Process Costing: Definisi, Jenis, dan Contoh Penerapannya!

Ditulis oleh Retna Kumalasari

article thumbnail

Apa itu process costing? Istilah ini sudah sering digunakan untuk mengetahui biaya produksi dalam suatu perusahaan. Bagi kamu yang bekerja di bidang bisnis seperti ini, tentu sudah mengetahui istilah ini, kan!

Process costing merupakan sebuah sistem dalam akuntansi biaya, yang sangat bermanfaat untuk menghitung biaya produksi yang berkelanjutan, seperti di industri manufaktur, industri kimia, makanan, atau minuman.

Nah, untuk kamu yang masih belum mengerti apa yang dimaksud dengan process costing atau biaya bisnis, coba simak penjelasan lengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Definisi Process Costing

Pengertian process costing sendiri merupakan suatu metode dalam akuntansi biaya, yang umumnya dipergunakan dalam sebuah bisnis untuk menghitung dan mengidentifikasi biaya produksi secara detail, berdasarkan proses produksi yang dilakukan.

Process costing biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan yang menciptakan produk secara massal atau perusahan yang bergerak dalam industri manufaktur, yang menghasilkan produk-produk lewat proses produksi secara terpisah.

Dengan menggunakan process costing, perusahaan dapat mengetahui rincian biaya produksi yang digunakan, sehingga mereka bisa lebih mudah dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Baca Juga: Akuntansi Biaya: Tujuan, Jenis, Manfaat, Contoh, Siklus

Jenis-Jenis Process Costing

Process costing ini terbagi menjadi tiga jenis, di antaranya:

Biaya Standar (Standard Cost)

Biaya standar atau standard cost merupakan biaya bahan baku yang dihitung berdasarkan perkiraan dari manajemen. Pada jenis biaya ini, biaya aktual produk tidak akan dipertimbangkan. Cara ini berguna bagi perusahaan yang rutin menghasilkan produk-produk sejenis.

Metode Rata-Rata Tertimbang (Weighted Average)

Selanjutnya adalah metode rata-rata tertimbang. Jenis yang satu ini akan menghitung biaya rata-rata dari seluruh unit yang diproduksi dalam satu periode tertentu, kemudian membaginya dengan total biaya dari jumlah unit yang diproduksi.

Metode ini lebih cocok digunakan oleh perusahaan yang membuat produk dengan beban biaya yang konsisten.

Firs In, First Out (FIFO)

Jenis yang terakhir adalah FIFO atau First In First Out. Metode ini akan berfokus pada pembebanan biaya ke masing-masing unit, berdasarkan dengan urutan produksinya. Nantinya, produk yang dibuat pertama kali akan dikenakan biaya lebih dulu, kemudian produk tersebut juga akan menjadi produk yang pertama dikeluarkan atau dikirim.

Metode seperti ini akan lebih cocok digunakan oleh perusahaan yang memproduksi barang dengan harga yang bervariasi.

Baca Juga: Mengenal metode FIFO, LIFO dan Average Dalam Manajemen Stok

 Aplikasi Akuntansi

Manfaat Process Costing bagi Bisnis

Process costing ternyata memberi banyak manfaat bagi perusahaan. Adapun beberapa manfaat process costing adalah sebagai berikut:

  1. Membantu menganalisa biaya operasional

Perusahaan bisa menerapkan process costing untuk membantu menghitung biaya produksi dengan lebih detail dan akurat. Termasuk di dalamnya biaya bahan baku, biaya overhead produksi, serta biaya tenaga kerja.

Dengan mengetahui biaya operasional yang dibutuhkan, perusahaan dapat mengelola biaya yang mereka miliki secara efektif dan efisien.

  1. Landasan dalam pengambilan keputusan

Tak hanya dapat membantu menganalisa biaya operasional saja, penggunaan process costing juga akan mempermudah perusahaan dalam pengambilan keputusan. 

Pasalnya, perusahaan bisa dengan akurat mengetahui beban biaya produksi mereka, sehingga mereka dapat menghindari adanya kerugian dan mengoptimalkan keuntungan perusahaan.

  1. Mengukur kinerja keuangan

Kinerja keuangan dalam perusahaan juga bisa diketahui jika kamu menggunakan analisa costing ini. Apabila pengeluaran dari biaya variabel dapat lebih rendah dari biaya tetap, hal ini dapat menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan keuntungan serta mengatasi perubahan harga di pasar.

Selain itu, perbandingan biaya tersebut juga dapat dipakai untuk mengukur kinerja perusahaan dari setiap periodenya. Apakah ada kenaikan, stabil, atau justru cenderung menurun.

  1. Membantu perencanaan dan alokasi keuangan

Process costing dapat dioptimalkan perusahaan untuk menghindari kerugian dari pengeluaran yang tidak perlu. Hal ini disebabkan, karena process costing bisa memberikan data yang akurat sebagai acuan dalam melakukan perencanaan anggaran operasionalnya.

Baca Juga: Biaya Overhead Pabrik: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Penggunaan process costing dapat membantu perusahaan memproduksi barangnya dengan lebih efisien.

Langkah-Langkah dalam Process Costing

Untuk menjalankan metode ini, ada sedikitnya lima tahapan atau langkah yang mesti dilakukan, yakni:

  1. Menganalisa persediaan

Langkah pertama dalam menetapkan process costing adalah dengan melakukan analisa persediaan serta arus dari biaya persediaan itu sendiri.

Perusahaan dapat menentukan masing-masing biaya dari setiap proses produksi melalui jumlah persediaan di awal periode, jumlah produk yang bisa diselesaikan, serta banyaknya persediaan yang tersisa dalam periode akuntansi tersebut.

  1. Konversi biaya persediaan

Selanjutnya adalah dengan mengubah persediaan yang ada dalam proses, di akhir periode akuntansi tersebut agar menjadi satu unit yang sama.

Contohnya, apabila perusahaan A memproduksi headset telah menetapkan sebanyak 2500 pcs dalam proses di akhir periode tersebut, dan sebanyak 50% headset ini telah selesai di produksi. Maka, perusahaan A akan menganggap bahwa produk yang menjadi inventaris tersebut sama dengan 1250 pcs headset yang dibuat.

  1. Menghitung biaya yang berlaku

Kemudian, setelah perusahaan mengubah persediaan mereka menjadi jumlah yang sama dalam unit yang sedang diproduksi, maka langkah selanjutnya adalah dengan menghitung total biayanya.

Jumlah ini kemudian diterapkan di antara persediaan yang sudah selesai diproses dan persediaan yang tersisa dalam proses tersebut. Nantinya, biaya produksi tidak langsung dan langsung dapat mencakup biaya persediaan pada awal periode, dan biaya yang telah terakumulasi selama periode tersebut berjalan.

  1. Menghitung biaya per unit

Setelah kamu menghitung seluruh biaya yang berhubungan dengan process costing untuk persediaan yang telah lengkap dan yang masih berada dalam proses, kamu bisa menghitung biaya per unitnya. 

Termasuk dengan biaya unit yang telah selesai dan setara dengan unit yang sudah jadi di akhir periode akuntansi tersebut.

Misalnya, PT ABC membuat cat dinding. Setelah menyelesaikan 3000 kaleng dan membiarkan 2000 kaleng lainnya dalam kondisi 50% proses jadi. PT ABC akan membagi biayanya dengan 4000 kaleng.

  1. Menentukan biaya produk yang lengkap dan belum lengkap

Langkah terakhir adalah memisahkan biaya yang digunakan dengan mengalokasikan jumlah yang sesuai dengan produksi ke jumlah produk yang telah selesai diproduksi, dan juga ke persediaan yang dianggap masih melalui tahap proses, di akhir periode akuntansi.

Contoh Process Costing

Untuk lebih mudahnya, perhatikan contoh process costing berikut ini.

PT ABC memproduksi cat dinding menggunakan beberapa tahapan. Tahap pertama, membuat desain warna, ukuran, dan lain-lain.

Dalam waktu 30 hari, tahap desain tersebut sudah mengakumulasi jumlah total Rp80 juta untuk biaya langsung, biaya sumber daya, dan bahan baku. Kemudian, Rp 100 juta untuk biaya konversi, overhead, dan tenaga kerja.

Divisi desain tersebut akan memproses 10.000 kaleng dalam waktu 30 hari. Dengan begitu, biaya per unit cat akan berjumlah 8.000 untuk memenuhi biaya sumber daya dan bahan bakunya. 

Sementara, sebanyak Rp10.000 akan digunakan sebagai biaya tidak langsung atau biaya konversi.

Kesimpulan 

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa process costing adalah metode yang digunakan untuk dapat menentukan biaya dari suatu produk, yang harus melewati beberapa tahapan dalam proses pembuatannya.

Metode ini bisa memberi banyak manfaat bagi bisnis tersebut, seperti membantu dalam mengidentifikasi biaya produksi, sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, mengelola biaya produksi agar lebih efektif, dan banyak manfaat lainnya.

Untuk mendukung pencatatan biaya yang digunakan oleh perusahaan, aplikasi akuntansi dari majoo adalah solusinya.

Aplikasi wirausaha lengkap ini akan memudahkan kamu mengelola bisnis, mulai dari inventory, pencatatan transaksi, hingga membuat laporan keuangan perusahaan.

Hanya dengan satu aplikasi, kamu akan mendapat banyak manfaat di dalamnya. Penasaran? Download majoo sekarang, dan nikmati kemudahan dalam mengelola bisnis kamu dengan lebih efisien.


Sumber Data: 

  1. https://www.hashmicro.com/id/blog/process-costing-adalah-manfaat-jenis-dan-cara-menghitungnya/

  2. https://accurate.id/ekonomi-keuangan/process-costing/#1_Metode_Rata-rata_Tertimbang_dari_Perhitungan_Process_Costing

  3. https://www.harmony.co.id/blog/process-costing-ketahui-jenis-dan-contohnya/

  4. https://accountingprofessor.org/process-costing-definition-types-importance-advantages-and-disadvantages/

  5. https://pasarind.id/blog/Apa-Itu-Process-Costing-Berikut-Pengertian-dan-Cara-Menghitungnya#toc_3 


Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo