Punya pertanyaan tentang majoo? Kami dapat membantu!
Icon majoo chat
majoo fab
Hai, majoopreneurs!

Punya pertanyaan terkait fitur dan paket berlangganan majoo? Yuk, segera terhubung dengan kami!

Klik Ingin Berlangganan
majoo fab
Ingin Berlangganan majoo fab
Klik Hubungi CS
majoo fab
Hubungi CS majoo fab

Table of Content

    Strategi Pemasaran 4P dan Contohnya dalam Dunia Bisnis

    4 variabel dalam strategi pemasaran 4P memiliki fungsi untuk memenangkan persaingan bisnis.


    Dalam dunia bisnis, pemasaran adalah suatu hal yang penting setelah proses produksi. Bisa dibilang bahwa pemasaran adalah aktivitas atau kegiatan ekonomi yang menjembatani proses produksi dari produsen dan konsumsi di pihak konsumen.


    Definisi pemasaran jika dilihat berdasarkan dari konsep kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan permintaan (demands), adalah  proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh individu atau kelompok, untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan dengan memproduksi, menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain.


    Pada saat melakukan pemasaran, diperlukan adanya strategi agar langkah yang sudah diambil dapat mendatangkan hasil, dalam hal ini keuntungan, sesuai dengan yang diinginkan. Namun, sebelum menentukan strategi pemasaran seperti apa yang akan diterapkan, sebaiknya para pebisnis bisa menentukan segmentasi dan target pasar supaya bisa membuat strategi pemasaran yang tepat.


    Bila didefinisikan, strategi pemasaran adalah strategi atau trik yang dirancang khusus untuk mempromosikan produk sehingga akan menghasilkan keuntungan. Strategi pemasaran yang baik akan membantu pebisnis untuk bisa mengidentifikasi pelanggan terbaik mereka. Dapat juga membantu dalam memahami apa saja kebutuhan konsumen. Dengan strategi yang baik, sangat memungkinkan untuk menerapkan metode pemasaran yang paling efektif. Tujuan utamanya adalah untuk mensukseskan bisnis yang dijalankan agar lebih dapat memuaskan pelanggan yang telah membeli produk.

    Strategi Pemasaran 4P

    Strategi pemasaran yang bisa diterapkan oleh pebisnis sebenarnya ada banyak sekali. Namun, ada satu strategi utama yang perlu untuk diterapkan dan dikenal dengan istilah strategi pemasaran 4P.


    Strategi pemasaran 4P dikenal juga dengan sebutan marketing mix atau bauran pemasaran. Secara singkat, sejarah strategi ini awalnya dipopulerkan oleh Neil Borden tahun 1950-an. Setelah itu disempurnakan oleh Jerome McCarthy menjadi strategi pemasaran 7P.

    Sejarah Strategi Pemasaran 4P

    Strategi pemasaran 4P diawali dengan munculnya pembentukan strateginya. Pada sekitar tahun 1950-an, seseorang bernama Neil Borden mempopulerkan istilah bauran pemasaran atau bisa juga disebut dengan  marketing mix yang mengandung lebih dari sepuluh unsur pemasaran di dalamnya. Neil Borden mendefinisikan bahwa seorang eksekutif pemasaran memang yang memadukan berbagai bahan untuk membuat resep tepat sehingga bisa memasarkan suatu produk. 


    Kemudian, pada tahun 1960-an, Jerome McCarthy merancang strategi dengan variabel 7P, ia memberikan penambahan dan penyempurnaan seperti hal-hal penting dari bauran pemasaran tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya banyak versi dari P seperti 5P, 8P dan lain sebagainya. Namun strategi pemasaran 4P adalah yang paling murni dan inti dari berbagai model pemasaran lainnya. Perlu diketahui bahwa setiap model P hanya pengembangan dari 4P. 


    Selain itu, McCarthy juga mengartikulasikan perubahan saldo yang ada dari berbagai variabel tersebut dengan perspektif jangka panjang dengan produk yang paling sulit diubah.


    Variabel 4P adalah pondasi awal dari seluruh kegiatan pemasaran.

    Definisi Strategi Pemasaran 4P

    Strategi pemasaran 4P adalah kumpulan komponen atau variabel dasar yang menjadi patokan awal bagi bisnis agar konsumen mau membeli produknya. Strategi pemasaran 4P atau disebut juga marketing mix terdiri dari 4 bagian yaitu product, price, place, dan promotion.


    Price (harga), product (produk), promotion (promosi) dan place (distribusi). Empat variabel pemasaran tersebut merupakan empat hal penting dalam bidang pemasaran dalam bisnis dan dapat digunakan sebagai dasar menyusun strategi untuk bisa mendapatkan posisi yang kuat di pasar.


    Strategi pemasaran bahkan bukan hanya bisa digunakan untuk usaha atau bisnis dalam skala besar melainkan bisa juga dilakukan oleh pelaku usaha yang mempunyai bisnis UMKM. 

    Faktor yang Menentukan Strategi Pemasaran 4P

    Sebagai pebisnis, saat kamu sudah bisa menentukan keputusan terhadap empat variabel pemasaran yang meliputi harga, produk, promosi dan distribusi, maka itu artinya kamu juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor di luar empat variabel tersebut, antara lain:

    Faktor Internal

    Faktor internal di sini maksudnya adalah beberapa faktor yang berhubungan dengan urusan internal perusahaan atau organisasi. Biasanya meliputi ketersediaan dana, sifat produk, tujuan perusahaan, tahapan dalam life-cycle produk dan lainnya. 

    Faktor Eksternal

    Sedangkan yang dimaksud dengan faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berada atau muncul dari luar perusahaan, misalnya, perilaku konsumen, tingkat persaingan, distribusi, dan regulasi pemerintah.

    Variabel Penting dalam Strategi Pemasaran 4P

    Seperti yang sudah disebutkan di atas, strategi pemasaran 4P meliputi 4 variabel, yaitu price (harga), product (produk), promotion (promosi) dan place (distribusi).

    1. Product (Produk)

    Produk yang baik dan berkualitas akan membantu memenangkan persaingan bisnis dengan para kompetitor yang memiliki produk serupa. Produk yang ditawarkan dan dijual di pasar sebaiknya mampu memenuhi keperluan, kemauan dan harapan konsumen.


    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini untuk menarik perhatian konsumen, antara lain variasi pilihan produk, bentuk fisik dari produk itu sendiri, fitur, merek yang akan dikenalkan pada konsumen, kemasan yang menarik, dan garansi produk. 


    Karena itu, sebelum melakukan proses produksi dan mengembangkan produk, sebagai pebisnis kamu sebaiknya bisa melakukan analisis peluang pasar. Jika sudah, barulah bisa masuk ke tahap penentuan harga, distribusi dan promosi pemasarannya. 


    Pemilik bisnis atau perusahaan juga selayaknya bisa memprediksi dan menghitung periode life-cycle sebuah produk dan memprediksi kira-kira risiko apa saja yang akan ditemui seiring bergeraknya produk dalam setiap fasenya. Fase dalam life-cycle produk meliputi fase pertumbuhan yang diikuti dengan kematangan dan akhirnya periode penjualan produk menurun.


    Berdasarkan tingkat kepuasan konsumen jangka panjang, produk dapat dibagi menjadi empat, yaitu:


    • Produk yang bermanfaat (salutary product), contohnya deterjen tanpa banyak kandungan kimia atau ramah lingkungan.

    • Produk kurang sempurna (deficient product), contohnya obat-obatan yang rasanya pahit.

    • Produk yang menyenangkan (pleasing product), contohnya rokok.

    • Produk yang diperlukan (desirable product), contohnya makanan atau minuman yang bernutrisi.


    Sedangkan, jika didasarkan pada tujuan pemakaian bagi konsumen, produk dibagi menjadi dua yaitu produk konsumsi dan industri. Pengelompokkan produk menjadi produk konsumsi dan industri tersebut bermanfaat saat kamu menyusun strategi pemasaran 4P karena setiap kategori produk ini akan dipasarkan ke pasar yang berbeda dan dengan teknik pemasaran yang berbeda pula. Sebagai catatan, produk konsumsi umumnya memiliki proses distribusi yang lebih panjang daripada produk industri.

    1. Price (Harga)

    Variabel penting kedua dalam strategi pemasaran 4P adalah price (harga). Kemampuan untuk menentukan harga jual produk juga merupakan aspek yang sangat penting dalam strategi pemasaran karena bisa memengaruhi permintaan dan penjualan di pasar. Penentuan harga juga bertujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki market share, stabilitas harga, untuk mencapai target pengembalian investasi dan yang paling utama adalah untuk mencapai laba maksimum.


    Dalam proses menentukan harga, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain: biaya, keuntungan, kompetitor dan perubahan kebutuhan pasar.


    Bagi pemilik bisnis atau perusahaan, harga produk  bisa menghasilkan pendapatan dan profit. Sementara, bagi konsumen, harga tidak bisa lepas dari dua aspek, yaitu kemampuan membeli dan manfaat yang akan diperoleh oleh konsumen tersebut. Satu hal yang perlu diingat adalah jangan lupa untuk mempertimbangkan sistem potongan harga atau diskon dan juga cicilan atau angsuran, karena dua hal ini nyatanya mampu memengaruhi minat para konsumen untuk membeli suatu produk. 

    1. Promotion (Promosi)

    Promosi merupakan kegiatan yang berhubungan dengan tindakan menginformasikan, mempengaruhi dan mengkomunikasikan produk kepada konsumen atau calon konsumen. Karena peranannya yang begitu penting, bisa dibilang bahwa produk yang berkualitas baik pun tidak akan terjual dengan mudah jika tidak adanya promosi yang dilakukan dengan tepat. 


    Tujuan dari promosi adalah untuk menginformasikan ke lingkungan pasar atau konsumen mengenai produk atau bisnis yang kamu jalankan. Bentuk promosi dapat berupa iklan, public relations, publikasi (media sosial dan media cetak) dan juga promosi penjualan. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan public relations mencakup press release, perjanjian sponsor, workshop, dan seminar. Intinya bahwa para konsumen perlu diberikan awareness atau kesadaran sehingga mereka merasa ingin membeli produk yang kamu pasarkan. 


    Kegiatan promosi termasuk variabel penting karena prosesnya sangat dipengaruhi oleh perencanaan strategi pemasaran dari pebisnis atau perusahaan untuk mempertahankan pelanggan dan market share, minimal dalam periode jangka pendek.

    1. Place (Distribusi)

    Dalam hal ini yang dimaksud dengan place adalah tempat para konsumen bisa mendapatkan produk yang kamu tawarkan. Tempat produk didistribusikan, bisa berupa franchise, outlet, bahkan reseller. Selain tempat, proses distribusi juga menjadi hal penting agar produk bisa sampai ke tangan konsumen dalam keadaan baik dan tidak rusak.


    Terdapat 3 aspek pokok yang menjadi penentu proses distribusi dalam strategi pemasaran 4P, yaitu sistem transportasi perusahaan, sistem penyimpanan, dan pemilihan saluran distribusi (pedagang besar, pengecer, agen atau makelar).

    Manfaat Penting Strategi Pemasaran 4P dalam Bisnis

    Strategi pemasaran 4P dan contohnya dipercaya dapat meningkatkan loyalitas terhadap merek dari produk yang kamu tawarkan atau kamu jual.  Ini dikarenakan ada hubungan antara strategi tersebut dengan bisnis yang memfokuskan usahanya untuk keperluan konsumen dan menciptakan kepuasan pelanggan.


    Sebagai pelaku bisnis, selayaknya kamu bisa mengkombinasikan semua elemen atau variabel dalam strategi marketing tersebut pada usahamu, sehingga dengan begitu kamu dapat menciptakan teknik pemasaran dan promosi yang tepat untuk produk kamu.


    Strategi pemasaran 4P jika diterapkan dengan tepat dan benar, maka akan mendatangkan banyak manfaat bagi bisnis itu sendiri. Manfaat tersebut, antara lain:


    Menciptakan sinergi

    Strategi pemasaran 4P (Produk, Harga, Promosi, dan Tempat) dapat menciptakan suatu sinergi yang baik antara bisnis, media promosi, dan konsumen. 


    Loyalitas dan nilai merek

    Manfaat dari strategi pemasaran 4P dan contohnya yang kedua adalah munculnya nilai produk yang baik serta tingkat loyalitas dari para konsumen pada produk yang kamu pasarkan. Hal ini terjadi karena adanya teknik pendekatan yang berfokus pada kebutuhan dan kepuasan pelanggan. 


    Menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan

    Manfaat berikutnya dari strategi pemasaran tersebut adalah bisa menciptakan hubungan yang baik antara pihak pelaku bisnis dengan konsumen baru, loyal customers, dan bahkan calon konsumen. Unsur-unsur dalam bisnis seperti produk, kualitas, harga, promosi, dan lokasi bisnis dapat menjadi salah satu faktor analisis pasar untuk mengetahui kebutuhan dan harapan dari konsumen, sehingga dengan demikian secara perlahan, hubungan antara konsumen dan bisnismu  dapat terjalin lebih baik dengan strategi ini. 


    Menghadirkan kemungkinan adanya integrasi 

    Manfaat lain yang bisa didapatkan dari strategi pemasaran 4P adalah dapat menghadirkan adanya kemungkinan untuk melakukan integrasi. Perencanaan dalam strategi pemasaran ini umumnya sangat membutuhkan pemikiran yang kritis dan persepsi yang tepat. Jika keduanya bisa digabungkan dengan benar, maka produk dari perusahaan kamu akan tersimpan dengan baik di dalam benak konsumen. 


    Dapat digunakan sebagai panduan dalam mengambil keputusan 

    Adanya keterkaitan antara 4 variabel yang sudah disebutkan di atas, menjadikan para pemilik bisnis atau perusahaan akan terbantu saat perlu untuk mengambil keputusan yang tepat bagi bisnisnya. Contoh strategi pemasaran 4P dengan ilustrasi kurang lebih seperti ini, jika suatu saat perusahaan atau bisnis kamu memasarkan dan menjual produk dengan harga yang tinggi, maka dalam aktivitas promosi, kamu juga harus menargetkan konsumen yang memiliki penghasilan tinggi. Seiring dengan hal itu, desain untuk produk yang kamu jual juga sebaiknya bagus dan berkualitas tinggi. 


    Volume penjualan meningkat lebih tinggi

    Manfaat terakhir yang bisa kamu dapatkan adalah adanya kepuasan konsumen yang meningkat lebih tinggi secara kontinu, dengan begitu maka penjualan produk juga akan lebih meningkat, dan secara otomatis pangsa pasar juga akan tinggi.

    Kesimpulan

    Faktor internal dan eksternal memiliki  pengaruh yang sama kuatnya dalam penerapan strategi pemasaran ini. Faktor internal meliputi tujuan perusahaan, ketersediaan anggaran, produk yang akan dikembangkan dan lainnya. Sedangkan yang dimaksud faktor eksternal, contohnya adalah kondisi kompetitor, distribusi, regulasi pemerintah dan perilaku konsumen.


    Untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam pencatatan atau perhitungan finansial, kamu bisa memanfaatkan aplikasi laporan keuangan yang lengkap seperti majoo. Bukan hanya mendapatkan fitur laporan keuangan, ada banyak fitur lainnya yang bisa memberikan kemudahan dan keuntungan untuk kamu sebagai pemilik bisnis. 


    Strategi pemasaran yang sudah direncanakan dengan baik akan percuma jika kamu masih mengabaikan beberapa faktor penting lainnya. Maka dari itu, pemilik bisnis juga perlu untuk lebih fokus dalam menjalankan bisnisnya. Jangan sampai bisnis menjadi gagal hanya karena kesalahan kecil.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
    9 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Singkat
    Berikut beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja yang dibuat secara singkat dan ringkas. Bisa digunakan sebagai referensi.
    Notulen Rapat: Fungsi, Tujuan, dan Contohnya
    Notulen rapat adalah sebuah rekaman berupa catatan dari semua ide yang diusulkan dalam rapat serta hasil kesimpulan yang akan dibutuhkan oleh perusahaan.
    Debt to Equity Ratio (DER): Definisi dan Rumus Menghitungnya
    Debt to Equity Ratio adalah rasio utang terhadap ekuitas, yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan atas komposisi utang dan ekuitas perusahaannya.