Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Mark Up adalah Peningkatan Harga. Apa Saja Contoh Mark Up?

    Mark Up adalah Peningkatan Harga. Apa Saja Contoh Mark Up?

    Mark up adalah metode penetapan harga.

    Di dunia bisnis jual beli atau yang disebut juga perdagangan, mark up adalah hal yang biasa dilakukan dalam penetapan harga untuk meningkatkan pendapatan. Jika kamu saat ini sedang menjalankan bisnis di bidang yang sama, mark up adalah salah satu istilah yang rasanya perlu kamu pahami. 

    Mark up adalah hal yang paling penting untuk kamu pelajari sebelum melakukan sebuah usaha. Menghasilkan keuntungan dalam bisnis bisa diwujudkan dengan menerapkan mark up harga. 

    Bila boleh dibilang, pengertian sederhana mark up adalah penambahan nilai atau harga dari suatu produk untuk menghasilkan harga jual.

    Berkenalan dengan Mark Up

    Definisi mark up adalah kenaikan harga atau total rupiah yang sudah dijumlahkan dengan biaya dari sebuah produk untuk menghasilkan produk jual. 

    Mark up juga bisa diartikan sebagai suatu peningkatan harga atau jumlah rupiah yang telah ditambahkan pada biaya dari sebuah produk untuk memproduksi harga jual. 

    Penetapan mark up bisa memengaruhi peningkatan pada margin. Margin merupakan tingkat keuntungan awal yang diperoleh dari barang atau jasa yang akan ditawarkan dalam satuan persen.

    Mark up tergolong salah satu metode penentuan harga yang biasanya dianggap paling simpel dan paling banyak diterapkan. Metode ini umumnya ditetapkan dengan tujuan untuk menutup biaya tidak langsung serta laba-rugi usaha.

    Bisa didefinisikan juga bahwa mark up adalah strategi yang bisa kamu manfaatkan untuk mengembangkan persaingan harga dengan kompetitor sejenis. Dengan menerapkan strategi dan cara mark up yang sesuai, bisnis yang kamu jalankan akan berpeluang menjadi pilihan pembeli.

    Acuan yang digunakan pada mark up adalah perbedaan harga jual barang atau jasa dengan biaya. Mark up juga mengacu pada angka yang dijumlahkan penjual pada nilai pokok produk.

    Nilai mark up adalah perbandingan lurus dengan pendapatan yang dihasilkan perusahaan. Cara menghitung mark up dilakukan dengan perhitungan harga per unit kemudian dikurangi harga produksi.

    Baca Juga: Cara Menghitung Laba Rugi Bisnis dengan Laporan Laba Rugi

    Metode dan Cara Mark Up dalam Bisnis

    Mark up adalah metode perhitungan yang penting dalam dunia bisnis. Kesalahan perhitungan pada cara mark up nantinya bisa berdampak buruk bagi keadaan finansial bisnis. Beberapa metode yang perlu kamu terapkan dalam mark up adalah:

    Memantau Kompetitor

    Metode pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan memantau harga yang dipasang oleh kompetitor. Lakukan penetapan harga dengan mengacu pada harga yang ditawarkan oleh kompetitor sebelum penentuan harga barang yang akan dijual. 

    Namun, metode ini nyatanya memiliki kelemahan, yaitu hanya bisa dilakukan pada barang standar.

    Menentukan Target Penjualan

    Satu hal yang tidak kalah penting dalam penetapan mark up adalah menentukan target penjualan. Target penjualan digunakan sebagai acuan dalam menentukan total produk yang wajib terjual dalam rentang waktu tertentu. Hal ini penting untuk mengetahui berapa lama produk disimpan di gudang.

    Menghitung Biaya Operasional

    Menentukan biaya operasional sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan mark up pada harga produk. 

    Produk-produk yang harus diperhitungkan biaya operasional per produksinya meliputi transportasi, pengemasan, atau komunikasi.

    Setelah menentukan biaya operasional, kamu bisa langsung menjumlahkan biaya pembelian barang dengan biaya operasional sehingga bisa menentukan jumlah mark up yang akan dikenakan.

    Menentukan Target Pengembangan

    Saat memulai sebuah bisnis, pemiliknya pasti ingin bisnis tersebut mengalami perkembangan. Target pengembangan inilah yang harus dipertimbangkan supaya profit yang didapat bisa berpengaruh pada pengembangan usaha. Itulah mengapa penentuan target pengembangan penting untuk dilakukan.

     Penetapan harga bisa dihitung dengan rumus mark up.

    Rumus Mark Up

    Seperti yang tadi sudah sempat disebutkan, mark up adalah selisih antara harga pokok dan harga jual yang ditentukan menggunakan rumus sederhana. 

    Cara mark up dapat dilakukan dengan meninjau persamaan, menentukan mark up, membagi mark up dengan biaya, dan terakhir mengubah ke bentuk persentase.

    Rumus Mark Up:

    Rumus mark up adalah sebagai berikut:

    Harga Jual = Biaya Beli Produk + Mark Up 

    Nilai mark up juga bisa disajikan dalam bentuk persentase dengan rumus perhitungan sebagai berikut. 

    Persentase Mark Up =  x 100

    Contoh Mark Up

    Dari cara menghitung dan dengan rumus mark up tadi, contoh mark up berikut ini mungkin akan membantu kamu untuk lebih memahami perhitungannya. 

    1. Alan merupakan pemilik perusahaan Bahagia Sejahtera yang menjual produk konveksi. Hari ini, Alan memiliki pesanan untuk membuat seragam seharga Rp5.000.000 dan jaket seharga Rp7.000.000. Biaya yang dikeluarkan untuk produksi adalah sebesar Rp12.000.000. 

    Jika Alan menginginkan keuntungan sebesar 25%, artinya Alan harus melakukan beberapa langkah berikut.

    - Menghitung total biaya pesanan yaitu seragam, jaket, dan produksi.

    Biaya pesanan total = Rp5.000.000 + Rp7.000.000 + Rp12.000.000 = Rp24.000.000

    - Menentukan harga jual (persentase 25%)

    25% = ((Harga jual - Rp 24.000.000) / Rp 24.000.000) x 100 = Rp28.000.000

    Sehingga, untuk mencapai mark up yang diinginkan, Alan harus memberikan harga jual ke pelanggan sebesar Rp28.000.000. 

    Jenis-Jenis Penetapan Harga Lainnya

    Hal yang umum terjadi adalah pihak produsen menentukan mark up berdasarkan keuntungan yang ingin diperoleh. Padahal menaikkan atau menurunkan harga sebenarnya bukan suatu metode yang sering digunakan dalam penentuan sebuah harga.

    Ada beberapa cara mark up harga lainnya atau cara penetapan harga dengan beberapa pendekatan seperti penetapan harga berdasarkan pada biaya. Berikut adalah tiga macam pendekatan dalam penetapan harga:

    Penetapan Harga Berdasarkan pada Biaya

    Metode penetapan harga yang pertama adalah dengan berdasarkan perhitungan biayanya. Ada tiga jenis penetapan harga berdasarkan biaya, yakni berdasarkan biaya plus, mark up, dan break even point (BEP)

    Penetapan harga berdasarkan biaya plus menentukan penghitungan jumlah seluruh biaya per unitnya dengan tambahan jumlah tertentu untuk menutupi laba yang diinginkan pada unit (margin) tersebut. 

    Rumus sederhana untuk biaya plus adalah:

    Biaya Total + Margin = Harga Jual

    Sementara itu, penetapan harga break even point (BEP) adalah sebuah metode penetapan harga dengan mengacu pada nilai keseimbangan break even point (BEP) antara jumlah total dari biaya keseluruhan dengan jumlah total dari penerimaan keseluruhan. 

    Rumus sederhananya adalah seperti berikut ini:

    Total Biaya – Total Penerimaan

    Baca Juga: BEP adalah: Arti, Manfaat, hingga Cara Menghitung BEP

    Penetapan Harga Berdasarkan pada Harga Pesaing atau Kompetitor

    Penetapan harga dengan metode ini umumnya dilaksanakan dengan mengacu pada harga kompetitor sebagai referensi. Dalam penerapannya, metode ini biasa digunakan untuk produk standar pada kondisi pasar oligopoli.

    Penetapan Harga Berdasarkan pada Permintaan

    Proses penetapan harga berdasarkan pada persepsi konsumen terhadap nilai atau value yang diterima (price value), perceived quality, dan sensitivitas harga.

    Perbedaan Mark Up dan Margin Laba Kotor

    Ternyata masih banyak yang sulit membedakan kedua istilah ini meski sebenarnya keduanya adalah hal yang berbeda. 

    Margin didapat dari hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan. Sedangkan mark up adalah jumlah yang didapat dari menaikkan harga pokok untuk mendapatkan harga jual suatu barang.

    Meskipun sama-sama menghitung tingkat keuntungan, mark up berbeda dengan margin laba kotor. Mark up adalah selisih antara harga jual produk dan biaya sebagai persentase dari biaya. Sedangkan, marjin laba kotor adalah selisih antara harga jual suatu produk dan biaya sebagai persentase dari harga jual. 

    Untuk lebih mudahnya, untuk mencapai jumlah margin tertentu, maka perusahaan harus menandai biaya produksi dengan persentase yang lebih besar dari jumlah margin. Dasar perhitungan mark up adalah biaya. Jadi persentase markup harus lebih tinggi dari persentase margin.

    Menghitung margin penting di saat laporan penjualan. Tapi perhitungan markup cenderung lebih menghasilkan perubahan harga dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan oleh faktor penghitungan di dalam mark up yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Sehingga hasil penghitungan akan berbeda dan harga pun jadi berbeda pula.

    Berikut contoh perbedaan penghitungan margin dan mark up:

    • Untuk mencapai margin sebesar 10%, persentase markup harus berjumlah 11.1%
    • Untuk mencapai margin sebesar 20%, persentase markup harus berjumlah 25%
    • Untuk mencapai margin sebesar 30%, persentase markup harus berjumlah 42.9%
    • Untuk mencapai margin sebesar 40%, persentase markup harus berjumlah 66.7%
    • Untuk mencapai margin sebesar 50%, persentase markup harus berjumlah 100%

    Saat kamu memutuskan untuk memulai suatu usaha atau bisnis, penggunaan mark up yang tepat bisa sangat menguntungkan. Mark up dapat membantu memastikan perusahaan dapat menghasilkan dari setiap penjualan. Lantaran itulah,, sangat baik untuk memulai dengan markup, terutama dalam tahap persiapan.

    Dengan begitu, pemilik bisnis akan bisa mengetahui berapa biaya yang dihabiskan. Dari penerapan metode mark up, pemilik bisnis juga bisa mengetahui jenis pendapatan apa saja yang didapatkan dari penjualan. Setelah mengenal bisnis dengan lebih baik, ini adalah saatnya melihat laporan penjualan. Saat inilah penghitungan margin dapat berguna untuk mengecek berapa banyak keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan.

    Baca Juga: Margin adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis Margin

    Kebalikan Mark Up adalah Mark Down

    Kebalikan dari metode mark up adalah mark down. Mark down merupakan sebuah upaya penurunan dalam harga jual. Hal ini tidak terlepas dari adanya pengurangan harga ritel awal atau pengurangan margin berdasarkan pada fakta bahwa harga yang rendah ditujukan untuk meningkatkan jumlah penjualan. 

    Jadi, harga yang telah diberlakukan mark down tidak berarti langsung bisa membuat pihak retail mengalami kerugian.

    Walaupun begitu, keuntungan yang diperoleh menjadi lebih sedikit dari yang diharapkan di awal usaha. Pada umumnya, sebuah mark down dilakukan dengan alasan untuk cuci gudang. 

    Sama seperti menaikkan harga, menurunkan harga atau mark down juga memiliki rumus tersendiri dalam perhitungannya. 

    Rumus mark down:

    Harga Jual = Biaya Beli Produk – Mark Down

    Mark down bisa disebut sebagai pembedaan harga tingkat kedua. Pasalnya, sebuah retail pasti sudah memberikan beban harga yang berbeda pada konsumen yang berbeda berdasarkan pada sifat penawaran.

    Kesimpulan

    Dengan membaca dan mengerti pembahasan mengenai mark up ini, kamu sebgaai pebisnis harusnya sudah bisa  mulai menetapkan harga dengan baik. 

    Penyimpangan yang terlalu jauh dapat membuat produk kamu menjadi terlalu mahal atau terlalu murah yang nantinya secara otomatis akan berdampak kerugian bagi bisnis.

    Penetapan harga mark down dan mark up adalah krusial. Pilihan untuk menaikkan atau menurunkan harga bisa kamu pelajari sesuai perhitungan yang baik. Selain itu kamu dapat menetapkan harga dengan cara lainnya seperti penetapan harga biaya plus, HPP, atau BEP.

    Menjalankan bisnis pun pastinya perlu pencatatan yang lengkap dan akurat agar keputusan yang akan kamu ambil ke depannya progresif. Pastikan kamu sudah berlangganan aplikasi POS seperti majoo agar pengelolaan keuangan bisnis menjadi lebih mudah dan akurat. Daftar sekarang, yuk! 

    Pertanyaan Terkait

    • Bila boleh dibilang, pengertian sederhana mark up adalah penambahan nilai atau harga dari suatu produk untuk menghasilkan harga jual. Mark up berbeda dengan margin meskipun sama-sama menghitung keutungan.
    • Bisa didefinisikan juga bahwa mark up adalah strategi yang bisa kamu manfaatkan untuk mengembangkan persaingan harga dengan kompetitor sejenis. Dengan menerapkan strategi dan cara mark up yang sesuai, bisnis yang kamu jalankan akan berpeluang menjadi pilihan pembeli.
    • Margin merupakan tingkat keuntungan awal yang diperoleh dari barang atau jasa yang akan ditawarkan dalam satuan persen. Sedangkan mark up nilai yang didapatkan dari menaikan harga pokok untuk mendapatkan harga jual.
    • Mark up tergolong salah satu metode penentuan harga yang biasanya dianggap paling simpel dan paling banyak diterapkan. Metode ini umumnya ditetapkan dengan tujuan untuk menutup biaya tidak langsung serta laba-rugi usaha.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Metode Penyusutan Aktiva Tetap!
    Seiring waktu, aset tetap akan mengalami depresiasi. Untuk mengetahui biaya penggunaan aset, perlu metode penyusutan aktiva tetap. Ketahui caranya di sini!
    Negosiasi adalah: Pengertian, Contoh, Jenis, Ciri-Ciri
    Negosiasi adalah proses interaksi antara pihak-pihak yang berusaha menemukan titik temu. Pahami pengertian, tujuan, contoh negosiasi.
    Rumus Persentase, Cara Menghitung Beserta Contoh Penggunaanya
    Cara menghitung persen merupakan metode untuk mendapatkan sebuah nilai atau data. Pelajari juga tentang rumus persentase di excel, rumus persentase keuntungan.
    PT adalah: Menilik Pengertian dan Cara Membuat Perseroan Terbatas
    PT adalah kepanjangan dari perseroan terbatas, yaitu bentuk badan usaha yang dilindungi oleh hukum dengan modal yang terdiri dari saham.