Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Memahami Pengertian Ekonomi Makro serta Tujuan Kebijakannya

    Memahami Pengertian Ekonomi Makro serta Tujuan Kebijakannya

    Memahami pengertian ekonomi makro membantu negara menjaga kestabilan pembangunan ekonomi.
 

    Ekonomi makro adalah istilah yang sudah umum didengar oleh para pelaku usaha, dan biasanya digunakan untuk menjelaskan salah satu cabang ekonomi yang mempelajari cara kerja atau tata cara dan tata kelola perekonomian secara keseluruhan. Selain ekonomi makro, istilah lain yang sering mengiringinya adalah ekonomi mikro.

    Baca Juga: Ekonomi Mikro Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

    Namun, kali ini kita akan membatasi pembahasan pada ekonomi makro saja; mulai dari pengertian ekonomi makro itu sendiri, teori-teori di dalamnya, serta arah dan tujuan dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah terkait ekonomi makro.

    Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita kupas bersama-sama secara lebih mendalam!

    Apa Itu Ekonomi Makro?

    Seperti yang sempat disinggung, ekonomi makro merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang kerap beriringan dengan ekonomi mikro. Namun, ekonomi makro secara umum membahas tentang fenomena-fenomena ekonomi secara luas.

    Sifat pembahasannya yang luas ini sejatinya sesuai dengan istilah makro yang digunakan dalam namanya. Secara harfiah, makro dapat diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan jumlah yang banyak atau ukuran yang sangat besar. Karenanya, ekonomi makro lebih condong pada fenomena-fenomena yang dapat memengaruhi kegiatan perekonomian secara luas; misalnya saja tingkat pertumbuhan ekonomi, devaluasi, produk domestik bruto atau PDB, tingkat inflasi, maupun tingkat kebutuhan tenaga kerja.

    Fenomena-fenomena di atas menjadi pokok bahasan ekonomi makro karena setiap hal yang berkaitan dengan fenomena tersebut, atau setiap kali terjadi perubahan dalam fenomena-fenomena tersebut, seluruh aktivitas perekonomian di sebuah negara akan berubah.

    Sebagai contoh, apabila terjadi peningkatan kebutuhan tenaga kerja sehingga mengurangi angka pengangguran secara signifikan di sebuah negara, bisa jadi pemerintah negara tersebut akan mengeluarkan peraturan tertentu yang dapat melindungi perekonomian negaranya dari adanya perubahan tersebut. Fenomena-fenomena semacam inilah yang kemudian menjadi kajian utama dari teori ekonomi makro.

    Baca juga: Menilik Pengertian Devaluasi, Tujuan, Hingga Contohnya

    Haluan yang Digunakan dalam Ekonomi Makro

    Berdasarkan pengertian ekonomi makro di atas, tentu kita dapat memahami betapa luas dan banyaknya fenomena yang dapat dikaji dengan pendekatan ekonomi makro. Setiap fenomena yang ada dan dapat memengaruhi perekonomian secara luas ini kemudian melahirkan teori-teori yang dibagi ke dalam dua haluan atau mazhab:

    Baca juga: Pemasaran Internasional: Manajemen, Strategi, dan Fungsinya

    Salah satu tujuan kebijakan ekonomi makro adalah adanya pemerataan distribusi pendapatan.

    • Mazhab Klasik

      Dalam mazhab klasik yang dipopulerkan oleh Adam Smith dan juga David Ricardo, teori yang digunakan banyak mengulas tata cara pengelolaan perekonomian yang berada dalam lingkup negara.

      Berangkat dari pemikiran yang dicetuskan oleh Adam Smith bahwa setiap individu berhak menentukan partisipasi dalam setiap kegiatan ekonomi yang dipilihnya untuk mencapai kemakmuran, teori-teori dalam mazhab klasik cenderung menempatkan kegiatan perekonomian sebagai sesuatu yang tidak akan pernah hilang. Kesimpulan tersebut didapatkan karena minat seorang individu untuk mencapai kemakmuran melalui kegiatan ekonomi akan selalu ada.

      Lebih lanjut, mazhab ini memiliki pandangan bahwa semakin tinggi minat yang muncul terhadap kegiatan ekonomi, maka kebutuhan terhadap individu tersebut sebagai tenaga kerja pun akan terus meningkat. Berdasarkan anggapan tersebut, salah satu poin dalam mazhab ekonomi makro adalah adanya pasar bebas yang tidak dapat dimasuki oleh pemerintah suatu negara.

    • Mazhab Keynesian

      Berkebalikan dengan mazhab klasik, mazhab Keynesian yang diusung oleh John Maynard Keynes beranggapan bahwa pemerintah suatu negara memiliki kekuatan untuk mengendalikan arah perekonomian. Anggapan tersebut muncul karena dalam mazhab ini, kegiatan perekonomian diatur oleh pemilik modal.

      Besarnya kendali yang diberikan mazhab Keynesian kepada pemilik modal membuat teori ekonomi makro yang berada dalam cakupan mazhab yang satu ini lebih condong ke arah liberal atau kapitalisme.

      Karena pengaruhnya yang besar terhadap kegiatan perekonomian secara keseluruhan, mazhab Keynesian beranggapan bahwa pemerintah memiliki kuasa untuk mengendalikan, bahkan campur tangan, dalam setiap kegiatan perekonomian. Tujuan kebijakan ekonomi makro adalah pengendalian arah perekonomian, sehingga pemerintah suatu negara pun diperbolehkan untuk ikut bermain dalam mengatur kegiatan ekonomi tersebut.

    Baca juga: Jenis Usaha Jasa yang Dibutuhkan Warganet Indonesia

    Arah dan Tujuan Kebijakan dalam Ekonomi Makro

    Setelah memahami pengertian ekonomi makro serta mazhab-mazhab yang digunakan untuk mengkaji setiap fenomena yang dapat berdampak secara menyeluruh dalam kegiatan ekonomi, wajar bila pemerintah suatu negara kemudian mengeluarkan kebijakan tertentu berdasarkan pendekatan ekonomi makro.

    Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi makro. Pengendalian angka pengangguran, misalnya saja, merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah.

    Tingginya angka pengangguran tentu akan memengaruhi besarnya nilai serta kelancaran perputaran ekonomi dalam masyarakat luas. Semakin tinggi angka pengangguran yang dimiliki oleh suatu negara, akan semakin rendah pula daya beli masyarakat yang ada di dalam negara tersebut. Padahal, apabila daya beli masyarakatnya rendah, pendapatan negara yang akan diterima juga lebih kecil.

    Oleh karenanya, pemerintah pun secara berkala melakukan kajian terhadap angka pengangguran dan kebutuhan tenaga kerja yang ada di negaranya; kemudian, jika diperlukan, mengeluarkan kebijakan ekonomi makro untuk memastikan hasilnya menunjukkan nilai yang baik bagi perekonomian negara tersebut.

    Yang juga merupakan tujuan kebijakan ekonomi makro adalah mencapai adanya pemerataan distribusi pendapatan di suatu negara. Apabila setiap warga negara memiliki pendapatan dengan selisih yang tidak terlalu jauh, pemerataan ini dapat tercapai.

    Tujuannya jelas, apabila penerimaan pendapatan dapat didistribusikan secara merata dalam masyarakat, artinya setiap warga memiliki pendapatan yang akan memengaruhi daya belinya. Seperti sudah dijelaskan, adanya daya beli masyarakat memastikan roda perekonomian dapat tetap bergerak di setiap lapisan.

    Tak kalah penting, adanya kestabilan perekonomian negara juga menjadi tujuan disusunnya kebijakan ekonomi makro. Negara dengan ekonomi yang stabil akan lebih kuat menghadapi krisis atau bahkan, tergantung dari situasinya, dapat menghilangkan kemungkinan dampak krisis secara sepenuhnya.

    Tentunya setiap negara pun berlomba-lomba untuk memastikan kestabilan perekonomiannya, bukan? Agar situasi itu dapat benar-benar tercapai, pemerintah dari negara tersebut harus memastikan naik dan turunnya harga barang tetap dalam batas wajar.

    Padahal, harga barang di suatu negara sangat ditentukan oleh kegiatan perekonomian yang ada di dalam negara tersebut, dan kegiatan perekonomian dapat dipengaruhi oleh fenomena-fenomena tertentu. Karenanya, ekonomi makro kerap dibutuhkan untuk mempelajari fenomena-fenomena tersebut.

    Dari fenomena yang sudah dipelajari sesuai dengan teori ekonomi makro, pemerintah dapat membuat proyeksi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh fenomena tersebut. Misalnya saja memperkirakan seberapa jauh perubahan yang terjadi dapat memengaruhi harga barang. Jika dibutuhkan, kebijakan dengan pendekatan ekonomi makro pun perlu untuk dikeluarkan.

    Dari pengertian ekonomi makro dan juga tujuan kebijakannya yang sudah dibahas, jelas bahwa perekonomian negara yang sehat bergantung pada seberapa baik pergerakan roda perekonomian di dalamnya. Karenanya, peran pelaku usaha pun menjadi penting, selain untuk memastikan adanya kegiatan ekonomi di suatu negara, keberadaan pelaku usaha juga melahirkan kebutuhan terhadap tenaga kerja.

    Jadi, jangan ragu untuk menjalankan operasional bisnis dan berkontribusi terhadap perekonomian negara. Gunakan aplikasi majoo untuk melakukan pengelolaan tempat usaha secara mudah, efektif, serta efisien!

    Baca juga: Mari Mengenal Apa Itu Entrepreneur Lebih Dekat

     

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    18 Contoh Surat Lamaran Kerja dan Jenis nya 2022 Terbaru
    Mengambil inspirasi dari contoh surat lamaran kerja dapat dilakukan untuk memastikan kemungkinan diterima kerja lebih tinggi. Namun, perhatikan jenisnya!
    Freelancer adalah: Contoh dan Tips Menggeluti Profesi Ini
    Dunia Internet mendorong manusia untuk selalu beradaptasi. Saat ini banyak orang mencari cara menjadi freelancer. Freelancer adalah tenaga kerja lepas yang bekerja secara mandiri.
    Beragam Jenis Laporan Keuangan untuk Bisnismu
    Selain laporan keuangan laba rugi, apa saja jenis laporan keuangan yang kamu ketahui? Apakah kamu tahu pengertian laporan keuangan?
    Peran Penting Strategi Customer Relationship dalam Bisnis
    Customer relationship adalah strategi untuk menjaga hubungan baik antara pihak pemilik bisnis dan konsumen. Hal ini penting bagi perkembangan bisnis.