Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Personal Branding: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

    Personal branding penting untuk dimiliki setiap orang.

    Pernahkah kamu mendengar istilah personal branding? Well, tidak hanya bagi para entrepreneur, personal branding juga penting bagi seorang influencer, khususnya jika kamu ingin menjadi sosok yang berpengaruh. Di sisi lain, personal branding dapat menjadi salah satu kunci agar kamu dilirik oleh perusahaan tempatmu melamar kerja.

    Melalui media sosial, perusahaan dapat melihat caramu mengekspresikan diri. Upaya ini merupakan salah satu cara perusahaan untuk menilai apakah kamu merupakan kandidat yang cocok dengan culture perusahaan. Ini sesuai dengan data yang dikutip dari HCA Canada, yaitu 28% manajer perusahaan menggunakan media sosial untuk mencari tahu informasi tentang para kandidat. Oleh karena itu, membangun personal branding yang baik merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

    Lantas, sebenarnya apa itu personal branding? Apa saja manfaat personal branding yang bisa didapatkan? Bagaimana cara membangun personal branding yang baik? Adakah strategi personal branding di media sosial yang perlu diketahui? Langsung saja, temukan jawaban dari berbagai pertanyaan mengenai personal branding melalui pembahasan di bawah ini.

    Apa itu Personal Branding?

    Personal branding adalah sebuah proses membangun dan menjaga persepsi di mata masyarakat demi mencapai citra positif. Persepsi yang dibangun dan ditampilkan pun beragam, mulai dari kepribadian, keahlian, dan lain sebagainya. Beberapa orang memiliki pendapat tersendiri mengenai persepsi, di antaranya Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu yang sudah lama berkecimpung di dunia entertainment

    Menurut keduanya, personal branding adalah impresi atau kesan yang erat kaitannya dengan perilaku, keahlian, maupun prestasi yang dibangun baik secara sengaja atau pun tidak sengaja dengan tujuan menampilkan citra diri ke hadapan orang banyak. 

    Singkat kata, personal branding bisa membuat orang lain mengingatmu dengan mudah. Ketika seseorang ingin membangun personal branding, ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab terlebih dahulu, yaitu:

    1. Siapa kamu?
    2. Apa yang sudah kamu lakukan?
    3. Apa tujuan yang ingin kamu capai?

    Sementara itu, menurut Forbes, personal branding adalah persepsi seseorang yang dibentuk olehmu terhadap dirimu dan yang bisa kamu tawarkan secara profesional saat ini dan di masa mendatang. 

    Personal branding akan memengaruhi nilaimu selama proses seleksi masuk perusahaan. Personal branding merupakan gambaran diri yang bisa ditunjukkan melalui beberapa cara, mulai dari cara bicara, cara berpakaian, gadget yang digunakan, kendaraan yang digunakan, dan lain sebagainya. Hal-hal yang melekat pada dirimu secara konsisten dan disadari oleh orang lain akan membangun personal branding dirimu. 

    Di sisi lain, personal branding juga dapat dibangun dengan sengaja, dalam arti kamu membentuk perspektif orang lain terhadap dirimu. Menurut Gill Corkindale, seorang coach manajemen dan kepemimpinan global, terdapat empat hal penting dalam personal branding, yaitu:

    1. menarik untuk orang-orang di sekitarmu,
    2. otentik (asli, tidak menduplikasi orang lain),
    3. konsisten,
    4. dikenal banyak orang.

    Baca juga: Branding Adalah: Definisi, Tujuan, dan Contoh

    Manfaat Personal Branding

    Beberapa manfaat personal branding yang bisa didapatkan adalah sebagai berikut:

    1. Pengembangan Kepercayaan

    Personal branding menjelaskan mengapa dengan apa seseorang. Singkatnya, ini adalah hal-hal yang memotivasi dan mendorong orang untuk sukses. Membangun personal branding membuat orang merasa nyaman saat bekerja. Itu juga membangun kepercayaan kepada rekan kerja. Memiliki branding yang baik juga menciptakan niat yang jelas dan tulus, yang merupakan kunci untuk menumbuhkan kepercayaan. Orang akan merasa lebih nyaman saat bisa menebak apa yang bisa dilakukan seseorang. Ketika orang-orang mengetahui reputasi seseorang, mereka akan merasa nyaman bekerja sama dan memberikan tanggung jawab atas kebutuhannya.

    2. Membangun Koneksi

    Personal branding membantu seseorang membangun koneksi di berbagai bidang dan dalam bidang spesialisasi mereka. Tidak ada batasan untuk mem-branding diri sendiri. Itu bisa melampaui dunia digital. Begitu seseorang membangun reputasinya, itu akan membantu mereka mendapatkan lebih banyak eksposur seperti acara pidato. Dengan bantuan acara ini, dia dapat mulai mengumpulkan kartu nama berbiaya rendah untuk mengerjakan kemungkinan prospek dan koneksi.

    3. Membangun Kredibilitas

    Personal branding membantu seseorang dalam menetapkan namanya sebagai pemimpin pemikiran dan ahli di bidang spesialisasinya. Ini membantu dalam mendapatkan pengakuan di bidang keahlian mereka. Seseorang juga membangun kesan dan penghargaan diri atas individualitas itu sendiri. Kekaguman, rasa hormat, dan kepercayaan akan muncul bersama nama seseorang. Ada pesan yang tertanam dalam kesadaran akan pasar yang ditargetkan. Orang akan menganggap seseorang sebagai ahli jika dia lebih terlihat oleh audiens target mereka. Sebuah merek akan mendorong seseorang ke puncak pasar yang dipilih, bahkan kartu nama milik seseorang pun membangun kredibilitas. Ini adalah kemampuan yang dilihat orang, bukan fisik.

    4. Keuntungan dalam Keyakinan

    Individu juga dapat memperoleh kepercayaan diri saat mereka mengembangkan merek mereka. Perolehan kepercayaan akan datang dari kualitas dan kekuatan positif mereka yang dapat mereka bagikan secara publik. Jika orang tahu bahwa mereka memiliki sesuatu yang dapat mereka tawarkan, keyakinan mereka akan melonjak. Branding yang dilakukan dengan baik akan menekankan kekuatan individu dan dapat memberikan arahan ke mana dia dapat menggunakan kekuatan tersebut.

    5. Memiliki Authenticity

    Personal branding berasal dari hasrat, keterampilan, tujuan, dan nilai. Itu adalah hasil dari perburuan seseorang akan pemenuhan dan makna. Personal branding membantu seseorang tumbuh dari sesuatu yang dia percayai. Membangun personal branding adalah orang itu sendiri dan bukan orang lain. Personal branding tidak mengizinkan individu untuk membuat suara yang dibuat-buat atau persona palsu yang sebenarnya bukan mereka. Personal branding membantu seseorang menjadi otentik, yang juga dapat membantunya dalam memenuhi hal-hal dalam hidup dengan lebih mudah. Kehidupan seseorang akan berputar di sekitar pekerjaan sambil memprioritaskan kekuatan dan memanfaatkan bakat yang membuatnya bahagia. Karena keasliannya, personal branding membantu meminimalkan kelemahan seseorang. Ini membantu dalam memperbaiki kelemahan.

    Baca juga: Apa Itu Co-Branding? Ketahui Seluk-Beluknya di Sini!

    Cara Membangun Personal Branding

    Pertanyaannya, bagaimana cara membangun personal branding? Beberapa langkah yang bisa kamu tempuh, yakni sebagai berikut:

    1. Pastikan kamu sudah mengenal diri sendiri

    Paham mengenai diri sendiri dan mulai dengan menjawab pertanyaan, apa yang memotivasi saya untuk melakukan hal ini?

    2. Cari tahu kamu ingin dikenal sebagai siapa

    Tentukan tujuan kamu mau dikenal sebagai siapa, apakah sebagai seorang desainer grafis, penulis, psikolog, atau profesional di bidang tertentu.

    3. Jangan lupa menentukan target audience

    Tentukan audience yang ingin kamu jangkau, misalnya kamu ingin dijangkau oleh manajer perusahaan A, maka bangunlah citra yang punya kaitan erat dengan perusahaan A.

    4. Tentukan dan cari ciri khas

    Cari pembeda dirimu dengan orang lain sebab di luar sana tentu ada banyak desainer grafis, penulis, psikolog, dll. Setelahnya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas agar personal branding sukses, kamu harus konsisten memperkenalkan diri dengan ciri khas tersebut secara terus menerus hingga orang mengingatmu dengan mudah. 

    5. Siapkan perkenalan singkat

    Berbagai kata perkenalan diri merupakan hal yang penting sekali di dalam kehidupan sehari-hari. Itu karena dengan mengenalkan diri orang lain bisa mengenal siapa diri kita. Oleh karena itu, lakukan perkenalan diri dengan secara singkat namun tetap dapat menyuarakan apa arti personal branding yang tengah kamu bangun.

    6. Pahami industri yang ingin digeluti

    Ketika kamu sudah mulai memetakan karier yang ingin digeluti, ada baiknya jika kamu mulai mempelajari industri tersebut. Misalnya, kamu bisa mulai cari tahu siapa tokoh sukses dalam bidang tersebut, dan jangan hanya mengikuti mereka. Dengan mempelajari industri dan tokoh-tokoh hebat di dalam industri tersebut, kamu kemudian bisa mengambil pembelajaran untuk diterapkan.

    7. Pelajari dan ikuti para ahli di bidang industri yang dipilih

    Untuk dapat memaksimalkan apa arti personal branding yang tengah dibangun, kamu juga bisa mulai mempelajari sikap atau pemikiran dari seorang profesional dalam bidang yang kamu tuju. Dengan demikian, kamu jadi bisa belajar tentang apa yang diperlukan untuk masuk ke dalam profesi tersebut.

    8. Jangan takut meminta rekomendasi

    Memiliki kolega baik itu senior ataupun junior di tempat kerja sebelumnya yang mendukung kamu adalah salah satu cara termudah dan paling efektif untuk menguatkan apa arti personal branding yang kamu miliki. Sama halnya seperti bisnis yang dapat berkembang dengan ulasan dan testimoni baik, kamu juga harus memiliki rekomendasi dari orang-orang sekitar yang pernah bekerja denganmu.

    9. Jangan lupa personal branding offline

    Personal branding lebih dari sekadar persona online; itulah cara kamu membawa dirimu sendiri di rumah, kantor, dan bahkan dalam perjalanan harian. Kadang kala banyak yang melupakan pentingnya melakukan personal branding offline karena terlalu fokus dengan persona online. Kedua personal branding ini harus berjalan beriringan.

    10. Jaga reputasi dan konsistensi

    Reputasi yang baik dan juga konsistensi adalah kata kunci dalam menguatkan apa arti personal branding yang kamu miliki. Pasalnya, jika kamu selalu konsisten dan memiliki reputasi yang baik, maka kamu telah membuktikan kalau kamu memang orang yang pantang menyerah dan autentik.

     Penting untuk menentukan strategi personal branding di media sosial.

    Strategi Personal Branding di Media Sosial

    Membangun personal branding melalui media sosial adalah cara yang tepat, karena saat ini juga sudah banyak orang yang menggunakan media sosial. Namun, bagaimana strategi personal branding di media sosial yang perlu diterapkan?

    1. Membuat Konten

    Tentunya Instagram adalah salah satu media sosial untuk membagikan konten. Untuk membuat personal branding kamu berjalan baik di Instagram, kamu harus membagikan konten dan Instagram biasanya menyukai user generated content atau konten yang dibuat oleh pengguna. Konten ini juga menjadi contoh dari personal branding. Kamu bisa membagikan contoh tutorial, hasil fotografi, atau video motivasi, karena hal itu semua adalah yang menunjukkan siapa diri kamu. Konten ini bisa disesuaikan dengan apa yang kamu suka atau berkaitan dengan pekerjaan kamu saat ini.

    2. Interaksi dengan Pengguna

    Melakukan interaksi kepada followers dan following kamu adalah hal yang wajib untuk membentuk personal branding di Instagram, karena dengan cara ini follower dan following tahu jika akun Instagram kamu masih aktif. Interaksi bisa dilakukan melalui kolom komentar, memberikan reaction terhadap postingan, atau juga mengobrol di DM. Interaksi ini juga bisa menambah relasi. Sehingga, orang-orang bisa dengan mudah untuk mengenal kamu dan membuat persepsinya sendiri.

    3. Konsisten

    Konsisten adalah cara membuat personal branding yang terakhir, konsisten di sini artinya kamu konsisten untuk membuat dan membagikan konten, dan juga konsisten untuk berinteraksi dengan followers dan following. Dengan konsisten membuat konten juga, membuat orang lain bisa dengan mudah mengingat akun kamu dan juga untuk menarik engagement.

    Baca juga: Brand Image: Pengertian, Contoh, dan Indikatornya

    Contoh Personal Branding dalam Bisnis

    Kenapa sih harus punya personal branding diri sendiri? 

    Jawaban singkatnya adalah karena seluruh dunia akan melihat dan menilai kamu. Cara kamu mempresentasikan diri kamu online sangat berpengaruh terutama dalam merintis karir. Contohnya seperti Elon Musk memiliki jumlah followers Twitter lebih banyak daripada perusahaan yang ia dirikan (Tesla). Begitu pula dengan Gary Vaynerchuk (VaynerMedia) dan masih banyak lainnya. Dengan personal branding yang sangat kuat, mereka dapat meningkatkan eksposur dan menarik orang-orang pada perusahaan mereka.

    Penutup

    Personal branding perlu waktu yang lama untuk bisa dibangun dengan baik. Tak hanya sebulan dua bulan atau bahkan setahun dua tahun, ini adalah hal yang perlu kamu lakukan terus menerus. Maka dari itu, semakin cepat kamu memulai akan semakin baik. Jika kamu ingin menunjukkannya lewat social media pun bisa. Namun ingat, jangan sampai kamu kehilangan jati dirimu yang sesungguhnya, ya. Selain artikel ini, kamu bisa menemukan beragam info lain seputar skill penting di dunia kerja di sini. 

    Sementara itu, untuk mendukung bisnismu, jangan ragu untuk gunakan majoo yang siap menjadi pilihan yang tepat. Dengan berlangganan majoo, kamu bisa memanfaatkan fitur yang ditawarkan untuk mendukung kemajuan bisnismu. Tidak perlu khawatir, majoo selalu setia menemani langkahmu dalam bekerja dan membangun bisnis, terutama untuk urusan partner pembayaran. Tunggu apa lagi? Saatnya berlangganan sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.