Margin adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis Margin

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail

Margin dapat menetapkan harga pada produk atau jasa yang akan dijual.

Di dalam bisnis terdapat istilah margin yang berkaitan dengan keuntungan. Seperti yang sudah kamu ketahui, tujuan dari menjalankan bisnis untuk meraih keuntungan atau profit. Lalu, dari mana kamu dapat mengetahui jika bisnismu mendapatkan keuntungan? Tentu saja ada hal yang perlu kamu lakukan, bukan? 

Salah satu caranya dengan menghitung margin sesuai dengan rumusnya. Margin disajikan dalam format persentase. Margin berhubungan dengan produk yang dijual, biaya produksi, profit, dan aspek penting lainnya. 

Mari kenali lebih dalam tentang pengertian, jenis, contoh, hingga cara menghitungnya dalam bisnis berikut ini. 

Pengertian Margin

Margin adalah istilah yang sering digunakan dalam bidang keuangan dan bisnis. Margin adalah tingkat selisih antara biaya produksi dan harga jual di pasar. Dalam dunia investasi, margin diartikan sebagai deposit oleh investor untuk pembayaran harga beli saham atau komoditas.

Berikut ini akan dijelaskan terkait pengertian margin dalam dua versi yang berbeda.

1. Margin dalam Bisnis dan Akuntansi

Margin adalah persentase keuntungan yang didapat perusahaan dari penjualan produk atau jasa dengan modal yang dikeluarkan. Cara penghitungan margin yaitu membagi keuntungan dengan modal, lalu dikalikan dengan 100 persen

Margin = (Keuntungan : Modal) x 100%

Margin sangat erat kaitannya dengan profit dan sering sekali disebut sebagai sebagai profit margin atau keuntungan margin. Profit margin ini adalah hasil dari perbandingan laba setelah dikurangi bunga dan pajak.

Margin merupakan komponen atau unsur yang penting di laporan keuangan. Bisa dikatakan bahwa penghitungan margin ini selalu dilakukan, terutama saat perusahaan berhasil meraih keuntungan. 

Perusahaan mana pun pasti tidak akan mengetahui berapa persentase keuntungan yang diraihnya tanpa menggunakan rumus margin. Margin harus dihitung dengan benar karena pengaruhnya akan sangat besar terhadap perusahaan. Jadi rumus margin di atas cukup penting untuk keberlangsungan bisnis pada suatu perusahaan.

2. Margin dalam Investasi

Dalam dunia investasi, margin sering dikenal dengan margin trading. Margin trading adalah fasilitas pinjaman yang diberikan oleh broker pada perusahaan sekuritas kepada investor pemilik rekening efek, sehingga investor mendapatkan kesempatan untuk bertransaksi saham melebihi dari modal yang dimilikinya.

Di dunia investasi terdapat dua jenis margin, yaitu margin call dan margin account.

Arti dari margin call adalah suatu pemberitahuan dari broker investasi kepada investor untuk menambah modal ke rekening efek investor tersebut. Pada umumnya, notifikasi yang diberikan bila terdapat pergerakan harga yang berpotensi merugikan atau floating loss.

Sementara itu, arti dari margin account adalah akun dari broker investasi dan dapat meminjamkan uang kepada investor guna membeli saham, obligasi, atau instrumen investasi lain.

 

Fungsi Margin

Margin berperan penting dalam strategi perusahaan. Oleh sebab itu, margin memiliki fungsi, di antaranya adalah:

1. Menentukan Jumlah Produk

Manajemen perusahaan akan menghitung proyeksi margin terhadap produk atau jasanya yang akan dijual. Bila proyeksi tersebut sudah dihitung secara rinci, perusahaan dapat menentukan jumlah produk yang akan dipasarkan. Adanya penghitungan kuantitas di sini supaya proyeksi margin tidak meleset atau terjadi kerugian.

2. Menentukan Pemasaran

Fungsi margin selanjutnya untuk menentukan pemasaran produk dan jasa yang dijual. Misalnya, bila margin yang diperoleh sangat tipis, perusahaan akan berpikir ulang untuk memasarkan produknya melalui iklan di media elektronik karena biaya yang dikeluarkan sangat besar.

Sebagai gantinya, perusahaan akan memasarkannya produk atau jasanya di media sosial supaya lebih optimal. Namun, banyak atau sedikitnya margin yang dihasilkan masih bergantung pada jumlah produksi barang.

3. Menentukan Harga

Fungsi margin untuk menentukan harga produk atau jasa yang akan dijual. Harga merupakan variabel penting terkait margin. Dapat diartikan bahwa margin dapat memandu perusahaan untuk menetapkan harga pada produk atau jasanya. Bila perusahaan tidak mengetahui proyeksi margin, penentuan harga produk atau jasa memiliki risiko tinggi untuk meleset.

4. Mengetahui Laba yang Diperoleh Perusahaan Dalam Satu Periode Tertentu

Fungsi margin lainnya untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu. Setelah mengetahui keuntungan yang didapat, manajemen bisa menyusun rencana strategis lainnya seperti ekspansi bisnis dalam membuka gerai baru. 

5. Mengetahui Perkembangan Laba dari Waktu ke Waktu

Margin dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan laba atau profit dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, fungsi margin untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam menjual produk atau jasanya sesuai dengan target marketnya.

Baca Juga: Memahami Arti, Cara Menghitung, serta Rasio Profitabilitas

Cara Menghitung Margin

Ketika terjadi kesalahan dalam menghitung margin berimbas pada kelangsungan pertumbuhan perusahaan. Terlebih lagi jika tidak ada pengetahuan dasar penghitungan margin ini. Supaya segala risiko kerugian dapat diminimalisasi, tidak ada salahnya untuk mengetahui cara menghitung margin yang tepat.

Namun, sebelum menghitung selisih keuntungan yang didapat, penting halnya bagimu untuk mengetahui besaran biaya produksi yang ditanggung perusahaan, sehingga harga jual produk dapat ditentukan.

Unsur Pokok Menghitung Margin

Sebelum menghitung margin, terdapat beberapa unsur pokok dalam menghitung margin suatu bisnis, yaitu:

1. Pendapatan

Pendapatan adalah suatu pertambahan aktiva atau nilai aset yang membuat nilai modal bertambah. Terdapat dua jenis pendapatan, yaitu pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha. 

2. Beban (Expense)

Beban adalah semua biaya (expense) yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh hasil. Tentu saja pengeluaran biaya ini dapat mengurangi modal. Di dalam dunia bisnis, beban ini terdiri dari dua jenis, yaitu beban usaha dan beban di luar usaha.

Baca Juga: Mari Belajar Analisis Rasio Keuangan

Langkah Menghitung Keuntungan Usaha

Selain dua unsur pokok di atas, ada beberapa langkah yang harus dilakukan supaya keuntungan bisnis bisa diketahui, yaitu:

1. Mengidentifikasi Biaya Produksi Setiap Item Barang

Langkah awal yang harus dilakukan dengan mengidentifikasi item biaya produksi secara detail dan menghitung catatan biaya dari setiap alur selama proses produksi berlangsung. Jenis biaya produksi ini, antara lain:

  • Biaya tetap (fixed cost)

    Fixed cost adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah sebab tidak tergantung pada besar kecilnya kapasitas produksi. Contoh fixed cost, yaitu biaya gaji karyawan, biaya sewa gedung, dan biaya penyusutan atau depresiasi.

  • Biaya variabel (variable cost)

    Variable cost adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan yang berubah sebanding dengan hasil produksi. Contoh variable cost, yaitu biaya pengemasan, biaya bahan baku, dan lain sebagainya.

2. Menyusun Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan yang disajikan atas sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan selama periode akuntansi. Rumus untuk menghitung laba rugi perusahaan, yaitu:

Laba bersih = Laba Kotor – Beban Usaha

Penting halnya menyusun laporan laba rugi supaya perusahaan dapat menetapkan harga jual produk kepada konsumen. Menentukan harga jual produk akan memengaruhi banyaknya keuntungan yang didapat dan berapa lama pencapaian balik modal perusahaan atau BEP (Break Even Point).

3. Menghitung Semua Biaya Pembentuk Harga Pokok Penjualan (HPP)

Proses menentukan harga jual yang pantas (tidak terlalu rendah atau tinggi), perusahaan harus mengetahui harga pokok. Harga pokok adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan barang tersebut.

Bila harga pokok ditambah dengan biaya-biaya lainnya serta keuntungan yang diharapkan, terbentuklah harga jual.

Pendekatan harga pokok produksi seperti dia atas, merujuk pada Harga Pokok Penjualan (HPP). Rumus Harga Pokok Penjualan (HPP), yaitu:

HPP = Bahan Baku yang Digunakan + Total Produksi ( BTKL + Biaya Overhead Pabrik ) + Saldo Akhir Persediaan (Saldo Awal Persediaan – Saldo Akhir Persedian)

HPP merupakan seluruh biaya proses yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan produk yang akan dijual ke customer selama periode tertentu.

Jika di dalam bidang usaha dagang, Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah akumulasi semua biaya yang harus dikeluarkan.

4. Identifikasi Saldo Persedian Awal dan Akhir

Identifikasi saldo persediaan ini dilakukan untuk mengontrol keuangan supaya tidak terjadi kecurangan dari berbagai bidang.

Hasil dari penghitungan saldo awal periode akan sama dengan saldo akhir periode sebelumnya. Kondisi ini bisa dilihat di dalam neraca. 

5. Menghitung Penjualan Bersih

Penghitungan penjualan bersih didapat dari jumlah penjualan kotor dikurangi dengan retur, komisi, ataupun diskon.

Nah, apabila semua langkah di atas sudah dihitung, kamu dapat menghitung margin dari penjualan bisnismu.

Baca Juga: Memahami HPP: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Jenis Margin Keuntungan

Setelah mempelajari pengertian, cara menghitung, dan fungsi margin, selanjutnya akan dibahas tentang jenis margin keuntungan. Jenis margin keuntungan tersebut, antara lain:

1. Profit Margin

Profit margin adalah rasio keuntungan atau profitabilitas yang dihitung dengan cara membandingkan antara laba setelah bunga dengan pajak dan penjualan. Profit margin akan menunjukkan keuntungan yang didapat perusahaan melalui penjualan.

Laba yang didapat berupa laba bersih dan laba kotor. Keuntungan yang didapat perusahaan dapat meningkat dengan mengurangi biaya-biaya.

Profit margin tak hanya menghitung harga pokok penjualan melainkan menghitung semua biaya-biaya yang dihadapi dalam bisnis.

Untuk menunjukkan potensi keuntungan, profit margin dapat digunakan oleh perusahaan dengan skala besar maupun para pengusaha kecil menengah.

Profit margin digunakan para investor untuk membandingkan dua usaha atau lebih dalam mengidentifikasi perusahaan terbaik untuk investasi. Rumus menghitung profit margin ini adalah sebagai berikut:

Profit Margin = Laba Bersih (Penghasilan) / Penjualan Bersih (Pendapatan).

Margin = Penjualan Bersih – Biaya / Penjualan Bersih.

Margin = 1 – (Beban/ Penjualan Neto)

2. Gross Margin

Jenis margin selanjutnya adalah gross margin atau margin kotor. Gross margin merupakan pendapatan yang tersisa setelah dikurangi dengan harga pokok produksi. Semakin tinggi margin, semakin besar jumlah modal yang akan dicapai kembali oleh perusahaan dari setiap penjualannya. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah gross margin, menyebabkan keadaan operasi perusahaan akan semakin menurun. Rumus penghitungan gross margin ini adalah:

Gross Margin = Gross Profit (Laba Kotor) : Penjualan Bersih

3. Operating Margin

Operating margin adalah jenis margin keuntungan yang memiliki ukuran terhadap besaran laba dari setiap hasil penjualan yang diperoleh perusahaan setelah membayar biaya variabel produksi, akan tetapi belum membayar beban bunga dan pajak. Operating margin adalah bagian dari rasio profitabilitas, sehingga margin dapat dihitung dengan cara membagi laba operasional perusahaan dengan penjualan bersih yang didapatkan.

Fungsi dari operating margin adalah untuk menunjukkan profitabilitas perusahaan selama periode tertentu.

Operating margin menjadi salah satu indikator untuk mengetahui seberapa baik pengelolaan dan risiko usaha dalam perusahaan. Selain itu, operating margin juga memudahkan investor untuk memahami suatu bisnis perusahaan dapat menghasilkan uang. Namun, jenis margin hanya dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan yang sama dengan jenis bisnis yang sama pula. Rumus penghitungan operating margin adalah:

Operating Margin = Laba Operasional / Pendapatan

Sedangkan rumus untuk menghitung EBIT (Earning Before Interest and Taxes) adalah:

EBIT = Laba Kotor – (Beban Operasional + Depresiasi + Amortisasi)

Contoh Menghitung Margin Keuntungan

Sebuah pabrik tas kulit asal Garut berhasil menjual 10.000 tas dalam kurun waktu satu bulan dengan harga per pasang Rp200.000. Biaya produksi dan pemasaran tas tersebut sebesar Rp150.000. Berapa margin yang dihasilkan?

Margin= Rp50.000 : Rp150.000 x 100% = 33.3%

Perlu diingat bahwa, suatu perusahaan yang memiliki margin keuntungan yang tinggi, maka pendapatan yang diraih pun berbanding lurus.

Kesimpulan

Menghitung margin adalah hal penting untuk mengetahui suatu perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian. Jadi tidak ada salahnya untuk mendalami istilah ini supaya bisnis dapat menghasilkan profit yang optimal.

Jika ada yang bertanya, “Apa tujuan dari margin?” Tujuannya adalah untuk mengetahui sekaligus mengukur keberhasilan operasional bisnis perusahaan. Semakin tinggi hasil nilai profit margin, maka perusahaan dapat dikatakan telah berhasil dalam proses penetapan harga produk. Selain itu, semakin tinggi nilai margin menjadi pembuktian kepada investor bahwa perusahaan telah mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Lalu, berapa profit margin yang baik? Profit margin sebuah usaha dapat dikatakan baik jika hasil perhitungannya lebih dari 5%. Semakin tinggi nilai persentase, maka semakin tinggi nilai efisiensi sebuah bisnis.

Namun, margin laba dapat berbeda berdasarkan industrinya. Bisnis yang sedang berkembang bisa jadi memiliki profit margin lebih besar daripada perusahaan ritel. Oleh sebab itu, selalu perhatikan tren margin dari setiap industri untuk dapat membandingkan profit margin suatu bisnis dengan bisnis lainnya.

Margin itu apa artinya? Arti margin adalah perbandingan laba bersih dan penjualan. Jika semakin besar rasionya, maka kinerja perusahaan dianggap semakin produktif. Sebab, suatu perusahaan yang menghasilkan keuntungan lebih besar dari penjualan yang dilakukan berarti perusahaan tersebut telah berjalan dengan baik dan efisien.

Apa itu strategi margin? Strategi margin adalah rencana penetapan harga untuk menentukan nilai margin kontribusi. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan berdasarkan perbedaan antara harga produk dan biaya variabelnya.

Strategi paling umum dan paling mudah untuk meningkatkan margin adalah dengan menaikkan harga jual. Namun, hal ini tidak dapat serta-merta dilakukan karena akan menyulitkan sebuah bisnis dalam mendapatkan konsumen.

Beberapa strategi margin adalah dengan meningkatkan pelayanan agar makin banyak konsumen yang tertarik dengan produkmu. Strategi margin lainnya adalah dengan menawarkan diversifikasi produk untuk meraih pangsa pasar baru. Strategi margin yang terakhir adalah dengan memangkas biaya produksi. Saat bisnis telah berjalan, maka kamu sebagai pemilik bisnis akan dengan mudah menganalisis biaya-biaya yang dapat dipangkas untuk mengurangi beban usaha.

Dalam menghitung margin, tentunya kamu yang memiliki bisnis akan kewalahan jika tidak dicatat dengan benar dan akurat. Oleh karena itu, di era digital seperti sekarang ini perlu menggunakan aplikasi untuk membantu segala operasional bisnis yang kamu jalankan.

Pasalnya, ketika kamu tidak menggunakan aplikasi digital atau hanya menggunakan cara manual, pencatatan bisnismu memerlukan waktu yang lama dalam mengerjakannya. Kini kamu tak perlu menunggu waktu lama lagi dalam melihat operasional bisnismu lancar atau tidak. Kamu bisa menggunakan aplikasi majoo yang di dalamnya terdapat banyak fitur yang komprehensif.

Fitur di aplikasi majoo yang bisa kamu gunakan, seperti fitur kasir online atau POS (Point of Sales), CRM (Customer Service Relationship), akuntansi, karyawan, dan lain sebagainya.

Tunggu apalagi, nih! Saatnya kamu upgrade level bisnismu menggunakan aplikasi majoo one stop solution. Ikuti jejak majoopreneur sukses lainnya agar bisnismu berkembang dan lebih maju lagi.

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo