Table of Content

    Produksi Massal: Pengertian, Keuntungan, dan Tahapannya

    Produksi massal adalah kegiatan produksi untuk menghasilkan produk dalam jumlah banyak.

    Kebanyakan perusahaan ingin menghasilkan produk yang banyak dalam waktu relatif singkat. Karena itu, perusahaan tersebut melakukan kegiatan produksi massal.

    Contoh produksi massal dapat berlaku dalam beragam produk, misalnya produk makanan atau minuman, produk fesyen, produk otomotif, dan lain-lain.

    Proses produksi tersebut akan dilakukan secara berulang demi memenuhi permintaan pasar. Sebagian dari kamu tentu sudah familier dengan hal ini, meskipun beberapa di antara kamu mungkin masih belum sepenuhnya memahami mass production.

    Namun, tidak perlu khawatir sebab kami akan jelaskan pengertian produksi massal, keuntungan, ciri, serta tahapannya. Silakan disimak sampai selesai, ya!

    Apa yang dimaksud dengan produksi massal?

    Produksi massal disebut juga sebagai mass production. Secara sederhana, produksi massal adalah kegiatan membuat suatu produk dalam jumlah besar dan dilakukan secara berulang. 

    Salah satu tujuan produksi massal ini tentu saja untuk memenuhi permintaan pasar. Dengan begitu, pihak produsen atau bisnis dapat selalu memenuhi kebutuhan konsumen dan memberikan pengalaman yang baik. 

    Bagi produsen sendiri, hal ini jelas sangat penting sebab selain menciptakan profit, kepuasan konsumen juga merupakan gerbang dari terbentuknya basis pelanggan yang setia. 

    Perencanaan produksi yang bertujuan memenuhi kebutuhan pasar kegiatan analisis pangsa pasar. Perencanaan produksi berhubungan dengan produk yang akan dibuat. Hal yang perlu disiapkan dalam perencanaan produksi adalah melakukan penjadwalan, melakukan dispatching dan melakukan routing.

    Tidak hanya itu, produksi massal juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan produksi sambil tetap menjalankan prosesnya sesuai standar yang berlaku.

    Jadi, produsen dapat menghasilkan produk yang tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas dalam satu waktu.

    Sehubungan dengan tingginya jumlah barang yang diproduksi, mass production biasanya tidak cukup dilakukan oleh pekerja saja. Maka dari itu, perusahaan atau produsen sering kali memanfaatkan mesin-mesin canggih di production line-nya.

    Berkat pemanfaatan mesin, proses produksi pun dapat dibuat terukur, yaitu menghasilkan sejumlah tertentu produk dalam sejumlah tertentu waktu. Sebagai contoh, setiap hari staf produksi harus menghasilkan 10.000 buah minuman kaleng.

    Wajar saja bila mass production melibatkan tahap perencanaan terlebih dahulu. Tentunya, perencanaan produksi massal bukan hanya disusun untuk mencapai target jumlah produk, melainkan juga memenuhi standar kualitas serta keamanan produk tersebut.

    Keuntungan produksi massal

    Ide dari produksi massal adalah pemenuhan kebutuhan atau permintaan konsumen. Karena itu, mass production akan mendatangkan keuntungan, baik bagi produsen maupun konsumen.

    Apa saja sih keuntungan atau kelebihan produksi massal? Yuk, simak uraian berikut ini!

    • Peningkatan produktivitas perusahaan

      Sudah bukan rahasia lagi, mass production secara otomatis meningkatkan produktivitas perusahaan. Berkat proses produksi massal, perusahaan dapat menghadirkan produk yang dibutuhkan konsumen dalam jumlah banyak.

      Bagi konsumen sendiri, hal ini juga menguntungkan sebab bila ketersediaan stok produk melimpah bukan hanya akses terhadap produk lebih mudah, melainkan harganya pun tidak akan melambung tinggi.

    • Biaya produksi relatif rendah

      Beberapa dari kamu mungkin sudah familier bahwa biaya produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Nah, kedua komponen biaya tersebut dapat ditekan bila proses produksi dilakukan secara massal.

      Hal ini jelas menguntungkan bagi perusahaan. Di sisi lain, konsumen pun turut merasakan keuntungannya karena produk bisa diperoleh dengan harga yang relatif terjangkau.

    Baca juga: Memahami Rencana Anggaran Biaya, Termasuk Cara Membuatnya

    • Waktu produksi lebih efisien

      Setiap proses mass production sudah pasti melibatkan penggunaan mesin produksi. Dengan demikian, proses produksi bisa menghasilkan puluhan sampai ratusan ribu produk dalam satu waktu.

      Berkat efisiensi waktu produksi, daya saing perusahaan dapat meningkat, yakni dengan menghadirkan kebutuhan konsumen lebih cepat dibandingkan dengan pesaing.

    Sebelum diproduksi massal, suatu produk perlu melalui serangkaian tahap validasi dan pengujian.

    Tahapan produksi massal

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mutu produk merupakan fokus utama setiap produsen. Karena itu, ada banyak tahapan produksi massal dengan serangkaian ketentuan yang perlu dipenuhi pada setiap tahapnya.

    Supaya kamu bisa memahami tahapan-tahapan mass production dengan baik, simak poin-poin berikut ini.

    Menyiapkan dokumen persyaratan produk

    Biasanya, perusahaan yang bertindak sebagai produsen memiliki jabatan manajer produksi di dalam struktur organisasinya. Nah, salah satu tanggung jawab seorang manajer produksi adalah membuat dokumen persyaratan produk.

    Sebagai catatan, dalam pembuatan dokumen ini, manajer produksi tidak bisa bekerja sendiri. Ia perlu meminta persetujuan dari para pimpinan divisi atau manajer lainnya, seperti manajer quality assurance (QA), teknik, pemasaran, dan penjualan.

    Jika dokumen persyaratan produk sudah disetujui oleh para manajer tersebut, dokumen ini menjadi dasar berbagai keputusan produksi. Selanjutnya, setiap keputusan yang terkait produksi harus sesuai dengan isi dokumen tersebut.

    Meskipun demikian, tentu manajer produksi bisa merevisi dokumen persyaratan produk, terutama bila ada informasi baru yang berdampak signifikan terhadap proses produksi.

    Namun, setiap kali ada perubahan atau revisi, seluruh pimpinan divisi lain perlu meninjau ulang dan menyetujui dokumen tersebut.

    Product Requirements Documentation (PRD) atau dokumentasi persyaratan produk ini, meliputi:

    • Daftar fitur yang akan disertakan dalam produk
    • Metrik spesifik yang perlu dipenuhi oleh setiap fitur
    • Estimasi volume produksi
    • Proyeksi biaya
    • Jadwal rilis dan roadmap produk

    Melakukan validasi dan pengujian teknik

    Tahapan produksi massal berikutnya adalah validasi dan pengujian teknik atau dalam istilah bahasa Inggris disebut EVT, yaitu engineering validation and testing. Proses ini berlaku untuk produk-produk yang memiliki fitur teknis.

    Pada tahap ini tim teknik akan memanfaatkan berbagai metode supaya fitur yang disebutkan dalam PRD benar-benar dimiliki oleh produk.

    Tujuan dilakukannya tahap validasi dan pengujian teknik, yakni untuk mengidentifikasi risiko dari persyaratan-persyaratan produk yang disebutkan dalam dokumen persyaratan produk.

    Jika risiko tersebut memang ada, tim teknik bertugas meminimalkan bahkan menghilangkannya sebelum produk akhir dibuat.

    Menjalankan validasi dan pengujian desain

    Design validation and testing (DVT) atau tahap validasi dan pengujian desain merupakan proses yang ditujukan supaya tampilan akhir produk yang diinginkan tercapai.

    Di tahap DVT inilah kamu menentukan bahan serta desain mekanis yang bisa memenuhi estetika dan syarat bentuk akhir produk, sesuai dengan yang tertulis dalam dokumen persyaratan produk.

    Bahan yang digunakan dalam pembuatan produk akhir adalah bahan yang sama dengan yang digunakan dalam tahap DVT. 

    Bahkan, kamu bisa mempertimbangkan untuk menunjukkan produk hasil DVT kepada konsumen. Pertama, hal ini bisa menjadi media validasi permintaan pasar. Selain itu, kamu juga bisa mendengar feedback dan respon calon pelanggan sebelum produk akhir dibuat.

    Jadi, tahap ini terbilang sangat krusial dalam produksi massal sebab dapat menjadi acuan sebelum kamu berinvestasi untuk peralatan, bahan, serta proses produksi itu sendiri.

    Baca juga: Operator Produksi: Definisi dan Tugasnya

    Menerapkan validasi dan pengujian produksi

    Setelah tahap-tahap di atas dilewati, saatnya kamu menjalankan proses validasi dan pengujian produksi. 

    Dalam istilah bahasa Inggris, proses ini disebut production validation and testing (PVT). Di industri Indonesia, tahap ini lebih akrab dengan sebutan pre-produksi.

    Di tahap ini desain produk yang sudah diperoleh akan diuji kelayakannya dalam skala produksi. Kadang perlu ada beberapa penyesuaian minor dari hasil DVT ke skala produksi. Akan tetapi, tidak jarang juga perubahan besar perlu dilakukan.

    Tahap PVT ditujukan untuk memperkuat proses produksi serta menyiapkan rantai pasokan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kelemahan proses yang mungkin masih dimiliki dan dapat mengukur kesiapan untuk meningkatkan skala produksi ke tingkat massal.

    Pelaksanaan proses produksi

    Bisa dikatakan, inilah tahap yang mungkin ditunggu oleh para produsen, yaitu tahap produksi dalam skala massal. Adapun kategori ‘massal’ merujuk pada skala berapa, cukup bervariasi di setiap sektor industri.

    Namun, biasanya produksi mulai dilakukan dalam beberapa batch. Jumlah produksi setiap batch mungkin saja meningkat dari waktu ke waktu.

    Pada tahap ini, produsen juga kerap berupaya untuk memastikan hasil produksi tetap tinggi, kualitas produk terjaga, sedangkan biaya produksi menurun. Karena itu, efisiensi dalam proses produksi memang suatu proses yang dilakukan terus-menerus.

    Wajar saja bila salah satu ciri produksi massal adalah menghasilkan produk dengan biaya produksi yang rendah untuk setiap unitnya. 

    Dari paparan di atas, kita juga bisa mengetahui bahwa ciri lainnya, yaitu tidak ada variasi yang dihasilkan dalam sebuah proses mass production. Setiap produk harus mengikuti dokumen persyaratan produk.

    Di samping itu, produk yang dihasilkan secara massal biasanya dijual di pasar bebas sebab jumlahnya memang besar.

    Kesimpulan

    Produksi massal adalah kegiatan produksi yang dilakukan untuk menghasilkan produk dalam jumlah banyak. Biasanya, aktivitas produksi ini dilakukan terus-menerus atau berulang.

    Dalam satu waktu, ribuan sampai ratusan ribu produk dapat diperoleh dari hasil produksi massal. Maka dari itu, ciri produksi massal yang utama, yakni menghadirkan produk dengan biaya produksi kecil.

    Hal tersebut selaras dengan tujuan produksi massal yang dilakukan perusahaan, yaitu memenuhi permintaan konsumen serta meningkatkan daya saing perusahaan di pasar.

    Namun, mass production tidak semata-mata bermanfaat dan menguntungkan bagi pihak produsen. Keuntungan produksi massal dapat dirasakan pula oleh konsumen, misalnya akses produk jadi lebih mudah dan harganya relatif terjangkau.

    Jadi, konsumen pun akan memiliki pengalaman yang baik saat berinteraksi dengan produk atau brand milikmu. Untuk menjaga customer experience, pastikan bisnis menggunakan sistem pengelolaan yang andal.

    Dengan begitu, kamu selalu bisa mengelola operasional, mulai dari inventori hingga penjualan dengan efektif dan efisien.

     

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?