Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Contoh Neraca Pembayaran

    Salah satu tujuan neraca pembayaran adalah sebagai patokan pengaturan anggaran devisa.

    Kalau biasanya kamu mempelajari sesuatu untuk bisnismu, yuk sekarang kita lihat cara negara melakukan ‘bisnis’ atau transaksi dengan negara lainnya.

    Urusan jual beli antarnegara bukan sekadar ekspor-impor barang yang urusannya dengan bea cukai, lho. Kamu bisa bayangkan, semua yang melewati batas antarnegara itu banyak sekali. Misalnya saja pariwisata, masuknya devisa, asuransi, hingga transportasi. Wah, negara ‘sibuk’ sekali.

    Tak berhenti di pencatatan, neraca pembayaran juga ditujukan sebagai bahan baku negara untuk melakukan proses analisis.

    Misalnya barang atau jasa apa saja yang menjadi komoditi favorit negara lain? Dari sini, negara kita bisa mengevaluasi serta membuat strategi jitu agar negara makin makmur.

    Negara juga harus cuan? Iya dong, itulah alasan neraca pembayaran diatur agar tidak terjadi defisit yang tak terkendali.

    Masih penasaran tentang tujuan neraca pembayaran dan bagaimana neraca pembayaran dibuat? Simak terus artikel ini sampai akhir, ya.

    Baca juga: Apa itu Payment? Begini Penjelasan Lengkapnya! 

    Definisi Neraca Pembayaran

    Yup, kita mulai dengan pengertian neraca pembayaran agar kamu tahu batasan pembahasan kita kali ini.

    Neraca pembayaran adalah perbandingan penerimaan uang antara dua negara (dalam perdagangan dunia). Berupa daftar perkiraan yang terperinci tentang transaksi perdagangan yang diselenggarakan oleh negara dalam jangka waktu tertentu (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

    Neraca pembayaran disebut juga balance of payment (BOP). Ini merupakan jejak histori keseluruhan transaksi antara kita dengan negara lain yang dilakukan secara sistemik selama periode tertentu.

    Transaksi tersebut mencakup perdagangan barang, perdagangan jasa, transfer uang, dan moneter yang dilakukan penduduk Indonesia ke luar negeri dalam jangka waktu yang ditetapkan. Lengkap!

    Tujuan Neraca Pembayaran

    Kalau dalam bisnismu, apa tujuan pencatatan transaksi? Tentu saja agar kamu bisa mengamati alur dana yang datang dan pergi. Selanjutnya kamu bisa menganalisisnya agar bisnismu makin berkembang. Begitu, kan?

    Lalu sekarang, dalam skala yang lebih besar. Apa tujuan neraca pembayaran dibuat oleh suatu negara? Kami rinci di bawah ini, ya.

    1. Bahan Kajian Kondisi Perekonomian Negara

    Para ekonom negara kita menggunakan neraca pembayaran untuk membaca pola perekonomian negara lainnya.

    Ini mirip ketika kamu ingin melakukan partnership saat berbisnis. Membaca laporan keuangan calon mitra ataupun kompetitor memberikan gambaran penuh mengenai kondisinya, kan?

    Nah, dengan mengkaji neraca pembayaran negara lain, Indonesia bisa menciptakan transaksi ekonomi dengan lebih optimal dan sehat. Misalnya dengan membuat kebijakan yang lebih menguntungkan kedua belah pihak.

    2. Sumber Pemetaan Sumber Daya Negara

    Neraca pembayaran selalu menyertakan semua transaksi yang juga memuat mengenai sumber daya negara yang diperjual-belikan.

    Dari sini, negara lain bisa tahu kalau Indonesia punya apa saja, dan begitu pula kita melihat negara lain melalui neraca pembayarannya.

    Kemudian, pemerintah bisa menentukan transaksi ekonomi yang tepat. Kamu tentu ingat kalau pendapatan dari perdagangan internasional bisa digunakan sebagai devisa dan membuat laju perekonomian semakin sehat, kan?

    3. Patokan Pengaturan Anggaran Devisa

    Neraca pembayaran dibuat agar transaksi ekonomi internasional menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satunya adalah cadangan devisa.

    Penganggarannya, harus dibuat berdasarkan minus dan surplus di dalam neraca tersebut agar negara tidak mengalami kerugian.

    4. Panduan Langkah dalam Transaksi Ekonomi Internasional

    Neraca pembayaran milik Indonesia dan negara lain dibuat agar sesama negara saling mampu mengkaji.

    Data yang disuguhkan menjadi panduan tiap negara dalam menentukan macam-macam transaksi dan besarnya nilai yang bisa dilakukan dengan negara lain agar sama-sama bermanfaat dan menyokong kemajuan negara masing-masing.

    5. Pendeteksi Masalah

    Jika gempa punya detektor gempa, negara punya neraca pembayaran untuk mendeteksi masalah dalam negeri yang bisa ‘mengguncangkan’ perekonomian.

    Data-data yang valid dan akurat dalam neraca pembayaran bisa menjadi pertanda jika ada masalah dalam negeri yang harus diselesaikan dengan cara yang tepat.

    Fungsi Neraca Pembayaran

    Secara detail, neraca pembayaran dalam suatu negara bisa berfungsi sebagai:

    • Bahan dan alat bantu pengambilan keputusan dalam hal perdagangan internasional.
    • Pertimbangan utama pemerintah ketika membuat kebijakan moneter.
    •  Alat ukur keadaan ekonomi dalam negeri dan perekonomian negara lain.
    • Sumber data keuangan internasional.
    • Alat rekam histori transaksi negara dalam kegiatan ekspor dan impor agar bisa dibayar tepat waktu.
    • Data akurat dan valid mengenai anggaran yang dikeluarkan pemerintah dan negara lainnya untuk melakukan transaksi internasional.

    Jenis-Jenis Neraca Pembayaran

    Oke, sekarang kamu perlu tahu bahwa neraca pembayaran ada jenisnya. Berikut ini adalah 3 jenis kondisi neraca pembayaran yang bisa kamu pelajari:

    1. Neraca pembayaran defisit adalah neraca yang memperlihatkan nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor. Efeknya, negara akan mengalami defisit dan pertumbuhan ekonomi sulit berkembang.

      Cara mengatasinya: melakukan diversifikasi ekspor, devaluasi, subsidi dan premi ekspor, pengendalian harga dalam negeri, dan perjanjian internasional.

    2. Neraca pembayaran surplus adalah neraca yang memperlihatkan uang masuk lebih besar daripada yang dikeluarkan negara. Cadangan devisa cukup.

      Cara mengatasinya: menggunakan dana devisa untuk melakukan pembangunan dalam negeri agar lebih berkembang secara perekonomian.

    3. Neraca pembayaran seimbang adalah neraca yang menunjukkan bahwa transaksi pembayaran ke luar negeri (transaksi debit) jumlahnya sama dengan penerimaan dari luar negeri (transaksi kredit).

      Cara mengatasinya: menurunkan nilai impor sekaligus menaikkan atau menambahkan nilai ekspor.

    Transaksi yang dicatat di dalam neraca pembayaran antara lain adalah transaksi modal dan keuangan.

    Komponen Neraca Pembayaran

    Dalam sebuah neraca pembayaran, harus mencantumkan komponen-komponen yang sudah ditetapkan secara internasional.

    Komponen neraca pembayaran selalu mencantumkan hal-hal berikut ini. 

    1. Neraca perdagangan adalah data yang berhubungan dengan perbandingan nilai ekspor dengan nilai impor negara yang terjadi dalam periode tertentu.
    2. Neraca lalu lintas modal adalah data setiap pinjaman dari luar negeri atau kredit serta pinjaman atau kredit yang diberikan kepada negara lain.
    3. Neraca lalu lintas moneter adalah data perubahan atau pertumbuhan cadangan devisa pada suatu negara.
    4. Neraca hasil modal adalah data semua pembayaran dan penerimaan dividen, berbagai macam hadiah yang diberikan oleh negara lain, dan bunga gaji tenaga asing.
    5. Neraca jasa adalah data transaksi jasa yang dilakukan suatu negara dan diterima oleh negara lain selama satu periode.

    Transaksi yang Dicatat dalam Neraca Pembayaran

    Kamu ingat, kan, neraca pembayaran mencantumkan seluruh transaksi internasional yang dilakukan oleh suatu negara dalam periode tertentu.

    Pertanyaannya, transaksi apa saja?

    Nih, kamu rangkumkan transaksi yang dicatat dalam neraca pembayaran.

    a. Transaksi Berjalan (Current Account) 

    • Perdagangan barang (trade): ekspor dan impor 
    • Perdagangan jasa 
    • Penghasilan (income)
    • Transfer (transfers)

    b. Transaksi Modal dan Keuangan (Capital and Financial Account) 

    • Transaksi modal (capital account) 
    • Transaksi keuangan di luar cadangan devisa (financial account)
    • Penanaman modal langsung (foreign direct investment) 
    • Investasi surat berharga (portfolio investment) 
    • Investasi lainnya 

    c. Perubahan Cadangan Devisa (Changes in Reserves) 

    d. Selisih Perhitungan (Errors and Omissions)

    Penyusunan Neraca Pembayaran

    Peraturan mengenai neraca pembayaran disepakati secara internasional. Berikut ini adalah beberapa poin penting yang perlu kamu ketahui dalam penyusunan neraca pembayaran suatu negara

    • Setiap anggota International Monetary Fund (IMF), termasuk Indonesia, wajib untuk menyusun dan menyampaikan data yang terkait dengan transaksi neraca pembayaran.
    • Pelaporan neraca pembayaran dilakukan setiap triwulan dan disampaikan kepada IMF dalam bentuk penyajian standar. 
    • Sampai saat ini, Bank Indonesia yang merupakan lembaga penyusun neraca pembayaran Indonesia. Lembaga ini menyajikan dalam dua bentuk penyajian, yaitu penyajian standar dan penyajian analitis.
    • Neraca pembayaran penyajian standar sampai saat ini masih disusun terutama untuk disampaikan ke IMF. 



    (Sumber: ipief.umy.ac.id)

    • Neraca pembayaran penyajian analisis digunakan untuk keperluan analisis dan pengambilan keputusan baik di sektor riil, fiskal, maupun moneter, seperti penyusunan Rencana Anggaran dan Realisasi Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara serta penyusunan program moneter. 



    (Sumber: ipief.umy.ac.id)

    Contoh Neraca Pembayaran

    Agar kamu lebih memahaminya, kami coba sajikan pembuatan neraca pembayaran yang dikutip dari jurnal garapan F.X. Sugiyono dari Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) yang dikeluarkan Bank Indonesia, ya!

    1) Pada Juni 2001, warga negara A mengekspor kain batik ke negara B senilai $500 juta dengan syarat biaya asuransi dan transportasi dibayar oleh pembeli (f.o.b = free on board). 

    Sebagian dana, yaitu sebesar $250 juta, dibayarkan secara tunai melalui rekeningnya di salah satu bank swasta nasional di negara A sedangkan sisanya akan dibayarkan pada bulan Januari 2002. 

    2) Pada tahun yang sama pemerintah negara A mengimpor barang modal dengan nilai c.i.f (cost, insurance, and freight) senilai $750 juta (termasuk biaya asuransi dan pengapalan yang nilainya sebesar $25 juta). Seluruh pembayaran dilakukan oleh bank sentral negara A.

    3) Turis asing yang datang ke negara A pada bulan Juni 2001 dan tinggal selama satu minggu tercatat menukar uang senilai $100 juta ke salah satu bank di negara A.

    4) Pada Februari, pemerintah negara C memberikan sumbangan sebagai hibah berupa gandum kepada negara A senilai $25 juta (di luar transpor dan asuransi ditanggung oleh pemerintah negara C). 

    5) Pada akhir tahun 2001 pemerintah negara A membayar pinjaman pokok dan bunga masing-masing sebesar $400 juta dan $150 juta. 

    6) Pada tahun yang sama pemerintah negara A menarik pinjaman sebesar $1.000 juta.

    7) Salah satu bank komersial di negara A meminjam dari luar negeri sebesar $200 juta dan selanjutnya bank tersebut mentransfer sebagian ke rekeningnya di bank sentral negara A sebesar $100 juta.

    8) Perusahaan asing dari negara D membeli saham perbankan di negara A senilai $750 juta.

    Dari semua transaksi tersebut, dicatatlah dalam pembukuan transaksi sebagai berikut:

    (Sumber: ipief.umy.ac.id)

    Selanjutnya, transaksi di atas dimasukkan ke dalam neraca pembayaran penyajian standar. Caranya adalah dengan menggabungkan setiap pos sehingga menghasilkan selisih bersih (net) antara debit dan kredit.

    (Sumber: ipief.umy.ac.id)

    Dari pencatatan NP negara A di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

    1. Transaksi barang (neraca perdagangan) mengalami defisit $250 juta 
    2. Transaksi jasa mengalami surplus $75 juta 
    3. Transaksi berjalan mengalami defisit sebesar $300 juta 
    4. Transaksi modal dan keuangan mengalami surplus $300 juta 
    5. Secara keseluruhan (overall balance) NP negara A mengalami defisit sebesar $200 juta. 

    Baca juga: Pengertian Neraca Lajur, Fungsi, dan Langkah Membuatnya 

    Kesimpulan

    Nah, apakah sampai sini kamu sudah lebih paham mengenai neraca pembayaran?

    Jika kamu ingin tahu mengenai data real neraca pembayaran Indonesia tiap triwulan bisa kamu lihat di laman Bank Indonesia.

    Sebagai pelaku UMKM, kamu bisa sedikit demi sedikit mempelajari mengenai gerak kebijakan negara dalam bertransaksi dengan negara lain. Dari sini kamu akan tahu apa yang sedang dicari dunia dari Indonesia.

    Jika kamu jeli, kamu bisa memanfaatkan ceruk tersebut untuk mendapatkan keuntungan bisnis. Selamat mengkaji!

    Referensi:

    • https://ipief.umy.ac.id/wp-content/uploads/2020/02/4.-Neraca-Pembayaran-Konsep-Metodologi-dan-Penerapan-1.pdf
    • https://id.wikipedia.org/wiki/Neraca_pembayaran
    • https://katadata.co.id/redaksi/ekonopedia/62ab4a2b735b2/pengertian-neraca-pembayaran-fungsi-dan-cara-penghitungannya

    Sumber gambar: 

    • Freepik

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!