Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Mempertimbangkan Berbagai Jenis Modal Usaha untuk Bisnis

    Mempertimbangkan Berbagai Jenis Modal Usaha untuk Bisnis

    Modal usaha adalah hal pertama yang harus dikumpulkan sebelum memulai bisnis, apa saja jenisnya?

    Siapa, sih, yang bisa membangun bisnis dengan sukses tanpa terlebih dahulu mengumpulkan modal usaha yang cukup? Tidak ada, kan? Tentu saja, karena kita memang perlu mengakui bahwa adanya modal sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis.

    Namun, modal seperti apa yang dimaksud? Apa fungsinya bagi bisnis? Yuk, kita bahas bersama-sama!

    Fungsi Modal Usaha bagi Bisnis

    Secara umum, modal usaha berfungsi sebagai alat untuk menjamin kegiatan operasional bisnis dapat dijalankan. Tanpa adanya modal, pemilik usaha akan kesulitan dalam mengoperasikan bisnisnya karena setiap kegiatan bisnis membutuhkan sejumlah pengeluaran, kan?

    Padahal, untuk bisnis yang baru dimulai, jelas pemilik usaha masih belum memperoleh pemasukan. Nah, di sinilah fungsi adanya modal. Dengan mengumpulkan modal terlebih dahulu, pemilik usaha dapat tetap membayarkan setiap pengeluaran yang dibutuhkan oleh operasional bisnisnya, sekalipun bisnis tersebut masih belum menghasilkan keuntungan apa pun.

    Jika demikian, apakah berarti modal hanya dibutuhkan di awal saja? Tentu tidak. Bahkan ketika suatu bisnis sudah berjalan dengan lancar pun modal masih tetap dibutuhkan untuk berbagai kegiatan bisnis, khususnya terkait pengembangan.

    Mengenal Jenis Jenis Modal Usaha

    Mungkin banyak yang beranggapan bahwa modal adalah modal, dimanfaatkan sesuai fungsinya; tidak lebih dan tidak kurang. Padahal, dalam dunia bisnis, ada banyak sekali jenis jenis modal usaha dengan peruntukan yang berbeda-beda pula tergantung kategorinya.

    Misalnya saja, jenis modal yang dibagi berdasarkan kepemilikannya tentu penggunaannya berbeda dengan jenis modal yang dibagi berdasarkan sifatnya. Setiap jenis modal ini pun bisa saling beririsan, lho! Contohnya saja jenis modal yang secara kepemilikan merupakan modal sosial, tetapi sebenarnya bersumber dari internal.

    Waaah, jadi sebenarnya modal dapat dibagi ke dalam berapa jenis atau kategori, sih? 

    Jenis Jenis Modal Berdasarkan Kepemilikannya

    Kategorisasi jenis jenis modal yang pertama dapat dilihat dari status kepemilikannya. Dalam pembagian ini, kita akan mengenal modal perseorangan dan juga modal sosial. Apa ciri khas yang dapat membedakan keduanya?

    1. Modal Perseorangan

    Modal perseorangan merupakan modal usaha yang dimiliki oleh seseorang dengan tujuan pengelolaan untuk keuntungan dari pemilik modal tersebut sekaligus mempermudah operasional kegiatan yang dijalankannya.

    Dari pengertian tersebut, saham, bangunan tempat usaha, dan juga kendaraan perusahaan dapat dimasukkan ke dalam kategori modal perseorangan karena modal-modal tersebut umumnya dimiliki agar dapat dikembangkan dan memberikan keuntungan bagi perusahaan yang dikelola. Contoh-contoh modal tersebut juga berfungsi sebagai sesuatu yang dapat mempermudah pelaksanaan operasional bisnis.

    Kendaraan perusahaan, misalnya saja, dapat digunakan karyawan untuk bepergian menemui klien atau mendistribusikan produk yang menjadi komoditas bisnisnya. Dengan demikian, perusahaan pun akan memperoleh keuntungan bisnis dari pemanfaatan kendaraan perusahaan tersebut sebagai sebuah modal.

    2. Modal Sosial

    Di antara sekian banyak jenis jenis modal usaha, modal sosial mungkin memiliki tujuan atau karakteristik yang paling unik. Mengapa demikian? Karena modal sosial tidak dimiliki oleh pihak-pihak tertentu saja, tetapi dimiliki oleh sekelompok masyarakat.

    Hasil pengelolaan maupun pengembangan modal sosial pun cenderung menguntungkan banyak orang maupun kelompok masyarakat yang berada di sekitar modal tersebut.

    Agar lebih mudah dipahami, kita dapat melihat contoh-contoh modal yang termasuk dalam jenis ini; misalnya saja jalan raya, pelabuhan, maupun beragam infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi lainnya. Modal-modal tersebut digunakan secara kolektif oleh masyarakat yang berada di sana, dan hasil pengembangannya pun dapat dinikmati; baik secara personal maupun untuk kepentingan bisnis yang dimiliki oleh penggunanya.

    Jalan raya, contohnya saja, dapat dimanfaatkan oleh pemilik usaha mana pun untuk mendistribusikan komoditas bisnisnya, tetapi di sisi lain juga dapat digunakan untuk kepentingan pribadi seperti bepergian dari satu tempat ke tempat lain secara nyaman.

    Baca juga: Cara Menghitung Modal Awal dan Rumusnya

    Jenis Jenis Modal Berdasarkan Sumbernya

    Jika jenis modal dapat dibagi berdasarkan kepemilikannya menjadi modal perseorangan dan juga modal sosial, suatu modal juga dapat dikategorikan berdasarkan sumber pengumpulannya. Dalam pembagian ini, kita mengenal dua macam modal, yaitu modal internal dan juga modal eksternal.

    Pertanyaannya, apa yang membedakan modal internal dengan modal eksternal? Coba cocokkan jawaban yang sudah dipikirkan dengan penjabaran berikut:

    1. Modal Internal

    Sesuai dengan nama serta kategorisasinya, modal internal merupakan jenis modal usaha yang dikumpulkan dari sumber-sumber internal, atau pihak-pihak yang memang secara langsung terlibat dalam pengembangan modal tersebut melalui suatu kegiatan operasional.

    Sebagai ilustrasi, ketika seorang pemilik usaha menyewa atau membeli gedung untuk tempat usahanya, uang yang digunakan untuk transaksi tersebut dapat digolongkan sebagai modal internal jika berasal dari kantong pemilik usaha terkait maupun pihak-pihak lain yang memang bersama-sama dengan pemilik usaha tercakup dalam struktur organisasi perusahaan.

    Hal yang sama juga berlaku untuk aset-aset lainnya seperti kendaraan perusahaan maupun alat-alat produksi. Apabila aset-aset tersebut diperoleh dengan pendanaan yang dilakukan secara mandiri tanpa kontribusi dari mereka yang berada di luar struktur organisasi perusahaan, aset tersebut dapat digolongkan sebagai modal internal.

     Jenis modal usaha dapat dibagi-bagi berdasarkan kategori tertentu seperti status kepemilikan maupun sumber dananya

    2. Modal Eksternal

    Berkebalikan dengan modal internal, modal eksternal tidak dikumpulkan secara langsung oleh mereka yang berada dalam struktur organisasi suatu perusahaan, tetapi berasal dari pihak-pihak lain yang tidak secara langsung terlibat dalam operasional perusahaan.

    Dari ilustrasi yang digunakan di atas, apabila pemilik usaha membeli atau menyewa suatu gedung untuk tempat usaha menggunakan dana yang diperoleh dari pemegang saham, yang digunakan bukan lagi modal internal melainkan modal eksternal. Menariknya, untuk modal eksternal, pemilik modal bisa saja tidak mengetahui detail pengelolaan modal yang dimilikinya.

    Dalam contoh pembelian gedung tempat usaha, misalnya saja, pemilik modal eksternal mungkin tidak tahu bahwa uang yang diberikannya sebagai modal usaha sebenarnya digunakan untuk menyewa gedung. Demikian pula jika pemilik usaha memutuskan untuk menggunakan dana tersebut demi kebutuhan lain.

    Hanya saja, di akhir periode keuangan berjalan, pemilik modal eksternal akan tetap mendapatkan laporan pengelolaan modal yang telah diberikannya dan memperoleh keuntungan dari hasil pengembangannya, jika ada.

    Baca juga: Venture Capital? Apa, sih, Fungsinya dalam Bisnis?

    Jenis Jenis Modal Berdasarkan Sifatnya

    Setelah membagi jenis jenis modal usaha berdasarkan kepemilikan serta sumber pendanaannya, selanjutnya kita akan membaginya berdasarkan sifat yang dimilikinya.

    Dalam kategori ini, modal dapat digolongkan ke dalam dua kategori: modal tetap dan juga modal lancar. Seperti apa, sih, penjelasannya? Langsung saja kita bahas bersama-sama!

    1. Modal Tetap

    Modal tetap atau fixed capital memperoleh namanya dari karakter unik yang dimilikinya. Mengapa bisa dibilang unik? Karena modal yang termasuk dalam kategori ini umumnya tidak akan langsung habis ketika digunakan, tetapi sifatnya tetap sehingga dapat digunakan berulang kali dalam beberapa siklus produksi.

    Contoh yang paling mudah dari modal tetap adalah bangunan tempat usaha yang tidak akan langsung ambruk atau dihancurkan setelah digunakan untuk menjalankan operasional bisnis dalam satu hari. Sebaliknya, bangunan tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang sangat panjang, bahkan mungkin hingga operasional bisnis itu sendiri dihentikan karena alasan lain.

    Dalam konsep yang sama, kendaraan perusahaan dan juga alat-alat produksi juga dapat digolongkan sebagai modal tetap karena sifat pemanfaatannya yang ditujukannya untuk lebih dari sekali penggunaan. Namun, untuk jenis modal yang satu ini, nilainya bisa saja berubah sepanjang waktu karena adanya penyusutan, oleh karena itu pemilik usaha perlu melakukan penganggaran kegiatan perbaikan maupun perawatan modal tetap.

    2. Modal Lancar

    Jika modal tetap dapat digunakan untuk jangka waktu yang panjang, modal lancar merupakan salah satu jenis modal yang akan langsung habis dalam sekali pakai.

    Bahan baku produksi, contohnya saja, tidak dapat digunakan berulang kali karena begitu diolah dalam proses produksi, bentuknya dan sifatnya akan berubah menjadi barang jadi yang siap untuk dijual. Sama halnya dengan bahan bakar yang digunakan dalam proses produksi, pemakaiannya hanya terbatas satu waktu saja dan tidak dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

    Namun, karena sifatnya yang demikian, modal lancar umumnya juga dapat dicairkan dengan lebih cepat dengan cara menjualnya kepada pihak lain. Sifat ini tidak dimiliki oleh modal tetap yang umumnya memiliki masa pencairan yang lebih lama. Seorang pemilik usaha, sebagai contoh, mungkin membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk menjual gedung yang digunakannya sebagai tempat usaha, tetapi bisa menjual kembali bahan baku yang tadinya ingin digunakan untuk proses produksi dalam hitungan jam saja.

    Baca juga: Bisnis Online Tanpa Modal? Pahami Caranya di Sini!

    Jenis Jenis Modal Berdasarkan Bentuknya

    Pengkategorian terakhir adalah pembagian jenis jenis modal usaha berdasarkan bentuknya. Dalam kategori ini, kita akan mengenal modal aktif yang juga sering disebut dengan istilah modal konkret dan juga modal pasif yang kerap disebut sebagai modal abstrak.

    Mengapa kedua modal ini masing-masingnya diberi istilah demikian? Langsung saja kita simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Modal Aktif

    Modal aktif juga dikenal dengan istilah modal konkret karena modal yang termasuk dalam jenis ini memiliki bentuk yang dapat dilihat secara fisik atau kasat mata. Tidak perlu dibayangkan, langsung dilihat saja bangunan tempat usaha, kendaraan perusahaan, mesin untuk kegiatan produksi, maupun aset-aset berwujud lainnya sudah jelas digolongkan sebagai modal aktif.

    2. Modal Pasif

    Nah, modal pasif jelas berkebalikan dengan jenis modal aktif. Modal-modal yang digolongkan dalam jenis ini umumnya tidak memiliki bentuk fisik yang kasat mata. Oleh karena itu, modal pasif pun kerap disebut pula dengan istilah modal abstrak.

    Hak cipta yang dipegang oleh suatu perusahaan, misalnya saja, dapat menjadi contoh yang baik untuk menjelaskan modal pasif. Secara bentuk, hak cipta tidak dapat dapat ditunjukkan fisik keberadaannya, akan tetapi pemilik usaha dapat tetap memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk kepentingan perusahaan; bisa dengan menjaga eksklusifitas komoditas bisnisnya maupun penjualan lisensi dari hak cipta yang dipegang.

    Contoh lain dari modal pasif yang mungkin sering terlewat adalah keterampilan yang dimiliki oleh karyawan. Keterampilan tersebut dapat digolongkan sebagai modal karena dapat dimanfaatkan untuk memberikan keuntungan bagi perusahaan ketika dikelola atau dikembangkan secara tepat. Namun, keterampilan karyawan tidak memiliki bentuk fisik yang dapat ditunjukkan, kan? Oleh karena itu keterampilan karyawan digolongkan sebagai modal pasif.

    Terlepas dari jenis modal usaha yang ada, pemilik usaha dapat mulai berinvestasi dengan berlangganan layanan aplikasi majoo agar modal yang sudah dikumpulkan tersebut tidak terbuang secara percuma. Melalui beragam fitur unggulan dari aplikasi majoo, pemilik usaha bisa menjalankan operasional bisnis secara mudah, efektif, sekaligus efisien.

    Investasi yang bagus sekali, kan? Yuk, langsung saja nikmati seluruh manfaat berlangganan layanan aplikasi majoo!

    Baca juga: Bisnis Menguntungkan dengan Modal Usaha Kecil? Ini Contohnya!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?