Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Kepemimpinan adalah Hal Esensial, Apa Itu Kepemimpinan?

    Kepemimpinan adalah Hal Esensial, Apa Itu Kepemimpinan?

    Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kapabilitas untuk mendorong orang lain memaksimalkan potensinya.

    Setiap organisasi, baik bisnis maupun nirlaba, tentu memiliki tujuan. Supaya tujuan-tujuan organisasi bisa dicapai dengan efektif serta efisien, perlu ada kepemimpinan yang baik dalam organisasi tersebut.

    Secara sederhana, kepemimpinan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk memengaruhi dan memandu pengikut atau anggota organisasi.

    Kadang kepemimpinan juga diterjemahkan sebagai hal yang berperan dominan serta krusial dalam upaya pencapaian tujuan. Untuk memahami tentang kepemimpinan, mari kita simak ulasan di bawah ini!

    Apa itu kepemimpinan? Kepemimpinan adalah…

    Kepemimpinan mungkin bukanlah kata yang asing. Bahkan sebagian dari kamu mungkin sangat akrab dengan istilah yang satu ini. Akan tetapi, beberapa di antara kamu mungkin masih kesulitan memahami tengan apa itu kepemimpinan?

    Kepemimpinan adalah pemberian pengaruh secara sosial untuk memaksimalkan upaya orang-orang yang dipimpin demi tercapainya suatu tujuan.

    Jika dijabarkan secara rinci, kepemimpinan merupakan suatu kapabilitas yang ada dalam diri seseorang atau sekelompok orang. 

    Tidak hanya itu, kepemimpinan juga memberikan dampak signifikan, yaitu terpengaruhnya orang yang dipimpin untuk berupaya secara maksimal.

    Dengan begitu, harapannya tujuan yang dimiliki oleh sebuah organisasi, perusahaan, atau negara dapat tercapai.

    Karena itu, kepemimpinan sering kali melibatkan proses pembuatan keputusan yang jelas. Tidak jarang keputusan yang harus dibuat pun sulit.

    Kadang kepemimpinan juga bermakna menciptakan dan menerjemahkan visi yang jelas, menetapkan tujuan yang dapat dicapai, serta membekali orang-orang yang dipimpin dengan wawasan dan tools yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

    Seperti yang sudah diketahui, orang-orang yang mempunyai kualitas kepemimpinan umumnya diangkat menjadi pemimpin. Dalam bisnis, orang-orang ini biasanya naik ke posisi manajemen eksekutif atau C level, seperti CEO, COO, dan sebagainya.

    Baca juga: Kepanjangan CEO Adalah: Apakah Perbedaan CEO dan Direktur? 

    Teori Kepemimpinan

    Dalam organisasi atau perusahaan, terdapat orang-orang yang dengan sangat luwes dapat memengaruhi anggota organisasi atau kolega. Istilah natural leader kadang disematkan bagi orang-orang tersebut.

    Perlu diakui, kapasitas untuk memimpin memang tidak dimiliki setiap orang. Beberapa orang tampak dengan mudah sekali menggerakkan sekian banyak anggota organisasi, sedangkan sebagian yang lain tidak dapat melakukannya.

    Berdasarkan fenomena tersebut, lahirlah teori kepemimpinan atau leadership theory, yaitu penjelasan tentang cara dan alasan sebagian orang dapat menjadi pemimpin.

    Leadership theory fokus pada sifat dan perilaku yang bisa diadopsi oleh seseorang bila ingin mempunyai kapabilitas atau karakter kepemimpinan. Berikut ini beberapa karakter yang dianggap krusial dimiliki oleh seseorang jika ingin mempunyai kepemimpinan yang baik.

    • Memiliki standar moral yang tinggi
    • Keterampilan berorganisasi
    • Pembelajar yang efisien
    • Mendorong pertumbuhan orang yang dipimpinnya
    • Memupuk koneksi serta rasa memiliki (dalam konteks organisasi)

    Di luar karakteristik tersebut, terdapat beberapa teori kepemimpinan yang banyak dikenal. Yuk, cari tahu satu per satu!

    Behavioral theory

    Teori ini berfokus pada perilaku seorang pemimpin dan memiliki hipotesis bahwa perilaku tersebut dapat diduplikasi oleh calon pemimpin atau pemimpin lain.

    Kadang teori ini disebut ‘style theory’ yang menunjukkan bahwa seseorang tidak langsung lahir sebagai pemimpin, tetapi dapat diciptakan berdasarkan perilaku yang ia pelajari.

    Dengan kata lain, behavioral theory sangat menekankan pada cara seorang pemimpin bersikap. Jadi, teori ini berpendapat bahwa faktor penentu utama keberhasilan kepemimpinan adalah sikap, baik sikap ketika seseorang memimpin maupun teladan sikap dari pemimpin lain yang memengaruhi kemampuannya memimpin.

    Contingency theory

    Contingency theory dikenal juga dengan istilah situational theory. Teori ini berfokus pada konteks seorang pemimpin.

    Secara umum, teori ini melihat efek situasional keberhasilan atau kegagalan terhadap seorang pemimpin. Dalam teori ini, kepribadian seorang pemimpin dianggap sebagai faktor kecil yang menentukan kesuksesannya dalam memimpin.

    Menurut teori ini konteks serta situasi justru memainkan peran besar. Bagaimana seorang pemimpin beradaptasi dalam setiap perubahan situasi? Respons tersebut dianggap paling menentukan layak atau tidak seseorang dijadikan pemimpin. 

    Great man theory

    Berbeda dengan dua teori sebelumnya, teori kepemimpinan yang satu ini beranggapan bahwa seorang pemimpin memang dilahirkan.

    Dalam teori ini, seseorang dengan leadership skill memang dianugerahi sifat dan karakter tertentu yang menjadikannya hebat dan karakter tersebut tidak bisa dipelajari.

    Baca juga: Apa itu Leadership: Jenis-jenis dan Contoh Leadership

    Jadi, seseorang dianggap layak berada dalam posisi pemimpin karena sifat atau karakter istimewa yang dimilikinya. 

    Tentu teori ini menuai banyak kritik serta perdebatan. Apakah seorang pemimpin dilahirkan atau dilatih agar menjadi pemimpin? Benarkah tidak perlu ada upaya yang dilakukan supaya seseorang bisa menjadi pemimpin?

    Management theory

    Selain disebut management theory, teori yang satu ini juga dikenal dengan ‘transactional theory’. Penyebutan tersebut tentu bukanlah tanpa alasan.

    Pasalnya, teori ini menerapkan sistem reward dan punishment dalam kepemimpinan alias metode transaksional. Penerapan teori ini mungkin banyak ditemukan di dalam bisnis.

    Sebagai contoh, karyawan memperoleh bonus bila berhasil mencapai suatu tujuan. Sebaliknya, karyawan menerima hukuman saat gagal memenuhi target tertentu.

    Terlepas dari efektivitas positive reinforcement terhadap kinerja karyawan dan keberhasilannya memotivasi karyawan mencapai tujuan, sistem ini pun banyak dikritik. 

    Salah satu kritikan utamanya adalah pemberlakuan hukuman yang dianggap menurunkan moral suatu organisasi serta berdampak buruk bagi karyawan atau anggota organisasi.

    Transformational theory

    Terlihat dari namanya, teori ini mengacu pada transformasi atau perubahan. Teori ini menyajikan hipotesis bahwa pemimpin yang ideal bisa mengubah kesadaran, membangun semangat, dan menginspirasi orang-orang yang dipimpinnya.

    Menariknya, perubahan-perubahan tersebut dilakukan oleh orang yang dipimpin tanpa adanya tekanan dari pemimpin. Bila kita simpulkan secara sederhana, teori ini beranggapan bahwa pemimpin bisa mendorong perubahan dengan memberikan contoh.

    Ada banyak tujuan kepemimpinan, mulai dari profit hingga mencapai kehidupan yang lebih baik.

    Tujuan Kepemimpinan

    Lalu, apa sebenarnya tujuan kepemimpinan? Pertanyaan tersebut terdengar sederhana, tetapi tidak bisa dijawab dengan satu kalimat singkat saja.

    Setidaknya, tujuan kepemimpinan dapat dilihat dari empat sudut pandang, yaitu:

    • Profit

    Leadership ditujukan untuk memastikan organisasi menghasilkan keuntungan atau profit. Dengan demikian, organisasi tersebut dapat terus beroperasi. Tentu saja, tujuan yang satu ini merupakan tujuan lazim dari perusahaan atau organisasi bisnis.

    • Orang yang dipimpin

    Melalui pendekatan orang yang dipimpin, tujuan kepemimpinan adalah mengeluarkan potensi terbaik dalam diri orang tersebut. Hal ini dilakukan dengan cara-cara yang saling menghormati, peduli, dan mendukung satu sama lain. 

    • Pelayanan

    Kepemimpinan juga dapat bertujuan memperbaiki kehidupan seseorang atau komunitas bila dilihat dari perspektif pelayanan. Seorang pemimpin hadir untuk melayani orang yang dipimpinnya.

    • Greater good

    Dari sudut pandang greater good, kepemimpinan bertujuan untuk memastikan setiap keputusan diambil demi kehidupan yang lebih baik atau untuk generasi berikutnya.

    Sebagian dari kamu mungkin ada yang bertanya, perspektif mana yang paling tepat untuk menggambarkan tujuan kepemimpinan

    Namun, dalam hal ini, persoalannya bukan tentang sudut pandang mana yang benar sebab semua tujuan di atas sama pentingnya. Ragam perspektif tersebut justru menunjukkan dimensi tanggung jawab yang dipikul seorang pemimpin.

    Baca juga: Akuntabilitas adalah Kunci: Prinsip dan Contoh Akuntabilitas

    Aspek Kepemimpinan

    Berbicara tentang kepemimpinan, pertanyaan terkait tujuan kepemimpinan bukanlah satu-satunya pertanyaan yang kerap dilontarkan. 

    Diskusi lain yang cukup hangat banyak mempertanyakan tentang elemen yang menjadikan seseorang pemimpin yang andal.

    Business analyst, institusi penegak hukum, dan peneliti di dunia pendidikan terus merumuskan tentang aspek kepemimpinan sehingga seseorang bisa dikatakan sebagai good leader.

    Di bawah ini beberapa aspek yang diyakini dapat mendorong seseorang sukses bila menduduki posisi pemimpin.

    1. Transparansi

    Ketika seorang pemimpin bersikap transparan, orang-orang yang dipimpinnya tidak akan banyak menentang. Transparansi memang dapat membantu orang yang dipimpin menerima perubahan atau bersedia melakukan perubahan.

    Transparansi dalam kepemimpinan bisa dicapai dengan berbagai cara, misalnya komunikasi atau pengambilan keputusan bersama.

    Orang yang dimpin perlu mengetahui cara pemimpin mengambil keputusan serta dampak dari keputusan tersebut kepada diri mereka.

    2. Belajar dari kegagalan

    Kegagalan dapat membentuk seorang pemimpin. Sebuah peristiwa kegagalan merupakan media belajar yang luar biasa bagi pemimpin.

    Melalui kegagalan, pemimpin bisa belajar bertahan dan berinovasi. Menerima kegagalan memberi ruang bagi seorang pemimpin untuk berubah sekaligus menginspirasi orang yang dipimpinnya.

    3. Kepercayaan

    Salah satu aspek kepemimpinan yang sangat penting adalah kepercayaan. Dahulu, kepemimpinan mungkin sesuatu yang langka dan istimewa, hanya milik orang-orang yang berkuasa.

    Akan tetapi, zaman berkembang dan berubah, kini model kepemimpinan yang bersifat vertikal sudah kurang efektif. 

    Sekarang kesuksesan cenderung terjadi saat seseorang berkolaborasi dengan orang lain yang tidak berada dalam pengaruh kuasanya demi mencapai tujuan bersama.

    Dengan kata lain, pemimpin yang baik tidak lagi mengagungkan kekuasaan, tetapi menjadikan kepercayaan sebagai kekuatan. Pemimpin harus bisa dipercaya sekaligus memercayai orang yang ia pimpin.

    4. Percaya diri

    Sulit sekali mengikuti seorang pemimpin yang tidak percaya diri. Karena itu, kepercayaan diri menjadi salah satu aspek esensial di dalam kepemimpinan.

    Seorang pemimpin yang tidak percaya diri umumnya cenderung bersikap arogan. Padahal, kemampuan mengartikulasi visi serta mengambil keputusan yang didasari keyakinan pada diri sendiri yang menjadikan sebuah kepemimpinan efektif.

    Bahkan, setelah mengalami kegagalan, pemimpin yang memiliki kepercayaan diri biasanya dapat segera mengambil keputusan untuk menekan dampak kegagalan tersebut.

    Terlepas dari keyakinan terhadap dirinya, pemimpin yang percaya diri cenderung terbuka dan mengakui risiko serta bersedia menerima feedback.

    5. Ketegasan

    Umumnya, pemimpin berhati-hati dalam mengambil keputusan. Namun, bila keputusan telah ditetapkan biasanya ia tidak mudah berubah pikiran.

    Hal ini menunjukkan komitmen yang akan melahirkan konsistensi. Kedua sikap ini sering kali melahirkan kepemimpinan yang baik.

    6. Rendah hati

    Aspek yang satu ini penting untuk menjaga pemimpin tetap dekat dengan sekitarnya. 

    Jika mengambil contoh kasus pemimpin di perusahaan, bersikap jujur, menunjukkan integritas, serta bersedia mendengarkan karyawan akan memunculkan penghargaan dari karyawan.

    Sikap-sikap di atas merupakan bagian dari kerendahan hati. Pemimpin yang rendah hati bersedia mendengar kritik pedas sekalipun dan memandangnya sebagai peluang untuk bertumbuh.

    Contoh Kepemimpinan

    Untuk bisa menjadi pemimpin perusahaan atau pemimpin organisasi yang baik, kamu perlu banyak melihat contoh kepemimpinan. Ada insight yang bisa kamu ambil dari setiap keputusan atau tindakan pemimpin perusahaan dan pemimpin organisasi. 

    Contoh kepemimpinan dalam perusahaan

    Tanggung jawab merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan. Tampaknya, hal ini yang berupaya ditunjukkan oleh Toyota selama pada kasus yang terjadi 2010 silam.

    Saat itu, Toyota mengumumkan harus menarik 2,3 juta kendaraan yang mereka rilis karena sistem rem yang rusak. Tentu saja kemarahan konsumen memenuhi berbagai media.

    Alih-alih mengeluarkan pernyataan atau PR statement layaknya yang dilakukan kebanyakan perusahaan, Toyota justru menawarkan komunikasi secara live melalui media yang populer di internet.

    Tidak berhenti di sana, sebagian besar konsumen dikejutkan oleh kehadiran langsung CEO Toyota Amerika Serikat kala itu, James Lentz, dalam diskusi live tersebut.

    Ada banyak sekali pertanyaan sulit dan Lentz menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara transparan.Terlepas dari besarnya pengaruh penarikan kendaraan tersebut, transparansi pihak perusahaan membantu menekan dampak dari kesalahan.

    Sikap Lentz menjadi contoh kepemimpinan dalam perusahaan yang sempat menjadi perbincangan hangat pada masanya.

    Contoh kepemimpinan dalam organisasi

    Tidak jauh berbeda dengan kepemimpinan dalam perusahaan, kepemimpinan dalam organisasi pun melibatkan teori, tujuan, serta aspek kepemimpinan yang serupa.

    Organisasi yang dimaksud dapat beragam, misalnya organisasi nirlaba, organisasi kenegaraan, bahkan organisasi bisnis seperti perusahaan.

    Tentu ada banyak pemimpin yang dapat dijadikan acuan atau contoh kepemimpinan dalam organisasi, tetapi salah satu yang banyak dikagumi orang adalah Barack Obama.

    Baca Juga: Struktur Organisasi Perusahaan dan Tugasnya

    Barack Obama dikenal sebagai pemimpin yang menerapkan transformational theory dan mengedepankan integritas. Hal ini dilihat bukan hanya olah staf atau orang-orang yang dipimpinnya secara langsung, melainkan oleh masyarakat hampir di seluruh dunia.

    Pada prinsipnya, apa pun jenis organisasi yang ditangani, pemimpin perlu memastikan pelaksanaan kegiatan organisasi berjalan lancar dan tujuan organisasi tercapai. 

    Karena itu, seorang pemimpin perlu memastikan organisasi memiliki sumber daya serta tools yang memadai demi tercapainya tujuan organisasi. Jika organisasi yang kamu pimpin adalah organisasi bisnis, tentu kamu perlu memastikan bisnis memiliki modal serta sistem andal yang mempermudah operasional.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    18 Contoh Surat Lamaran Kerja dan Jenis nya 2022 Terbaru
    Mengambil inspirasi dari contoh surat lamaran kerja dapat dilakukan untuk memastikan kemungkinan diterima kerja lebih tinggi. Namun, perhatikan jenisnya!
    Freelancer adalah: Contoh dan Tips Menggeluti Profesi Ini
    Dunia Internet mendorong manusia untuk selalu beradaptasi. Saat ini banyak orang mencari cara menjadi freelancer. Freelancer adalah tenaga kerja lepas yang bekerja secara mandiri.
    Beragam Jenis Laporan Keuangan untuk Bisnismu
    Selain laporan keuangan laba rugi, apa saja jenis laporan keuangan yang kamu ketahui? Apakah kamu tahu pengertian laporan keuangan?
    Peran Penting Strategi Customer Relationship dalam Bisnis
    Customer relationship adalah strategi untuk menjaga hubungan baik antara pihak pemilik bisnis dan konsumen. Hal ini penting bagi perkembangan bisnis.