Table of Content

    NPV adalah: Rumus, Contoh, dan Cara Menghitung

    Menghitung NPV wajib dilakukan sebab seringkali diperlukan dalam penganggaran modal dan juga menganalisis profitabilitas dari suatu proyek.

    Bahasan artikel ini ditujukan khusus untuk kamu yang sedang galau.

    Bukan tentang percintaan, tapi galau memilih jenis bisnis yang kemungkinan cuan. Atau galau memilih mau sebesar apa laba yang ditargetkan agar bisnis jalan terus?

    Sudah jadi keharusan bagi pelaku bisnis untuk piawai memperkirakan nasib usaha di masa datang. Setuju, bukan?

    Tapi apakah pebisnis harus merangkap cenayang dengan mengasah intuisi? Ya, tentu saja tidak demikian.

    Itulah sebab dalam dunia bisnis ada yang namanya Uji Kelayakan Investasi. Sederhananya, kamu diajak berhitung untuk bisa menentukan pilihan bisnis mana yang menguntungkan.

    Salah satu metode untuk menguji apakah ide bisnismu layak dijalankan dan menghasilkan keuntungan di masa mendatang adalah dengan metode net present value (NPV).

    NPV adalah rasio perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas masuk dan nilai sekarang dari arus kas keluar selama periode waktu tertentu.

    Nilai ini bisa digunakan sebagai alat untuk menghitung nilai uang dan membandingkan dengan alternatif investasi yang serupa.

    Mengapa memilih NPV? Ya, karena metode ini dianggap sebagai metode penilaian investasi yang paling baik.

    Alasannya karena investor dapat menghitung nilai arus investasi di masa depan dan di masa sekarang. Namun kelemahannya adalah semua berdasarkan asumsi yang belum pasti.

    Rumit? Sedikit. Kuncinya hanya menyediakan data: modal awal, proyeksi keuntungan tiap tahun, dan persentase keuntungan yg diinginkan. Selebihnya tinggal tentang cara.

    Enak kan, berhitung sedikit tapi kamu bisa mendapatkan info maha penting yang menjawab pertanyaan:

    “Mendingan bisnis minuman boba atau jual beli pulsa?”

    “Duh, pilih jual beli rumah atau investasi emas batangan?”

    So, jadi tim anti galau-galau club yuk, dengan memahami artikel ini sampai habis. 

    Baca Juga: Produktivitas Adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya 

    Kenalan Dahulu: Apa Itu Net Present Value?

    Kita simak terlebih dahulu definisi NPV dari para ahli yang majoo rangkumkan untuk kamu.

    Giatman (2017) dalam bukunya yang berjudul Ekonomi Teknik:

    “Metode net present value (NPV) adalah metode uji kelayakan usaha yang dilakukan dengan cara membandingkan nilai sekarang dari aliran kas masuk bersih DENGAN nilai sekarang dari biaya pengeluaran suatu investasi.”

    Kasmir (2003) dalam bukunya yang berjudul Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya:

    Net Present Value atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih dengan PV Investasi selama umur investasi.”

    Ibrahim Yacob (2003) dalam bukunya yang berjudul Studi Kelayakan Bisnis:

    Net present value merupakan net benefit yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital (SOCC) sebagai discount factor.”

    Cara Membaca Net Present Value

    Nilai dari net present value menentukan bisnis yang kamu pilih layak dijalankan atau tidak. Begini cara membaca hasilnya:

    • NPV positif, artinya bisnis yang kamu pilih layak kamu jalankan dan mendatangkan cuan. Hasil analisis: ide bisnis ini direkomendasikan untuk dimulai atau dilanjutkan.
    • NPV negatif, artinya bisnis yang kamu pilih tidak layak kamu jalankan dan berpotensi merugi. Hasil analisis: ide bisnis ini disarankan untuk dibatalkan agar perusahaan tidak merugi.
    • NPV nol, artinya keuntungan bisnis yang kamu pilih hanya menutupi modal awal saja, belum sampai menghasilkan untung. Hasil analisis: ide bisnis ini dapat didiskusikan lebih lanjut dengan para stakeholder jika ingin dilanjutkan

    Logikanya, nilai NPV yang positif atau lebih besar dari 0 (> 0) menunjukkan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang diinvestasikan.

    Nilai NPV yang negatif atau lebih kecil dari 0 (< 0) menunjukkan bahwa penerimaan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran.

    Sampai sini, semoga kamu menjadi lebih paham bahwa NPV merupakan ‘alat ukur’ sebelum kamu benar-benar melangkah untuk mengeksekusi bisnis.

    Tujuannya agar dana yang kamu investasikan tak sia-sia untuk sebuah bisnis yang bodong alias tak mampu mengeruk cuan.

    Manfaat Menghitung NPV

    Lebih detail lagi, selain untuk mengetahui proyeksi bisnis, ini manfaat yang kamu dapatkan ketika menghitung NPV.

    • Menilai kemampuan dan potensi suatu usaha sampai beberapa tahun ke depan. Kita tahu bahwa nilai mata uang berubah seiring inflasi. Nilai 1 juta tahun ini berbeda dengan 3 tahun ke depan, bukan?
    • Memproyeksikan investasi yang dikelola di masa depan. Misalnya rugi atau untung serta seberapa besar keuntungannya jika tidak merugi. Hal ini menentukan apakah investasi tersebut dilanjutkan atau tidak. 
    • Menjadi pertimbangan dalam menentukan investasi yang lebih besar menghasilkan keuntungan. Langkah ini penting sebagai dasar pengambilan keputusan.

    Manfaat ini akan didapatkan jika kamu menghitung NPV sejak awal perencanaan bisnis dan sudah mengetahui kisaran kas masuk awal atau investasi awal alias modal.

    Terlebih jika kamu sedang mempertimbangkan beberapa alternatif investasi dengan jumlah modal yang sama besarnya.

    Kelebihan Metode NPV

    Metode NPV banyak digunakan oleh perusahaan besar namun juga tetap bisa diaplikasikan di skala UMKM.

    Sebenarnya ada 7 metode yang digunakan dalam penilaian investasi atau uji kelayakan investasi, yaitu: Payback Period (PB), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Average Rate of Return (ARR), Profitability Index (PI), Discounted Payback Period (DPB) dan Return of Investment (ROI).

    Agar lebih yakin bahwa NPV ini metode pengukur kelayakan usaha, pahami, yuk, kelebihannya dibandingkan metode lainnya.

    1. Memperhitungkan seluruh arus masuk serta tidak mengabaikan aliran kas selama periode investasi berlangsung. 
    2. Metode yang mengedepankan time value of money (nilai waktu daripada uang). Jadi memasukkan faktor perubahan nilai uang selama periode investasi.
    3. Menjadi sarana yang memudahkan kamu untuk mendapatkan informasi mengenai kemungkinan bisnis yang hendak ditekuni mendapatkan keuntungan atau kerugian.
    4. Metode yang juga mempertimbangkan risiko arus kas yang masuk di masa depan. Hal ini membuat pengembalian modal menjadi jelas terlihat.

    Kekurangan Metode NPV

    Walaupun banyak kelebihannya, sebuah metode tentu ada kelemahannya. Begitupun dengan NPV, kelemahannya adalah sebagai berikut:

    1. Metode NPV terlalu bergantung pada banyak banyak asumsi dan perkiraan. Hal ini bisa menjadi sumber dari bias atau kesalahan analisis.
    2. Sebuah proyek mungkin memiliki pengeluaran yang tak terduga untuk memulainya dan mungkin juga sebuah proyek memiliki pengeluaran tambahan di akhir proyek.
    3. Perkiraan persentase arus kas masuk dianggap masih tidak setara dengan risiko yang ada pada sebuah bisnis. Bisa jadi pelaku bisnis mengasumsikan arus kas di tingkat maksimal, biasanya terjadi pada investor yang terlalu optimis akan sebuah proyek.
    4.   Perlu adanya pengaturan untuk mengantisipasi biaya yang tidak terduga pada arus kas yang terlalu optimistis.
    5. NPV hanya menilai arus kas yang dihasilkan dalam periode yang dihitung namun hal itu akan mengabaikan waktu yang dibutuhkan dalam operasi agar balik modal.

    Data yang Harus Disiapkan dalam Menghitung NPV

    Perhitungan NPV memerlukan data atau variabel-variabel berikut ini.

    1. Investasi awal (initial cash flow). Variabel ini merupakan sejumlah dana yang diinvestasikan di awal usaha atau modal usaha.
    2. Aliran kas masuk bersih di masa yang akan datang (future net cash inflows). Proyeksi dana masuk misalnya keuntungan di tahun pertama, kedua, dan seterusnya.
    3. Rate of return minimum yang diinginkan. Disimbolkan dengan “i”. Disebut juga dengan diskonto. Merupakan persentase keuntungan yang ingin kamu raih. Misalnya 10 persen keuntungan setiap tahun.
    4. Jangka waktu. Disimbolkan dengan “t”. Disebut juga dengan periode waktu yang merupakan interval waktu saat adanya keuntungan masuk ke dalam sebuah usaha. Misalnya tahun pertama, kedua, dan seterusnya. 

     

     Cara menghitung net present value menggunakan rumus yang sudah disediakan.

    Rumus Menghitung Net Present Value

    Oke, sekarang kita tingkatkan lagi pemahaman kamu dengan mulai mempelajari rumus dalam menghitung NPV.

    Ada dua jenis rumus untuk menghitung net present value (NPV) dilihat dari jumlah arus kas dan periode jangka waktu usaha.

    1. Rumus NPV untuk Investasi Arus Kas Tunggal

    Cara menghitung NPV investasi arus kas tunggal ini sederhana. Tujuannya pun simpel yaitu untuk mengetahui apakah bisnismu pada tahun tertentu layak dijalankan atau tidak.

    Siapkan data atau variabel: investasi awal, arus kas di tahun tertentu, masa waktu arus kas (t), dan tingkat diskonto (i)

    Rumus NPV investasi arus kas tunggal:

     NPV = [Arus kas/ (1+i)^t] – Investasi awal

    Jangan bingung, kita coba saja yuk rumusnya dalam sebuah contoh NPV dari kasus berikut ini.

    CONTOH

    CV Sehat Segar Selalu sedang merencanakan sebuah proyek dengan investasi awal sebesar Rp5.000.000.000.

    Diperkirakan, bisnis ini bisa menghasilkan arus kas masuk atau keuntungan sebesar Rp5.600.000.000 di tahun depan.

    Jika ingin mendapatkan tingkat keuntungan 10%, berapa NPV proyek CV Segar Sehat Selalu?

    Perhitungan:

    Rumus NPV = [Arus kas/ (1+i)^t] – Investasi awal

    NPV = [Rp5.600.000.000/ (1+0.1) ^1] – Rp5.000.000.000

    NPV = Rp90.900.000

    Hasil analisis: Lihat, nilai NPV-nya positif. Artinya, proyek CV Segar Sehat Selalu diproyeksikan akan menguntungkan.

    Maka proyek tersebut direkomendasikan untuk dimulai atau dilanjutkan.

    2. Rumus NPV Usaha Berdurasi Lama dengan Banyak Arus Kas

    Sebenarnya sama saja. Namun rumus ini digunakan jika kamu ingin mengetahui apakah usahamu layak dijalankan dalam beberapa tahun ke depan.

    Siapkan data atau variabel: investasi awal, arus kas tiap tahun, masa waktu arus kas (t), dan tingkat diskonto (i)

    Rumus NPV = Jumlah nilai saat ini dari arus kas yang diharapkan – Investasi awal

    CONTOH

    PT Syafitri Abadi menanamkan modal awal sebesar Rp 50.000.000. Usaha ini diprediksikan mendapatkan keuntungan Rp13.000.000 di tahun pertama, Rp26.000.000 di tahun kedua, dan Rp 23.000 di tahun ketiga. Jika diskonto sebesar 13%, bagaimana analisis NPV-nya?

    Perhitungan

    NPV dari PT Syafitri Abadi = [Rp 13.000.000/ (1+0,13) ^1] + [Rp 26.000.000/(1+0.13) ^2] + [Rp 23.000.000/ (1+0,13)] – Rp 50.000.000

    NPV = (Rp 11.504.430 + Rp 18.012.370 + Rp 15.940.150) – Rp 50.000.000

    NPV = Rp 45.456.950 – Rp 50.000.000

    NPV = -4.543.050

    Hasil analisis: Lihat, nilai NPV-nya negatif. Artinya, usaha dari PT Syafitri Abadi diprediksikan akan mengalami kerugian.

    Maka ide usaha tersebut direkomendasikan untuk dibatalkan agar perusahaan tidak merugi.

    Cara Menghitung NPV dengan Excel

    Menghitung NPV dengan Microsoft Excel lebih mudah karena otomatis. Excel bahkan sudah dilengkapi dengan rumus NPV.

    Kamu hanya tinggal memasukkan angka-angka dari nilai investasi awal, persentase tingkat keuntungan/diskonto, dan arus kas masuk (keuntungan) tiap tahun.

    Syntax dasar rumus NPV:

    =NPV(rate;value1;[value2]...)

    • rate: diskonto selama periode investasi
    • value1;value2...: prediksi urutan angka arus kas masuk tiap tahun selama investasi berjalan.

    Agar lebih mudah dipahami, kita lihat contohnya, ya.

    CONTOH

    Proyek Andalusia membutuhkan dana sebesar USD$10.000. Suku bunganya 10% dengan jangka waktu 5 tahun.

    Tampilan Excel dari perhitungan NPV proyek tersebut adalah seperti di bawah ini.

     

    (Sumber: adh-axcel)

     

    Gambaran tersebut didapatkan dari langkah-langkah berikut ini:

    1. Masukkan investasi awal di sel B4.
    2. Tulis besaran suku bunga di sel B5.
    3. Ketik kembali nilai investasi awal di sel B6. Dan proyeksi keuntungan per tahun di cel C6, C7, dan seterusnya.
    4. Di sel sel B8, masukkan syntax NPV untuk menghitung otomatis nilainya. Syntax NPV dengan mengetik =NPV(B5;B6:G6)
    1. Dengan rumus tersebut angka NPV akan muncul.

    Mudah, bukan?

    Baca Juga: Teknik Analisis Data yang Bisa Diterapkan dalam Bisnis 

    Kesimpulan

    Pebisnis yang andal memang dianggap harus mampu memprediksikan tren bisnis masa depan. Namun demikian, semua perlu dimulai dengan asumsi yang tepat dan perhitungan yang cermat.

    Metode NPV sekali lagi hanyalah salah satu alat untuk memproyeksikan sebuah bisnis akan meraup untung atau tidak.

    Apapun metode yang kamu pilih, pastikan dibuat dari asumsi yang mendekati. Tentu saja agar modal atau investasi awal yang kamu tanamkan tak sia-sia.

    Kerja kerasmu dalam memutar roda bisnis dimulai dari kepiawaianmu menentukan jenis bisnis. Jika awalnya sudah benar, langkah dan keputusanmu akan lebih tajam dan cuan mengalir deras. 

    Jika saat ini kamu masih pusing dengan cara menghitung NPV, majoo ajak kamu membaca artikel lain yang sudah diterbitkan khusus untuk pebisnis tangguh seperti kamu. Yuk? 

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Sistem, Tujuan, Ciri-ciri, dan Contoh Bisnis MLM
    MLM adalah bisnis yang telah berlangsung lama dan tetap menarik perhatian masyarakat, meski dipandang negatif oleh sebagian orang. Kamu tertarik?
    Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
    Contoh laporan keuangan perusahaan dagang bisa dianalogikan layaknya rapor untuk bisnismu, mulai dari laporan neraca perusahaan, dan laba rugi usaha.
    Ide Jualan Bulan Puasa yang Dijamin Cuan 2022!
    Selain menjadi bulan ibadah umat muslim, Ramadan 2022 juga banyak membawa peluang usaha. Temukan beragam ide jualan bulan puasa penuh cuan di sini!
    Bagaimana Cara Menentukan Biaya Overhead Pabrik?
    Biaya overhead pabrik digunakan untuk mengetahui rincian alokasi dana yang dikeluarkan agar pengeluaran produksi lebih efisien.