Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Brand Image: Pengertian, Contoh, dan Indikatornya

    Persepsi yang dimiliki konsumen atas sebuah merek disebut brand image.

    Citra merek atau brand image adalah salah satu faktor esensial dalam mempertahankan atau meningkatkan penjualan bisnis.

    Mungkin kamu familier dengan merek sepatu TOMS. Brand sepatu asal USA tersebut hadir dengan citra merek yang menunjukkan bahwa TOMS tidak hanya peduli pada konsumennya, tetapi juga ingin berpartisipasi dalam melakukan kebaikan.

    Hal ini bermula dari Blake Mycoskie, pendiri TOMS, yang menyaksikan kesulitan anak-anak di Argentina karena mereka tidak memiliki sepatu. Lalu, ia mendirikan TOMS dengan program One for One, yaitu memberikan sepatu bagi yang membutuhkan untuk setiap pasang yang terjual.

    Sejak berdiri pertama kali, TOMS lekat sekali dengan citra kepedulian tersebut. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud brand image?

    Brand image adalah…

    Dari cerita di atas, terlihat bahwa untuk meniadakan ‘kebisingan’, kamu perlu memiliki brand image yang kuat. Brand image adalah persepsi konsumen tentang brand-mu yang didasari oleh pengalaman interaksi mereka dengan bisnismu.

    Baca juga: Apa Itu Customer Experience? Simak Pengertian dan Contohnya!

    Persepsi ini bisa berubah dari waktu ke waktu dan tidak selalu berkaitan dengan pembelian atau penggunaan produk serta layanan bisnismu. Berhubung konsumen pasti memiliki opini berbeda tentang merekmu, kamu perlu menjaga citra yang konsisten. 

    Maka dari itu, bisnis kerap kali menginvestasikan banyak waktu untuk mengkurasi brand personality, intonasi merek, dan posisi bisnis di pasar. Semua hal tersebut berpengaruh pada interaksi dan perasaan konsumen yang akhirnya menjadi citra merek.

    Brand image menurut para ahli

    Jika kamu ingin memahami brand image lebih jauh lagi, tidak ada salahnya untuk menilik definisi brand image menurut para ahli. Berikut ini beberapa definisi citra merek yang telah kami rangkum.

    • Menurut Aaker dan Biel (1993)

    Citra merek adalah penilaian konsumen terhadap suatu brand dalam sebuah pasar. Penilaian ini bisa muncul baik berdasarkan pengalaman pribadi ataupun berdasarkan reputasi yang disampaikan oleh orang lain dan media.

    • Menurut Keller (2000)

    Sementara itu, Keller berpendapat brand image adalah persepsi konsumen terhadap merek atau produk yang akan digunakan atau dipakai. Citra ini melibatkan beberapa aspek, yaitu merek mudah diingat, mudah dikenal, serta mempunyai reputasi baik.

    • Menurut Schiffman dan Kanuk (2007)

    Selanjutnya, Schiffman dan Kanuk menjabarkan citra merek sebagai kumpulan asosiasi tentang suatu merek yang tersimpan dalam benak atau ingatan konsumen.

    Menurut Shiffman dan Kanuk citra tersebut dibentuk oleh beberapa faktor, antara lain kualitas produk, karakter merek yang dapat diandalkan, kegunaan atau manfaat, harga, serta branding yang dibandung oleh merek itu sendiri.

    Baca juga: Memahami Branding Sebagai Strategi Kesuksesan Bisnis

    Perbedaan brand image dan brand awareness

    Kini kamu sudah mengetahui pengertian dari brand image. Meskipun begitu, mungkin sebagian dari kamu masih kesulitan menemukan perbedaan brand image dan brand awareness.

    Kedua hal tersebut memang terdengar mirip dan sama-sama terkait dengan brand, tetapi ada perbedaan yang cukup signifikan antara keduanya.

    Istilah brand image merujuk pada hal yang terlihat oleh pelanggan. Sementara itu, brand awareness menunjukkan seberapa dikenal brand milikmu oleh konsumen atau masyarakat luas. 

    Biasanya, brand awareness diuji dengan pertanyaan seperti: Apakah konsumen pernah mendengar merek bisnismu? Apakah konsumen bisa mengenali bisnismu bila disandingkan dengan bisnis pesaing?

    Baca juga: Konsep Brand Awareness dan Cara Meningkatkannya dalam Bisnis

    Pentingnya brand image untuk bisnis

    Tidak sedikit pengusaha yang belum menyadari pentingnya brand image yang kuat dan sesuai untuk produk atau layanan mereka. Padahal, tanpa brand image yang kuat, tidak akan ada kesan mendalam yang tertanam di benak konsumen.

    Lebih jauh lagi, brand image penting bagi bisnis karena dapat mendorong poin-poin di bawah ini.

    • Memberikan kesan

    Tampilan luar dari citra merek merupakan hal pertama yang dilihat oleh konsumen. Dengan persepsi unik di tampilan luar, konsumen akan tertarik mencari tahu lebih dalam terkait bisnismu.

    • Membentuk segmentasi pasar yang tepat

    Jika konsumen sudah tertarik dengan citra merek yang tampak dari luar, potensi mereka mencari produk atau layananmu menjadi lebih besar. Proses ini bisa menciptakan segmen pasar yang solid.

    • Meningkatkan daya tarik

    Ada daya tarik berbeda dari brand-brand dengan citra yang kuat dan unik. Hal ini mendorong konsumen untuk berinteraksi dengan merek tersebut. Dengan brand image yang kuat dan penawaran yang jelas, konsumen akan memiliki persepsi positif terkait merek bisnismu.

    Persepsi positif konsumen tentang bisnismu akan membuat mereka tidak segan untuk merekomendasikan bisnismu kepada keluarga, teman, atau koleganya.

    Baca juga: Word of Mouth: Definisi, Faktor, serta Kelebihannya

    • Rekognisi merek lebih maksimal

    Brand image berperan besar dalam menjaga loyalitas pelanggan. Di samping itu, brand image juga bisa membuat rekognisi merek lebih maksimal sehingga mendatangkan pelanggan baru.

    Indikator brand image

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, citra merek dapat terbentuk dari pengalaman konsumen saat berinteraksi dengan brand. Sudah bukan rahasia lagi, pengalaman tersebut tentu meliputi banyak aspek.

    Karena itu, ada banyak faktor penentu atau indikator brand image yang akan meninggalkan kesan atau persepsi dalam benak konsumen. Berikut ini beberapa indikator tersebut.

    • Kemudahan konsumen dalam berinteraksi serta bertransaksi
    • Cara bisnis mengenalkan dan memasarkan produk
    • Variasi produk atau layanan yang ditawarkan oleh bisnis
    • Atribut yang menyertai produk (daya tahan, bahan, harga, dll.)
    • Eksklusivitas produk bagi konsumen
    • Lokasi dan desain gerai atau website

    Ada banyak indikator yang mendukung terbentuknya brand image suatu bisnis.

    Cara membangun brand image

    Lalu, bagaimana cara membangun brand image yang kuat? Pertama-tama, kamu perlu mengenali brand dan nilai-nilai yang diusungnya. Fondasi ini akan membantu brand-mu menentukan posisi di pasar serta memenangkan hati konsumen.

    Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mulai melakukan langkah-langkah di bawah ini.

    Tentukan visi, misi, serta value

    Menentukan visi, misi, dan value yang diusung merek merupakan langkah yang krusial. Pasalnya, setiap langkah yang dilakukan oleh perusahaan serta setiap pengalaman yang diterima oleh konsumen harus sesuai dengan misi dan value yang kamu miliki.

    Adanya inkonsistensi value akan merusak citra merek. Maka dari itu, kamu perlu menentukan tujuan bisnis sebelum mulai mempromosikannya.

    Value yang dipegang dan diperjuangkan oleh suatu merek tidak hanya menarik bagi konsumen, tetapi juga meningkatkan engagement karyawan terhadap perusahaan. Perlu diingat, karyawan yang bekerja karena misi atau value akan cenderung loyal kepada perusahaan.

    Baca juga: Penilaian Kinerja Karyawan: Pengertian, Indikator, dan Contoh

    Buat pernyataan brand positioning

    Brand positioning akan membedakanmu dari kompetitor dan memberi tahu target konsumen cara bisnismu memenuhi kebutuhan mereka secara spesifik. Untuk memiliki hal ini, kamu perlu melakukan riset pesaing dan menemukan hal yang membuat brand-mu unik.

    Mungkin kamu kuat di satu area yang justru menjadi kelemahan bisnis pesaing. Begitu kamu mengetahui pembedamu dari kompetitor, buatlah satu atau dua kalimat yang mengomunikasikan keunikan tersebut kepada konsumen. Inilah yang dikenal dengan pernyataan brand positioning.

    Baca juga: Apa Itu Positioning? Simak Definisi dan Contohnya!

    Buat brand personality

    Layaknya orang, brand juga perlu memiliki kepribadian, intonasi, dan karakter. Dalam proses membentuk kepribadian merek, kamu bisa mulai dengan memilih nada atau intonasi merek serta tentukan 10 atribut yang menyertai merekmu.

    Kamu juga bisa membuat daftar hal yang merepresentasikan serta tidak merepresentasikan brand-mu. Sebagai contoh, bisnismu adalah merek yang mengusung nilai sustainability dan bukan merek yang kompromi dengan kelestarian alam demi menekan bujet produksi.

    Mengapa hal ini penting? Karena menentukan brand personality akan membuat strategi pemasaran dan brand image bisnismu konsisten.

    Baca juga: Marketing Plan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

    Identifikasi audiens utama bisnismu menggunakan buyer persona

    Tanpa mengetahui konsumen potensial bisnismu, kamu tidak akan bisa menyusun pesan pemasaran yang spesifik untuk pangsa pasar tersebut. Karena itu, kamu perlu melakukan riset terkait audiens dan kumpulkan data demografinya.

    Selanjutnya, buatlah segmentasi sehingga kamu memperoleh tiga sampai lima kategori imajiner yang merepresentasikan target konsumenmu. Memahami buyer persona merupakan kunci untuk menggambarkan citra merek di hadapan mereka.

    Contoh brand image yang berhasil

    Di bawah ini kami coba merangkum beberapa contoh brand image yang berhasil dibangun oleh perusahaan. Saat kamu membacanya, kamu pasti familier dengan merek-merek tersebut sebab citra mereka demikian kuat.

    Coca-Cola

    Coca-Cola adalah salah satu merek yang paling dikenali di dunia. Hal tersebut salah satunya karena Coca-Cola menunjukkan konsistensi selama bertahun-tahun. Coca-Cola mempromosikan brand-nya melebihi produk.

    Mereka menciptakan koneksi dengan konsumen melalui deskripsi produk mereka membawa semua orang berkumpul dan menciptakan rasa bahagia. Mereka bukan hanya menjual produk minuman, melainkan menjual gaya hidup.

    Indomie

    Indomie, seleraku”. Saat membaca tagline tersebut, siapa di antara kamu yang berhasil membacanya tanpa nada? Atau kamu terngiang dengan nada tagline tersebut?

    Konsistensi Indomie memperkenalkan produk mi instan sebagai selera semua orang tentunya berhasil. Brand mi instan ini terbukti menjangkau hampir semua kalangan. Tak hanya berjaya di dalam negeri, Indomie juga sudah merambah pasar internasional dan tetap disukai oleh siapa saja yang mencicipinya.

    Terlepas dari banyaknya merek pesaing yang muncul, produk Indomie tetap menjadi pilihan utama banyak konsumen hingga kini.

    Apple

    Forbes menempatkan Apple di deretan pertama “The World Most Valuable Brands”. Merek yang satu ini memang terkenal dengan brand image yang kuat.

    Apple dipersepsikan sebagai brand yang inovatif, sleek, dan dinamis. Merek ini juga dikenal berhasil membangun brand loyalty dengan menciptakan koneksi yang kuat dengan konsumen. 

    Tidak heran bila konsumen Apple tergolong fanatik sampai bersedia antre untuk memperoleh produk terbaru dari merek ini. Harga produk yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan brand lain, makin membuktikan konsumennya bersedia membayar lebih demi terkoneksi dengan Apple. 

    Aqua

    Fenomena kekuatan citra merek juga berhasil dicapai oleh Aqua. Sebagai pionir merek air minum dalam kemasan yang pertama diproduksi di Indonesia, Aqua berhasil berada di top of mind konsumen.

    Apa buktinya? Seberapa sering kamu mendengar orang berkata mau membeli Aqua, meskipun produk yang dibeli merupakan merek lain?

    Asosiasi Aqua sebagai air minum dalam kemasan sudah sedemikian lekat sampai merek apa pun tetap disebut Aqua oleh konsumen.

    Kesimpulan

    Setelah membaca penjelasan lengkap di atas, kini kamu tentu sudah memahami tentang citra merek. Bisa disimpulkan bahwa brand image adalah persepsi konsumen yang terbangun dari pengalaman teraksi dengan merek atau informasi dari pihak lain.

    Pengalaman konsumen menjadi faktor penentu atau indikator brand image yang utama. Karena itu, menciptakan pengalaman interaksi konsumen yang menyenangkan merupakan salah satu cara membangun brand image.

    Perlu diingat, interaksi memiliki cakupan yang luas, mulai pengetahuan konsumen tentang value bisnis, kemudahan berkomunikasi dengan bisnis, hingga kemudahan bertransaksi.

    Demi tercapainya hal tersebut, kamu perlu memastikan pengelolaan operasional berjalan dengan smooth. Pastikan kamu memanfaatkan aneka tools yang bisa mempermudah dan meningkatkan pengalaman pelanggan seperti aplikasi POS.

    Kalau kamu belum menggunakannya, segera cek laman majoo.id dan dapatkan aplikasi POS yang sesuai dengan kebutuhan bisnis serta menunjang citra bisnismu!

    Memang tidak mudah membangun brand image yang kuat. Hal ini memerlukan proses panjang dan tidak bisa tercapai sekejap. Namun, dengan fondasi, strategi, dan alat bantu yang tepat, citra merek yang kuat bisa menjadi milikmu.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.