Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Kapitalisme? Lebih Banyak Mana, Manfaat atau Kerugiannya?

    Kapitalisme? Lebih Banyak Mana, Manfaat atau Kerugiannya?

    Kapitalisme adalah salah satu sistem ekonomi yang bertujuan untuk memaksimalkan laba dari modal

    Kapitalisme atau sistem ekonomi yang kapitalis kerap menjadi kambing hitam terhadap beberapa isu ekonomi yang ada di masyarakat. Mulai dari tingginya angka pengangguran, timpangnya gap antara yang kaya dengan yang miskin, tidak meratanya manfaat ekonomi yang diterima masyarakat, hingga banyak lagi isu lainnya, hampir semuanya dapat ditarik sebagai dampak dari paham yang satu ini.

    Namun, apa memang benar demikian adanya?

    Ketika diminta menjelaskan mengapa kapitalisme kerap dipandang sebagai penyebab isu-isu tersebut, mungkin tak semua bisa menjawab. Bahkan, tak banyak pula orang yang bisa menjelaskan pengertian dari kapitalisme itu sendiri, lho!

    Oleh karena itu, mari kita bahas bersama-sama secara mendalam agar lebih paham, mulai dari apa itu kapitalisme, contoh sistem ekonomi yang menerapkan paham ini, dan juga kelebihan serta kekurangan yang mungkin dimilikinya!

    Baca juga: Memahami Pengertian Ekonomi Makro serta Tujuan Kebijakannya

    Apa Itu Kapitalisme?

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kapitalisme adalah sistem dan paham ekonomi yang modalnya bersumber pada modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas.

    Ada beberapa kata kunci dalam pengertian tersebut yang dapat digunakan untuk membantu memahami paham yang satu ini dengan lebih baik. Kapitalisme merupakan sebuah sistem, berorientasi pada modal, dan mendukung terjadinya pasar bebas.

    Dari kata-kata kunci di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa paham ini menitikberatkan pada upaya atau kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang yang menjadi pemilik modal, di mana dari kegiatan tersebut kemudian akan muncul pasar bebas dalam perekonomian. Jika demikian, bagaimana dengan peran pemerintah?

    Karena berfokus pada pemilik modal dalam menjalankan kegiatan ekonominya, secara otomatis peran pemerintah akan berkurang dalam sistem yang dibangun oleh kapitalisme. Pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pada cara seorang pemilik modal dalam memaksimalkan modal yang dimilikinya, tetapi cukup berperan sebagai regulator yang menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi itu sendiri.

    Kapitalisme juga memiliki sejumlah ciri-ciri, misalnya saja:

    1. Properti Dimiliki Pribadi

    Ciri utama yang juga menjadi contoh kapitalisme adalah penguasaan properti sebagai hak individu yang memiliki modal. Dengan kata lain, setiap orang yang memiliki modal berhak untuk memiliki alat produksi sendiri dalam menjalankan operasional bisnisnya masing-masing.

    Kepemilikan properti dari pemilik modal dalam sistem ini bersifat menyeluruh, mulai dari cara mendapatkan properti tersebut hingga penggunaannya. Setiap pemilik modal dapat menentukan sendiri bagaimana mereka akan memanfaatkan setiap properti maupun alat produksi yang dimilikinya, umumnya dengan menjadikan perhitungan laba dari modal sebagai dasar pertimbangannya.

    2. Terjadi Ekspansi

    Karena alat-alat produksi dimiliki atau dikuasai langsung oleh pemilik modal, pemanfaatan setiap properti tersebut juga diserahkan kepada pemilik modal untuk secara maksimal memperoleh keuntungan. Kondisi tersebut kemudian akan mengarah pada perluasan bisnis dalam bentuk ekspansi.

    Sederhana saja, dengan menjadikan laba sebagai fokus utama, dan didukung oleh kepemilikan alat produksi, ekspansi pun dapat terjadi karena pemilik modal bebas dalam memaksimalkan pemanfaatan alat produksi yang dimilikinya. Dalam sistem ekonomi kapitalis, semakin luas ekspansi yang dilakukan oleh seorang pemilik modal, semakin besar pula potensi keuntungan yang bisa diperolehnya.

    3. Muncul Kebebasan Bersaing

    Pasar bebas merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai dengan sistem ekonomi kapitalis. Ketika peran suatu negara dalam kegiatan ekonomi masyarakat berkurang dan pemilik modal memiliki kebebasan untuk meningkatkan pendapatan bisnisnya, secara organik akan muncul persaingan untuk memperoleh pendapatan yang paling maksimal.

    Dalam sistem ini, bagaimana suatu produk maupun jasa didistribusikan ke pasar tidak dipengaruhi oleh pemerintah, tetapi oleh pasar itu sendiri. Seberapa besar permintaan yang ada akan secara langsung memengaruhi harga dari produk maupun jasa tersebut, dan pemilik modal dapat memanfaatkan besarnya permintaan tersebut sebagai peluang pengembangan bisnisnya.

    Baca juga: Pengertian dan Contoh Pasar Bebas sebagai Bentuk Globalisasi

    4. Fokus pada Kepentingan Pribadi

    Sistem ekonomi kapitalis akan dijalankan dengan kepentingan pribadi sebagai fokus utamanya. Bukan berarti dalam sistem ini kepentingan bersama menjadi hilang atau diabaikan, tetapi mereka yang menerapkan sistem yang kapitalis percaya bahwa kepentingan sosial bersama akan secara otomatis jika kepentingan pribadi masing-masing sudah terpenuhi.

    Karenanya, mungkin sistem ini terasa berbeda dengan kebanyakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menarget peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. Sebaliknya, paham ini ingin mencapai tingkat kesejahteraan bersama tersebut dengan memastikan kesejahteraan pribadi.

    Jika dipikir secara rasional, anggapan tersebut memang tidak salah, ketika semua orang sudah sejahtera, jelas secara kolektif masyarakat yang menaunginya pun akan sama sejahteranya, bukan?

    5. Sedikitnya Peran Pemerintah

    Berkaitan dengan ciri yang sebelumnya, sistem ekonomi kapitalis yang berfokus pada kepentingan pribadi membuat peran pemerintah semakin berkurang, karena yang menjadi fokus pada pemerintah adalah pemenuhan kepentingan bersama dalam lingkup bermasyarakat.

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dalam sistem ini, pemerintah memegang peranan sebagai regulator untuk memastikan kelancaran kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat, tetapi tidak berhak untuk melakukan intervensi dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, pemerintah dapat berfokus pada masyarakat yang lebih umum.

    Apa kelemahan dan kelebihan kapitalisme yang harus dipertimbangkan? 

    Mempertimbangkan Penerapan Sistem Ekonomi Kapitalis

    Setelah memahami apa itu kapitalisme dan mengetahui ciri-cirinya, tak sedikit orang yang merasa bahwa sistem yang satu ini tidaklah terlalu buruk untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat secara luas. Namun, apakah benar demikian?

    Pasalnya, jika memang tidak ada kelemahan kapitalisme sama sekali, tentu tidak akan ada pula yang akan menjadikannya kambing hitam dalam setiap isu perekonomian yang muncul ke permukaan, bukan?

    Sebenarnya apa, sih, kelebihan yang dimiliki oleh sistem yang satu ini hingga banyak orang yang setuju untuk menerapkannya dalam sistem ekonomi, dan apa pula kelemahan yang dimilikinya sehingga tidak sedikit pula orang yang kontra dengan penerapan sistem tersebut?

    Baca juga: Memahami Masalah Ekonomi dan Faktor yang Memengaruhinya

    Kelebihan Kapitalisme

    Ada beberapa kelebihan kapitalisme yang membuatnya terasa menarik serta menguntungkan untuk diterapkan dalam setiap aspek perekonomian di suatu masyarakat. Misalnya saja:

    1. Pemanfaatan Sumber Daya yang Efisien

    Seperti yang sudah kita ketahui, pemberian kuasa atas suatu properti kepada pemilik modal merupakan contoh kapitalisme yang juga menjadi ciri utamanya. Dengan memegang kepemilikan suatu properti maupun alat produksi, termasuk di dalamnya sumber daya ekonomi yang dibutuhkan, setiap pemilik modal dapat bergerak sendiri tanpa harus menunggu inisiasi dari pemerintah.

    Dengan demikian, terjadi desentralisasi pemanfaatan sumber daya yang membuat masyarakat tidak perlu lagi mengandalkan atau menyerahkan semuanya kepada pemerintah, tetapi dapat menjalankan sendiri kegiatan ekonomi yang dibutuhkannya. Sebagai akibatnya, tidak hanya pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien karena tidak adanya lagi praktik yang tersentralisasi, distribusi produk dan jasa pun dapat didorong lebih cepat.

    2. Mendorong Kreativitas dalam Kewirausahaan

    Kelebihan kapitalisme yang mungkin tidak dimiliki oleh paham atau sistem ekonomi yang lain adalah adanya pasar bebas yang membuat setiap pemilik modal harus bisa memanfaatkan berbagai peluang untuk memastikan operasional bisnisnya dapat tetap berjalan.

    Mau tidak mau, setiap pelaku usaha harus cermat dan cerdik melihat peluang bisnis untuk memastikan bisnisnya tidak kalah dalam persaingan. Bagaimanapun juga, dalam pasar bebas, seluruh aspek perekonomian akan dikembalikan lagi penentuannya kepada pasar itu sendiri, sehingga jika ada pelaku usaha yang tidak dapat secara kreatif mengikuti perkembangan serta kebutuhan pasar, dengan cepat ia akan segera tersingkir.

    3. Cepatnya Pertumbuhan Ekonomi

    Masih terkait pasar bebas yang menjadi kelebihan kapitalisme, adanya persaingan dari setiap pemilik modal dalam mengembangkan bisnisnya akan membuat pertumbuhan ekonomi melaju dengan cepat.

    Dalam sistem ekonomi yang lain, pertumbuhan ekonomi ini melibatkan banyak faktor yang harus ditangani satu per satu, sehingga tidak bisa dengan mudah dipercepat, terlebih jika sepenuhnya diserahkan ke tangan negara. Namun, dengan kapitalisme, tanggung jawab tersebut kemudian akan terbagi kepada setiap pemilik modal yang berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, sehingga faktor-faktor hambatan yang ada pun lebih cepat teratasi karena setiap pemilik modal tersebut dituntut untuk memberikan layanan terbaiknya jika tidak ingin bisnisnya gagal.

    4. Hasil Sesuai dengan Performa

    Kelebihan kapitalisme yang berikutnya, dan mungkin tidak akan bisa ditemukan dalam sistem ekonomi lainnya, adalah adanya apresiasi yang sesuai dengan kesuksesan yang dicapai. Karena keseluruhan aspek ekonomi diserahkan kepada pasar itu sendiri, mereka yang lebih baik dalam mengumpulkan serta memanfaatkan modal yang dimiliki akan lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan pasar.

    Sebagai hasilnya, pemilik modal terbesar akan lebih cepat dalam memperoleh pendapatan bisnis dibanding dengan pemilik modal yang lebih kecil. Semakin berhasil seseorang dalam mengembangkan bisnisnya atau melakukan ekspansi, semakin banyak pula pendapatan yang akan diterimanya.

    5. Kontrol Pasar yang Lebih Mudah

    Meskipun seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada pasar itu sendiri, bukan berarti pasar akan lebih sulit dikendalikan. Sebaliknya, konsumen atau pasar tersebut memegang kendali penuh terhadap cara suatu kegiatan ekonomi dijalankan.

    Produk atau jasa apa yang diinginkan, pelaku usaha mana yang akan dipilih layanannya, dan seberapa mahal harga suatu produk atau jasa, seluruhnya berada dalam kendali konsumen. Karenanya, kapitalisme adalah salah satu sistem yang sebenarnya paling menguntungkan konsumen karena baik pemilik modal maupun pemerintah akan mengikuti apa yang menjadi keinginan konsumen tersebut di dalam pasar bebas.

    Kelemahan Kapitalisme

    Nah, meski memiliki banyak kelebihan, bukan berarti tidak ada kelemahan kapitalisme yang membuatnya sulit untuk diterapkan secara optimal tanpa ada tentangan dari masyarakat. Apa saja, sih, kelemahan tersebut?

    1. Adanya Monopoli atau Persaingan yang Tidak Sempurna

    Tidak adanya campur tangan pemerintah dalam kepemilikan alat produksi maupun properti lainnya membuat pemilik modal bebas untuk memiliki serta mengumpulkan setiap properti. Secara singkat mungkin ini bisa menjadi suatu kelebihan, tetapi justru inilah yang menjadi kelemahan kapitalisme karena persaingan yang tidak sempurna akan muncul.

    Selain itu, sistem ini juga memungkinkan adanya monopoli dalam suatu bidang bisnis ketika seorang pemilik modal berhasil mengumpulkan kepemilikan seluruh properti yang dibutuhkan dalam menjalankan bidang bisnis tersebut.

    2. Terjadi Eksploitasi Sumber Daya Alam

    Dengan berorientasi pada laba, pertumbuhan ekonomi mungkin memang dapat didorong semakin cepat melalui pasar yang kompetitif serta ekspansi bisnis. Namun, sebagai ganjarannya, sumber daya alam juga akan lebih cepat tergerus untuk memenuhi kebutuhan ekspansi yang dilakukan oleh pemilik modal.

    3. Besarnya Kesenjangan Ekonomi dan Sosial

    Kelemahan kapitalisme yang paling besar adalah tidak meratanya tingkat kesejahteraan masyarakat. Dalam sistem ekonomi yang sangat kapitalis, mereka dengan modal yang besar sajalah yang memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya, sebenarnya mereka yang memiliki modal yang lebih kecil akan kesulitan untuk mengakses setiap manfaat kegiatan ekonomi.

    Ketika diteruskan dalam jangka waktu yang panjang, situasi ini akan menjadi lebih parah dan jurang yang diciptakan oleh kesenjangan tersebut akan semakin lebar. Pendapat bahwa ‘yang kaya akan semakin kaya, dan yang miskin akan semakin miskin’ akan menjadi kenyataan yang sulit dibantah jika situasi tersebut sampai terjadi.

    4. Tumbuhnya Sudut Pandang Materialistis

    Karena orientasi yang ingin dicapai oleh kapitalisme adalah memaksimalkan pendapatan bisnis, sudut pandang materialistis akan lahir dan tumbuh subur dalam sistem ini. Dengan menjadikan laba sebagai pertimbangan utama, bukan tidak mungkin seorang pelaku usaha akan abai terhadap pertimbangan-pertimbangan lain yang lebih penting.

    Dari sisi masyarakat sendiri, perilaku konsumtif yang terus meningkat juga menjadi contoh kapitalisme yang cukup mengkhawatirkan akibat adanya pandangan yang serba materialistis.

    5. Sulitnya Bisnis Kecil Bertahan

    Kelemahan kapitalisme yang lain adalah sulitnya bisnis-bisnis kecil untuk bertahan. Ingat kembali bahwa dalam sistem ini, pemilik modal terbesar akan memiliki kesempatan yang lebih besar, dan sebaliknya, bisnis-bisnis kecil dengan modal yang kecil akan kesulitan untuk bersaing dan harus rela melihat bisnisnya dicaplok oleh pemilik modal yang lebih besar.

    Dari berbagai kelebihan dan kelemahan yang menjadi contoh kapitalisme di atas, pertimbangan untuk menerapkan paham ini secara menyeluruh dalam sistem ekonomi mungkin akan sedikit memunculkan pro dan kontra. Namun, dalam sistem yang kapitalis sekalipun, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah tidak perlu terlalu khawatir karena sekarang sudah tersedia aplikasi majoo dengan beragam fitur unggulan yang dapat memberi nilai tambah bagi persaingan bisnis!

    Ayo, gunakan aplikasi majoo sekarang juga!

    Baca juga: Mengenal Monopoli: Pasar, Perdagangan, dan Dampaknya

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    10 Karakter Wirausaha untuk Meraih Kesuksesan Bisnis
    Menjadi seorang wirausahawan membutuhkan karakter wirausaha yang kuat agar bisa menjalankan bisnis dengan lancar sampai bisa meraih kesuksesan besar.
    Macam-Macam E-Wallet, Definisi, Kelebihan, dan Kekurangannya
    E-Wallet adalah suatu layanan elektronik yang berfungsi sebagai tempat menampung dana dan instrumen pembayaran digital untuk memudahkan segala transaksi.
    Vendor adalah: Jenis-Jenis Vendor dan Fungsinya dalam Bisnis
    Apa itu vendor? Tentu banyak yang sudah bisa menjawab. Namun, ada berapa jenis vendor dan apa saja fungsinya di dalam bisnis? Nah, simak artikel berikut!
    Pre Order adalah: Pengertian, Sistem, hingga Keuntungannya
    Pre order adalah aktivitas jual beli antara customer dan seller, yang mana customer memesanan dan membayar produk di awal, dengan estimasi waktu tertentu.