Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Mengenal Tujuan dan Metode Pengembangan SDM bagi Perusahaan

    Mengenal Tujuan dan Metode Pengembangan SDM bagi Perusahaan

    Pengembangan SDM adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas para karyawan

    Berbagai macam perusahaan, baik skala kecil maupun besar, pastinya ingin memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan terbaik. Pihak perusahaan menganggap bahwa SDM yang baik dan berkualitas mampu membawa perusahaan menuju kesuksesan, karena itulah ada yang dinamakan proses pengembangan SDM

    Saat melakukan proses rekrutmen karyawan, biasanya pihak perusahaan menerapkan banyak hal untuk menyaring dan mendapatkan karyawan yang berkualitas baik. Mulai dari mengadakan berbagai macam tes sampai dengan proses interview

    Apakah selesai sampai di situ? Tentu saja tidak. Dalam perjalanannya nanti, umumnya perusahaan akan secara rutin mengadakan beberapa metode pengembangan SDM yang bertujuan untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas masing-masing karyawan. 

    Dengan kualitas karyawan yang unggul, pihak perusahaan berharap semua yang dikerjakan oleh para karyawannya akan menjadi sempurna. Pekerjaan dan tugas bisa selesai dalam waktu singkat dengan cara efisien.

    Pengertian SDM

    Sebelum membahas lebih dalam mengenai pengertian pengembangan SDM, apakah kamu sudah mengerti apa yang dimaksud dengan SDM? 

    Sumber Daya Manusia atau SDM adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik dalam sebuah institusi maupun perusahaan. SDM ini umumnya memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. 

    SDM meliputi daya pikir dan daya fisik yang dimiliki setiap individu atau manusia. Karenanya SDM menjadi unsur penting dalam kegiatan perusahaan. 

    Yang termasuk SDM adalah:

    Tenaga Kerja

    Tenaga kerja adalah individu yang menghasilkan barang dan jasa dalam suatu perusahaan atau organisasi. Tenaga kerja ada di kosara usia 15 sampai dengan 64 tahun. Usia produk ada di rentang usia 20  sampai dengan 40 tahun.

    Tenaga ahli

    Tenaga ahli adalah individu yang memiliki suatu keahlian khusus. Tenaga ahli sangat dibutuhkan oleh perusahaan.

    Pemimpin

    Pemimpin berfungsi untuk memimpin jalannya perusahaan. Baik buruknya jalan perusahaan ada di tangan pemimpin.

    Pengusaha

    Pengusaha adalah individu yang mampu mengembangkan usahanya. Pengusaha juga bisa membuka lapangan pekerjaan.

    Produsen

    Produsen  adalah individu yang bisa menghasilkan barang.

    Konsumen 

    Konsumen adalah individu pemakai dari barang yang diproduksi

    Jadi, bisa disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan SDM adalah karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan yang diharapkan bisa menaikan pendapatan perusahaan dengan kinerjanya sehingga bisa menjadikan mereka sumber daya.

    Pengertian pengembangan SDM adalah sebuah usaha untuk meningkatkan kemampuan SDM agar bisa menaikkan produktivitas perusahaan. Dengan kemampuan sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan, pastinya akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas kerja di lingkungan organisasinya.

    Umumnya, setelah pengembangan SDM dilakukan, maka tujuan perusahaan yang telah ditetapkan bisa dilaksanakan dengan lancar dan tanpa ada masalah.

    Baca juga: Benarkah Fungsi Karyawan adalah Ujung Tombak Sebuah Bisnis?

    Pengertian Pengembangan SDM Menurut Ahli

    Malayu Hasibuan

    Pengembangan SDM adalah suatu usaha untuk meningkatkan keterampilan teknis teoritis, konseptual dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau jabatan melalui pendidikan dan pelatihan.

    Mathis

    Pengertian pengembangan SDM adalah usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam lingkungan pekerjaan untuk menghadapi berbagai penugasan.

    Ranupandojo dan Hasan (2004)

    Pengembangan karyawan adalah usaha-usaha untuk meningkatkan keterampilan maupun pengetahuan umum untuk karyawan, agar pelaksanaan pencapaian tujuan lebih efisien.

    Andrew F. Sikula

    Andrew menyatakan bahwa pengembangan yang mengacu pada masalah staf dan personalia merupakan sebuah proses pendidikan jangka panjang memakai suatu prosedur yang sistematis dan terorganisir.  

    Sedangkan pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematik dan terorganisir sehingga karyawan bidang operasional belajar pengetahuan teknik pengerjaan untuk tujuan tertentu.

    Armstrong

    Pengembangan SDM merupakan suatu hal yang berhubungan dengan pemberian kesempatan belajar, pembuatan program-program training dan melakukan evaluasi untuk program-program yang telah dilakukan untuk mengembangkan kemampuan karyawan atau pegawai dalam suatu organisasi.

    Stewart dan McGoldrick

    Mereka berdua menyatakan bahwa pengembangan SDM adalah berbagai aktivitas atau kegiatan yang diarahkan pada sebuah pembelajaran untuk perorangan maupun kelompok.

    Jan Bella

    Menurut Bella, pengembangan SDM merupakan proses peningkatan keterampilan kerja baik teknis maupun manajerial. Selain itu, pendidikan berorientasi pada teori, dilakukan dalam kelas, berlangsung lama, dan biasanya menjawab pertanyaan “why” alias mengapa. Lewat proses inilah suatu proses akan terjawab. 

    Sementara pelatihan berorientasi pada praktek dilakukan di lapangan , berlangsung singkat dan biasanya menjawab “how” atau bagaimana. Melalui pelatihan ini diharapkan menemukan formula efisien dalam melakukan pekerjaan.

    Tujuan Pengembangan SDM 

    Tahap pengembangam SDM tentunya memiliki tujuan pasti. Secara umum tujuan pengembangan SDM adalah untuk meningkatkan kualitas para karyawan atau individu melalui program pendidikan dan pelatihan. 

    Selain itu, masih ada lagi beberapa tujuan pengembangan SDM lainnya, yaitu:

    Untuk Meningkatkan Produktivitas dalam Pekerjaan

    Produktivitas merupakan hal yang diperlukan oleh setiap perusahaan. Jika produktivitas meningkat maka pekerjaan yang dihasilkan meningkat pula. Untuk mendapatkannya, maka harus ada bentuk dukungan dari pihak perusahaan melalui berbagai metode pengembangan SDM

     Terdapat beberapa metode pengembangan SDM yang bisa dilakukan oleh perusahaan

    Untuk Meminimalisir Terjadinya Kerusakan Produk

    Melakukan kesalahan merupakan suatu hal yang sebenarnya wajar. Namun, bagi perusahaan adanya sebuah kesalahan dalam pekerjaan, apalagi yang sampai mengakibatkan rusaknya produk, tentu akan menjadi kerugian besar. 

    Kesalahan minor mungkin masih bisa ditolerir, namun jika terjadi berkali-kali akan menimbulkan masalah besar. Hal itu menandakan karyawan yang mengerjakan tidak handal atau sedang bermasalah.

    Hal inilah yang perlu ditekan seminimal mungkin. Pengembangan SDM memastikan agar kesalahan produk bisa diminimalisir. Para karyawan yang akan diterima akan diberikan pelatihan terlebih dahulu untuk menjajaki sejauh mana kemampuannya dalam mengerjakan tugas dan mencapai target yang diminta. Sebelum terjun langsung ke lapangan tingkat penguasaan karyawan sudah harus teruji dan hasil pekerjaannya bagus. 

    Untuk Memastikan Semua Hal Berjalan Efisien

    Pekerjaan yang dikerjakan secara tidak efisien, tentunya akan berimbas pada efektifitas waktu. Oleh karena itu, tahap pengembangan SDM perlu dilakukan untuk melatih karyawan agar bisa mengerjakan tugasnya dengan terampil, baik dan efisien.

    Untuk Meningkatkan Sikap Kepemimpinan

    Tidak semua karyawan mampu memimpin orang lain. Apalagi jika karyawan tersebut mudah terbawa perasaan atau tidak tegas. Salah satu tujuan pengembangan SDM adalah untuk meningkatkan sikap kepemimpinan. 

    Ada beberapa kegiatan yang akan membuat karyawan mampu memiliki jiwa kepemimpinan. Jiwa leadership atau kepemimpinan membuat para karyawan tahu seberapa besar porsi dalam pekerjaannya. Karyawan juga harus mampu mengambil keputusan tepat. Karyawan harus mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Jiwa itulah yang berusaha ditumbuhkan lewat pengembangan SDM.

    Untuk Menciptakan Moral Karyawan atau Manusia

    Moral yang baik merupakan sebuah syarat mutlak bagi seorang karyawan. Kejujuran, rendah hati dan mau bekerja keras menjadi nomor satu. Kejujuran adalah  barang mahal yang harus dipupuk oleh setiap karyawan. Sudah banyak contoh perusahaan yang hancur karena ketidakjujuran dari para karyawannya. 

    Jika moral karyawan baik, suasana kerja yang nyaman dan kondusif bisa tercipta dengan baik pula. Setiap karyawan saling menghargai dan mendukung satu sama lain, suasana kerja pun terasa menyenangkan .Suasana kerja yang menyenangkan akan berimbas pada etos kerja. Selalu merasa senang setiap menyelesaikan tugas akan berimbas kepada baiknya hasil pekerjaan.

    Baca juga: Tips Memilih SDM yang Tepat Agar Bisnis Lebih Maju

    Metode Pengembangan SDM

    Pengembangan SDM ini perlu dilakukan dengan metode yang tepat, agar perusahaan bisa memiliki karyawan-karyawan yang handal untuk membantu perusahaan. Berbagai metode pengembangan SDM antara lain adalah:

    Pelatihan atau Training

    Pelatihan atau training adalah metode pengembangan SDM yang sudah biasa dilakukan setiap perusahaan. Melalui metode ini para karyawan diharapkan semakin terampil dalam melakukan tugasnya.

    Pelatihan bisa dilaksanakan secara internal maupun eksternal. Pelatihan internal meliputi pelatihan yang dilakukan di dalam lingkungan perusahaan. Melalui metode ini, trainer dapat diambil dari dalam perusahaan itu sendiri atau bisa saja diambil dari perusahaan yang biasa bekerja sama dengan perusahaan lain untuk mengadakan pelatihan.

    Sementara, pelatihan eksternal umumnya dilakukan dengan cara mendatangi lembaga atau instansi pelatihan untuk melakukan pelatihan di sana. 

    Magang

    Metode magang bagi para karyawan baru akan memperkenalkan tugas dan pekerjaan yang akan dilakukannya kelak. Karyawan baru tentu belum menguasai medan tempur, karenanya perlu didampingi terlebih dahulu agar nanti siap diterjunkan dalam pekerjaanya dengan keterampilan dan wawasan yang dibutuhkan. Magang umum diadakan di setiap perusahaan sebagai langkah awal untuk mempersiapkan diri.

    Pendidikan

    Melalui metode pengembangan SDM dengan pendidikan, perusahaan memberikan pendidikan formal kepada para karyawan atau memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan agar karyawan tersebut memiliki kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

    Rotasi Kerja

    Saat seorang karyawan dianggap kurang memberikan hasil maksimal dalam pekerjaannya, maka perusahaan harus mengevaluasi apa penyebabnya. Apakah ada ketidakcocokan antar tim, apakah tekanan terlalu besar, ataukah karyawan ada dalam batas kelelahan dan kejenuhan maksimal.

    Metode pengembangan SDM dengan sistem rotasi memberikan kesempatan pada karyawan untuk merasakan variasi pekerjaan sekaligus untuk mengetahui divisi mana karyawan tersebut cocok untuk ditempatkan.

    Ketika di suatu divisi karyawan tersebut tidak cocok, namun di divisi lain ternyata hasilnya maksimal, maka bisa dipertimbangkan pemindahannya. Selain itu, rotasi juga berfungsi untuk mengisi kekosongan karyawan lain yang sedang cuti, ijin  mendadak atau mengundurkan diri. Dengan metode rotasi, para karyawan akan menemukan passion kerja yang mungkin lebih cocok untuk dirinya. 

    Studi Banding

    Metode ini adalah metode pengembangan SDM yang dilakukan dengan cara mengevaluasi atau membandingkan sistem kerja yang selama ini berjalan di suatu perusahaan dengan sistem kerja standar atau berlaku di tempat lain. 

    Melalui metode ini, perusahaan akan mendapat gambaran seefektif apa sistem kerja terhadap produktivitas yang diperoleh.

    Uji Kompetensi

    Melalui berbagai sumber, diketahui bahwa metode pengembangan SDM yang satu ini sebenarnya kurang disukai oleh para karyawan. Padahal metode ini dinilai penting dilakukan untuk mengetahui kualitas karyawan selama ini. 

    Uji kompetensi bisa dilakukan oleh perusahaan sendiri atau oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan adanya uji kompetensi, akan muncul usaha dari para karyawan untuk kembali belajar.

    Coaching

    Metode ini adalah metode pelatihan atau pembimbingan. Seseorang ditunjuk untuk membimbing karyawan lain. Tujuan pengembangan SDM dengan metode ini adalah untuk meningkatkan keterampilannya dalam bekerja.

    Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas kerja juga sebagai sarana untuk mentransfer kemampuan karyawan atau orang yang sudah jauh berpengalaman di suatu pekerjaan.

    Outbond

    Jika kamu berpikir bahwa kegiatan outbond yang biasa dilakukan oleh perusahaan adalah hal yang hanya berkaitan dengan rekreasi, pendapat tersebut tidak bisa dianggap benar sepenuhnya. 

    Metode pengembangan SDM dengan cara outbond dilakukan dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi antar karyawan di semua level. Pada kegiatan ini biasanya  dibagi ke dalam kelompok kelompok  yang anggotanya berasal dari divisi lain.

    Saat Outbond diberlakukan beberapa permainan yang membutuhkan pola pikir cepat, kepemimpinan dan kekompakan. Mengerjakan hal yang sama berulang-ulang dan bertahun-tahun bisa menimbulkan kejenuhan pada karyawan perusahaan.

    Fungsi Pengembangan SDM

    Terdapat beberapa fungsi pengembangan SDM yang berguna bagi pihak perusahaan, yaitu:

    Fungsi Pengadaan Tenaga Kerja

    Fungsi pengadaan tenaga kerja, antara lain adalah:

    Pertama, mencakup kegiatan untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja baik tentang kualitasnya maupun kuantitas. Perusahaan perlu mendata kemampuan apa saja yang dibutuhkan dari karyawan yang diterimanya, serta berapa jumlah yang dibutuhkan.

    Kedua, pengembangan SDM berfungsi untuk mendapatkan sumber-sumber tenaga kerja secara efektif dan efisien. Tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi ini akan menguntungkan perusahaan.

    Ketiga,  fungsi pengadaan tenaga kerja bertujuan  untuk menyeleksi para pelamar, lalu menempatkannya tenaga kerja sesuai dengan posisi tepat,

    Keempat, untuk mengadakan pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas bagi tenaga kerja baru.

    Fungsi Pemeliharaan Tenaga Kerja

    Fungsi pemeliharaan tenaga kerja mencakup pelaksanaan program-program ekonomis maupun non-ekonomis yang nantinya akan mampu memberikan ketentraman kerja bagi pekerja. 

    Dengan begitu, nantinya para pekerja dapat dengan bekerja dan berkonsentrasi dengan tenang. Kondisi ini diharapkan dapat menghasilkan prestasi kerja yang sesuai dengan harapan.

    Fungsi Pemutusan Kerja

    Pengembangan SDM ternyata juga berfungsi untuk memutuskan atau mengakhiri hubungan kerja atau dikenal dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan yang tidak bisa mengikuti keinginan dan kemauan perusahaan.

    Manfaat Program Pengembangan SDM

    Pengembangan SDM dianggap sebagai kunci untuk mencapai produktivitas tinggi, hubungan yang lebih baik antar karyawan dengan karyawan, maupun karyawan dengan atasan, serta profitabilitas yang lebih besar untuk setiap perusahaan.

    Lantas, apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari program pengembangan SDM?

    • Menjadikan para karyawan lebih kompeten karena mengembangkan kemampuan, pengetahuan dan sikap yang baru
    • Membuat karyawan menjadi lebih berkomitmen pada pekerjaan dan perusahaan
    • Menciptakan rasa saling percaya dan menghormati antar karyawan, karyawan-atasan dan antar divisi
    • Mendorong kemampuan problem solving
    • Meningkatkan kerja sama tim
    • Membantu menciptakan budaya efisiensi dalam perusahaan

    Baca juga: Inilah 4 Manfaat Pengembangan Karyawan Bagi Bisnis

    Pihak-pihak yang Terlibat dalam Proses Pengembangan SDM

    Proses pengembangan SDM tentunya melibatkan banyak pihak. Karena memang metode pengembangan SDM yang dilakukan pun ada berbagai macam. Pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengembangan SDM dan berperan signifikan dalam pengembangan karyawan dan karir, antara lain adalah para atasan, manajer atau leader di perusahaan. 

    Ada empat peran seorang atasan atau manajer atau leader bagi stafnya, yaitu :

    Sebagai Coach

    Dalam hal ini, peran atasan, manajer, atau leader adalah harus dapat menggali problem, minat, nilai-nilai maupun kebutuhan para karyawan. 

    Sebagai coach, seorang manajer atau leader harus mampu mendengarkan, peka dan mampu mengklasifikasi kebutuhan karyawan sehingga karyawan bisa menggerakkan segenap potensi atau talenta yang ada di dalamnya.

    Sebagai Appraiser

    Pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengembangan SDM dalam hal ini berperan untuk bisa memberikan feedback, menyusun standar kinerja yang diperlukan, membuat tanggungjawab dan wewenang staf serta mengaitkan antara kebutuhan karyawan dengan organisasi

    Sebagai Advisor

    Peran ini menuntut manajer agar bisa memberikan opsi, membagi pengalaman atau pengetahuan, membantu menyusun perencanaan target atau sasaran anak buah serta rekomendasi yang dibutuhkan.

    Sebagai Referral Agent

    Manajer atau leader mampu mengaitkan SDM yang dimilikinya dengan rencana karir yang ada baik dari sisi individu maupun sisi organisasi, selanjutnya melakukan tindak lanjut terhadap rencana karir yang sudah dibuat.

    Jika manajer mampu melaksanakan keempat peran tersebut, penyusunan karir akan menjadi mudah, sistematis dan terstruktur. Para karyawan pun akan merasa lebih percaya diri dan merasa diperhatikan karena ada perhatian dalam pengembangan individu. Bukan hanya merasa menjadi objek atau sumber daya yang hanya disuruh bekerja dan bekerja.

     

    Dalam proses pengembangan SDM dikenal juga adanya istilah manajemen SDM. Manajemen SDM merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Sistem manajemen ini mengatur peranan dan hubungan setiap SDM di dalam perusahaan secara efektif dan efisien.

    Dengan adanya sistem manajemen SDM yang baik, diharapkan semua tujuan yang ingin dicapai dapat diraih dengan maksimal. Ilmu manajemen ini harus didasarkan dengan ilmu psikologi, sosiologi dan sebagainya sehingga dapat mengatur pengelolaan sumber daya manusia secara berimbang.

    Pihak manajemen SDM inilah yang memiliki peran untuk menentukan kualitas masing-masing karyawan dan kesuksesan yang dapat diraih oleh perusahaan dengan SDM yang mereka miliki.

    Umumnya, manajemen SDM merupakan pihak yang mengatur proses perekrutan tenaga kerja, melakukan analisis kebijakan terkait tenaga kerja, pendidikan tenaga kerja, dan juga kesejahteraan masing-masing tenaga kerja.

    Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa tim manajemen SDM termasuk dalam pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengembangan SDM. Alasannya karena manajemen ini merupakan pihak yang mengurus semua proses dan tahapan manajemen kinerja karyawan, pelatihan dan pendidikan karyawan, administrasi, komunikasi, gaji dan kompensasi, kesehatan, keamanan, hingga pengembangan SDM dan organisasi.

    Dari seluruh penjelasan mengenai pengembangan SDM tadi, pertanyaan yang muncul adalah apakah metode pengembangan SDM hanya perlu dilakukan dalam sebuah perusahaan? Apakah bisa juga diterapkan dalam sebuah bisnis skala kecil atau menengah?

    Jawabannya, tentu saja bisa. Jika kamu sudah melibatkan SDM lain dalam bisnis atau usaha yang kamu kelola, artinya kamu perlu melakukan beberapa metode pengembangan SDM untuk meningkatkan kualitas dan kinerja mereka. Hal ini sangat penting karena nantinya juga akan berimbas pada produktivitas kerja mereka untuk bisnismu, bukan? 

    Dengan memanfaatkan aplikasi karyawan yang ada di majoo, kamu bisa memantau seperti apa kinerja karyawanmu, bahkan dari jarak jauh. Dengan begitu, akan lebih gampang untuk menentukan komisi yang nantinya mereka terima sesuai dengan kinerja masing-masing. Mudah dan efisien, kan?

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.