Apa Itu Impulse Buying? Faktor Pemicu dan Manfaatnya untuk Bisnis

Ditulis oleh Dwi Ernanda

article thumbnail


Berbelanja sesuatu yang tidak penting seringkali dilakukan banyak orang


Pernahkah kamu membelanjakan sesuatu yang tidak penting? Jika iya maka kamu harus tahu apa itu impulse buying.

Biasanya impulse buying bisa terjadi karena dorongan eksternal antara lain  berupa diskon, promosi menarik dan godaan karena melihat teman ataupun anggota keluarga yang memakainya. Berkat adanya perkembangan marketplace serta sarana pembayaran online, perilaku ini bahkan sudah makin tren di masyarakat.


Dan ini akan berdampak buruk, misalnya kamu akan kehilangan dana yang cukup besar serta menghilangkan kesempatan membeli keperluan yang lebih penting. Aktivitas ini juga akan berisiko secara finansial. Lalu sebenarnya apa sih impulse buying itu? untuk membahas lebih lanjut kamu bisa baca artikel dibawah ini.

Apa Itu Impulse Buying?

Menurut Develop Good Habits, impulse buying yaitu suatu perilaku membeli sesuatu tanpa melalui perencanaan serta tanpa memikirkan secara lengkap fungsi, tujuan serta konsekuensinya.


Ini berarti, dorongan yang kuat akan mempengaruhi tindakan seseorang yang akhirnya melakukan impulse buying. Hal Ini dipengaruhi karena penempatan barang di posisi eternity, ataupun karena adanya teknik promosi yang menarik.

Tidak hanya secara offline, namun tindakan seperti ini juga bisa terjadi saat kamu melakukan pembelian secara online.


Adanya sosial media serta situs ecommerce juga membuat seseorang lebih mudah tergoda dalam melakukan pembelian secara impulsif. Ditambah lagi dengan iklan yang muncul di media sosial, diskon serta rekomendasi barang yang sesuai dengan  perilaku konsumen di situs ecommerce. Mudahnya membeli  barang secara online juga membuat seseorang untuk membeli barang menjadi makin besar.


Impulse buying merupakan habitat yang tercipta karena adanya kebiasaan yang kamu berikan  dari waktu ke waktu. Hal ini mengakibatkan menjadi pola dalam diri.

Penyebabnya adalah karena kurangnya edukasi keuangan sedari dini, pola tersebut disebabkan oleh dopamin. 

Menurut penelitian yang dikemukakan Psychology Today dopamin banyak dikeluarkan saat seseorang merasa excited terhadap sesuatu yang akan diraih.

Contohnya ketika berbelanja yang membuat menarik bagi pembeli adalah proses saat membayangkan membeli hingga saat hendak melakukan pembelian. Jadi bukan ketika sudah membeli.


Sehingga untuk menghentikan impulse buying kamu harus memberikan pengertian serta pertanyaan ke dalam pikiran “apa manfaat yang didapat dari membeli ini? Apa dengan membelinya membuatmu menjadi puas dan senang?” apabila jawabanmu meragukan, maka sebenarnya yang kamu lakukan hanya membuang uang saja.


Biasakan untuk menghentikan kebiasaan buruk sejak dini, karena akan merusak sistem di dalam diri kamu. Serta hindari membicarakan hal ini terjadi, biasakan untuk menjadi lebih mindfull dan sadar saat berpikir sebelum bertindak.

Dan apabila hal ini dibiarkan maka kedepannya akan sulit bagi kamu untuk menabung serta menghasilkan sesuatu yang berguna dan produktif untuk jangka panjang.

Faktor-Faktor Pemicu Impulse Buying

Adapun beberapa faktor pemicu impulse buying yaitu sebagai berikut : 

  1. Faktor Strategi Pemasaran

Faktor pertama yang menjadi pemicu dari impulse buying adalah pengaruh strategi pemasaran dari penjual. Strategi pemasaran tersebut diantaranya promo, diskon, cashback dan pengaruh dari sales yang menyebabkan perilaku impulse buying. Karena hal-hal itulah yang menarik minat serta perhatian sehingga muncul keinginan kamu untuk membeli dan memilikinya.

  1. Faktor Kepribadian

Faktor kepribadian juga menjadi penyebab terjadinya pembelian impulsif. Biasanya hal seperti ini terjadi karena gengsi dan FOMO ( Fear Of Missing Out ) apabila tidak mempunyai barang yang sedang tren pada masa itu. Oleh karena itu untuk meningkatkan citra dan popularitasnya , orang dengan sindrom belanja impulsif akan rela membeli barang apa saja yang bisa mencapai tujuan tersebut.

  1. Faktor Jenis Produk

Sifat intrinsik dan ekstrinsik produk juga bisa mendorong perilaku impulse buying. Seseorang dengan melihatnya saja makan menjadi tertarik dan berminat membelinya walaupun sebenarnya tidak membutuhkannya. Tindakan tersebut bisa terjadi karena melihat varian yang beragam, tampilan kemasan yang menarik, desain penataan, keterbatasan maupun karena kelangkaan produk.

  1. Faktor geografis dan aspek budaya

Selanjutnya ada faktor geografis dan budaya yang juga bisa mempengaruhi terjadinya aktivitas belanja impulse buying. Kenyataannya, masyarakat yang memiliki budaya tinggi akan cenderung memiliki kebiasaan belanja impulsif dibandingkan dengan masyarakat budaya kolektif.

Dan salah satu alasan mengapa masyarakat berbudaya mandiri rentan terkena impulse buying karena tuntutan meredakan stres dengan bantuan orang lain seminim mungkin.

Manfaat Impulse Buying untuk Bisnis

Diatas sudah dijelaskan bahwa impulse buying yaitu mengubah daya tarik konsumen yang awalnya tidak ingin membeli jadi membeli. Atau melakukan pembelian bersifat spontan tanpa direncanakan serta cenderung dipengaruhi oleh konsumen.

Bagi pemasar, perilaku impulse buying akan sangat menguntungkan. Biasanya konsumen yang tertarik secara emosional, tidak melibatkan rasionalitas dalam mengambil keputusan pembelian produk. Terkadang konsumen menggunakan alasan rasional hanya untuk memberikan keputusannya. Dan secara sederhana, sebenarnya konsumen membeli berdasarkan keinginan bukan kebutuhan.


Bagi penjual dalam hal ini khusus toko ritel, tipe pembelian seperti ini dimanfaatkan sebagai strategi dalam rangka untuk meningkatkan penjualan. Impulse buying memiliki porsi yang cukup besar dari dalam diri konsumen. Dari data statistik diperoleh sebanyak  85% motivasi melakukan impulse buying yaitu karena  barang tersebut sedang diskon. Dan 15% sisanya disiplin dalam berbelanja sehat dengan daftar. Adanya impulse buying juga menjadi peluang bagi pemasar dalam mengenalkan produk baru.


Lewat komunikasi yang efektif disertai program promosi hal ini akan berpengaruh terhadap pilihan merek yang akan dibeli konsumen serta mendorong untuk  belanja yang lebih banyak. Sehingga bagi pemilik bisnis dapat menerapkan strategi ini dengan meningkatkan visibilitas produk yang didiskon. Hal ini bisa dikeluarkan dengan cara memajang produk tersebut di bagian apa, misalnya di dekat pintu masuk atau sekitar kasir.


Kamu juga bisa mengaplikasikasikan warna-warna yang seirama mencolok serta mudah dilihat, seperti warna kuning dan merah. Biasanya strategi ini dipakai pada toko ritel yang akan menghabiskan stok produk lama. Akan tetapi bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan barang diskon.


Perlu diingat juga bahwa sebelum diskon diberikan, hendaknya harus ada perhitungan yang matang supaya diskon tidak menimbulkan kerugian.

Tapi ada satu hal yang harus kamu perhatikan yaitu “impulse buying” harus diimbangi dengan kualitas produk yang bagus. Karena biasanya setelah membeli dengan “impulse buying” konsumen selalu memperhatikan dengan cermat produk yang dibelinya.

Apabila produk yang dibelinya tidak sesuai dengan harapan konsumen maka hal ini akan memberikan kesan yang buruk di hati konsumen. Ini akan merugikan , karena konsumen tersebut tidak melakukan pembelian ulang di toko.


Dan untuk kamu para pemilik bisnis, sekarang ada Aplikasi Owner dari Majoo. Dengan aplikasi yang khusus untuk owner atau manager ini akan memantau aktivitas setiap bisnis yang kamu jalankan. Diantaranya seperti penjual, kas kasir, absensi dan karyawan dari smartphone. Melalui aplikasi ini juga memonitor produk dengan cepat dan mudah sehingga bisnismu akan makin berkembang.




Sumber : 

  • https://glints.com/id/lowongan/tips-mencegah-impulsive-buying/#.ZAXEah9Bzrc

  • https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/07/23/impulsive-buying

  • https://www.jurnal.id/id/blog/strategi-menerapkan-diskon/#Menerapkan_Strategi_Impulse_Buying

  • https://tanifund.com/blog/artikel-dan-tips/impulsive-buying-adalah

  • https://www.merdeka.com/ireporters/uang/tips-meningkatkan-penjualan-dengan-impulse-buying.html

  • https://www.freepik.com/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo