Memilih Strategi Pricing yang Tepat Untuk Bisnis

Ditulis oleh Dwi Ernanda

article thumbnail


Menetapkan harga suatu produk memang tidaklah mudah


Untuk menetapkan harga produk suatu bisnis memang tak mudah. Ketika produk dianggap mahal oleh konsumen, maka akibatnya penjualan menjadi menurun. Sedangkan saat produk dianggap murah oleh konsumen, maka penjualan pun akan meningkat. Namun margin laba perusahaan bisa jadi menjadi lebih kecil atau bahkan tidak mencapai break even point (BEP) atau titik impas, itulah pentingnya pricing strategy untuk produk.

Pengertian Pricing Strategy

Untuk menentukan kesuksesan perusahaan, pricing strategy merupakan elemen yang penting


Sebelum membahas mengenai jenis-jenis pricing strategy, ada baiknya kamu mengenal dulu apa arti pricing strategy. Yang dimaksud dengan pricing strategy secara umum yaitu suatu kebijakan dari perusahaan dalam menentukan biaya yang dikenakan untuk produknya (barang dan jasa). Harga suatu produk mungkin akan sulit sekali ditentukan. Karena bila perusahaan menetapkan harga produk terlalu tinggi, mungkin pelanggan akan menganggap itu terlalu mahal. Namun jika perusahaan menetapkan harga terlalu rendah, maka keuntungan perusahaan  menjadi terganggu.


Dalam berbisnis, pricing strategy merupakan elemen yang sangat penting yang digunakan untuk mempengaruhi dan menentukan kesuksesan perusahaan. Selain itu juga merupakan kunci dalam financial modeling yang bisa menentukan pendapatan yang dicapai (revenue achieved), keuntungan yang diperoleh (profit earned) serta jumlah dana yang diinvestasikan kembali untuk kelangsungan  hidup perikanan di masa mendatang.


Baca Juga: Apa itu Revenue? Apa Beda Revenue dan Income?

Jenis Pricing Strategy

Terdapat 6 tipe atau jenis pricing strategy yang bisa dijadikan opsi terbaik bagi perusahaan.

  1. Markup Pricing

Fokus markup pricing terletak pada biaya produksinya


Salah satu strategi penetapan harga yang paling umum dipakai di sejumlah perusahaan dengan cara menaikkan harga (markup) pada biaya produk (product costs) dinamakan dengan penetapan harga markup atau mark up pricing.

Dengan kata lain, fokus markup pricing merupakan biaya produksi atau cost of goods sold (COGS). Cara kerjanya juga mudah dan cukup sederhana yaitu perusahaan pada awalnya menghitung biaya produksi atas suatu produk kemudian menambahkan margin tertentu.

  1. Target Return Pricing

Strategi penetapan harga berbasis target pengembalian (Target return pricing) atau dinamakan pula dengan target laba atas harga investasi (Target return on investment pricing). Yang dimaksud dengan target return pricing secara umum yaitu metode penetapan harga yang menghitung harga yang akan ditetapkan pada suatu produk untuk mencapai tingkat keuntungan (rate of return) yang akan dicapai atau mencapai tingkat pengembalian investasi (rate of return on investment) dengan asumsi bahwa kuantitas tertentu dari produk tersebut bisa dijual.

Target return pricing bisa juga diartikan sebagai sebuah model penetapan harga dari suatu produk. Penetapan harga tersebut didasarkan pada pengembalian (return) yang ditargetkan oleh investor dari setiap modal yang diinvestasikan pada perusahaan. Target rate of return pricing biasanya juga dipakai secara eksklusif oleh pemilik bisnis tertentu. Pemakaian target rate of return pricing terutama oleh para pemimpin pasar (market leader) atau monopolist.

  1. Perceived Value Pricing

Perceived value pricing merupakan suatu metode penetapan harga nilai dengan mempertimbangkan citra produk


Yang dimaksud dengan penetapan harga nilai yang dirasakan atau perceived value pricing secara umum yaitu suatu metode penetapan harga nilai dengan mempertimbangkkan citra produk “apa produk yang diharapkan pelanggan dan seberapa besar pelanggan mau membayar”.


Kemudian definisi perceived data, dalam terminologi pemasaran yaitu persepsi pelanggan terhadap manfaat dari suatu produk serta kemampuan pelanggan dalam memenuhi harapan mereka terhadap suatu produk, terlebih saat dibandingkan dengan produk lainnya (Pesaing).


Nilai yang dirasakan (perceived value) terdiri dari berbagai elemen. Elemen-elemen tersebut seperti pengalaman pembeli, customer support, garansi produk, reputasi pemasok, kepercayaan, keandalan, keamanan serta pertimbangan lainnya.

Pada umumnya setiap perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan value yang dirasakan di benak pelanggan. Misalnya dengan mengadopsi beberapa bauran pemasaran atau marketing, contohnya promotions, sales force (people) dan lain-lain.

  1. Competition Based Pricing

Penentuan harga kompetitif atau disebut juga dengan competition based pricing atau  competitive pricing merupakan salah satu model pricing strategy yang cukup populer. Kemudian yang dimaksud dengan  penetapan harga kompetitif yaitu suatu proses penentuan titik harga strategis supaya dapat memenangkan persaingan dalam pasar berbasis produk.


Metode competitive pricing ini biasanya cenderung dipakai oleh bisnis yang menjual produk serupa. Metode ini karena mempunyai layanan yang bervariasi sementara untuk atribut produk tetap mirip. Pangaplikasian strategi ini dilakukan setelah harga produk sudah mencapai level keseimbangan saat produk berada di pasar dalam jangka waktu lama dan tersedia bank produk pengganti.


Acuan Competitive pricing juga bisa pada metode penetapan harga yang relevan dengan harga pesaing. Banyak perusahan yang memiliki pangsa pasar menengah bersaing dengan perusahaan dengan pangsa pasar tinggi yang mengadopsi strategi ini.

  1. Penetration Price

Penetration price paling cocok digunakan untuk bisnis baru yang mencari pelanggan


Harga penetrasi (penetration price) ini merupakan salah satu tipe pricing strategy yang banyak diaplikasikan oleh bisnis. Acuan dari model ini yaitu pada penetapan harga promosi (Promotional pricing).


Adapun pengertian penetration price secara umum yaitu metode penetapan harga yang bertujuan untuk menarik pelanggan ke produk baru dengan menawarkan harga yang jauh lebih rendah. Akan tetapi penetapan harga penetrasi cenderung tidak berkelanjutan dalam jangka panjang dan hanya diterapkan dalam jangka pendek saja.


Metode ini paling cocok digunakan pada bisnis baru yang sedang mencari bisnis pelanggan serta memasuki pasar kompetitif yang sudah ada. Strategi utamanya yaitu tentang “gangguan (distribution)” dan “kerugian sementara (temporary loss)”. Harananyan adalah agara pengan awal dapat bertahan saat perusahaan menaikkan harga di kemudian hari. Penggunaan strategi ini juga bisa sebagai “umpan” saat perusahaan sengaja memproduksi produk yang mempunyai harga lebih murah dari pesaing. Harapannya adalah agar pelanggan tertarik dengan produk lain yang relatif lebih mahal.


Strategi ini digunakan secara efektif dengan tujuan yang lebih luas. Meskipun di satu sisi perusahaan mendapatkan margin kecil namun disisi lain perusahaan dengan cepat meningkatkan volume penjualan, mengenalkan produk baru, menggaet pasar baru, bahkan membangun basis pelanggan yang kuat.


Saat mempunyai basis pelanggan kuat, maka perusahaan bisa  memanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan kalian. Contohnya pendapatan iklan di platform pengguna Google, Facebook, Skype serta Linkedin. Ini adalah termasuk beberapa contoh perusahaan yang terlibat dalam kebijakan penetration pricing strategy untuk pengguna utama mereka.

  1. Skimming Price

Price skimming merupakan  strategi yang menetapkan harga produk harga yang tinggi di awal, lalu harga produk tersebut diturunkan dari waktu ke waktu dikarenakan popularitas produk berkurang. Penurunan harga tersebut tidak dilakukan dalam satu waktu, namun dalam waktu ke waktu secara bertahap. Misalnya produk skimming price yaitu video game, smartphone, perangkat elektronik dan lain sebagainya. 


Produk ini biasanya menjadi kurang relevan dari waktu ke waktu karena seperti ada keluaran terbaru. Strategi harga skimming akan membantu untuk memulihkan sunk costs. Strategi ini juga bisa menjual produk jauh di luar kebaruannya.


Menentukan pricing strategi memang tidak mudah. Ditambah lagi, menetapkan dan mengubah harga setiap saat memang akan menghabiskan waktu. Tentunya bagi kamu pemilik bisnis, waktu bisa digunakan untuk mengurus lainnya.


Namun tenang saja, karena saat ini sudah ada aplikasi Majoo yang akan memudahkan pemilik bisnis. Dengan aplikasi CRM dari Majoo kamu bisa mengatur promo, voucher serta banyak lagi yang memudahkan transaksi. 

Produk ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur marketing campaign. Fitur tersebut diantaranya berupa sms dan email marketing yang akan membuat pelanggan balik lagi. Tentunya dengan fitur tersebut akan makin memudahkan kamu dalam mengelola bisnis. Dengan pengelolaan bisnis yang terotomatisasi akan memudahkan dalam mengalokasikan aspek waktu. Temukan manfaatnya hanya di Majoo.


Sumber:

  • https://www.invesnesia.com/strategi-penetapan-harga-pricing-strategy

  • https://www.freepik.com/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo