonomi terapan.

Semoga artikel ini membantumu untuk memahami ekonomi deskriptif. Jika kamu memerlukan referensi lain seputar bisnis dan keuangan, klik tautan berikut ini!

Referensi:

  • https://deepublishstore.com/materi/ekonomi-deskriptif/ 
  • https://www.akseleran.co.id/blog/mengenal-ekonomi-deskriptif-dan-contohnya/ 
  • https://deepublishstore.com/contoh-ekonomi-deskriptif/ 

Sumber Gambar:

  • Freepik.com

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo