Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Landing Page: Pengertian, Manfaat, dan Contoh dalam Bisnis

    Landing Page: Pengertian, Manfaat, dan Contoh dalam Bisnis

    Landing page adalah salah satu cara tercepat mendapatkan leads dan konsumen baru untuk produk dan bisnismu.

    Pernahkah kamu, ketika melihat Instagram Story lalu muncul postingan yang produknya kamu minati?

    Postingan itu bukan dari akun teman yang kamu follow melainkan merupakan iklan karena bisa muncul begitu saja dalam akunmu.

    Tak lama setelah kamu mengeklik tautan yang ada di postingan tersebut, kamu diarahkan pada sebuah laman dengan tampilan sangat sederhana tapi menarik untuk dibaca.

    Inti dari situs itu adalah penawaran sebuah produk yang dirancang menarik sehingga kamu ingin membelinya. Dan … Hei, cara membelinya pun praktis serta mudah!

    Walau tak sedetail isi konten website pada umumnya, laman ini menarik dan ‘merayu’  kamu untuk membeli produknya.

    Ya, inilah yang dinamakan dengan landing page. Laman penarik konsumen untuk membeli dengan cara mudah.

    Baca Juga: Pahami! Cara Jualan Online Mudah Untuk Pemula Agar Laris 

    Apa Itu Landing Page?

    Terdapat beberapa definisi yang kami anggap paling mendekati dan mewakili mengenai landing page.

    • Menurut definite.co.id, landing page adalah sebuah halaman dalam website yang didesain secara spesifik dengan mindset marketing. 
    • Menurut buzzup.id, landing page adalah halaman web apa pun yang dapat dikunjungi konsumen dan berkaitan dengan bidang pemasaran sebuah produk.
    • Menurut Unbounce, landing page atau destination page adalah halaman website khusus yang dirancang khusus untuk pembuatan kampanye atau iklan suatu bisnis.

    Biasanya landing page merupakan halaman tujuan ketika pengguna mengeklik tautan di email atau iklan dari Google, YouTube, Facebook, Instagram, atau Twitter serta media sosial lainnya.

    Agar kamu lebih bisa memahaminya, berikut salah satu contoh landing page.

    Misalnya kamu melihat iklan produk asuransi di Instagram Story dan merasa tertarik. Kamu akan mengeklik tombol call to action yang dalam iklan ini bertuliskan “Get Quote”.


    Setelah diklik, kamu akan diarahkan ke sebuah situs yang menawarkan produk beserta penjelasan mengenai kelebihannya. Tak bertele-tele, selalu ada tombol yang langsung bisa kamu gunakan untuk bertransaksi jika kamu benar-benar tertarik.


    Perbedaan Landing Page dan Website

    Walaupun sama-sama berbentuk laman website, ada beberapa perbedaan landing page dan website.

    No.

    Perbedaan

    Landing Page

    Website/Homepage

    1

    Pengunjung

    Sudah memiliki ketertarikan atau misi khusus.

    Belum/tidak membawa ketertarikan atau misi khusus untuk datang ke halaman tersebut.

    2

    Tujuan

    Konversi atau transaksi.

    Mendapat informasi.

    3

    Alur

    Pengunjung masuk, beli, lalu pergi. Ditahan selama mungkin di laman ini agar akhirnya mau  melakukan transaksi.

    Pengunjung masuk membaca informasi, mengeklik navigasi dan berpindah ke laman lain dalam web.

    4

    Konten

    Konten harus sangat spesifik pada penawaran akan sebuah produk atau jasa.

    Konten umum dan dibuat lebih rinci.

    5

    Call to Action (CTA)

    Disertai tombol CTA atau ajakan untuk melakukan sebuah aksi pembelian atau pengisian data.

    Kumpulan informasi dan tidak ada penekanan untuk melakukan sesuatu ketika pengunjung datang. 

     

    Pentingnya Landing Page dalam Bisnis Online

    Ada beberapa manfaat landing page dalam bisnis khususnya bisnis online ini. Sayang sekali jika kamu lewatkan. Berikut ini kami rangkumkan untuk kamu, ya.

    1. Meningkatkan Prospek Bisnis

    Landing page bermanfaat untuk meningkatkan SEO web bisnismu ketika membangun brand. Tahukah kamu bahwa 68% bisnis B2B menggunakan landing page untuk menghasilkan prospek untuk konversi.

    Sebuah survei dari HubSpot juga menyebutkan bahwa 7.000 bisnis memiliki 10 hingga 15 landing page yang dapat meningkatkan prospek mereka hingga 55 persen.

    Ya, landing page seperti jalur cepat yang menuntun pelanggan untuk terdorong melakukan pembelian produk.

    2. Puaskan Rasa ‘Haus’ Informasi Pelanggan dengan Cepat

    Landing page sifatnya ‘tidak basa-basi’. Pengunjung yang mengeklik dalam keadaan sudah tertarik dan ingin membeli namun masih perlu informasi tambahan yang menguatkan niatnya.

    Sekali klik mala pelanggan adalah sebuah lead. Itu sebabnya, landing page harus mampu memberikan informasi penting yang dibutuhkan pelanggan.

    3. Ajang Koleksi Data Pelanggan

    Ini adalah cara cerdas untuk mengumpulkan informasi yang spesifik dari calon pelanggan.

    Misalnya saja, kamu menawarkan e-book gratis ketika pelanggan mengeklik tautan landing page bisnismu dengan syarat mereka bersedia memberikan nama, alamat email, dan data lain yang bisa kamu gunakan untuk promosi selanjutnya.

    4. Segmentasi Pelanggan

    Landing page biasanya disebar melalui iklan berbayar. Kamu bisa mengatur audiens yang melihat tautan landing page-mu. Hal ini akan membantu kamu dalam membuat segmentasi pelanggan.

    5. Menangkap Minat Pelanggan dan Memberikan Salurannya

    Jika website bisnis dibuat untuk alasan kredibilitas, maka landing page dibuat untuk ‘mendorong’ minat pelanggan dengan cepat menjadi transaksi pembelian.

    Itu pula sebabnya, landing page kuncinya harus membuat pelanggan nyaman saat membacanya dan menyajikan informasi yang menguatkan minat mereka untuk segera membeli.

    Nyaman dan jelas dipahami serta mudah untuk mereka membeli.

    Jenis-Jenis Landing Page Beserta Contohnya

    Oke, jika kamu sudah memahami mengenai landing page dan manfaatnya, kini kenali jenis-jenis landing page yang bisa kamu pilih dan sesuaikan dengan bisnismu.

    1. Lead-generation Landing Page

    Tujuan utama dari jenis landing page ini adalah untuk mengumpulkan data para pelanggan.

    Data yang dikumpulkan biasanya nama, alamat email, atau terkadang nomor telepon.

    Data pelanggan ini kemudian digunakan untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan. Misalnya untuk mengirimkan info terbaru, promo, artikel, atau konten lainnya kepada pelanggan.

    Begini contoh bentuk landing page jenis lead generation atau lead gen.

    (Sumber: abtasty.com)

    2. Click-through Page

    Landing page jenis ini dilengkapi dengan tombol perintah call to action. Misalnya, “Pilih Sekarang”, “Beli Sekarang”, “Shop Now” dan sebagainya.

    Ini memang landing page yang sering digunakan untuk pelaku bisnis online.

    Laman landing page jenis click-through page ini berisi informasi agar pengunjung terdorong untuk mengeklik tombol CTA.

    Materi yang ditampilkan biasanya adalah gambar menarik dan manfaat produk yang bisa mereka dapatkan jika akhirnya bertransaksi dengan mengeklik tombol CTA.

    Ini adalah salah satu contoh bentuk landing page jenis click-through page.

     

    (Sumber: landingi.com)

    3. Lead Capture Landing Page

    Landing page yang ‘membujuk’ pelanggan mendapatkan promo gratis namun sebelumnya harus mengisi beberapa data yang formulir isiannya sudah disiapkan.

    Ibaratnya, kalau pelanggan bersedia isi kontak maka sebagai imbalan akan mendapatkan sesuatu yang menarik secara cuma-cuma.

    Di bawah ini adalah sebuah contoh bentuk landing page jenis lead capture.

    (Sumber: getresponse.com)

    4. Advertorial Landing Page

    Bisa dibilang ini merupakan landing page yang ‘menyamar’ sebagai advertorial. Halaman yang akan dilihat pelanggan sebenarnya iklan namun bergaya jurnalistik yang obyektif.

    Konten landing page dilengkapi dengan beragam hasil penelitian yang valid mengenai manfaat produk dan diulas tidak seperti iklan yang ‘telanjang’.

    Harapannya, pelanggan akan menjadi lebih yakin untuk membeli karena produk ditunjang dengan penelitian yang mumpuni.

    Begini contoh bentuk advertorial landing page.

     

    (Sumber: adbeat.com)

    5. Product Detail Landing Page

    Landing page jenis ini benar-benar mengedepankan informasi menarik dari sebuah produk yang ditawarkan.

    Misalnya info yang jelas dan lugas mengenai spesifikasi, jenis, harga, dan informasi lain terkait produk.

    Di bawah ini adalah sebuah contoh bentuk product detail landing page.

     

    (Sumber: Pinterest)

    Baca Juga: Contoh Testimoni dan Cara Mendapatkan Testimoni Pelanggan 

    Hal Penting dalam Membuat Landing Page

    Saat kamu ingin memulai membuat landing page ada beberapa hal yang harus kamu utamakan agar landing page menjadi lebih menarik bagi pelanggan.

    1. Call to action yang jelas dan lugas. 

    Tentu agar pelanggan tak jadi bingung pastikan tatanan kata jelas dan tempatkan di bagian yang mudah dilihat.

    2. Atur konten. 

    Beri pemisah antar konten. Misalnya bagian keunggulan produk dan tawaran menarik yang kamu tampilkan. 

    Konten yang peletakannya rapi membuat pelanggan menjadi cepat menangkap informasi dan cepat membeli juga.

    3. Teks rapi dan enak dibaca.

    Walaupun seperti iklan, atur ukuran, jenis, dan variasi teks dengan baik. 

    Tak perlu semuanya memakai warna yang ‘ngejreng’ dan kapital untuk terlihat mencolok dan ‘merayu’. Singkat, simpel, dan nyaman di mata.

    4. Ilustrasi menarik secara visual. 

    Lengkapi landing page dengan ilustrasi yang menggugah minat.

    5. Mainkan warna. 

    Warna atraktif memang menarik perhatian. UX landing page akan dinilai lebih bagus apabila menggunakan warna dengan kontras tinggi.

    Namun tetap harus nyaman dilihat, ya.

    Cara Membuat Landing Page

    Penjelasan akan menjurus ke hal yang lebih teknis, siap ya?

    Ada banyak sekali pilihan jika kamu ingin mencoba sendiri membuat landing page. Kita ulas dua di antaranya saja ya.

    Membuat Landing Page dengan Zyro Website Builder

    Gratis? Ya, tentu saja ada versi gratis dan berbayarnya. Tapi kamu tetap bisa mencoba membuatnya secara free, manfaatkan saja.

    Bahkan lebih mudah lagi karena Zyro menyediakan template yang dibuat oleh desainer dan siap untuk dikustomisasi sesuai dengan keinginan.

    Begini langkah cara membuat landing page dengan Zyro:

    1. Kamu perlu mendaftar terlebih dahulu, lalu pilih template yang kamu sukai.
    2. Lakukan kustomisasi landing page bisnismu dengan cara klik “Add Elements” dan masukkan tombol CTA, gambar, teks dengan menggunakan fitur drag-and-drop.


    1. Coba cek dahulu di fitur “pratinjau’ untuk melihat hasil desain kamu di versi PC dan mobile. Jika oke, lanjut langkah 4.
    2. Jika menurutmu hasil tampilannya sudah sesuai keinginan, maka klik “Onlinekan Website”.
    3. Ya, dan landing page kamu sudah siap diviralkan.

    Membuat Landing Page dengan Wordpress

    Sama dengan Zyro, kamu bisa membuat landing page secara gratis dan mudah menggunakan Wordpress. Apalagi jika website utamamu menggunakan platform yang sama.

    Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat landing page menggunakan Wordpress:

    1. Buat akun terlebih dahulu. Jika sudah arahkan ke halaman “Dashboard”.
    2. Pada dashboard WordPress, arahkan kursor ke “Pages” lalu klik “Add New”. Alternatifnya kamu bisa mengubah kembali homepage menjadi landing page.
    3. Klik fitur “Add Block” pada pojok kiri atas block editor. Masukkan block ke elemen desain landing page, misalnya judul, cover, teks, dan tombol yang kamu mau.


    1. Jika menurutmu hasil tampilannya sudah sesuai keinginan, maka klik “Publish” dan kembali ke laman “Dashboard”.
    2. Kemudian pilih fitur “Appearance” dan klik “Customize”. Pilih “Homepage Settings” dan “A static page”.


    Oke, jika langkah di atas masih membingungkan dan kamu punya budget untuk membayar jasa seorang website builder, mengapa tidak? Kamu bahkan bisa membuat lebih dari satu landing page.

    Konten menarik, pilihan warna yang mencuri perhatian, dan tombol CTA yang mudah menggugah konsumen adalah kunci dalam membuat landing page pilihanmu.

    Kesimpulan

    Ada banyak jalan ke Roma, begitu juga ada banyak cara untuk bisa closing dalam sebuah bisnis. Landing page adalah salah satunya. Jalan yang masih dipercaya dan banyak dibuktikan masih terbukti menderaskan cuan.

    Jadi, sekarang kamu makin paham bahwa landing page adalah suatu halaman berbeda dari situs bisnis yang dibuat untuk bisa meningkatkan conversion rate dan keuntungan. Iya, kan? 

    Kamu pasti masih membutuhkan informasi lain seputar pengembangan bisnis UMKM, kan? Tenang! Baca artikel lain yang sudah majoo siapkan untukmu!

    Yuk, mulai membuat landing page sekarang dan semoga beruntung! 

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.