Pahami Cara Mudah Membuat Neraca Saldo Setelah Penutpan, Yuk!

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail

Apa itu neraca saldo setelah penutupan?

Bagi pemilik usaha atau seorang akuntan, memahami neraca saldo setelah penutupan merupakan kunci untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang keuangan perusahaan. Dengan informasi yang tepat dari neraca saldo setelah penutupan, manajemen dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan strategis untuk masa depan perusahaan.

Jadi, yuk, simak artikel ini sampai selesai, agar kamu paham betul tentang pentingnya neraca saldo setelah penutupan dan langkah-langkah mudah dalam penyusunannya! 

Pengertian Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca saldo setelah penutupan adalah laporan neraca yang disusun setelah jurnal penutup. Pembuatan laporan neraca saldo setelah penutupan ini untuk memastikan total saldo dalam buku besar seimbang dan sesuai dengan balance sheet. Pembuatan laporan ini penting untuk memastikan akuntan atau pebisnis yang menyusun jurnal penutup tidak membuat kesalahan perhitungan.

Biasanya neraca saldo setelah penutupan mencakup akun riil, seperti harta, utang, dan modal. Namun, akun nominal seperti pendapatan dan beban sudah ditutup oleh jurnal penutup.

Dengan begitu, langkah selanjutnya dalam menyusun contoh laporan keuangan adalah menyajikan laporan posisi keuangan, modal, dan laba rugi dengan cermat agar tidak terjadi kesalahan perhitungan. Hal ini penting untuk menjaga keakuratan dan kredibilitas laporan keuangan perusahaan. 

Baca Juga: Neraca Saldo adalah: Fungsi, Contoh, Jenis 

Tujuan Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan

Setelah mengetahui pengertian neraca saldo setelah penutupan, kamu juga perlu mengetahui tujuan penting dibuatnya neraca saldo penutupan ini. Neraca saldo setelah penutupan memiliki beberapa tujuan penting, antara lain: 

Evaluasi Kinerja Keuangan

Neraca saldo setelah penutupan memungkinkan manajemen dan pemilik bisnis untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu. Dengan mengetahui laba bersih atau rugi bersih yang dihasilkan, perusahaan dapat menilai sejauh mana keberhasilan operasional dan efisiensi keuangan yang telah dicapai. 

Pengambilan Keputusan Bisnis

Informasi yang terdapat dalam neraca saldo setelah penutupan membantu manajemen dan pemilik bisnis dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat. Misalnya, jika neraca menunjukkan adanya kewajiban yang melebihi aset, perusahaan harus mencari solusi untuk mengatasi masalah likuiditasnya. 

Pemantauan Keuangan

Neraca saldo setelah penutupan juga berfungsi sebagai alat pemantauan keuangan perusahaan secara berkala. Dengan membandingkan neraca dari periode ke periode, manajemen dapat mengidentifikasi tren keuangan dan mengambil tindakan korektif jika diperlukan. 

Laporan kepada Pihak Terkait

Neraca saldo setelah penutupan juga digunakan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan yang disampaikan kepada pihak eksternal, seperti investor, kreditor, atau pihak berkepentingan lainnya. Laporan ini memberikan informasi yang penting bagi pihak terkait untuk menilai tingkat kesehatan dan kinerja keuangan perusahaan.

 

Dengan penyusunan neraca saldo setelah penutupan yang tepat, perusahaan dapat memiliki pandangan yang lebih jelas tentang kondisi keuangan dan memastikan kelangsungan usaha yang berkelanjutan serta mengambil keputusan yang strategis untuk mencapai tujuan bisnisnya. 

Siklus Akuntansi Neraca Saldo Penutupan

Penting untuk kamu memahami siklus akuntansi dan manfaat neraca saldo setelah penutupan untuk menjaga keseimbangan keuangan pada setiap periodenya.

Langkah awal dalam siklus ini adalah mencatat setiap transaksi dalam buku jurnal, yang kemudian di-posting atau dicatat kembali ke buku besar untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci.

Setelah itu, neraca saldo akan disusun setelah posting atau pencatatan berhasil dilakukan, diikuti dengan proses pembuatan pasal-pasal penyesuaian.

Pastikan setiap ayat yang disetujui juga di-posting pada buku besar, dan lanjutkan dengan penyusunan neraca saldo setelah penyesuaian.

Setelah semua tahapan selesai, laporan keuangan dapat dibuat sebagai syarat pembuatan jurnal tutup buku, juga dikenal sebagai jurnal penutup, yang berfungsi menutup akun-akun yang terkait dengan laporan laba rugi dan perubahan modal.

Terakhir dalam siklus adalah membuat jurnal pembalik, tapi kamu juga bisa membuatnya sebelum memulai proses pada awal siklus. Dengan mengikuti siklus akuntansi ini, kamu dapat mengelola keuangan perusahaan dengan baik dan memastikan keputusan bisnis yang tepat.

Baca Juga: Mau Tahu Cara Membuat Neraca Saldo? Simak Selengkapnya! 

Neraca saldo setelah penutupan digunakan untuk membuat keputusan bisnis.

Format Neraca Saldo Setelah Penutupan

Tentunya, setiap laporan keuangan memiliki aturan format yang harus diikuti saat pembuatannya. Format ini mencakup komponen-komponen penting yang harus ada dalam laporan serta menjadi panduan dalam penyusunan keseluruhan laporan. Begini format neraca saldo setelah penutupan. 

1. Komponen Wajib Neraca Saldo Setelah Penutupan

Format pertama yang akan dijelaskan adalah deretan komponen penting yang harus ada dalam neraca setelah penutupan. Komponen ini meliputi judul laporan, nama perusahaan pemilik laporan, periode pelaksanaan atau pembuatan laporan, tanggal penyusunan, dan neraca saldo. 

2. Isian dari Masing-Masing Kolom Laporan

Setelah komponen tersebut, neraca saldo juga memiliki deretan kolom yang harus diisi dengan informasi yang relevan, seperti berikut:

  • Kolom 1, kolom ini berisi deretan angka atau kode akun.

  • Kolom 2, kolom ini berisi nama akun sesuai dengan kode akunnya.

  • Kolom 3, kolom ini berisi besaran debit dalam akun tersebut.

  • Kolom 4, kolom ini berisi besaran nilai dari kredit dalam akun tersebut. 

3. Laporkan ke Dalam Buku Besar

Setelah semua kolom terisi dan data antara kredit dan debit seimbang, akuntan dapat menyusun laporan dan mempostingnya ke dalam buku besar. Pastikan data yang tercantum dalam tabel neraca sesuai dengan jurnal penutup yang telah disusun sebelumnya.

Dengan memahami format dan mengisi setiap kolom dengan informasi yang tepat, akuntan dapat menyusun laporan neraca saldo keuangan secara akurat dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. 

Baca Juga: Contoh Neraca Saldo Untuk Pebisnis Pemula

Cara Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan

Setelah mengetahui format yang harus ada di dalam laporan neraca saldo setelah penutupan, tentunya kamu perlu mengetahui cara untuk membuat laporan tersebut, bukan? Penjelasan detail tentang cara membuat neraca saldo setelah penutupan ada di bawah ini. Simak, yuk! 

1. Menyelesaikan Proses Penjurnalan Akhir

Langkah pertama dalam pembuatan neraca saldo setelah penutupan adalah menyelesaikan proses penjurnalan akhir. Pada tahap ini, semua akun nominal telah ditutup dengan menggunakan jurnal penutup. Jurnal penutup digunakan untuk memindahkan saldo dari akun-akun pendapatan dan biaya ke akun laba rugi dan akhirnya ke akun ekuitas pemilik. Proses penjurnalan akhir ini bertujuan untuk menutup sementara akun-akun pendapatan dan biaya agar siap untuk periode baru. 

2. Menutup Akun Nominal dari Jurnal Penutup

Setelah proses penjurnalan akhir selesai, langkah berikutnya adalah menutup akun nominal dari jurnal penutup. Akun-akun nominal yang ditutup adalah akun-akun pendapatan dan biaya yang tercatat dalam jurnal penutup. Dengan menutup akun-akun ini, saldo akun-akun tersebut menjadi nol dan siap untuk digunakan kembali pada periode berikutnya.

3. Posting dan Tutup Akun Pada Buku Besar

Setelah akun-akun nominal ditutup dalam jurnal penutup, langkah selanjutnya adalah melakukan posting dan penutupan akun pada buku besar. Dalam buku besar, akun-akun yang telah ditutup akan dicatat dan saldo akhirnya akan menjadi nol. Selain itu, akun-akun yang tidak termasuk dalam jurnal penutup, seperti akun riil, tetap memiliki saldo yang belum ditutup. 

4. Menyusun Neraca Saldo dari Akun yang Ditutup Selain Akun Riil

Langkah terakhir adalah menyusun neraca saldo dari akun yang telah ditutup, kecuali akun riil. Neraca saldo ini akan mencatat semua akun yang telah ditutup dan menampilkan saldo akhir dari masing-masing akun tersebut. Namun, akun riil, seperti kas, piutang, persediaan, dan lain-lain, tetap memiliki saldo yang belum ditutup dan akan disusun dalam neraca saldo terpisah. 

Baca Juga: Cara Membuat Neraca Saldo yang Tepat secara Bisnis

Contoh Neraca Saldo Setelah Penutupan

Agar kamu semakin memahami laporan neraca saldo setelah penutupan ini, berikut contohnya.

1.    Menutup Akun Nominal dari Jurnal Penutup

a. Akun pendapatan


b. Akun biaya

 

c. Akun laba rugi (modal)

d. Akun perkiraan prive

2. Posting dan Menutup Akun Buku Besar

a. Akun pendapatan

b. Akun biaya


 

3.    Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan Selain Akun Riil 

 

Gunakan Aplikasi majoo untuk Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan

Aplikasi akuntansi 

Nah, itulah beberapa informasi terkait neraca saldo setelah penutupan beserta cara mudah membuatnya yang bisa kamu praktikkan.

Jika kamu masih merasa kesulitan dalam membuat neraca saldo setelah penutupan secara manual, kamu dapat menggunakan aplikasi kasir online seperti aplikasi majoo yang di dalamnya terdapat fitur akuntansi. 

majoo bisa memudahkanmu dalam mengelola operasional bisnismu karena memiliki banyak fitur menarik dan bermanfaat bagi bisnismu. Fitur-fitur tersebut, antara lain, inventory, Point of Sales (POS), Customer Relationship Management (CRM), karyawan, owner, dan masih ada lainnya.

Dengan menggunakan aplikasi majoo, kamu bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik.

Tertarik? Yuk, silakan coba aplikasi majoo secara gratis selama 14 hari!

 


Sumber referensi:

https://www.wallstreetmojo.com/post-closing-trial-balance/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo